Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebahagiaan rey
“Adinda..?” Rey memanggil adinda saat punggung gadis itu berhenti bergetar , sepertinya adinda memang sudah selesai menangis
Rey hampir 5 kali memanggil nama adinda tapi nyatanya tidak ada sautan dari istrinya itu
rey mendongakan kepala adinda secara perlahan ternyata gadis itu sudah tertidur lelap
Senyuman manis terukir diwajah tampannya dengan hati-hati rey merebahkan tubuh gadis itu lalu menyelimutinya
Rey mengusap rambut adinda lembut dan mencium kening gadis itu cukup lama, melihat intens wajah cantik adinda
Rey mengingat kembali saat masih duduk dibangku SD saat dirinya dirundung oleh teman-temannya adinda datang membantunya dan memberinya semangat
“Kamu gak apa-apa??” Tanya gadis kecil kuncir kuda itu
“Aku takut” ucap anak laki-laki kecil yang memaki kacamata itu
“Tidak apa-apa aku akan membantumu jika mereka merundungmu lagi aku akan melindungimu” ucapnya mengusap kepala rey dan tersenyum manis
Semenjak itulah rey selalu ingin berada didekat gadis itu dan selalu ada disekolah yang sama dengan adinda
Rey selalu mengawasi adinda, meskipun tanpa disadari oleh gadis itu, rey bukanlah seorang pemaksa. Rey hanya ingin memastikan jika adinda selalu bahagia
****
Pagi hari adinda terbangun seperti biasa jam setengah tujuh pagi karen adinda merupakan orang yang jarang sarapan dirumah
Ia pasti akan membeli sarapan saat dijalan menuju kekantor ia lebih suka sarapan bubur dan hanya masak untuk bekal makan siang
“Adinda begoo…. Kamu sudah menjadi istri orang sekarang mestinya kamu bangun pagi-pagi nyiapin sarapan buat suami” ucapnya lirih dan bangun tergesa-gesa
adinda turun dari kamarnya lalu menuju kearah ruang makan,
“Bikkk sari” panggilnya kearah pelayan yang mengantarnya kemarin
“Iya non, selamat pagi” sapa bik sari tersenyum manis
“Pagi bikk,,. Maaf tuan muda ada dimana ya?” Tanya gadis itu dengan cengiran membuat bik sari tersenyum mendengarnya
“Tuan sedang menyiapkan sarapan, nona tunggulah dikamar katanya tuan muda akan sarapan bersama anda dikamar nanti” ucapnya lembut
Adinda terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh bik sari, kenapa malah rey yang menyiapkan sarapan,, sekarang malah seperti jika rey yang menjadi ibu tumah tangga
Adinda kembali kekamarnya seperti apa yang dikatakan oleh bik sari, hanya butuh waktu 15 menit akhirnya rey datang dengan mapan kayu yang berisi susu hangat dan juga bubur ayam yang masih hangat Pria itu tersenyum kearah adinda yang masih melihat kearah rey dengan senyuman
“Pagii… ” sapa rey dan menaruh mapan dimeja samping lampu tidur
“Pagi reyy,, maaf aku bangun kesiangan” ucapnya penuh penyesalan
“Tidap apa-apa.. ayok kita sarapan dulu lalu bersiap untuk pergi kekantor” ajaknya dan dianguki oleh adinda
Adinda cukup terdengun melihat rey memasak bubur ayam untuknya, seperti biasa jika rey selalu tau apa yang ia sukai, adinda tersenyum lalu mengambil mangkuk yang berisi bubur itu begitu antusias
Mereka sarapan dalam diam, rey sesekali melihat kerah adinda, ia bersyukur jika gadis itu kini ada disampingnya
“Enak?” Tanya rey kearah adinda
“Hhmm banget, kamu pinter masak juga” ucapnya dengan senyuman
Setelah selesai dengan sarapan adinda dan rey bersiap untuk berangkat karena jam sudah menunjukan pukul 7:20
“Rey,,, aku duluan ya,” ucapnya dan ingin mengambil tangan pria itu
Rey yang kebingungan hanya menyerahkan tanganya, adinda menyalimi rey membuat rey sedikit tersentak dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu
“Din,, kamu mau kemana?” Tanya rey yang berhasil menghentikan langkah adinda
“Kekantor” jawabnya singkat
“Kita berangkat bareng!”
“Aahhh,, no rey, aku gak mau ada gosip diantara kita” jelasnya membuat rey mendengus kesal
“Kamu istri aku, apapun yang akan mereka katakan aku tidak peduli” ucapnya membuat adinda tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh boss sekaligus suaminya itu
dengan langkah cepat rey mendekati adinda dan menarik tangan sang istri, adinda menghentikan langkhnya membuat rey melihat kearah adinda dengan wajah yang sedikit masam
“Apa kau malu jika banyak orang yang tahu jika kita merupakan suami istri?” Tanya pria itu membuat adinda terkejut dengan apa yang dikatakan oleh rey
“Bukan begitu reyyy,,, lihatlah kau belum memakai dasi” ucapnya kesal
Adinda kembali kekamar mereka mengambil dasi rey ada diatas kasur lalu kembali dimana rey menunggu dirinya
Adinda memasangkan dasi membuat rey menggigit bibir bawahnya menahan senyum karena adinda begitu perhatian padanya bahagia tentu saja rey begitu bahagiaa
Wajah mereka begitu dekat, membuat jangung rey bertedak begitu cepat
Cuuuppp
Rey mencium bibir adinda singkat membuat adinda tersentak dan diam mematung, rey juga terkejut dangan apa yang sudah ia lakukan
Ia mengumpat dirinya takut jika adinda menghindarinya setelah ini
Melihat adinda hanya berdiam diri, rey manarik tangan gadis itu lembut dan mengajak gadis itu pergi kearah mobil dimana mobilnya sudah disiapkan
Didalam perjalan adinda hanya diam, ia masih gugup karena rey yang sudah secara tiba-tiba mencium dirinya
Adinda melihat kearah rey yang saat ini sedang mengemudi, hari ini rey tidak bersama sopir pribadinya karena permintaan dari rey sendiri
rey dan adinda sampai dikantor dimana semua orang sudah berjalan berlalu lalang, jam sudah menunjukn pulul 8:15 yang artinya adinda telat 15 menit
Adinda keluar lebih dulu dan meninggalkan sang suami diparkir membuat rey hanya bisa melihat punggung gadis itu yang semakin menjauh dengan gelengan kepala
“Pagi bu adinda” sapa beberapa karyawan yang ia lewati
“Pagi semuanya” ucap adinda dengan senyuman manis dan menaiki lift karyawan untuk pergi keruanganya
“Hhuuchhhh” adinda menghembuskan nafasnya kasar dan duduk dikursi kerjanya lalu menghidupkan komputer yang ada diruangan itu
Rey berlajan dengan wajah datarnya menuju ruangan miliknya, banyak orang yang menunduk hormat kearah pria tampan itu
Sedangkan ia selalu menatap lurus dan sekali mengangguk kearah para karyawan
Tookk
Tokk
“Tuan,, maaf ini agenda untuk hari ini” ucap sang asisten tommy yang membawa berkas yang sudah ia siapkan
Rey mengambil berkas itu dan melihatnya dengan teliti, pria itu lalu mengangguk mengerti
“Tom, bagaimana dengan membatalan kontrak dengan perusahaan MAHARDIKA?” Tanyanya tanpa mengalihkan perhatianya pada berkas dihadapanya saat ini
“Semua sudah saya urus tuan” jawabnya dengan membungkukan sedikit badannya
“Baguss, kamu bisa keluar dan tolong panggilkan adinda untuk keruangan saya”
“Baik tuan” tommy keluar dari ruangan rey dan langsung pergi keruangan adinda
Tok
Tok
“Masukk” saut gadis cantik yang masih sibuk dengan komputer miliknya
“Adinda.. kamu dipanggil pak bos”
“Ohhh Okk kak meluncur” ucapnya sedangan tommy hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh adinda
Adinda berjalan keruangan rey dan mengetuk pintu seperti biasa, gadis itu selalu bersikap profesional meskipun kini rey sudah menjadi suaminya
“Bapak manggil saya?” Rey melihat keraah adinda dan tersenyum membuat adinda juga tersenyum
“Makan siang hari ini kamu mau apa?” Tanya rey membuat adinda melonggo dengan apa yang ditanyakan oleh rey
Happy reading💫💫💫💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan