NovelToon NovelToon
Sekte Aliran Abadi

Sekte Aliran Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dan budidaya abadi / Sistem
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
​Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
​Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28 naga menghadang phoenix

​Langit malam di atas Puncak Qingyun tidak lagi gelap. Cahaya merah keemasan menyapu awan, mengubah malam menjadi senja abadi. Kereta perang yang ditarik oleh dua ekor Phoenix Api Bersisik—binatang roh Tingkat 6—turun perlahan dengan keagungan yang menyesakkan dada.

​Setiap kepakan sayap burung raksasa itu mengirimkan gelombang panas yang membuat salju di puncak gunung menguap seketika.

​Su Lang berdiri di depan gerbang utama sekte, tangan di belakang punggung, jubah birunya berkibar liar ditiup angin panas tersebut. Di belakangnya, Li Yun, Lin Yue, dan Chen Ling berdiri dengan wajah pucat. Tekanan yang mereka rasakan saat ini jauh berbeda dengan saat menghadapi Balai Tujuh Bintang. Ini adalah tekanan Otoritas Kekaisaran.

​Kereta itu mendarat di pelataran utama, rodanya yang berapi menghanguskan lantai batu giok yang baru saja diperbaiki Su Lang.

​Pintu kereta terbuka. Seorang pria melangkah keluar.

​Dia tinggi, mengenakan baju zirah emas dengan jubah merah panjang. Wajahnya tampan namun dingin, dengan sepasang mata yang tajam seperti pedang terhunus. Di pinggangnya, tergantung sebuah pedang panjang dengan sarung bertatahkan batu delima.

​Jenderal Duanmu Yan. Utusan Kekaisaran Naga Langit.

Kultivasi: Foundation Establishment (Pembangunan Pondasi) Tingkat Awal.

​Ini adalah pertama kalinya Su Lang melihat seorang ahli ranah Foundation Establishment secara langsung. Perbedaan auranya sangat mencolok. Jika Qi Condensation adalah gas, maka Foundation Establishment adalah cairan padat. Satu tatapan dari pria ini terasa seberat gunung.

​"Siapa di antara kalian yang bernama Su Lang?" suara Duanmu Yan tenang, namun mengandung gema yang membuat telinga berdenging.

​Su Lang maju satu langkah. Dia tidak menunduk. Dia menatap lurus ke mata sang Jenderal.

​"Aku Su Lang. Ketua Sekte Aliran Abadi."

​Alis Duanmu Yan terangkat sedikit. Dia terbiasa melihat ketua sekte wilayah pinggiran bersujud gemetar di hadapannya. Pemuda ini... berbeda.

​"Berlututlah saat menerima Dekrit Kaisar," kata Duanmu Yan, mengeluarkan gulungan emas dari lengan bajunya.

​Suasana menjadi hening dan tegang. Li Yun dan yang lainnya menahan napas. Menolak perintah kekaisaran berarti pemberontakan. Hukuman untuk pemberontakan adalah pemusnahan sembilan keturunan.

​Su Lang tetap berdiri tegak.

​"Di Puncak Qingyun, kami hanya berlutut pada langit, bumi, dan leluhur," jawab Su Lang datar. "Kaisar Naga Langit adalah penguasa Dataran Tengah. Aku menghormatinya sebagai tamu, tapi aku adalah raja di gunungku sendiri."

​"Lancang!"

​Salah satu pengawal kereta—seorang praktisi Qi Condensation Tingkat 8—melesat maju. "Berani menghina Jenderal Duanmu?! Mati kau!"

​Pengawal itu menghunus tombaknya, menusuk ke arah bahu Su Lang untuk memaksanya berlutut.

​Su Lang tidak bergerak. Matanya berkilat biru.

​Domain Api Biru.

​WUSH!

​Api biru meledak dari tubuh Su Lang, membentuk dinding api yang sangat panas. Ujung tombak pengawal itu meleleh seketika saat menyentuh api tersebut. Panasnya merambat ke tangan si pengawal, membuatnya menjerit dan melepaskan senjatanya, mundur dengan tangan melepuh.

​"Hanya Tingkat 8?" Su Lang mendengus. "Jangan mempermalukan Kekaisaran di depan murid-muridku."

​Duanmu Yan mengangkat tangannya, menghentikan pengawal lain yang hendak menyerbu. Matanya kini menatap Su Lang dengan ketertarikan yang serius.

​"Api Roh Langit Biru..." gumam Duanmu Yan. "Dan fondasi tubuh yang sangat kokoh. Pantas saja kau bisa meratakan Balai Tujuh Bintang. Kau punya modal untuk sombong, Nak."

​Duanmu Yan menyimpan kembali gulungan dekrit itu. Dia turun dari pelataran kereta, kakinya menapak tanah.

​BOOM.

​Tanah bergetar. Bukan karena hentakan fisik, tapi karena beratnya aura spiritual yang dia lepaskan.

​"Baiklah. Aku tidak suka formalitas birokrasi," kata Duanmu Yan. Dia berjalan mendekati Su Lang hingga jarak lima meter. "Kekaisaran tidak peduli siapa yang menguasai wilayah sampah seperti Selatan ini. Tapi, kau telah mengusik keseimbangan."

​Duanmu Yan menunjuk ke arah tanah di bawah kaki mereka.

​"Nadi Naga yang kau bangkitkan... itu adalah milik Kekaisaran yang hilang seribu tahun lalu. Kaisar menginginkannya kembali."

​Jantung Su Lang berdegup kencang. Jadi mereka tahu.

​"Nadi Naga ini telah menyatu dengan gunung ini," kata Su Lang. "Mengambilnya berarti menghancurkan Puncak Qingyun dan membunuh semua kehidupan di radius seratus kilometer. Apakah Kekaisaran yang agung berniat membantai rakyatnya sendiri demi energi?"

​"Rakyat?" Duanmu Yan tertawa kecil, tawa yang meremehkan. "Di mata Naga, semut hanyalah semut. Jika kematian satu juta semut bisa memperpanjang umur Kaisar satu tahun, itu adalah pertukaran yang adil."

​Darah Su Lang mendidih mendengar logika itu. Inilah wajah asli dunia kultivasi tingkat tinggi. Kekejaman yang dibungkus dengan keagungan.

​"Kalau begitu, aku menolak," kata Su Lang tegas. Tangannya mencengkeram gagang Pedang Naga Hitam.

​Duanmu Yan tersenyum tipis. Dia menyukai keberanian bodoh ini.

​"Kau menolak? Kau, seorang Qi Condensation Tingkat 6, menolak permintaan Foundation Establishment?"

​Duanmu Yan mencabut pedangnya perlahan. Bilahnya berwarna merah darah, memancarkan hawa pembunuhan yang telah meminum ribuan nyawa.

​"Mari kita buat taruhan," kata Duanmu Yan. "Aku akan menyerangmu dengan tiga jurus. Aku akan menekan kultivasiku ke tingkat Foundation Establishment Awal—tingkat terendahku. Jika kau bisa tetap berdiri setelah tiga jurus... aku akan melaporkan pada Kaisar bahwa Nadi Naga ini 'belum layak panen' dan memberimu waktu sepuluh tahun. Tapi jika kau jatuh atau mati... aku akan mengambil kepalamu dan Nadi Naga ini sekarang juga."

​Su Lang menyipitkan mata. Tiga jurus. Terdengar mudah, tapi dia tahu perbedaan satu ranah besar adalah seperti langit dan bumi. Qi cair Duanmu Yan bisa menghancurkan Qi gas Su Lang dengan mudah.

​Tapi Su Lang tidak punya pilihan lain. Melawan seluruh pasukan kekaisaran sekarang adalah mustahil.

​"Tiga jurus," Su Lang mengangguk. "Aku terima."

​"Guru!" teriak Lin Yue khawatir. Dia ingin maju, tapi Su Lang memberikan isyarat tangan untuk mundur.

​"Mundur ke batas formasi. Pelajari ini. Lihatlah seberapa tinggi langit di atas sana."

​Su Lang melangkah ke tengah halaman. Dia mengaktifkan semua yang dia miliki.

​Tubuh Penempaan Naga Api.

​Domain Api Biru.

​Pedang Naga Hitam (Mode Berat).

​Tiga Fragmen Kuali (Sebagai perisai di dada).

​Duanmu Yan melihat persiapan Su Lang dengan anggukan apresiasi. "Persiapan yang bagus. Bersiaplah. Jurus Pertama: Phoenix Membelah Awan!"

​Duanmu Yan menebas santai.

​Sederhana. Hanya satu tebasan vertikal.

​Tapi bagi Su Lang, rasanya seperti langit runtuh. Gelombang Qi merah berbentuk bulan sabit melesat ke arahnya. Itu bukan sekadar energi; itu mengandung "Niat Pedang" (Sword Intent) yang tajam.

​"Haaa!" Su Lang berteriak, mengayunkan Pedang Naga Hitamnya untuk menangkis.

​BENTROKAN!

​Suara logam beradu memecahkan gendang telinga.

​Su Lang merasakan berat ribuan ton menimpa lengannya. Tulang-tulangnya berderit. Kakinya amblas ke dalam tanah batu sampai sebatas lutut. Darah merembes dari sudut bibirnya.

​Tapi dia tidak jatuh. Dia menahan tebasan itu, lalu membelokkannya ke samping.

​BUM!

​Tebasan nyasar itu menghantam Menara Pengumpul Qi di belakang, membuat retakan besar pada dinding menara yang diperkuat formasi.

​"Satu," Su Lang terengah-engah, mengangkat kepalanya.

​Duanmu Yan mengangkat alis. "Oh? Kau membelokkan Niat Pedangku? Menarik. Kebanyakan orang akan mencoba menahannya dan hancur. Kau punya insting yang bagus."

​"Jurus Kedua: Sayap Api Membakar Lautan!"

​Kali ini Duanmu Yan tidak menebas. Dia menusuk.

​Ujung pedangnya meledak menjadi ribuan burung api kecil yang menyerbu Su Lang dari segala arah. Ini adalah serangan area yang terkonsentrasi. Tidak ada tempat untuk membelokkan serangan ini.

​"Sistem! Overdrive Kuali! Serap!"

​Su Lang melepaskan pedangnya, membiarkannya melayang. Dia membuka kedua tangannya. Kuali Penempa Surga (dalam bentuk hantu raksasa) muncul menyelimuti tubuhnya.

​Burung-burung api itu menabrak dinding kuali.

​DONG! DONG! DONG!

​Suara lonceng raksasa bergema. Setiap benturan membuat wajah Su Lang semakin pucat. Dia memuntahkan darah segar. Kuali itu retak. Energi Duanmu Yan terlalu padat untuk diserap sepenuhnya dalam waktu singkat.

​"Tahan... TAHAN!" Su Lang meraung. Dia membakar Esensi Darah-nya sendiri untuk memperkuat dinding kuali.

​Api biru miliknya bergejolak, memakan api merah Duanmu Yan, mencoba menetralkannya.

​Ketika serangan itu berakhir, kuali hantu itu pecah. Su Lang berdiri dengan satu lutut di tanah, seluruh tubuhnya hangus, jubahnya compang-camping.

​Tapi dia masih "berdiri" (dengan satu lutut dianggap belum kalah dalam duel kehormatan biasanya, tapi Duanmu Yan meminta 'tetap berdiri').

​Su Lang memaksakan kakinya yang gemetar untuk lurus kembali. Dia berdiri tegak, meski darah mengalir deras dari dahinya menutupi satu mata.

​"Dua," kata Su Lang, meludah darah ke tanah.

​Duanmu Yan kini tidak lagi tersenyum. Wajahnya serius. Dia menghormati pemuda ini. Bertahan dari dua jurus Foundation Establishment dengan tubuh Qi Condensation adalah prestasi jenius.

​"Anak muda, kau hebat. Tapi jurus ketiga ini... berbeda. Ini adalah teknik pembunuhanku. Tarian Naga Langit."

​Duanmu Yan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Aura di sekitarnya berubah. Bukan lagi api liar, tapi tekanan yang sangat tajam dan terfokus.

​Su Lang merasakan kematian. Dia tahu dia tidak bisa menahan ini dengan cara biasa. Kualinya sudah batas, pedangnya retak, tubuhnya hancur.

​Hanya ada satu jalan.

​Terobosan di tengah maut.

​Su Lang memejamkan mata. Dia merasakan tekanan Duanmu Yan bukan sebagai ancaman, tapi sebagai palu penempa.

​"Tubuhku adalah besi. Tekanan ini adalah palu. Tempa aku!"

​Su Lang menarik semua sisa Qi di Nadi Naga bawah tanah. Dia tidak menyimpannya di Dantian. Dia meledakkannya di seluruh tubuhnya.

​"Jurus Ketiga!" Duanmu Yan menebas. Seekor naga energi merah raksasa melesat, membuka mulutnya untuk menelan Su Lang.

​Pada detik terakhir, mata Su Lang terbuka. Kedua pupilnya hilang, digantikan oleh cahaya emas murni.

​[Peringatan! Sinkronisasi Fragmen Kuali 40%!]

[Mengaktifkan Fitur Darurat: Refleksi Penempaan!]

​Su Lang tidak menangkis. Dia memukul naga energi itu dengan tangan kosongnya yang dilapisi cahaya emas kuali.

​"AKU MENOLAK UNTUK HANCUR!"

​BLAAAARRRR!

​Ledakan itu menyilaukan mata semua orang. Li Yun dan Lin Yue harus menutup mata mereka. Gelombang kejut melemparkan mereka hingga menabrak dinding aula.

​Ketika cahaya meredup, asap tebal menutupi pelataran.

​Duanmu Yan berdiri di posisinya, pedangnya masih terhunus. Wajahnya tampak kaget. Ada goresan kecil di pipinya—luka gores yang mengeluarkan setetes darah.

​Di depannya, lima meter jauhnya, Su Lang masih berdiri.

​Tangan kanan Su Lang hancur berantakan, tulangnya terlihat. Tapi dia berdiri.

​Dan aura yang memancar darinya telah berubah.

​Bukan lagi Tingkat 6.

​Pusaran energi di sekitar Su Lang berputar gila-gilaan, menyedot Qi alam.

​[Terobosan Paksa Berhasil!]

[Kultivasi: Qi Condensation Tingkat 7!]

[Membuka Meridian Surgawi Pertama.]

​Su Lang telah menggunakan tekanan serangan Duanmu Yan untuk menghancurkan penghalang kultivasinya sendiri. Dia naik ke Tingkat 7—tingkat High-Tier Qi Condensation.

​"Tiga," Su Lang berbisik, lalu jatuh berlutut. Kesadarannya hampir hilang, tapi dia tidak pingsan. Dia menancapkan sisa pedangnya ke tanah untuk menopang tubuh.

​Hening.

​Duanmu Yan menyarungkan pedangnya perlahan. Dia menyeka setetes darah di pipinya, lalu menatap darah itu di ujung jarinya.

​"Kau melukaiku," kata Duanmu Yan. "Seorang Qi Condensation melukai Foundation Establishment."

​Dia berjalan mendekati Su Lang. Lin Yue berteriak histeris dan mencoba lari untuk melindungi Su Lang, tapi tekanan aura Duanmu Yan memaku mereka di tempat.

​Duanmu Yan berhenti di depan Su Lang.

​"Kau menang taruhan ini, Su Lang."

​Duanmu Yan mengeluarkan sebuah token emas dengan ukiran naga dari sakunya dan melemparkannya ke depan Su Lang.

​"Ini adalah Token Naga Bangkit. Dua tahun lagi, di Ibukota Kekaisaran, akan diadakan Turnamen Naga Langit untuk memilih generasi muda terbaik benua ini. Hadiahnya adalah izin untuk memasuki Reruntuhan Kuno Dewa Penempa."

​Mata Su Lang yang buram melebar sedikit mendengar kata "Dewa Penempa".

​"Nadi Naga ini... aku akan melaporkannya sebagai 'milik pribadi yang sah' atas namamu. Kekaisaran tidak akan mengganggumu selama dua tahun. Tapi ingat..." Duanmu Yan mencondongkan tubuhnya.

​"Dunia luar jauh lebih luas dan kejam daripada aku. Sekte Matahari Ungu dan Istana Laut Utara juga mengincar wilayah ini. Aku memberimu waktu dua tahun untuk menjadi cukup kuat agar tidak mati konyol."

​Duanmu Yan berbalik dan kembali ke keretanya.

​"Jenderal," tanya pengawalnya. "Kita melepaskannya begitu saja? Dia memiliki potensi ancaman."

​"Ancaman?" Duanmu Yan tertawa kecil saat pintu kereta tertutup. "Tidak. Dia adalah harapan. Sudah lama aku tidak melihat seseorang dengan Tulang Penempa sekuat itu. Jika dia tidak mati, dia akan mengguncang dunia."

​Kereta Phoenix itu terbang kembali ke langit, meninggalkan jejak api panjang, lalu menghilang di balik awan utara.

​Su Lang menatap kepergian mereka. Tubuhnya akhirnya menyerah.

​"Guru!"

​Lin Yue dan Li Yun berlari menghampirinya.

​"Aku... berhasil..." Su Lang tersenyum lemah dengan bibir penuh darah. "Kita punya waktu... dua tahun..."

​Kesadaran Su Lang gelap. Tapi kali ini, bukan kegelapan yang menakutkan. Di dalam alam bawah sadarnya, dia melihat empat fragmen kualinya bersinar terang, dan di kejauhan, lima fragmen lainnya memanggilnya.

​Jalan menuju puncak dunia baru saja terbuka lebar.

​Epilog Bab 28

​Seminggu kemudian.

​Su Lang duduk di tepi tebing Puncak Qingyun. Tangan kanannya diperban tebal, dalam proses penyembuhan menggunakan Salep Tulang Naga yang diracik Chen Ling.

​Kultivasinya stabil di Tingkat 7.

​Dia memegang Token Naga Bangkit di tangan kirinya.

​"Dua tahun," gumamnya. "Dua tahun untuk mengubah sekte ini dari penguasa lokal menjadi monster yang bisa menelan kekaisaran."

​Dia menoleh ke belakang.

​Halaman sekte kini ramai. Ratusan murid baru (bekas tawanan dan rekrutan baru dari desa sekitar) sedang berlatih dasar bela diri di bawah teriakan Li Yun. Asap alkimia mengepul dari paviliun di mana Chen Ling mengajar murid-murid berbakat. Lin Yue sedang mengatur logistik dan pertahanan formasi dengan wibawa seorang Matriarch.

​Sekte Aliran Abadi bukan lagi mimpi. Itu adalah kenyataan yang hidup dan bernapas.

​"Sistem," panggil Su Lang.

​[Ya, Tuan Rumah.]

​"Tampilkan peta fragmen ke-5."

​[Memproses... Lokasi Terdeteksi: Lautan Kabut (Wilayah Timur). Di tangan Raja Bajak Laut Hantu.]

​Su Lang tersenyum.

​"Laut, ya? Sepertinya kita harus belajar berenang."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!