Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
"Aku harus segera pulang Nad." ucap Fadli pelan,raut wajah yang tidak tenang dan bimbang terlihat di wajahnya.
"Kamu mau pulang sekarang Fad?." tanya Nadia sambil menatap lekat Fadli dengan sendu. Fadli hanya menjawab dengan anggukan pelan tanpa banyak bicara, sesekali menghela nafas.
"Kita masih ada waktu sehari lagi Fad, sebelum aku balik ke Spanyol." jelas Nadia.
"Maafkan aku Nad, mengertilah posisiku,..ada yang segera harus aku selesaikan."
"Dengan Sazi?." Fadli tidak menjawab namun sedikit terkejut dari mana Nadia tau, jika ia menikah dengan gadis bernama Sazi, sementara dirinya saja tidak pernah sekalipun memberi tahu Nadia sama sekali dengan siapa ia menikah. Apalagi sampai memberi tahu nama istri kecilnya itu.
Fadli langsung berdiri, hendak pergi namun tak lama Nadia langsung memeluknya erat, seketika Fadli membeku. "Jangan pergi, aku masih butuh kamu disini Fad, please."
"Nad jangan begini, ini salah." ucap Fadli mengingatkan Nadia jika dirinya sudah menikah.
"Kamu mencintai Sazi?."
"Nad jangan bahas itu, kamu kan tau aku sampai kapanpun cintanya sama kamu."
"Tapi kamu sekarang berubah Fad, enggak kayak Fadli yang ku kenal dulu." ucap Nadia sesekali ia menyeka airmatanya yang terjatuh begitu saja, dan Fadli sempat terdiam membeku merasa serba salah dan digelayuti kebimbangan akan keputusannya saat ini, antara ia harus pulang ke Bandung atau tetap menemani Nadia cinta pertamanya itu.
"Sudahlah aku antar kamu ke hotel sekarang." telak Fadli.
"Enggak Fad, aku masih mau disini, kamu kalo mau pergi pergi saja." sahut Nadia yangbbegitu teguh akan pendiriannya.
"Jangan begitu nad, kamu masih butuh banyak istirahat, mengertilah untuk kali ini, pikirkan posisi ku saat ini Nadia, aku sudah bukan Fadli yang seperti kamu kenal sebelumnya, aku sudah menikah dan aku sudah memiliki tanggung jawab sekarang, apalagi kamu tau kan aku ini siapa, reputasiku, karirku, aku tidak ingin semua hancur karna,.." ucap Fadli terputus langsung di timpal Nadia begitu saja.
"Pergi ku bilang!." ucap Nadia dengan suara sedikit nada tinggi membuat Fadli tersentak saking terkejutnya, ia sempat terdiam dan hening beberapa saat namun ia langsung melangkah keluar dari kafe itu.
Namun saat dirinya sudah berada di area parkir, seketika Nadia berlari mengejarnya nampak dengan nafas tersengal.
"Grepp! Seketika Nadia langsung memeluknya kembali dengan pelukan yang lebih erat.
"Jangan pergi, please Fad,..aku butuh kamu disini." seketika Fadli mulai goyah ia hanya terdiam kaku tak ada jawaban apapun. Pada akhirnya ia pun membalas pelukan Nadia dan keduanya saling menyatukan bibir mereka di area parkir kafe tersebut. Tanpa keduanya sadari seseorang sudah memotret keduanya dan skandal besar setelahnya mungkin saja akan membuat reputasi Fadli berakhir atas ulahnya sendiri.
Apalagi dalam waktu dekat banyak proyek yang sudah Fadli tandatangani. Baik di label musik maupun kontrak kontrak yang berkaitan dengan karirnya sebagai atlet renang yang namanya sudah dikenal hingga manca negara.
Dan kali ini ia seperti dibutakan oleh cinta lamanya yang masih bersemi walau statusnya tak lagi seperti dulu lagi, ia sudah memiliki Sazi yang sekarang masih setia menunggu kabar darinya.
"Yasudah aku tidak jadi pulang, jangan menangis ya, aku sedih jika kamu seperti ini Nad. Ayo kita kembali ke hotel, atau mau jalan jalan" ucap Fadli pada Nadia.