Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28.
"Aku pernah melihat kamu di televisi, sekarang kamu sudah menjadi salah satu aktris Land Star Entertainment. Aku bangga padamu, Kirana!" Serena tersenyum sembari memuji gadis didepannya.
Serena dan Kirana duduk disebuah Coffee shop yang lumayan terkenal, Sampai sekarang Kirana belum membahas masa lalu Serena.
"Terimakasih, Serena. Aku juga berharap kalau kamu bisa kembali lagi seperti dulu!" Balas Kirana.
Serena tersenyum tipis mendengar keinginan Kirana, kembali seperti dulu untuk sekarang tidak ada didalam benak dan pikiran Serena. Ia hanya fokus mencari ibunya dan juga kehidupan pernikahannya yang sangat rumit.
"Ngomong-ngomong, kamu sudah menikah?" Tanya Kirana penasaran.
Serena tersentak mendengar pertanyaan itu, bagaimana dia harus menjawabnya. Tidak mungkin kalau ia sudah menikah tapi menjadi istri yang dirahasiakan mantannya.
Status pernikahannya saja Serena tidak bisa mengakui didepan orang, apa selamanya statusnya akan terus seperti ini? Serena sudah menikah tapi tidak boleh ada yang tau, status istri hanyalah sebagai alat balas dendam, tidak ada rasa saling percaya dan tidak ada cinta yang menghiasi seperti dulu, hanya ada kebencian.
Tapi Serena tidak mau kalau selamanya dia harus berada diposisi yang sulit seperti itu, menjawab pertanyaan mudah saja dia tidak ada jawabannya. Serena juga ingin mengakui pernikahannya dan menjalani hidup tenang, tidak seperti sekarang yang terkurung kesulitan bebas kalau tidak hati Logan yang sedang lega.
"Aku... Sudah menikah!" Jawab Serena terbata.
Kirana tersenyum mendengar jawabannya. "Benarkah? Kenapa tidak mengundangku Serena? Dengan siapa kamu menikah? Tidak mungkin kan, kalau dengan tuan muda Winston?" Celetuk Kirana penasaran.
Kirana berpikir kalau memang tidak mungkin Serena menikah dengan tuan muda Winston alias Logan mantan pacarnya. Karena setelah lima tahun Serena diputuskan, nama baiknya hancur, itu semua karena ulah Logan yang menjatuhkan karir Serena.
"Ya tidak lah... Mana mungkin aku menikah dengan pria kejam itu!" Balas Serena menyembunyikan kegugupannya.
Dia terpaksa mengatakan semua itu supaya Kirana percaya padanya, tidak ada yang boleh tau kalau dia menikah dengan Logan Winston secara rahasia. Apalagi keluarga besar Logan, kalau sampai tau Serena yakin mereka akan marah besar.
.....
Flashback On!
"Aku akan menikahi Serena dalam waktu dekat. Aku sudah yakin pada pilihanku, mau kalian setuju atau tidak, Serena adalah gadis yang aku pilih untuk menemaniku!"
Logan berkata dengan tegas menyampaikan keinginannya dihadapan orang tuanya. Tidak ada yang menyukai Serena, orang tuanya mencari tau seluk beluk keluarga Serena sampai akhirnya membuat mereka membenci Serena.
"Sampai kapanpun, tidak akan Daddy restui kamu menikahi gadis itu, Logan! Keluarganya terjerat banyak masalah, Daddy yakin kalau gadis itu juga akan membawa banyak masalah!" Tuan Winston berdiri sembari berkata dengan tegas dan setengah marah.
Ibunya Logan pun sama, sama sekali tidak merestui kalau Serena menjadi menantunya. Mau ditaruh dimana harga diri keluarga mereka kalau putra sulungnya menikah dengan seorang anak kupu-kupu malam serta ayahnya seorang pejudi akut.
"Mungkin orang tuaku begitu buruk dimata tuan dan Nyonya, tapi aku bisa pastikan kalau aku tidak akan mengikuti jejak mereka!" Serena menyahut setengah berani membela dirinya didepan orang tua Logan.
"Siapa yang menyuruhmu bicara, hah!" Bentak tuan Winston.
Serena terperanjat kaget mendengar bentakan tuan Winston yang ditujukan padanya. Darah Logan serasa mendidih melihat dan mendengar perlakuan keluarganya terhadap Serena. "Sudah cukup! Mau kalian setuju atau tidak, setelah pulang dari Amsterdam aku akan menikahi Serena! Tidak ada yang bisa mencegahnya! Ayo sayang!"
Logan menarik pelan tangan Serena untuk pergi dari hadapan orang tuanya. Tidak perduli apapun masalah kedua orang tua Serena karena itu masalah mereka bukan Serena. Serena tidak bersalah dan tidak berhak menanggung dosanya, tidak semua anak juga akan mengikuti jejak orang tuanya meskipun baik apalagi jejak yang buruk.
Setelah hari itu, Logan pergi ke Amsterdam untuk beberapa waktu. Dan begitu kembali, semuanya hancur dan berantakan.
Flashback Off!
.....
Satu botol minuman beralkohol dengan harga termahal sudah tandas melewati kerongkongan pria memakai kemeja hitam itu. Logan memutar-mutar lagi botol sembari melihat bayangan Serena ada didalam botol minuman yang masih bersegel tersebut.
"Serena masih perawan, padahal jelas-jelas aku melihat sendiri kalau dia dan pria itu... Pria itu tidak memakai apapun, apa tidak terjadi apa-apa? Sepertinya mustahil! Tapi bagaimana bisa aku yang mendapatkannya pertama kali?" Gumam Logan sembari berpikir dengan keras.
Logan masih ingat saat Serena dikamar hotel bersama pria asing itu, saat itu dia baru pulang dari luar negeri. Seharusnya mereka juga menikah dalam beberapa hari, tapi karena malam itu semuanya hancur.
Pria itu menarik tangannya kemudian menyenderkan punggungnya di sandaran sofa, kedua tangannya dilipat dibelakang kepala sembari mendongak dengan mata terpejam. Kedua kakinya diangkat keatas meja, lalu seorang wanita memijat kakinya. "Pijat yang benar!" Bentak Logan ketika wanita penghibur yang berlutut dibawahnya itu meraba paha atas nya.
"Baik tuan!" Jawab wanita itu sembari tersenyum tipis. Dia mulai memijat pelan sembari menahan kesal, seharusnya tugasnya itu menghibur Logan bukan malah memijat kaki dan punggungnya. Tapi kalau tidak dikerjakan, dia bisa dipecat.
Logan memejamkan matanya lagi, begitu matanya terpejam bayangan malam saat Serena memekik mengeluh kesakitan tiba-tiba muncul. Serena malam itu sangat cantik dan seksi, apalagi ketika mendesah dibawah kungkungannya, semangat Logan semakin terpacu.
Pria itu merasa sudah gila begitu membayangkannya lagi, tidak ada Serena, Logan tidak mau melampiaskan nafsunya kepada yang lain lagi.
'Aku mohon Logan, dengarkan penjelasan ku. Aku kesini karena kamu yang menyuruhku, kan!'
Suara permohonan itu terdengar di telinga Logan, lima tahun yang lalu saat Serena berada disebuah kamar hotel dan dia menggerebeknya bersama rekan aktrisnya Serena dan juga para wartawan.
Serena seperti begitu menderita saat berusaha menjelaskan, tapi waktu itu mata dan pikiran Logan telah dipenuhi amarah dan kebencian sampai tidak sudi mendengar penjelasan Serena.
Pria itu membuka matanya kemudian menarik kakinya. Apa mungkin sebenarnya dia salah paham? Apa memang sebenarnya Serena dijebak? Tapi siapa dalang dibalik semua itu?
Tiba-tiba saja Logan meraih jas beserta ponselnya, ia mengambil dompet kemudian mengeluarkan lembaran uang dan melemparnya diatas meja. "Itu untukmu!" Pria itu lalu pergi tergesa-gesa. Sementara wanita penghibur itu tersenyum cerah melihat nilai uangnya. "Terimakasih tuan!"
.....
Satu botol tidak membuat Logan mabuk, tapi kepalanya sedikit pusing karena memikirkan semua masa lalu yang kembali ingin dia tarik kembali.
Begitu masuk kedalam kamar hotel, Logan merasa aneh melihat tidak ada orang. Tapi dugaannya salah kira Elena sudah pergi, rupanya wanita itu di balkon menyajikan makan malam romantis.
"Apa yang kau lakukan, Elena?"
ibarat terlihat orang, tapi mayat berjalan