"ini akibatnya lo berani lukai pacar gua sialan, siapapun tidak gue izinin main tangan sama orang yang gue sayang.. lo ngerti kan!!".
" ngerti kak"ucap cantika.
"ingat lo itu cuma penebus hutang jadi jangan berharap gue memperlakukan lo dengan baik" desis bintang.
cantika tidak menyangka hidup nya seperti ini.. hatinya masih sakit karena perlakuan tidak adil. orang tuanya, kini dia kembali di buat kecewa sama nenek nya sendiri.
"gue tidak menyangka nenek tidak tulus menyayangi gue. dia sama aja dengan yang lain" oceh cantika
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 17
Ridho yang lagi duduk di teras curiga sama seorang bapak-bapak yang mondar-mandir di depan gerbang, dia terus melirik rumah . Tanpa rasa takut ridho pun menghampiri bapak itu.
"Maaf bapak cari siapa, kok saya perhatikan bapak terus menatap kesana" tanya ridho.
"Saya gak cari siapapun pun tapi saya cuma mau bilang serahkanlah temen kalian yang hamil itu!! Kalau kalian mau selamat" jawab bapak itu.
"Ohh anda itu dari sekte iblis tohh, sampai kapan pun kalian tidak bisa ambil temen kami dan jangan harap kami takut dengan ancaman anda".
"Jangan keras kepala anak muda,hidup kalian tidak akan selamat" bapak itu merapalkan matra supaya ridho menurut padanya.
Tapi sayang sekali, mantra itu tidak bisa mempengaruhi ridho karena dia dan teman-temannya sudah membentengi dirinya dengan zikir setiap detik.
"Kenapa bapak terkejut?? Mantra nya tidak bisa mempengaruhi saya ya" ridho melihat mulut bapak itu komat-kamit dan mukanya terkejut.
"Percuma pak.. Kalian mau ngirim apapun sama kami itu tidak akan pernah mempan. Allah selalu melindungi kami jadi bilang sama iblis yang kalian sembah untuk tidak menganggu kami lagi karena itu akan tetap gagal" ucap ridho.
Valen dan pak darso yang baru pulang dari balai desa pun melihat ridho lagi bicara sama seseorang.. Pak darso sengaja mampir untuk ngobrol dengan anak laki-laki yang ada di sana.
"Dho bapak ini siapa" tanya valen.
Sedangkan pak darso menatap warganya itu dengan tajam.. Dia tahu itu adalah salah satu penganut sekte iblis.
"Siapa lagi kalau bukan salah satu penganut sekte iblis.. Dia mengancam supaya kita menyerahkan cantika pada mereka kalau tidak kita tidak akan selamat" cerita ridho.
"Wow mereka benar-benar tidak menyerah juga ternyata,, tapi itu percuma sih karena mereka tidak akan pernah berhasil" tutur valen.
Bapak-bapak itu langsung pergi karena tidak tahu bicara apalagi,, apalagi tatapan pak darso bikin dia tidak berkutik. Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah untuk ngobrol hal penting lainya.
_____
Cantika dan kedua temannya pulang dari rumah buk siti dengan membawa mangga yang banyak. Mereka sudah tidak sabar untuk membuat rujak dengan teman-teman nya yang lain.
Mereka berpapasan dengan ki ireng di jalan.. Bukan takut cantika dan kedua temannya malah santai melewati ki ireng yang menatap cantika dengan aneh.. Mereka tidak lupa berzikir dan membaca doa supaya allah melindungi mereka dari ketua sekte iblis itu.
Ki ireng merapalkan matra juga tapi sama seperti penganut nya. Mantranya langsung mental dan tidak bisa menyentuh ketiga perempuan itu terutama cantika.
"Tunggu" teriak ki ireng.
Mereka pun menghentikan langkah nya langsung balik arah menatap ki ireng.
"Ada apa ya ki manggil kami" cantika berusaha sopan.
"Tolong anter saya pulang".
" maaf ki bukan nya menolak tapi ini sudah sore,, lagi pula ki ireng masih bisa jalan kan jadi pulang sendiri saja" tolak kinan.
"Anak-anak ini tidak bisa di remehkan,, mereka sama sekali tidak takut sama saya malah secara terang-terangan menantang saya" batin ki ireng.
Pak danu pemimpin aliran semboyan yaitu warga yang menyembah pohon datang menghampiri mereka.. Aliran semboyan tidak bertentangan dengan agama islam., malah saling menghormati berbeda dengan sekte iblis.
"Biar saya yang anterin ki ireng pulang mari" ucap pak danu.
"Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri" ketus ki ireng.
"Loh bukan nya tadi aki bilang mau kami anterin pulang kok sekarang tidak mau sih" ucap kinan.
"Kalian gak usah peduli kan, kalian lanjut pulang aja".
" terimakasih pak danu!! Mari"ucap cantika.
"Anak-anak kota ini tidak takut sama ki ireng malah dengan berani menghadapi nya" pak danu kagum dengan keberanian anak-anak kota itu.
********
Cantika dan kedua temannya pulang dari rumah buk siti dengan membawa mangga yang banyak. Mereka sudah tidak sabar untuk membuat rujak dengan teman-teman nya yang lain.
Mereka berpapasan dengan ki ireng di jalan.. Bukan takut cantika dan kedua temannya malah santai melewati ki ireng yang menatap cantika dengan aneh.. Mereka tidak lupa berzikir dan membaca doa supaya allah melindungi mereka dari ketua sekte iblis itu.
Ki ireng merapalkan matra juga tapi sama seperti penganut nya. Mantranya langsung mental dan tidak bisa menyentuh ketiga perempuan itu terutama cantika.
"Tunggu" teriak ki ireng.
Mereka pun menghentikan langkah nya langsung balik arah menatap ki ireng.
"Ada apa ya ki manggil kami" cantika berusaha sopan.
"Tolong anter saya pulang".
" maaf ki bukan nya menolak tapi ini sudah sore,, lagi pula ki ireng masih bisa jalan kan jadi pulang sendiri saja" tolak kinan.
"Anak-anak ini tidak bisa di remehkan,, mereka sama sekali tidak takut sama saya malah secara terang-terangan menantang saya" batin ki ireng.
Pak danu pemimpin aliran semboyan yaitu warga yang menyembah pohon datang menghampiri mereka.. Aliran semboyan tidak bertentangan dengan agama islam., malah saling menghormati berbeda dengan sekte iblis.
"Biar saya yang anterin ki ireng pulang mari" ucap pak danu.
"Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri" ketus ki ireng.
"Loh bukan nya tadi aki bilang mau kami anterin pulang kok sekarang tidak mau sih" ucap kinan.
"Kalian gak usah peduli kan, kalian lanjut pulang aja".
" terimakasih pak danu!! Mari"ucap cantika.
"Anak-anak kota ini tidak takut sama ki ireng malah dengan berani menghadapi nya" pak danu kagum.
******
Valen dan yang lainnya membantu para warga membangun masjid di desa makmur indah, sedangkan para perempuan membantu ibu-ibu masak makanan untuk di santap.
"Nak cantika duduk aja.. Biar kami yang masak" ibu asih melarang cantika ikut.
"Gak apa-apa kok buk, aku bisa bantu kalian malah aku gak enak cuma liatin aja".
"Ingat nak cantika kan lagi hamil jadi tidak boleh terlalu capek.. Biar yang lain aja masak" ujar buk sri.
Mau tidak mau, akhirnya cantika mengikuti kemauan para ibu-ibu itu dan dia cuma duduk liatin teman-teman nya dan para ibu-ibu repot memasak.
Karena tidak punya kerja'an cantika membuka hpnya. Selama tinggal di desa cantika tidak pernah membuka sosmednya.
Cantika melihat postingan bella yang memamerkan kemesraan nya dengan bintang sambil memperlihatkan perutnya yang sedikit buncit.
Cantika tersenyum kecut melihat itu, hatinya sedikit teriris melihat kemesraan suaminya dengan istri keduanya.
"Apa kak bintang akan memperlakukan gue seperti ini saat dia tahu kalau gue lagi ngandung anaknya.. Astaga cantika jangan terlalu berharap. Lo itu cuma istri yang tidak di anggap meskipun lo dan kak bintang menikah sah di mata agama maupun hukum" cantika terus mengoceh sambil mengelus perut buncit nya.
Sejak hamil cantika ingin sekali di perhatikan oleh bintang dan suka cemburu saat melihat suaminya itu memanjakan madunya tapi dia sadar diri kalau dia istri yang tidak di anggap.
"Sabar ya sayang meskipun tanpa papa,tanpa keluarga mama, kita bisa hidup bahagia walaupun cuma berdua" batin cantika mengajak anaknya ngobrol.
"Heyy kok ngelamun" valen menghampiri cantika yang lagi duduk.
"Siapa yang ngelamun, gue cuma memikirkan kehidupan gue kedepannya setelah pulang kkn. Valen gue memutuskan untuk tidak pulang ke rumah kak bintang, gue mau ngekos aja" cantika menyampaikan keinginan nya.
"Kalau itu bisa buat lo tenang gak apa-apa kok.. Lo tinggal di apartemen gue aja dan tidak boleh menolak" valen tahu sahabat nya itu pasti menolak.
Dari pada berdebat, cantika mengangguk. Ini juga demi keamanan bayinya. Bella pasti tidak akan tinggal diam setelah tahu dirinya hamil selain itu tubuhnya sudah lelah menerima pukulan dari bintang tiap hari nya.
luka bekas pukulan bintang masih membekas di tubuhnya dan sulit untuk di hilangnya.. itu akan mengingatkan nya betapa kejamnya bintang terhadap dirinya.