NovelToon NovelToon
Warisan Gaib

Warisan Gaib

Status: tamat
Genre:Horor / Mata Batin / Hantu / Tamat
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan spiritual

#Mohon baca ulang chapter sebelumnya karena ada pembaharuan, terimakasih.#

"Aku tahu kamu sudah menggunakan ilmu hitam untuk memprovokasi Bu Mirza, dukun kampung seperti mu memang licik, untungnya aku gak bisa kamu provokasi," Anggoro kemudian mengeluarkan sebuah kalung dan memamerkannya kepada Pranyoto

"Kalau kamu masih bisa selamat dari kebakaran semalam, itu karena kamu beruntung saja. Ingat...kamu tidak akan bisa mengusik keluarga kami karena aku yakin kamu tidak bisa mengalahkan pemilik kalung ini!!"

*Deg!!

Joko tersentak kaget mendengar ucapan Anggoro. Ia tak mengira kalau kebakaran semalam adalah ulahnya. Meskipun ia selamat namun tetap saja tindakan itu membuatnya begitu kesal. Apalagi saat melihat pria itu terus mengintimidasi sang ayah.

Ada kemarahan yang meletup-letup dalam dirinya. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya anak gemulai yang tak punya kekuatan apapun untuk membela ayahnya.

"Andai saja??"

Tiba-tiba bayangan kakek buyutnya terlintas di benaknya.

"Waktumu sudah tiba le,"

Reflek Joko mengangguk. Senyuman keriput pria tua itu sekejap menghilang berganti wajah sendu Pranyoto.

"Le, ayo pulang!"

Joko terhenyak sesaat.

"Eh, iya pak," jawabnya gugup

Ia kemudian mengikuti Pranyoto meninggalkan area sekolah.

Selama perjalanan pulang, Pranyoto berkidung merdu. Lelaki itu tak terlihat begitu menghayati setiap kidung yang ia senandungkan.

"Bapak gak marah??" tanya Joko

"Marah kenapa??"

"Marah sama pak Anggoro??"

"Untuk apa, toh kalau bapak marah semua sudah terjadi, jadi ngapain marah. Inget pepatah le, sopo salah seleh!" ucapnya tegas

"Hmm," Joko mengangguk pelan

Entah kenapa ia merasa sedih saat mendengar jawaban sang ayah. Pria itu terlalu baik sebagai seorang dukun. Ia bahkan tak pernah menggunakan ilmunya untuk menyakiti orang lain. Justru Pranyoto menggunakan semua ilmunya untuk menolong warga sekitar tanpa memungut imbalan. Hal itu yang membuat Joko begitu mengaguminya.

"Pak..," suara Joko berhasil memecah keheningan diantara mereka.

"Iya," jawab Pranyoto singkat

"Aku mau ikut ritual itu?"

Pranyoto menghentikan sepedanya. Ia tak percaya dengan apa yang didengarnya.

Ia menoleh kearah Joko dengan tatapan penasaran.

"Kamu serius le??"

"Iya, aku mau seperti bapak," jawab Joko mantap

"Kamu mau jadi dukun??"

Joko mengangguk.

Pranyoto segera turun dari sepedanya kemudian memeluknya erat.

"Matur nuwun le," ucapnya haru

"Aku yang seharusnya berterima kasih sama bapak, karena sudah jadi bapak yang baik buat Joko,"

Malam harinya, Pranyoto melakukan semedi untuk mencari wangsit. Ia sengaja mencari tempat yang sepi untuk melakukan tapa Brata.

Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya. angin berhembus menerpa dedaunan tua yang bergesekan satu sama lain seolah berbisik dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia. Pranyoto berjalan perlahan menyusuri Jalan setapak menuju ke sebuah tempat yang diyakini sebagai titik turunnya wangsit.

Sebuah tempat yang jarang didatangi orang tersembunyi di balik pepohonan besar yang menjulang seperti gerbang alam gaib.

Langkahnya ragu namun tekadnya lebih kuat daripada rasa takut. Setiap derap kaki terdengar terlalu keras di telinganya sendiri, jantungnya berdetak tak beraturan.

 Ia tak akan tahu bahwa ia sedang mendekati sesuatu yang tak kasat mata. Setibanya di tempat tujuan, Ia kemudian duduk bersila di atas tanah dingin, kemudian memejamkan matanya. Tidak lama suara malam berubah perlahan. Suara-suara aneh mulai menariknya ke dimensi lain. Udara terasa berat menekan dada membuat bulu kuduk berdiri satu persatu. Waktu berhenti sesaat dalam keheningan.

 Pikirannya mulai dipenuhi bayangan-bayangan samar, kilatan cahaya muncul di balik kelopak mata disusul suara lirih yang tak jelas asalnya. Bukan suara yang terdengar oleh telinga melainkan langsung bergema di dalam kepala, antara nyata dan mimpi. Ia merasa seperti ditarik masuk ke lapisan dunia yang berbeda tubuhnya terasa ringan namun sekaligus kaku.

 Angin mendadak berputar mengelilinginya membawa Hawa dingin yang menusuk tulang. Ia merasa sesosok bayangan sedang mengawasinya. Saat itulah sebuah gambaran muncul dengan jelas, sebuah simbol asing tempat yang belum pernah ia datangi dan sebuah pesan yang terasa seperti peringatan.

Dadanya sesak nafas tercepat hingga akhirnya ia membuka mata dengan tersentak. Malam kembali sunyi seperti semula namun ia tahu wangsit itu telah datang.

Joko masih membolak-balik buku pelajarannya. Ia belajar keras agar bisa mendapatkan nilai yang bagus semester ini.

Meskipun tanpa les privat seperti teman-teman lainnya, kali ini ia yakin bisa mendapatkan nilai yang bagus.

Ia segera meletakkan buku nya saat mendengar suara pintu terbuka.

Ia bergegas keluar melihat siapa yang datang.

"Bapak??" wajahnya berbinar melihat kedatangan sang ayah.

"Gimana ujiannya??" tanya Pranyoto

"Alhamdulillah aku bisa semua pak, mudah-mudahan semester ini nilai ku bagus, jadi aku bisa masuk seleksi perguruan tinggi negeri,"

"Amin," jawab Pranyoto singkat

"Abis ujian kita ke alas roban le,"

"Ngapain pak??"

"Ritual, buyutmu menyuruh kita kesana, kalau kamu terpilih kamu akan melakukan ritual di sana," sahut Pranyoto

"Kalau aku tidak terpilih??" Joko menatap nanar kearah Pranyoto

"Berarti memang ilmu itu tidak bisa di wariskan, mungkin ada orang lain yang lebih pantas darimu. Tapi jangan berkecil hati le, coba dulu, karena kita tidak akan tahu sebelum mencobanya,"

"Baik pak,"

Pranyoto langsung menuju jamban untuk membersihkan diri. Sementara itu Joko melanjutkan belajarnya.

********

Pagi itu hari terakhir ujian, semua siswa merayakan di kantin. Berbeda dengan yang lain, Joko justru buru-buru pulang. Ia meminta izin pulang cepat karena harus pergi ke Alas Roban untuk melakukan ritual. Ia harus berkemas dan menyiapkan semua keperluan untuk ritual.

"Tidak usah bawa banyak pakaian le, bawa satu saja!" ucap Pranyoto

Setelah siap, lelaki itu menyalakan sepeda motornya dan menunggu Joko.

Sore itu mereka akan menuju ke sebuah tempat angker yang lumayan jauh dari kediaman mereka.

Perjalanan itu dimulai saat langit Belum benar-benar gelap, sisa cahaya senja mengandung pucat ketika mereka melangkah menuju alas Roban. Hutan tua yang sejak dulu dikenal sebagai batas antara dunia manusia dan dunia gaib.

Perjalanan berbelok terasa semakin sepi. Pepohonan besar berdiri rapat di kiri kanan jalan, batangnya hitam seperti bayangan raksasa yang mengawasi setiap langkah. Semakin masuk ke dalam, udara berubah semakin dingin dan lembab.

Tak ada suara kendaraan, padahal masih belum terlalu malam. Harusnya masih banyak kendaraan melintas apalagi di akhir pekan. Hanya desiran angin yang terdengar seperti bisikan panjang. Joko merasakan dadanya bergetar bukan karena lelah melainkan firasat seolah hutan itu hidup dan menyadari kedatangannya.

Laju sepeda motornya mulai melambat saat kabut tipis mulai turun. Pandangan Joko menjadi samar. Di kejauhan, bayangan pohon tampak bergerak meski angin tak bertiup. Beberapa kali ia merasa ada yang berjalan di belakangnya, namun setiap kali menoleh, hanya kegelapan yang menyambut. Ia bahkan merasakan seseorang duduk dibelakangnya.

Di sebuah tikungan sunyi, suasana berubah mendadak. Hutan yang tadi hanya sunyi kini terasa berat, menekan bahu dan pikiran. Telinganya berdenging halus, seperti mendengar gamelan jauh dari kedalaman tanah. bulu kuduknya berdiri ketika angin menyapu tengkuknya perlahan. Seperti sentuhan tak terlihat. Ia menutup Mata menarik nafas panjang dalam diam. Ia bahkan memeluk erat ayahnya untuk menghalau rasa takutnya.

Ketika membuka mata kembali hutan tampak berbeda, lebih gelap lebih hidup seolah perjalanan yang ia tempuh bukanlah ke sekedar langkah fisik, melainkan perjalanan batin yang menguji keberanian.

"Jangan takut le, apapun yang terjadi tetap tenang dan fokus, ingat bapak akan melindungi mu,"

Joko mengangguk pelan. Ia sadar memasuki alas Roban bukan hanya soal datang tetapi tentang apakah dirinya diizinkan untuk kembali pulang atau menghilang.

1
༄ ᗰᗩᖇ ˢᴵᗰEᒪOᗯ ❀
joko patah hati
Dana Kristina
kok beberapa bab bngt kalimat yg dulang'sampai 3x Thor,👍👍👍💪💪💪🙏
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ada yg baru kk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
tamat ya kk bunga
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
bhuahahahahaha Slamet....Slamet...
bisa aja kamu itu klo mengalihkan pembicaraan supaya ga sedih saat Joko berangkat ke Jakarta
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
keputusan yang tepat tuuuh Joko...
karena untuk melupakan seseorang biasanya untuk pertemuan kalinya itu harus pindah dari tempat dimana kita sering menghabiskan waktu bersama dengan orang tersebut
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
saat mengetahui pengganti kuncen adalah Joko --> bukannya pengganti kuncennya itu Slamet ya kak 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
naah denger tuuh Met...Slamet....
tak semua orang bisa jadi kuncen di goa tersebut
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
udah deeh Slamet....
kamu gak usah masang wajah melankolis gitu deeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
nasibmu itu udah di haruskan oleh Allah jadi gak ada hubungannya dengan Dewi Poncowati laaah
yakin aja ama kebesaran Allah
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waah Dewi Poncowati muncul sebagai tanda perpisahan untuk yang terakhir kalinya 🥺🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
diiiih kok bisa itu lhooo Joko bilang "semudah itu" apa Joko mendadak kena amnesia gitu kali yaak..
apa Joko lupa bagaimana perjuangannya untuk bisa "lepas" dari pernikahan ghoibnya dengan Dewi Poncowati 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
ciiiiieeee ciiiieeee yang statusnya duren🤣🤣🏃🏃
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
berendam di dalam sendang tam lama muncul --> berendam di dalam sendang tak lama muncul
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
janga pasti --> dengan pasti
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
wooooow Joko harus melakukan ritual perpisahan dengan Dewi Poncowati
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Slamet begitu terharu meli6 Wardi --> Slamet begitu terharu melihat Wak Wardi
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
eeeh bener lhoooo apa yang tadi di bisikin di telinga Joko
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
wooooow mau kemana semua itu kelelawar yang ada di goa yaak
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
apa yang sedang dilakukan Joko saat ini udah bener kah ???
yakni mengubur Slamet di tengah sendang dengan tujuan, Slamet akan jadi kuncen goa selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!