NovelToon NovelToon
TERBUNGKUS Waktu RAHASIA Suamiku Season 2

TERBUNGKUS Waktu RAHASIA Suamiku Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berondong / Balas Dendam / Berbaikan / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Mandala, pemuda tampan berusia 24 tahun dari kampung di seberang kota, bekerja sebagai sopir pribadi di sebuah perumahan elit. Tanpa diketahui siapa pun, pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah melainkan jalan untuk menemukan jati dirinya.
Mandala menyimpan kebencian mendalam pada ayah kandung yang tak pernah ia kenal, pria yang ia yakini telah menghancurkan hidup ibunya hingga mengalami gangguan jiwa. Ketika ia ditugaskan mengantar Keyla, putri cantik seorang konglomerat, Mandala yakin takdir sedang memihak dendamnya. Keyla adalah anak dari pria yang ia sebut Ayah.
Cinta pun ia jadikan senjata. Mandala berniat membalas luka masa lalu dengan membuat Keyla jatuh cinta padanya. Namun seiring waktu, perasaan yang tumbuh tak lagi bisa dikendalikan, dan rencana balas dendam perlahan runtuh.
Saat Mandala hampir menuntut pertanggungjawaban, Kenyataan mengejutkan terungkap.

Bagaimana kebenaran tentang Mandala dan bagaimana kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kekacauan hati Arifal dan Mandala

Di taman itu, setelah ucapan terima kasih Keyla yang lirih, Mandala hanya mampu menatapnya tanpa kata. Ada getar yang tak biasa di dadanya. Bukan karena takut pada Erga. Tapi karena perasaan yang mulai tumbuh… dan tak lagi sekadar rencana.

Namun di tempat lain, badai justru baru dimulai.

Pintu kamar terbanting keras.

BRAK!

Suara itu menggema sampai lantai bawah rumah mewah keluarga Erga.

Arifal yang sedang membaca laporan di ruang kerja langsung mengangkat kepala. Rahangnya mengeras. Ia bangkit dan menaiki tangga dengan langkah cepat.

Begitu sampai di lantai atas, ia mendapati Erga terduduk di sofa kamar, wajahnya gelap, satu tangan memegang botol wine yang hampir setengah kosong.

“Erga!”

Tak ada jawaban.

Arifal menghampiri dan merebut botol itu dengan kasar.

“Apa-apaan kamu ini, hah?!”

Erga mendengus, menyandarkan tubuhnya.

“Biasa aja, Pa.”

“Biasa?!” suara Arifal meninggi. “Hari ini kamu seharusnya turun ke hotel! Belajar manajemen! Papa sudah bilang berkali-kali, kamu harus siap ambil alih!”

Erga tersenyum miring.

“Hotel, hotel, hotel. Papa cuma peduli itu.”

Tak lama, Citra muncul dari tangga dengan wajah cemas.

“Mas… ada apa ini?”

Arifal menoleh tajam.

“Lihat putra kebanggaan kamu. Putra yang selalu kamu manjakan.”

Citra mendekat ke arah Erga.

“Erga, kamu kenapa?”

Erga berdiri tiba-tiba.

“Dia, Ma.” Suaranya penuh amarah terpendam. “Keyla.”

Nama itu membuat Arifal terdiam sejenak.

“Apa lagi soal perempuan itu?” Nada suaranya merendah, tapi justru lebih dingin.

“Dia mempermalukan aku.”

Citra terkejut. “Mempermalukan bagaimana?”

“Di depan umum.” Rahang Erga menegang. “Dengan sopir.”

Arifal menyipitkan mata.

“Sopir?”

“Ya. Sopirnya.” Erga tertawa kecil penuh kebencian. “Dia gandeng tangan sopir itu di depan aku.”

Hening.

Citra mencoba menenangkan. “Mungkin kamu salah paham...”

“Aku lihat sendiri!” bentak Erga.

Arifal melangkah mendekat.

“Nama sopirnya.”

Erga terdiam sesaat.

“…Mandala.”

Nama itu menggantung di udara.

Arifal tampak berpikir.

“Mandala…” gumamnya pelan.

“Pa, aku nggak akan biarin dia seenaknya. Dia pikir dia siapa? Ngerasa jago karena bisa nangkis tinju aku?”

Citra membelalakkan mata. “Kamu berkelahi?!”

Erga tak menjawab.

Arifal menatapnya tajam.

“Kamu dipermalukan, lalu hampir bikin keributan di tempat umum?” suaranya berat. “Kamu ini putra Arifal Group! Hal seperti itu tidak pantas kamu ributkan.”

Erga mengepalkan tangan.

“Aku cuma mau dia tahu tempatnya.”

Arifal menarik napas panjang.

“Kalau Keyla sudah tidak mau dengan kamu, pasti ada alasannya. Setahu Papa, Keyla gadis baik. Dia putri Bayu Pratama. Tidak mungkin dia sembarangan.” Tatapannya menajam. “Jangan-jangan… kamu yang bermacam-macam di belakang dia?”

Erga menegang. “Pa…”

“Mas…” potong Citra pelan.

“Diam kamu, Citra.” Suara Arifal dingin. “Erga ini tidak jauh berbeda dari kamu. Sama kerasnya. Sama liciknya.”

Citra tersentak. “Mas, kenapa bicara begitu?”

Arifal menatap kosong ke depan.

“Karena aku tahu persis sifat seperti itu dari mana datangnya.”

Erga berdiri, emosinya kembali naik.

“Papa tega ya ngomong begitu? Aku anak Papa. Mama istri Papa!”

Arifal menoleh tajam.

“Papa tidak pernah mengajarkan kamu main perempuan, Erga.”

Hening sesaat.

“Tapi Papa tahu kamu melakukannya.”

Erga membisu.

Tatapan Arifal berubah lebih dalam. Lebih rumit.

“Dan satu hal lagi,” suaranya merendah. “Papa masih mencari putra Papa yang hilang.”

Kalimat itu membuat udara kamar terasa berat.

Erga mengernyit. “Apa maksud Papa?”

Namun Arifal tidak menjawab. Ia berbalik dan melangkah keluar kamar, meninggalkan pertanyaan yang menggantung.

Citra menatap Erga dengan gelisah.

Untuk pertama kalinya, Erga merasa… bukan hanya marah.

Tapi terancam.

Di tempat lain.

Malam turun pelan.

Lampu-lampu kota mulai menyala ketika ponsel Mandala bergetar. Nama yang muncul di layar membuat tatapannya berubah lembut.

Ibu Heni.

“Iya, Bu?”

“Mandala… kamu bisa pulang malam ini? Bapak mau bicara. Penting.”

Nada suara itu cukup untuk membuat Mandala tidak bertanya banyak.

“Iya, Bu. Mandala pulang.”

Ia menutup telepon.

Keyla yang sejak sore masih bersamanya menoleh.

“Kamu mau ke mana?”

“Pulang sebentar. Ke rumah orang tua angkatku.”

Keyla terdiam beberapa detik.

“Aku ikut.”

Mandala langsung menoleh. “Key, nggak usah...”

“Aku ikut,” ulang Keyla pelan, tapi tegas. “Aku nggak mau sendirian di rumah.”

Mandala ragu.

Rumah Heni dan Ringgo jauh berbeda dari rumah utama keluarga Keyla. Sederhana. Bahkan sangat sederhana.

Tapi akhirnya ia mengangguk.

Ia meminjam mobil Keyla malam itu.

Mobil mewah itu melaju menyeberangi kota, meninggalkan kawasan elit, memasuki jalan yang lebih sempit, lebih sunyi.

Lampu jalan tak lagi seterang tadi.

Mobil berhenti di depan rumah kecil dengan pagar besi yang sudah sedikit berkarat.

Keyla terdiam.

Mandala mematikan mesin.

“Kita sudah sampai.”

Keyla menatap rumah itu. Tidak ada kemewahan. Tidak ada halaman luas. Hanya teras kecil dengan lampu kuning redup.

Mandala turun lebih dulu.

Ia membuka pintu untuk Keyla.

Keyla ikut turun.

Begitu kaki Keyla menginjak halaman kecil itu, pintu rumah terbuka.

Heni berdiri di sana.

Dan saat mata Heni jatuh pada Keyla…

Ekspresinya berubah.

Terkejut.

Dan entah kenapa… sedikit pucat.

“Mandala…” suaranya pelan.

Lalu tatapannya beralih penuh arti.

“Kamu… bawa siapa?”

Mandala menoleh pada Keyla.

“Ini Keyla, Mah… Dia putri Pak Bayu.”

Terpaksa Heni menarik senyum tipis, meski raut wajahnya masih menyimpan kegelisahan.

“Malam, Tante…” sapa Keyla sopan.

Heni membalas dengan anggukan kecil. Matanya sempat menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tak ada tetangga yang memperhatikan. Lingkungan perkampungan kecil seperti itu mudah sekali memunculkan gosip.

“Ayo masuk. Di luar dingin,” ucapnya akhirnya.

Mandala dan Keyla melangkah masuk.

Rumah itu sederhana. Lantai keramik polos, sofa lama yang terawat bersih, lemari kayu di sudut ruangan. Tidak ada kemewahan, tapi terasa hangat.

Ringgo yang baru keluar dari ruang keluarga terhenti sesaat melihat Mandala datang bersama seorang gadis.

“Mandala?”

Pandangan Ringgo beralih pada Keyla.

Mandala segera memperkenalkan. “Pak… ini Keyla. Teman kampus Mandala.”

Keyla tersenyum sopan. “Malam, Om.”

Ringgo mengangguk ramah. “Malam, Nak. Silakan duduk.”

Heni menatap Mandala sejenak. Ada isyarat di matanya.

“Mandala, ikut Ibu sebentar.”

Mandala mengerti.

“Iya, Mah.”

Di ruang makan kecil yang hanya dipisahkan dinding setengah badan, Heni langsung menutup pintu geser perlahan.

Ia menatap Mandala dengan wajah serius.

“Kamu bawa dia ke sini… kenapa?”

Mandala menghela napas. “Dia nggak mau sendirian di rumah. Orang tuanya lagi ke luar negeri.”

Heni menggeleng pelan.

“Mandala… kamu tahu dia siapa?”

“Putri Bayu Pratama,” jawab Mandala tenang.

“Bukan cuma itu.” Suara Heni merendah. “Dia anak dari laki-laki yang kamu benci.”

Hening.

Mandala menunduk sebentar.

perasaan hancur, teringat pada sang ibu yang mengandung.

1
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh akhirnya Mandala kerja di hotel yang pemiliknya Arifal wahhh pst ortu Mandala bangga sama Mandala apalagi Keyla . Duhhh Mandala ajak Keyla ketemuan? mau ngapain yaw??

penasaran... di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Wahh Bayuuuu qm salah, Erga bukan org baik... biarkan Keyla menikmati hidup nya.
duhh Mandala mau magang di hotel milik Arifal? pst Mandala bisa lbh sukses dari Erga 🐱
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Bu Citra bertemu dg Bu Heni? tuhhh bnr Mandala sepertinya emng Radit anaknya Arifal yg di tukar Bu Heni. sementara Erga anaknya Alira 😡😡😡
duhhh Keyla curhat dg Mandala...
Mandala blm sadar klo dia mencintai Keyla 🐱🐱
duhhh Keyla mau nya Mandala kerja di hotel Arifal 🐱🐱
penasaran lanjut nya

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh bener kata Bu Heni jgn sampai Mandala nyesal 🥲
duhhh Bayu jadi marah sama Keyla karena Keyla lebih pilih Mandala. tapi bnr kata Keyla bahwa Erga bukan org baik...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuuu🤗🥰💪🐱
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Mandala mau bikin Keyla makin penasaran 🐱
lahhh Erga tiba-tiba minta maaf tapi Keyla gk percaya. jgn di percaya si Erga 😡😡😡 Erga sama kyak Alira... 😡😡
ciieee Keyla suruh Bi Minah antar Sop buat Mandala🐱🐱

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🤗🥰 penasaran dg cerita nya🤗🤗
Sharah ArpenLovers Khan: Sama-sama Sayyy🐱
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Sudah gagal ginjal Mandala msh saja balas dendam 🥲
duhhh Keyla blg ke Ayahnya gmn Erga tapi Ayahnya gk percaya🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Jangan² emng Mandala anaknya Arifal...
duhh anak pertama Arifal dan Citra hilang di bawa Babysitter 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Kasihan Mandala gara² si Erga Stresss. Erga Stress kyak Alira 😡😡😡
penasaran dg lanjut nya di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Erga makin stress kyak Alira 😡😡😡
jgn² Erga anaknya Alira, Mandala anaknya Arifal.
greget bacanya Sayyy pengen tak palu 😄😄😄😡😡😡
Wanita Aries
curiga erga bkn anaknya arifal
Wanita Aries
hadeh makin menggila si erga.

jd sbnrnya mandala ini ank siapa ya 🤔 kok membagongkan. yg gila itu brrti bkn ibu mandala. asli puyeng
Dina Sen: udahlah kita mumet bersama 🤣
total 1 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Keyla ajak Mandala makan di kantin 😁😁
duhh Erga gangguin Keyla dan Mandala mulu dasar stress Erga 😡😡
duhhh jantung nya berdebar² gk tuh yaa kan dan Mandala pun gombal ma Keyla 😁😁
dahhh lah Author nya pun senyum² sambil nulis 😁😁😁
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu🥰💪🐱🤗
Sharah ArpenLovers Khan: Yaa dong Sayyy tau lah 😄😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Mandala meskipun menjaga jarak dg Keyla selalu memikirkan Keyla. jgn² Mandala jatuh cinta dg Keyla 😁😁
kenapa tuhhh Erga paksa Keyla bersama nya dahh mulai stress Erga. jgn² Erga anak si Alira soalnya stress nya sama 😡😡
Sharah ArpenLovers Khan: Habis Erga dan Alira sama stress nya jadi keinget 😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Kereeen Semangat terus Sayyy quuu lanjut kan Karya mu 🤗🤗
Sharah ArpenLovers Khan: Sama² Sayyy🥰🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Keyla dan Pak Ringgo keasyikan ngobrol tentang Mandala 😁😁
Duhh Mandala dekati Keyla buat balas dendam, kira² Mandala bakal dgr nasehat Bu Heni yaaa???
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Erga ternyata anak Arifal..
tapi apa iya Erga anaknya Arifal dan Citra? terus klo bukan Erga anak siapa??
duhhh Mandala bawa Keyla ke rumah nya... 😔😔
Wanita Aries
masih bngung knp heni buat mandala benci bayu. masih bngung sih mandala anknya bayu apa arifal ya
Wanita Aries: arifal sih thor kyknya
total 2 replies
Wanita Aries
hadeh erga cm menang status sosial aj, gk sadar diri. keyla jg lemah bgt jd cewe😪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh lagi² Keyla dan Mandala lihat Erga dg wanita lain...
emng stres si Erga, dia yg selingkuh, tapi merasa tersakiti seolah-olah jadi korban.
ciieee Keyla merangkul tangan Mandala, panas tuhh Erga marah² gk jelas padahal dia yg selingkuh😡😡

di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu🤗🥰💪🐱
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Keyla curhat ke Mandala Ehmmm jgn² ntar lagi ada cinta di antara mereka🐱😆

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: okeyy Sayy 🐱
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!