NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu lagi

"Hai..."

Emily mengerutkan keningnya saat seorang pria menyapa dan tersenyum padanya.

"Maaf.."sahut Emily mencoba mengingat siapa pria di depannya.

"Hahahha..hai Emily,kita ketemu lagi.."

Gadis itu masih mencoba menggali ingatannya tapi benar-benar tumpul.Dia hanya mengangguk sembari tersenyum seolah minta maaf karena lupa dengan pria di hadapannya.

"Coffee..you spilled coffee on my shirt,by the way.."

"Ohh..I forgot,i'm so sorry"Emily menepuk dahinya pelan.

"Leon..?"

"Yaa..You actually remember my name..?"

Emily tertawa sampai mata coklatnya menghilang karena matanya menutup ketika dia tertawa.Leon tersenyum melihat gadis itu tertawa karena dirinya.

"So,what are you up to here..?"

"Hanya sedang ingin berbelanja isi kulkas saja,tak ada yang spesial"

"Ehmm.. Emily, Are you free for lunch?"

Emily melihat jam tangannya dan berpikir sejenak,lalu menganggukan kepala menyetujui ajakan Leon.

Pria tinggi berhidung mancung itu tersenyum senang karena permintaannya disetujui oleh Emily.Sungguh suatu keajaiban karena mereka bisa bertemu lagi saat Leon sudah lelah berharap bertemu dengan gadis itu.

Mereka memasuki sebuah resto yang menyediakan berbagai macam makanan yang bisa di nikmati oleh siapa saja. Tidak hanya menjual satu macam makanan yang belum tentu cocok di lidah semua orang. Emily mengajak Leon untuk duduk di kursi paling sudut resto karena tempatnya lebih private. Terhalang oleh dinding dan tanaman yang lumayan besar untuk menutupi tubuhnya.Jujur Emily hanya takut kabar tidak baik beredar sebelum dia menikah dengan Jeon.

Tak lama seorang pelayan datang membawa menu dan tersenyum pada keduanya. Dia memberikan dua buah buku menu pada Leon dan Emily.

"What do you want to eat..?

"Ehmmm..aku mau makan..Teriyaki Chicken and rice,minumnya...Ice lemon tea aja ya mbak.."

"Samain aja mbak.."ucap Leon sembari menutup buku menu di tangannya.

"Baik...saya ulangi ya.Dua Teriyaki Chicken and rice sama dua ice lemon tea..Ada tambahan..?"

Keduanya menggelengkan kepala dan pelayan itu pergi setelah memastikan makanan mereka akan sampai dalam waktu yang tidak akan lama.

"Jadi...kita sekarang sudah berteman..?"

Emily tertawa geli dan mengangguk karena ucapan Leon mengingatkannya akan pertemuan mereka dulu.Emily memang mengatakan saat bertemu lagi mereka akan menjadi teman.

"Kamu disini mau makan siang..?"

"Tidak.. tadinya aku mau pulang setelah bertemu klien.Tapi saat melihat kamu aku merasa sangat lapar sekali.."

"Is that a compliment or the opposite..?"

"What do you want..?"

"Perhaps a mockery"

"Hahahaha...You're beautiful and have an amazing sense of humor"

"So,You're quite the charmer,huh..?"

Leon kembali meledakkan Tawanya saat Emily mengatakan dirinya tukang gombal.Sungguh gadis ini selain cantik dia juga bisa menghidupkan suasana.

Tak lama pesanan mereka datang, keduanya makan dengan lahap.Sesekali mengobrol saling bertukar informasi tentang diri masing-masing.kebanyakan hanya Leon yang menjelaskan tentang dirinya dan pekerjaannya juga sedikit tentang keluarga.Emily hanya akan menjawab saat Leon bertanya, selebihnya gadis itu hanya diam dan mendengarkan.

Gadis itu tidak mengatakan secara spesifik siapa dirinya.Dia hanya mengatakan dirinya seorang pengangguran dan seorang gadis yatim piatu yang menghabiskan masa kecilnya di panti asuhan.Sebenarnya ada banyak hal yang ingin Leon tanyakan, mungkin tidak sekarang.

"So..as a friend,can i have your phone number..?"

"Yes,of course.."

Leon mengambil ponselnya dan menyerahkan pada Emily untuk meminta gadis mengetikkan angka disana. Emily langsung mengetik nomor ponselnya tanpa berpikir terlalu jauh.Bukankah ini hanya sebatas pertemanan..

"Oke... mungkin saat bertemu lagi nanti aku yang akan mentraktir kamu"

"Ya..aku berharap kita akan bertemu untuk kesekian kalinya.Aku sudah punya nomor ponselmu.."

Emily tersenyum dan segera berpamitan pada Leon.Walaupun Leon seperti tak menginginkan Emily untuk pergi secepat itu, tapi pria itu tidak memaksakan kehendaknya.

Leon menatap punggung sempit Emily yang sudah menghilang dari pandangannya.Mata sewarna abu miliknya, melihat lagi nomor ponsel milik Emily.Dia menamai kontak itu dengan nama princess. Pria itu tersenyum senang seperti baru saja mendapatkan tender milyaran dollar.

_____________________________

Jeon memicingkan matanya saat melihat Emily yang baru saja turun dari mobilnya.Pria itu mendengus tak suka karena Emily pergi begitu lama.

"Darimana..?"

"Huhhh.. Belanja..kan tadi aku sudah bilang mau pergi belanja.."

"Selama ini.."

Emily melangkahkan kakinya memasuki rumah, sedangkan Jeon mengekorinya sembari membawa barang belanjaan milik kekasihnya.

Gadis itu membuka lemari pendingin untuk mengambil air dan meminumnya sampai tandas.

"Tadi di ajak gak mau... katanya sibuk, sekarang marah karena aku pergi lama"

Jeon diam tak menjawab ocehan kekasihnya, tangannya sibuk membereskan sayur dan buah-buahan yang sudah Emily beli.Sedangkan Emily memasukkan ikan dan daging ke dalam freezer.

"Aku mau mandi dulu,gerah.."

Emily membiarkan Jeon membereskan sisanya, dia pun pergi untuk membersihkan dirinya sendiri.Entah mengapa Jeon semakin protektif dan cemburu terlalu berlebihan akhir-akhir ini. Padahal dia hanya diam dirumah, Jeon bisa menghubunginya berkali-kali dari kantor.

Gadis itu memasukkan tubuhnya ke dalam bathtub setelah membubuhkan bubble bath beraroma strawberry.Pintu kamar mandi terbuka, Emily membuka matanya dan melihat Jeon berdiri disana.Gadis itu mencoba tersenyum untuk membuat suasana hati Jeon kembali senang.

"Mau bergabung..?"

Jeon melangkahkan kakinya tanpa kata,dia segera membuka seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam bathtub.Air bathtub tumpah ruah ke lantai karena ada dua beban disana.

Emily mendudukkan tubuhnya dan membelakangi Jeon.pria itu mengusap perut rata Emily, bibirnya menciumi tengkuk kekasihnya.Aroma strawberry tercium semerbak, semakin membuat Jeon tersulut nafsu yang membara.

"Aku milikmu.. nikmati aku sampai puas"bisik Emily sensual.

1
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!