Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Mobil Nizam ringsek dan menabrak tembok pembatas seketika. Membuat Nizam yang masih sabar langsung meraih hpnya di saku celana. Dan langsung menelpon Lara.
" Ra tolong aku" kata Nizam sambil menahan sakit. Dan merasa kepalanya berkunang kunang. Sedangkan diluar mobil. Ada beberapa orang berusaha membuka pintu mobilnya.
Disisi lain Nurul yang kebetulan lewat. Menyuruh taksinya berhenti. Ketika melihat banyak orang berkerumun menghalangi jalan.
" Pak ada kecelakaan di depan. Sepertinya saya mengenal mobilnya" kata Nurul yang cepat keluar dari taksi. Dan benar saja. Ada beberapa orang yang sedang menolong Nizam keluar dari dalam mobil
" Astaga, bukanya itu Kak Nizam ...pak tolong bawa kesini biar saya bawa kerumah sakit" teriak Nurul yang tak menyangka suaminya itu mengalami kecelakaan.
" Ya mba, orangnya belum mati. Seperti nya masih bisa selamat" teriak seorang pria yang cepat membawa Nizam kedalam taksi dibantu dua pria lainnya.
" Pak tolong antar saya kerumah sakit dulu ya Ayo letakkan kepalanya disini " kata Nurul Merasa kasihan melihat Nizam penuh luka. Lalu mengambil tissue untuk melap darah di wajahnya.
" Ya mba kita antar dulu kerumah sakit...." kata si sopir taksi yang langsung memundurkan mobil dan memutar arah. Untuk menolong korban kecelakaan.
"Terimakasih mba, kami bantu korban yang lain" kata pria si penolong.
" Sama sama pak" jawab Nurul.
" Kak...bertahanlah " kata Nurul sambil memeluk tubuh Nizam. Sembari meraih ponsel di tasnya. Untuk memberitahu pengasuh Aliya di apartemen nya. Jika dirinya sedang mengantar seseorang ke rumah sakit.
" Mba tolong jaga Aliya dulu ya. Mungkin saya akan pulang malam" kata Nurul
" Ya non, hati hati dijalan" terdengar suara diseberang sana yang langsung menutup telpon setelah Nurul selesai bicara. Sedangkan tangan Nurul mengusap pelan wajah Nizam yang penuh darah.
" Kenapa bisa begini kak, ada apa denganmu " kata Nurul yang merasa tak tega melihat suaminya itu luka parah di kepalanya. Padahal baru kemaren ia mengajukan surat cerai. Tapi entah mengapa hatinya merasa iba pada Nizam saat ini.
" Nurul ..." lirih Nizam yang setengah sadar. Ketika melihat jelas wajah Nurul di depannya Dan Nizam tahu ia sekarang berada dipangkuan Nurul
" Bertahan lah kita kerumah sakit" kata Nurul yang mengenggam tangan Nizam erat.
" Ya.....tapi kepalaku rasanya sangat sakit" rintih Nizam.
" Ya ...sabar, sebentar lagi kita sampai" kata Nurul yang juga panik. Hingga Nizam kembali tak sadarkan diri.
************
Setelah dua jam menunggu Nizam di ruang operasi. Nurul sedikit tenang setelah lampu ruangan padam, pertanda operasi selesai. Suaminya itu tidak mengalami hal yang membahayakan Hanya ada sobekan sobekan kecil dari serpihan kaca yang mengenai kulit kepalanya.
" Pasien baik baik saja, apa anda istrinya? " tanya dokter saat melepas maskernya
" Ya dok, apa ada yang mengenai organ dalam?" tanya Nurul memastikan.
" Tidak, retakannya hanya dikepala dan punggungnya saja. Mungkin karna terkena pecahan kaca depan mobil " jelas dokter
" Terimakasih dok, lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Nurul lagi.
" Menunggu pemulihan saja. Apa anda mau memilih kelas biasa . Atau kamar VVIP agar lebih mudah di rawat ?" kata dokter yang mengenal Nurul sebagai adik Bram.
" Kelas biasa saja dok, saya akan menemaninya malam ini" kata Nurul.
" Baik akan kami bawa kesana. Kami berikan ruangan kelas satu. Biar lebih nyaman" kata dokter berlalu begitu saja untuk mengurus pasien lain.
" Huh.....alhamdulilah..semuanya berjalan lancar " kata Nurul lega. Dan ketika brankar Nizam kdi dorong perawat keluar. Ada seseorang berteriak memanggil Nurul dari belakang saat mereka akan menuju kamar rawat inap.
" Nurul..... apa yang terjadi ?" kata Lara yang muncul dari berjalan mengikuti langkah Nurul
" Kau tanyakan sendiri nanti, bukannya kalian berdua pulang untuk menikah tempo hari" kata Nurul
" Ya memangnya kenapa, apa kau cemburu. Aku lebih disukai ibunya Nizam dari pada dirimu" kata Lara berbohong. Yang sengaja memanasi Nurul.
" Aku tak perduli, aku dan kak Nizam sudah sepakat bercerai" kata Nurul yang memang menolong Nizam karna rasa kemanusiaan. Bukan untuk rujuk. Karena sebelum pergi Nizam sudah menandatangani surat perjanjian cerai. Sehingga Nurul langsung mengirim berkas pengajuan cerai saat ia kembali ke kota A.
" Baguslah ..sana cepat pulang biar aku yang mengurus kak Nizam !!" kata Lara.
" Kau ...!!" Nurul mengeleng. Karna Lara sudah berani mengusirnya. Padahal ia belum sepenuhnya cerai dengan Nizam
" Baiklah,kau urus kak Nizam baik baik. Aku pulang, kebetulan sekali Aliya butuh aku dirumah" kata Nurul yang berhenti di depan pintu masuk. Yang juga sudah merasa lelah . Apalagi ia belum makan malam. Dengan langkah cepat ia meninggalkan rumah sakit.
" Ini yang terbaik, aku dengan sukacita memberi kalian kesempatan" kata Nurul yang merasa sudah terlanjur kecewa. Lalu bergegas pergi dari rumah, sembari menghentikan taksi yang lewat.
" Pak apartemen bunga ya pak" kata Nurul Yang berhasil menyetop taksi. Lalu langsung masuk dan duduk dikursi belakang.
" Baik mba" kata si sopir yang langsung kembali melaju meninggalkan rumah sakit.
Sedangkan Lara yang berada dirumah sakit. Bingung sendiri. Karna ia harus mengurus adminitrasi lebih dulu. Sebab ada perawat yang mendatangi. Menyuruh dirinya untuk membayar adminitrasi.
" Aish...kenapa tadi aku samoai lupa. Harusnya aku suruh Nurul saja yang bayar. " kata Lara yang merasa keberatan mengeluarkan biaya rumah sakit.
" Yah....apes terpaksa aku harus keluar uang" kata Lara yang sangat perhitungan dengan uang. Tapi besok jika. Nizam sadar, ia harus menagih uangnya kembali.
************
Besok paginya Nurul sudah berpakaian rapi. Karna pagi ini ia sudah mulai bekerja. Sekalian mengantar Aliya sekolah bersama pengasuhnya.
" De ayo kita berangkat. Mba Dewi ...apa semua sudah siap?" kata Nurul sembari menaruh tas Aliya di ruang tamu.
" Sudah non, apa nona muda langsung berangkat kerja?" tanya mba Dewi yang Nurul datangkan dari rumah orang tuanya untuk menemani Aliya di rumah.
" Ya mba, nanti jemputnya pake taksi saja ya. Minggu depan mobil baru dikirim bang Bram. Jadi kita prihatin dulu " kata Aliya yang memang terbiasa memakai ojek online jika berpergian. Namun setelah bercerai nanti Nurul akan memperlihatkan kepada Nizam seperti apa dirinya sekarang.
" Ya non" kata mba Dewi yang juga sudah berpakaian rapi ikut mengantar Aliya sekolah.Sebab Dewi baru datang siang kemaren. Saat nona mudanya minta dirinya untuk mengasuh Aliya di kota. A. Karna nona mudanya itu akan mulai bekerja. Jadi Dewi pun dipanggil untuk menjaga Aliya dirumah.
" Bun kenapa kita ngak pulang kerumah saja sih. Kan bisa diantar ayah" kata Aliya yang keluar dari kamarnya.
" Apa ade sudah lupa. Jika ayah pergi sama Tante Lara" kata Nurul mengingatkan
" Ups.....astagfirullah, maaf bun. Aliya lupa" kata Aliya yang langsung menutup mulutnya. Sebab ia sudah tahu apa yang dilakukan ayah nya bersama wanita lain.
" Hmm...ngak apa apa. Ayo berangkat, nanti kita terlambat " kata Nurul mengandeng tangan Aliya
" Ya bun" kata Aliya tersenyum. Sedangkan mba Dewi cepat mengunci pintu apartemen. Sembari memperhatikan nona kecilnya.
" Nona kecil cantik sekali hari ini, persis seperti nona muda waktu masih kecil dulu. Untungnya nona muda banyak punya warisan, jadi nona Aliya hidup terjamin kedepanya" kata Dewi yang senang bisa melayani Nurul dan putrinya lagi. Karna umur.Dewi sebaya dengan Nurul. Apalagi Dewi merupakan putri pengasuh Nurul yang merupakan kepala pelayan orang tua Nurul dan Bram.
" Alin...!!" kata seseorang menegur Nurul
Yang membuat Nurul seketika berbalik badan kearah suara orang yang memanggilnya.
" Kak Ilham !! " kata Nurul kaget melihat sepupunya itu tinggal di gedung apartemen yang sama dengannya.
******
Maaf tadi malam tidak update, karna kakak ipar outhor lagi koma. Minta doanya ya para readers.
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍