Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 7 CSKB
Saat di dalam perjalanan ke butik velycia sejak dalam perjalanan terus saja berbicara tiada habisnya yang membuat kevin merasa kesal karna terlalu berisik. menurut orang yang suka dengan ketenangan seperti kevin.
" lo bisa diem gak, dari tadi mulut lo itu kayak terompet tahun baru tidak bisa diem pusing gue dengarnya "kesal kevin.
" eh ni mulut tidak bisa diam kalau tidak dikasih makanan lagian sih, lo yang di ajak bicara kayak batu diam aja. ngomong napa ngomong, gak capek tuh mulut mingkem aja, ni ya kita lagian di kasih mulut buat ngomong bukan jadi pajangan, ah jadi teringat sama cartun paddle pop yang gue tonton beberapa waktu lalu, gini gini ehem..pajangan pajangan barang antik semuanya ada, nah kalau yang di samping gue ni emang pajangan tapi bukan barang antik melainkan barang rongsok hah haha haha"tertawa velycia, kevin yang mendengar itu langsung membelalakkan matanya.
"Eh bocil ingusan, walaupun barang rongsokan gini juga calon suami lo" ucap kevin yang merasa kesal, dan tidak terasa mereka sudah sampai disebuah butik yang sudah dipesan oleh sania untuk fitting baju mereka.
"Bener sih, gak salah juga emm.. berarti kalau gue bocil ingusan lo itu bocil kolot (tua) hahaha" tertawa velycia dan bergegas turun dari mobil dengan menutup pintu mobil dengan kuat, sontak membuat kevin terkejut dan marah.
"Velyy... " teriak kevin, velycia menjulurkan lidahnya dan langsung berlari ke dalam butik sambil tertawa, kevin yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum merasa aneh dengan sifat velycia namun membuat kevin nyaman. Dia turun ke dari mobil dan masuk ke dalam butik.
"Dengan pak kevin arya aleksa" ucap karyawan tersebut.
"Hm"
"Mari ikut saya mbak pak"meraka mengikuti karyawan itu.
" kaku lo kaya robot"bisik vely, Kevin menyenggol vely.
" ini ada beberapa gaun desain terbaru dari butik kami mbaknya bisa dicoba dulu"
"Oh ya?" velycia pun beranjak dari duduk nya dan mengganti bajunya di ruang ganti.
Diruang ganti velycia terlihat cantik dan mempesona menggunakan gaun itu dia membolak balikkan badannya, yang membuat para karyawan yang membantu velycia pun terkesima.
"Wah anda sangat cantik sekali mbak, cocok dan pas di badan anda sangat anggun dan cantik pasti calon suami anda suka." ucap karyawan itu.
"Ah mbak bisa aja " tersipu malu dan karyawan itu membuka tirainya.
Kevin yang melihat penampilan velycia sangat terkesima bahkan dirinya melihat velycia tanpa berkedip.
"Bagaimana gue cantik tidak pakai ini? " ucap velycia dan membuat kevin terkejut.
"Tidak, jelek ganti" ucap Kevin.
"Hah, ini bagus loh, masak di ganti"
"Jelek vel ganti itu terlalu terbuka" ucap kevin karena bajunya menurutnya terlalu terbuka yang melihatkan belahan dada velycia,
tentu itu membuat kevin tidak suka dengan tampilan velycia yang membuat banyak para lelaki lain yang akan melihatnya, hanya dirinya saja yang boleh melihat penampilan velycia seperti itu.
"Is padahal ini bagus. ini aja ya" memelas velycia.
"Tidak ganti" tegas kevin
"Is gak asik " kesal vely menghentakkan kaki masuk ke dalam ruang ganti lagi.
Entah berapa kali velycia mengganti bajunya mungkin sekitar 20 gaun yang sudah dipakai velycia, sehingga membuat vely merasa lelah , jengkel dan kesal melihat tingkah kevin, dari banyak gaun tidak ada yang cocok sama velycia menurut kevin. Dan ini gaun yang terakhir.
"Ini vin jangan bilang suruh ganti lagi" ucapnya kesal.
"Ga.. " kevin belum selesai bicara sudah dipotong oleh velycia.
"Oh ayolah vin! udah capek nih, lo pikir ni gaun tidak berat, berat tau, kalau tidak lo aja deh yang ganti terserah lo mau kasih gue pakek gaun apa bakal gue terima. gue cepek pengen istirahat" ucap velycia.
" ya udah ini aja "walaupun didalam hati kevin tidak rela apa boleh buat dari pada dirinya yang memakai gaun. Dirinya pun sedikit iba melihat wajah letih dari velycia. dan menurutnya gaun nya tidak terlalu terbuka dari pada gaun yang sebelum sebelumnya. Ini terbuka hanya bagian punggungnya saja.
" nah gitu kek dari tadi kan tidak capek bolak balik"
"Ya sudah kita keluar"dan di angguki velycia. Dan keluar dari butik
Disepanjang perjalanan velycia terus menerus berbicara. tidak seperti pada orang orang yang baru mengenal calon suaminya kebanyakan diam dan tidak banyak bicara, tapi ini tidak berlaku bagi velycia dia terus berbicara saja layaknya kereta api cepat, sampai membuat kevin jengah karna tidak ada habisnya cerita velycia, dan tidak terasa mobil yang ditumpangi velycia dan kevin pun sampai disebuah restoran ternama.
" eh, mau ngapain kita kesini?"Tanya velycia.
"Mau masak lo yang dari tadi tidak bisa diam"canda kevin.
" iih jangan gitu dong gue ni yang Cantik jelita imut kiyowo manis kok di masak. " vely Sambil keluar dari mobil.
"Dih,najis"lalu berjalan meninggalkan velycia.
"Eh..awas lo ya terpikat sama gue "teriak velycia dan berlari mengekori kevin.
" tidak akan"
"Lo liat aja gue bakalan pakek mandara guna supaya lo biar kepincut sama gue" ucapnya sombong.
Mereka pun langsung berjalan menuju ke tempat resepsionis untuk memesan meja. Dan mereka naik keatas duduk di pojokan dengan jendela yang besar menghadap ke arah alun alun kota.
"Lo beneran ni masak gue? "heran velycia.
"Iya napa, tidak percaya? "
"Ya kagak lah kayak disini tidak ada bahan makanan laen aja. "
"ada sini deh gue bisikin"vely pun mendekatkan wajahnya
"Apa? "Bisik vely
"Lo tau? ni restoran hanya menyajikan makanan manusia yang cerewet kayak lo mereka bakal buat jadi sop, sate, daging panggang, ren... "
"Udah udah lo becanda kan mana mungkin lah"tutur vely yang merinding bulu kuduknya. Kevin menjauhkan wajahnya
"Lo tidak percaya? " ucap Enteng kevin.
"Tidak mungkin lah" ucap velycia.
"Mau buktinya"
"Ya gue butuh bukti" velycia sambil mengangkat dagunya keatas.
Tanpa berlama lama kevin pun mengangkat tangannya dan memanggil pelayan.
"Oh ya mbak saya pesan sate manusia, sop dan daging manusia dengan kematangan medium rere ya mbak oh minumnya jus jeruk dua" ucap kevin yang sambil mengedipkan matanya sebelah.
Pelayan yang melihat kode itupun tersenyum dan menganggukkan kepalanya paham. dan berjalan meninggalkan mereka, tidak lama kemudian pesanan mereka pun sampai di meja. velycia yang melihat itu mata langsung melotot dan memanggil pelayan tadi.
"Mbak, tidak salah ini emang daging manusia yang cerewet dijadikan masakan gini" pelayan yang mendengar itu hanya tersenyum menahan tawanya sedangkan kevin sendiri hanya bisa terkekeh pelan melihat sikap polos calon istrinya ini.
"Benar mbak karena manusia yang cerewet itu sangat mengganggu" ucap pelayan. yang membuat velycia langsung kicep dan mengedipkan mata berkali-kali.
"Emang mbaknya gak takut nanti di mereka terbang gentayangi mbaknya, gimana nanti kalau polisi tau toh, ayo.. loh mbak bisa kena tangkap masuk penjara emang mbaknya mau?" ucap velycia panjang lebar.
"Ya kalau di gentayangi sering mbak kerena saya yang motong, ya. saya biasa aja tapi kalau mbaknya bisa jaga rahasia dan tidak lapor polisi kami ini aman mbak, lagian saya masih ada tanggungan mbak yang harus dikasih makan."ucap pelayan itu velycia hanya bisa merinding.
" siapa mbak.. ? "Tanya velycia heran
" kucing saya"ucap polosnya pelayan velycia melotot terbelalak.
Kevin yang mendengar itu pun tertawa terbahak-bahak lucu karena pelayan ini bisa di ajak kerja sama setelah panjang lebar velycia berbicara dengan pelayan itu, akhirnya pelayan itu pamit pergi dan melanjutkan pekerjaannya yang tertinggal.
"Lo boong?" ucap vely sampai menyipitkan matanya.
"Kalau iya napa? "
"Is gak seru ah lo" memonyongkan bibirnya, kevin hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.
"Nah makan" meletakan piring yang berisi daging yang sudah dia potong untuk velycia.
"Ih so sweet, maasih" sambil tersenyum dan langsung menyantap makanannya.
Setelah selesai makan mereka langsung pulang ke rumah velycia, karena diwaktu terus berjalan yang memungkinkan kevin akan pulang larut malam karena mereka beda kota.
Sempai dirumah velycia dia melihat laki-laki yang tidak asing baginya dan langsung turun dari mobil kevin dan berlari menuju ke arah laki-laki tersebut yang membuat kevin heran dan mengikuti velycia dari belakang.
"A...bang... kangen kenapa tidak bilang sih kalau pulang? " ucap velycia berlari dan memeluk abang velycia sontak membuat raffi terkejut.
"Eh dek, abang lagi dadak pulangnya karenakan bentar lagi hari pernikahan kamu jadi abang tidak sempat kabari kamu, kamu dari mana aja? abang dengar katanya lagi jalan sama calsum" ucap raffi.
"calsum? "