Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.28
"Ayah, tenang saja. Nanti aku akan mengunjungi nya di paviliun. Sebaiknya ayah beristirahat lah dulu." ucap Ella yang mencari muka dengan ayahnya itu.
"Apakah gadis itu membuat masalah lagi dengan mu?" tanya ayah nya sambil mengelus rambut anak nya itu.
"Hmm, kurasa begitu. Tapi aku sudah memaafkan nya ayah." ucap gadis itu sambil tersenyum tipis menatap ayah nya dengan wajah polos nya itu.
"Kau sangat berhati mulia nak, baiklah ayah akan beristirahat lagi. Katakan padanya, ayah ingin bertemu dengan kembaran mu itu."
"Baiklah ayah, anak mu ini, akan menyampaikan pesan itu."
Setelah keluar dari kamar ayah nya, wajah Ella yang tadinya penuh kelembutan langsung berubah menjadi begitu datar. Dan mata nya menatap tajam, seolah penuh kemarahan.
"Kenapa ayah masih tetap perduli dengan nya!" gumam nya dengan pelan dengan tangan yang terkepal kuat.
Paman Han yang kebetulan sedang membawa sesuatu di tangan nya, untuk diberikan oleh jendral Wiliam, tak sengaja mendengar pelan ucapan dari lady Ella. Tatapan nya langsung berkerut, dan tak paham apa yang lady Ella katakan.
"Apa yang sedang dipikirkan oleh lady Ella?" gumam nya dengan raut wajah yang cukup penasaran. karena tak ingin terlalu kepo dengan urusan majikan nya itu, paman Han langsung menuju ke kamar sang jendral untuk memberikan dokumen nya.
"Lady, apakah kita akan berkunjung ke paviliun lady Elly?" tanya salah satu pelayan setia nya itu.
"Bodoh, untuk apa aku harus berkunjung di tempat kumuh itu. tentu saja kita akan kembali ke paviliun ku, aku tak akan sudi bertemu dengan gadis rendahan itu!" ucap Ella dengan nada sinis nya.
Pelayan setia nya itu, hanya mengangguk dan patuh saja. Mereka langsung beriringan pergi menuju ke paviliun lady Ella.
pemandangan yang cukup indah, itulah yang Elly rasakan saat ini. dirinya benar benar menikmati perjalanan menuju ke perbatasan kota. Saat ini, dia menggunakan gerobak sapi milik paman do. tapi saat ini, karena bibi sare, dan juga Elly menggunakan cadar, jadi beliau tak mengenali nya. Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam, dan duduk dengan tenang sambil menikmati angin sepoi Sepoi yang masuk di gerobak sapi itu.
Perjalanan menuju ke kota perbatasan, memakan waktu hingga 2 jam lamanya. Elly juga tak lupa singgah ke kota untuk mengambil sisa uang yang dia miliki dan dititipkan ke paman pemilik restoran.
Koin emas itu cukup untuk memulai hidup nya yang baru. Dia akan membeli rumah di tempat yang baru nanti nya. impian nya adalah rumah sederhana dengan berbagai macam kebun yang akan dia kelola dan dijual dengan menjadi seorang petani sayuran.
Bibi sare tersenyum tipis melihat kebahagiaan di wajah nona muda nya saat ini, jarang sekali gadis itu tersenyum lebar. Dia ingin nona nya bisa mendapatkan kebahagiaan yang tak pernah gadis itu dapatkan selama ini.
"Bibi sangat menyayangi nona." gumam nya dalam hati. Baginya Elly sudah seperti anak nya sendiri, bahkan dia merawat Elly juga dengan setulus hatinya yang paling dalam.
Setelah sampai di kota, Elly turun dan memberikan upah terlebih dahulu kepada paman do.
"Paman, ini upah nya. Terima kasih ya." gadis itu memberikan 1 koin emas kepada paman do. Dan hal itu membuat pria tua itu kaget melihat nya.
"Nona, ini sangat banyak sekali." ucap paman do dengan tangan bergetar saat menerima 1 koin emas itu
"tidak apa apa paman, ambil lah. Jangan menolak nya ya."
"Tapi nona?" ucap nya yang merasa sungkan.
"Ambil lah paman, jangan menolak pemberian dari nona ku. Dia orang yang sangat tak menerima tolakan apapun." ucap bibi sare yang ikut menimpali.
"Terima kasih banyak nona. bagaimana kalau saya yang akan mengantarkan nona hari ini?" tawar nya dengan nada tulus ingin mengantarkan gadis itu ke perbatasan. karena tadi saat mengendarai gerobak sapi nya, dia tak sengaja mendengar bahwa gadis itu, ingin ke perbatasan kota. karena jarak itu cukup jauh, jadi paman do hanya mengantarkan nya ke kota saja. Jadi sebagai ucapan terima kasih nya, dia ingin membantu gadis itu untuk pergi ke sana.
Bibi sare dan juga Elly saling pandang, karena paman do ingin mengantarkan mereka, jadi akhirnya mereka menerima nya.
"Baiklah paman, tapi tunggu sebentar ya, aku masih ada urusan dengan pemilik restoran di depan sana!"
"Baiklah nona. Paman akan menunggu di sini."