NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24: Operasi Penyelamatan Bayangan

Bungker "Titik Nol" yang tadinya terasa aman kini terasa seperti makam yang dingin bagi Araya. Layar monitor masih menampilkan rekaman diam saat Arkanza ditarik masuk ke dalam helikopter. Keheningan itu mencekam, namun di dalam kepala Araya, ribuan baris kode rencana mulai tersusun.

​"Kau salah langkah, Paman," desis Araya. Matanya yang sembap kini berubah menjadi tajam, sedingin es. "Kau membawa macan ke dalam kandangmu, dan sekarang kau memancing naganya keluar."

​Araya tidak punya waktu untuk menangis. Ia segera menyambar jaket taktis hitam, memasang earpiece transparan, dan meraih sebuah ponsel hitam cadangan yang identik dengan miliknya. Di dalamnya, ia tidak memasukkan kunci Project Phoenix, melainkan sebuah virus "Logic Bomb" yang akan menghancurkan sistem apa pun yang mencoba membacanya.

​Ia melirik jam tangannya. 50 menit tersisa.

​Dermaga 9: Labirin Besi

​Hujan badai belum mereda saat Araya tiba di Dermaga 9. Pelabuhan peti kemas itu tampak seperti labirin raksasa yang dipenuhi bayangan. Menggunakan tablet kecilnya, Araya meretas satelit cuaca dan sistem lampu pelabuhan untuk menciptakan zona buta bagi radar musuh.

​Ia bergerak di antara kontainer-kontainer raksasa, langkah kakinya tidak bersuara.

​"Aku sudah di sini," ucap Araya pelan melalui saluran yang ia buka paksa ke frekuensi musuh.

​"Berhenti di sana, Keponakanku sayang," suara Pamannya terdengar dari pengeras suara pelabuhan. "Letakkan ponsel itu di tengah area terbuka, lalu mundur sepuluh langkah."

​Di bawah sorotan lampu sorot helikopter yang melayang rendah, Araya melihat Arkanza. Pria itu diikat di sebuah kursi di tengah dermaga, wajahnya penuh luka lebam, namun tatapannya tetap menantang. Saat mata mereka bertemu, Arkanza menggelengkan kepala—isyarat agar Araya pergi.

​"Jangan dengarkan dia, Arkanza," bisik Araya dalam hati.

​Araya meletakkan ponsel palsu itu di lantai beton yang basah. Ia mundur perlahan, tangannya tetap berada di dekat saku jaketnya. Dua orang pria bersenjata mendekat, mengambil ponsel itu, dan membawanya ke arah Paman Araya yang berdiri di balik barikade mobil hitam.

​"Bagus. Cerdas sekali," Paman Araya tersenyum licik sambil memeriksa ponsel itu. "Sekarang, karena kau sudah kooperatif, aku akan memberikan hadiah."

​Paman Araya memberi isyarat pada anak buahnya. Bukannya melepaskan Arkanza, salah satu dari mereka justru menodongkan senjata ke pelipis Arkanza.

​"Hadiahnya adalah... kau akan melihat suamimu mati sebelum aku melenyapkanmu juga," tawa Paman Araya pecah.

​"Tunggu," ucap Araya dengan nada tenang yang mematikan. "Kau belum memeriksa isinya, Paman. Coba masukkan kode aksesnya: 0-0-0-0."

​Paman Araya mengerutkan kening dan mengetikkan angka tersebut. Seketika, layar ponsel itu berubah menjadi merah darah dan mengeluarkan suara sirene yang melengking.

​"Apa ini?!" teriak Pamannya.

​"Itu adalah undangan untuk teman-teman lamamu," jawab Araya. "Saat kau menekan kode itu, koordinat lokasimu baru saja terkirim ke Interpol, KPK, dan unit antiteror sebagai lokasi persembunyian buronan internasional. Dan oh, satu lagi..."

​Araya menekan satu tombol di tabletnya.

​DUM!

​Rangkaian kontainer di sekeliling mereka meledak—bukan ledakan api, melainkan ledakan Gas Air Mata dan EMP (Electromagnetic Pulse) yang sangat kuat. Seluruh lampu pelabuhan mati total. Helikopter di atas kehilangan kendali dan terpaksa melakukan pendaratan darurat.

​Dalam kegelapan dan kepulan asap, Araya berlari secepat kilat menuju Arkanza. Ia mengeluarkan pisau lipat dan memotong tali pengikat Arkanza dalam hitungan detik.

​"Kau gila," bisik Arkanza, terbatuk karena asap, namun ia langsung berdiri dan menyambar senjata dari penjaga yang pingsan di dekatnya.

​"Aku istrimu, ingat?" balas Araya sambil menarik tangan Arkanza. "Ayo pergi sebelum mereka sadar apa yang terjadi!"

​Namun, saat mereka hendak mencapai mobil pelarian, sebuah suara tembakan terdengar. DOR!

​Arkanza merintih dan ambruk, memegangi pahanya yang tertembak. Dari balik asap, Paman Araya muncul dengan wajah merah padam karena murka, memegang pistol dengan tangan gemetar.

​"KAU AKAN MATI DI SINI, ARAYA!" teriak Pamannya.

​Araya berdiri di depan Arkanza, menutupi tubuh pria itu. Ia tidak memegang senjata api, hanya tablet kecil di tangannya. Matanya berkilat penuh kemenangan.

​"Lihat ke atas, Paman," ucap Araya dingin.

​Di langit malam yang gelap, puluhan drone tempur dengan logo Aditama Group muncul dari balik awan, moncong senjatanya terkunci tepat pada posisi Paman Araya. Leon telah tiba dengan pasukan bantuan penuh.

​"Permainan berakhir," gumam Araya.

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!