Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Saat mereka berdua Tengah asik berbincang di atas motor masing-masing, sebuah mobil tiba-tiba saja Menghadang dan tak lama muncul seseorang hingga membuat Sekar langsung melotot lebar.
" kenapa aku bisa ketemu dia lagi di sini? " tanya Sekar dengan nada berbisik dan ekspresi wajah paniknya.
Tak jauh berbeda, Sari juga melakukan hal yang sama. bahkan perempuan berwajah manis itu ingin sekali langsung pergi dengan membawa sahabatnya.
Sialnya, Sari dan Sekar menggunakan kendaraan masing-masing sehingga mereka tidak bisa langsung meninggalkan tempat itu secara bersamaan.
" apa kita minta tolong aja sama Eksa? " tanya Sari di sela-sela kepanikannya.
Sekar yang mendengar itu dengan cepat langsung menggeleng, " jangan! aku nggak mau ngerepotin dia terus. " larang Sekar.
Sari langsung menoleh ke arah sang sahabat, " terus kita harus gimana? " tanya perempuan berwajah manis itu dengan ekspresi wajah semakin menegang.
Apalagi, saat Sari melihat laki-laki itu berjalan semakin mendekat.
" udahlah kita pakai motor kamu aja, kita tinggal motor aku di sini. " putus Sekar pada akhirnya.
perempuan berwajah Anggun itu hendak melangkah untuk menghampiri motor Sari. namun saat hampir sampai, tangan Sekar sudah ditarik oleh Rangga hingga membuat perempuan itu hampir saja jatuh.
" apa kita bisa bicara sebentar? " Rangga bertanya dengan ekspresi seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Dan itu Jujur saja membuat Sekar merasa muak. dengan kasar perempuan itu menyentak tangannya sendiri hingga terlepas dari genggaman Rangga.
" nggak ada yang perlu diomongin lagi, hubungan kita udah selesai sejak lama. aku nggak mau dituduh sebagai pelakor jika ada seseorang yang memergoki kita seperti ini. " tutur Sekar dengan nada sarkasme.
Namun sepertinya Rangga tidak mendengarkan ucapan Sekar. karena laki-laki itu masih tetap menggenggam dan menarik tangan Sekar agar menjauh dari motor Sari dan mendekat ke arah mobilnya.
" kamu akan tetap ikut sama aku, tolong beri aku kesempatan Aku benar-benar menyesal. " ucap Rangga dengan ekspresi wajah penuh penyesalan.
Sekar menatap laki-laki itu semakin tajam. " Jangan pernah berbicara omong kosong di hadapanku, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau mendengarkan ocehan omong kosongmu itu! " sentaknya dengan nada tajam.
" Sekar kenapa kamu sekarang menjadi kasar seperti ini? Bukankah dulu Kamu adalah perempuan yang lembut dan penuh dengan ketenangan? " ada rasa tidak rela saat Sekar berkata dengan nada suara yang begitu tinggi.
Sekar yang mendengar itu sudah tersenyum sinis, " Sekar Yang lama sudah mati semenjak kamu meminta untuk menikah lagi. dan Sekar yang ada di hadapan kamu sekarang, Adalah Jiwa dari orang lain. "
" nggak, itu pasti bohong! " seru Rangga seakan tidak terima.
" Apa yang Anda lakukan pada kekasih saya?! "
saat situasi semakin memanas, suara seseorang membuyarkan semuanya.
Rangga dan Sekar langsung menoleh ke arah sumber suara dengan ekspresi wajah yang terlihat jauh berbeda.
Rangga dengan tatapan tajam dan rahang mengeras, sementara Sekar dengan tatapan berbinar dan senyuman manis.
" lepaskan Kekasihku! " seru Eksa dengan berjalan cepat dan menepis tangan Rangga dari tangan Sekar.
Kemudian tangannya sibuk menggenggam tangan Sekar dan yang satunya sibuk merengkuh pinggang ramping milik perempuan itu.
Tentunya Pemandangan itu membuat Rangga semakin kepanasan hingga tangannya terkebal kuat sampai buku jarinya terlihat memutih.
" awas aja kalian! " Desis Rangga tajam dengan tatapan mematikan dan pergi dari sana.