Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengacara Indira, istri baru papaku
...“sebenarnya saya disuruh dia (menunjuk Radit) untuk mencelakai Gibran. Ketika mobil Gibran keluar dari kantor saya ikuti terus hingga menuju jalan Juwangi saya Pepet mobilnya hingga mobil Gibran oleng menghantam pembatas jalan lalu masuk sungai yang berada di bawah jembatan” ucap Bahri....
...“Karena saya salah sasaran bukan Gibran yang berada di mobil tersebut melainkan Adina istrinya makanya Radit marah dan tidak membayar sesuai kesepakatan. Akhirnya saya mengancam baru dia transfer uang ke saya, saya minta lagi uang ke dia karena untuk pergi sejauh mungkin dari kota ini agar hal yang saya lakukan tidak diketahui orang makanya saya pulang ke kampung halaman saya” bubuh Bahri....
...Gibran yang tak bisa menahan amarah berjalan mendekati Radit mencengkram bajunya hingga melayangkan satu pukulan pada Radit hingga suasana sidang menjadi panas, “bisa-bisanya kamu melakukan hal keji, karena kamu aku kehilangan ibu dari anak-anakku dan istriku yang aku cintai. Bertahun-tahun aku diselimuti rasa bersalah karena keluarga kalian selalu menyalahkan aku tapi nyatanya kamu sendiri yang merencanakan semua ini” teriak Gibran....
...Gibran dilerai oleh Haikal, tangannya dipegang Haikal agar tidak melakukan hal yang merugikan dirinya....
...Bahri yang sudah selesai memberikan saksi keluar dari ruang sidang diiringi dengan dua polisi di sampingnya....
...“Bisa saya lanjutkan hakim” ucap Indira tenang....
...“Bisa silahkan”....
...Gibran yang masih tak menyangka mengangkat tangannya untuk memberikan pertanyaan kepada Indira, “kenapa kamu bisa tahu kalau Bahri orang suruhan Radit? Dan kenapa kamu bisa tahu kalau kecelakaan Adina tidak murni kecelakaan namun kecelakaan yang disengaja?”....
...“Karena saya menyelidikinya” ucap Indira....
...“hakim, saya ada bukti video yang memperlihatkan kekerasan dalam rumah tangga yang dialami istri bapak Radit, kurang lebih ada 5 video saya akan tayangkan. Bukti ini saya dapat dari pihak penggugat sendiri, dan ditayangkan video terakhir adalah alasan kenapa bapak Radit bisa melakukan hal jahat kepada bapak Gibran” ucap Indira sambil memutar video tersebut....
...Orang yang melihat video tersebut sangat prihatin sekaligus miris bahkan mengecam keras yang dilakukan Radit kepada istrinya....
...“Ternyata dia cinta sama adiknya sendiri, gila sih” bisik salah satu hadirin....
...“istrinya kuat banget kalau aku jadi dia udah aku tinggalin gak cuma aku tinggalin aku bunuh baru aku tinggal” bisik salah satu hadirin....
...“Iya orang kayak dia gak hanya dihukum penjara tapi lebih”...
...Hakim ketua mengetuk palu agar yang berada di ruang sidang tenang....
...Setelah Indira selesai memutar video tersebut ia langsung mundur karena semua bukti dan saksi sudah diperlihatkan kepada hakim....
...“Baik, sidang hari ini ditutup. Sidang putusan akan diadakan bulan depan” ucap hakim ketua sambil membubarkan diri....
...Sinta menghampiri Indira lalu memeluknya erat “makasih ndi”....
...“Sama sama” ucap Indira sambil mengelus punggung Sinta....
...Dimalam pesta pernikahan, semua tamu undangan berkumpul mereka memberikan selamat kepada Indira. Datang sandra bersama suaminya, Tamara bersama kepala polisi Haikal, Maya bersama Teddy....
...“Selamat ndi” Sandra dan Tamara memeluk Indira....
...“Bu Indira selamat atas pernikahannya” ucap Teddy dan maya....
...“Kamu buruan nyusul” ucap Gibran meledek mereka....
...“Hehehe nanti pak nunggu sponsor” ucap Teddy nyengir....
...“Kode itu yanggg” ucap Indira menyenggol lengan Gibran....
...Mereka yang mendengar tertawa....
...Justin, Brilia dan Sasha juga menemui kedua orang tuanya memberikan selamat....
...“Pa ma happy wedding” ucap Brilia memeluk Gibran dan Indira diikuti Sasha dan Justin....
...Dari belakang ada Kevin dan mamanya datang, “bril” panggil Kevin....
...Brilia melepas pelukan orang tuanya menengok kebelakang, “Kevin” ucapnya tersipu malu....
...“Ndi selamat atas pernikahan nya ya semoga langgeng” Ambar memeluk Indira dan berjabat tangan dengan Gibran....
...“Sama sama mbar terimakasih sudah datang di pesta pernikahan ku” ucap Indira....
...Gibran mengambil mic untuk meminta para tamu mencicipi hidangan yang disediakan serta menikmati suasana pernikahan....
...Kevin mengajak Brilia untuk mengambil kue, Kevin dengan inisiatif nya mengambil segelas minuman untuk Brilia....
...Sasha menemui temannya yang diundang di pesta pernikahan orang tuanya....
...Saat nyonya Maurin datang wajah Justin terlihat terpaku dengan kecantikan gadis yang di samping nyonya Maurin, “ma wanita itu siapa ma?” Tanya Justin kepada Indira....
...“Dia nyonya Maurin klien mama, yang disampingnya itu anaknya namanya Agnes. Kenapa?” ...
...“Anaknya cantik”...
...“Kamu mau??” Tanya Indira memancing....
...“Jangan, sekolah dulu yang benar setelah lulus cari duit seperti papa baru pacaran” ucap Gibran....
...“Oke deh” ucap Indira dan Justin serentak....
...Nyonya Maurin dan anaknya mengucapkan selamat kepada Indira dan Gibran, Agnes yang juga tergoda dengan ketampanan Justin, diam-diam Agnes melirik Justin pelan, “Hem Hem” Indira yang mengetahui mencoba untuk menggoda anak laki lakinya....
...Sinta datang dengan Hadi Sugito menghampiri Indira dan Gibran, “selamat ya ndi, happy wedding” Sinta memeluk Indira....
...Hadi juga berjabatan tangan dengan Gibran “selamat pak Gibran atas pernikahan nya”....
...“Kak Hadi nempel mulu sama kamu sint” bisik Indira menggoda Sinta....
...“Aku melamarnya kemarin ndi” ucap Hadi yang membuat Indira dan Gibran terkejut....
...“Terus terus?” Tanya Indira dengan nada semangat....
...“Dia mau nunggu sidang putusan dulu” jawab Hadi dengan nada tenang. tamu yang terakhir adalah kedua orang tua Gibran dan Indira yaitu nyonya Sarah dan bu Rosa yang menghabiskan waktunya untuk traveling bersama....
...“Anakku sayang” teriak nyonya Sarah dari kejauhan....
...“Gibran anakku” diikuti suara Bu Rosa....
...“Ma” ucap mereka bersamaan....
...Setelah acara selesai, Gibran dan Indira duduk diatas ranjang. Gibran mengeluarkan sebuah map yang berisi rincian harta yang Gibran punya, “ini hadiah untuk kamu” ucapnya....
...Indira tercengang membaca isi di map tersebut, “tapi ini…”....
...“Semua hartaku kamu yang kelola, harta berharga ku hanya kamu sayang. Bertemu denganmu adalah takdir ya walaupun awal bertemu kita sempat bersitegang, menikah denganmu adalah anugerah buatku karena kamu pelindungku dan pelindung anak-anaku” ucap Gibran merangkul Indira mencium keningnya....
...“Sekarang giliranku ngasih hadiah buat suamiku” ucap Indira sambil memberikan kotak persegi warna navy kepada Gibran....
...“Ini apa sayang?”...
...“Buka aja”...
...Ketika Gibran membuka kotak tersebut sontak dia terkejut karena didalamnya ada hadiah yang sangat dinantikan di pernikahannya dengan Indira yaitu tespek kehamilan garis dua yang menandakan bahwa saat Indira sedang mengandung anak Gibran....
...Gibran dengan rasa bahagia mencium bibir Indira....
...Tamat...
...Klaten, 8 Maret 2026...
...writer by Desi susanti...