NovelToon NovelToon
Chasing Her, Holding Him

Chasing Her, Holding Him

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku adalah saksi dari setiap cintamu yang patah, tanpa pernah bisa memberitahumu bahwa akulah satu-satunya cinta yang tak pernah beranjak."

Pricillia Carolyna Hutapea sudah hafal setiap detail hidup Danesha Vallois Telford
Mulai dari cara laki-laki itu tertawa hingga daftar wanita yang pernah singgah di hatinya.
Sebagai sahabat sejak kecil, tidak ada rahasia di antara mereka. Mereka berbagi ruang, mimpi, hingga meja kuliah yang sama. Namun, ada satu rahasia yang terkunci rapat di balik senyum tenang Pricillia, dia telah lama jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.

Dunia Pricillia diuji ketika Danesha menemukan ambisi baru pada sosok Evangeline Geraldine Mantiri, primadona kampus yang sempurna. Pricillia kini harus berdiri di baris terdepan untuk membantu Danesha memenangkan hati wanita lain.

Di tengah tumpukan buku hukum dan rutinitas tidur bersama yang terasa semakin menyakitkan, Pricillia harus memilih, terus menjadi rumah tempat Danesha pulang dan bercerita tentang wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Suasana di ruang tengah kediaman Lambert mendadak mencekam. Tuan Marius, yang baru saja tiba bersama Nyonya Marius untuk kunjungan mendadak, berdiri dengan wajah yang memerah padam. Rahangnya mengeras saat matanya menangkap koper-koper bermerek milik Alex yang masih dalam proses dipindahkan oleh para pelayan di lobi depan sebelum dibawa ke apartemen Amelie.

"Apa maksud semua ini, Danesha?!" suara Tuan Marius menggelegar, memecah kehangatan sore itu. "Tinggal serumah? Tanpa ikatan? Aku tidak membesarkan Amelie dengan pendidikan luar negeri terbaik hanya untuk menjadikannya wanita simpanan putramu, meskipun dia seorang Lambert sekalipun!"

Alex berdiri, mencoba menghadapi kemarahan calon mertuanya dengan kepala dingin yang dilatih Amelie. "Tuan Marius, ini bukan seperti yang Anda pikirkan. Aku hanya—"

"Cukup, Alexander!" potong Tuan Marius tajam. "Jika kau menginginkan putriku, lakukan dengan cara yang terhormat. Tidak ada tinggal bersama sebelum ada janji di hadapan Tuhan. Amelie, ikut Papa pulang sekarang!"

Namun, sebelum ketegangan itu meledak menjadi permusuhan antar keluarga, Alex melangkah maju. Ia berlutut di satu kaki di depan Tuan Marius dan Amelie, sebuah pemandangan yang membuat Danesha dan Pricillia terdiam seribu bahasa. "Kalau begitu, jangan biarkan dia pulang ke rumahmu, Tuan Marius. Biarkan dia pulang ke altar bersamaku. Minggu depan. Aku tidak akan menunggu lebih lama lagi."

Satu minggu kemudian, katedral tua yang megah itu dipenuhi dengan aroma ribuan bunga mawar putih dan lili, parfum favorit Amelie yang kini memenuhi setiap sudut ruangan. Cahaya matahari menembus kaca patri berwarna-warni, menciptakan aurora di sepanjang karpet merah yang membentang menuju altar.

Alexander Lambert Telford berdiri di depan altar dengan setelan tuksedo hitam yang dijahit sempurna. Rambutnya disisir rapi ke belakang, menonjolkan rahang tegasnya. Namun, jika dilihat lebih dekat, tangan Alex sedikit gemetar. Pria yang biasanya mampu menjatuhkan lawan bisnisnya dengan satu kata itu kini merasa seperti bocah tujuh belas tahun yang sedang menunggu takdirnya.

Di sampingnya, Danesha menepuk bahu putranya. "Tenang, Alex. Dia tidak akan kabur kali ini. Papa sudah memastikan semua pintu terkunci," bisik Danesha dengan selipan humor gelap khasnya.

Lalu, pintu besar katedral terbuka.

Seluruh tamu undangan berdiri serentak. Amelie muncul, tampak seperti malaikat yang turun dari langit. Ia mengenakan gaun pengantin putih karya desainer ternama dengan ekor gaun sepanjang tiga meter yang menyapu lantai. Cadar tipis menutupi wajahnya, namun binar matanya tidak bisa disembunyikan. Ia menggandeng lengan Tuan Marius yang berjalan dengan wajah bangga namun haru.

Langkah kaki mereka lambat, seirama dengan dentuman jantung Alex yang semakin menggila. Setiap langkah Amelie mendekat adalah kemenangan bagi Alex setelah lima tahun kekosongan. Saat mereka sampai di hadapan Alex, Tuan Marius mengambil tangan Amelie dan meletakkannya di atas telapak tangan Alex.

"Jaga dia lebih baik dari aku menjaganya, Alex. Dan ingat, satu tetes air mata karena ulahmu, maka koper-koper mu akan berakhir di tempat sampah," bisik Tuan Marius tegas.

Alex mengangguk mantap. "Dengan nyawaku, Tuan Marius."

Pendeta mulai memimpin upacara. Suasana menjadi sangat khusyuk. Di barisan depan, Pricillia menggenggam tangan Danesha erat-erat. Ia melihat cerminan dirinya pada Amelie, seorang wanita yang berhasil menjinakkan badai Lambert dengan kelembutan.

"Alexander Lambert Telford," ucap Pendeta, "apakah engkau menerima Amelie Roosevelt Marius sebagai istrimu, untuk saling memiliki dan menjaga, dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan?"

Alex menatap langsung ke dalam mata Amelie. Di sana, ia tidak lagi melihat amarah atau rasa bersalah, melainkan pengabdian yang murni. "Aku menerima," jawab Alex dengan suara berat yang mantap, menggema di seluruh katedral.

Kini giliran Amelie. "Amelie Roosevelt Marius, apakah engkau menerima Alexander Lambert Telford sebagai suamimu... sampai maut memisahkan?"

Amelie tersenyum, sebuah senyuman yang membuat pertahanan diri Alex runtuh sepenuhnya. "Aku menerima."

Saat Alex memasangkan cincin berlian ke jari manis Amelie, ia membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh wanita itu. "Sekarang kamu benar-benar terkunci, Amelie. Tidak ada lagi jalan keluar."

Amelie membalas dengan bisikan yang tak kalah tajam, "Dan sekarang kamu benar-benar milikku, Alex. Kendali ada di tanganku."

"Dengan ini, aku menyatakan kalian sebagai suami istri. Silakan mencium mempelai wanita."

Alex tidak menunggu perintah kedua. Ia mengangkat cadar Amelie, menatap wajah cantik istrinya sejenak, lalu menarik pinggangnya dengan posesif. Ia mencium Amelie dengan intensitas yang membuat para tamu undangan bersorak. Itu bukan hanya ciuman pernikahan; itu adalah pernyataan kepemilikan.

Ciuman itu panjang dan penuh gairah, seolah Alex ingin menunjukkan pada dunia—terutama pada Lola, Magenta, dan siapa pun yang pernah mencoba masuk ke hidup mereka—bahwa perburuan telah berakhir. Amelie adalah rumahnya, pelabuhan terakhirnya.

Malam harinya, pesta resepsi digelar di ballroom hotel termewah milik keluarga Lambert. Dansa pertama mereka menjadi pusat perhatian. Alex memeluk pinggang Amelie erat, seolah-olah jika ia melepaskannya, Amelie akan menghilang lagi ke luar negeri.

"Kamu terlihat luar biasa malam ini, Nyonya Lambert," goda Alex di sela dansa.

"Dan kamu terlihat sangat puas dengan dirimu sendiri, Tuan Lambert," balas Amelie, menyandarkan kepalanya di dada Alex yang bidang.

"Tentu saja. Akhirnya aku tidak perlu lagi tidur dengan alasan 'pengendalian diri'. Malam ini..." Alex merendahkan suaranya hingga ke titik paling sensual, "aku tidak akan mendengarkan alasan apa pun lagi, Amelie. Kamu sudah berjanji di depan altar."

Amelie tertawa kecil, merasakan getaran di dada Alex. Ia tahu bahwa mulai malam ini, ia tidak akan lagi bisa melatih Alex untuk bersabar. Singa yang selama ini ia jinakkan telah dilepaskan sepenuhnya oleh ikatan pernikahan.

Di sudut ruangan, Danesha dan Pricillia memperhatikan anak-anak mereka dengan gelas sampanye di tangan.

"Dia benar-benar seperti kita, kan?" gumam Danesha.

Pricillia tersenyum misterius. "Lebih dari kita, Dan. Mereka memiliki keberanian untuk jujur pada perasaan mereka lebih cepat daripada kita dulu. Dan lihat Amelie... dia sudah tahu cara mengendalikan Alex bahkan sebelum malam pertama dimulai."

Malam itu, Alexander Lambert tidak hanya memenangkan seorang istri, tapi ia memenangkan separuh jiwanya yang sempat hilang. Dan bagi Amelie, ia tahu bahwa hidup dengan seorang Lambert berarti hidup dalam badai gairah yang abadi, tapi di dalam pelukan Alex, ia selalu merasa aman.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰

1
Retno Isusiloningtyas
mdh2an happy ending
Retno Isusiloningtyas
mmm....
masih nyimak 🤣
Paon Nini
sinting
falea sezi
ngapain ngintil mulu g ada krjaan mending prgi sejauh nya lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!