seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Rasa Tidak Terima Beruang Hitam
Yuda menelan ludah dengan susah payah, ia tidak mengira kalau istri nya sedang berganti pakaian dengan pakaian yang di beli nya, di zaman modern, awal nya Yuda tidak akan memaksa mereka di zaman ini, tapi tampak nya adik kakak itu memperhatikan suami mereka, dan menuruti nya.
“Kalau kayak gini aku bisa awet muda..!” gumam Yuda dengan hati-hati Yuda membuka pintu kamar, dan kebetulan saat itu keduanya masih memakai setengah pakaian.
Aaa..!!,
Spontan Kirana berteriak saat melihat kepala suami nya nongol dari balik pintu, tapi Leni segera membekap mulut adik nya, yang berisik itu. “Maaf mas, kami sedang berganti pakaian,” ucap nya malu-malu.
“Oh, tidak papa kalian lanjut saja, aku akan menunggu...!” jawab Yuda santai padahal Leni memikirkan nasib suami nya, bagaimana bisa baik-baik saja.
Leni mengangguk lalu menyuruh adik nya untuk segera memakai semua pakai nya, dan setelah selesai Leni langsung duduk di atas pangkuan suami nya sambil melihat kondisi suami nya. “Mas,, kamu kok gak papa–...
“..Terus maksud kamu aku harus celaka sayang, tega banget..!” ucap Yuda sambil memelas.
Leni langsung menunduk malu karena ia salah bicara. “Eh-... Maksud Leni tadi kami dengar kalau Genk beruang Hitam ngamuk, dan mas nggak papa kok bisa,” Leni merasa bingung untuk bertanya apa kepada suami nya.
Yuda yang sebenarnya paham maksud istri nya mengangguk, memang Genk beruang Hitam yang terkenal beringas itu kalau secara logika akan mudah mengalahkan Yuda yang di anggap manusia biasa, tapi kemampuan Yuda tidak ada yang tahu.
“Ehehe, aku paham sayang! Aku cuman beberapa kali menghajar lalu membunuh Arya itu,” jawab nya, juga tak panik.
“Mem-bunuh..!” Kirana melotot tak percaya, menatap ke arah suami nya! Arya memang bukan orang baik bahkan sering kali memainkan wanita begitu saja, tapi pemuda itu berbuat seperti itu, karena memiliki bekingan yang kuat dari ayah nya, yang seorang pengawal istana.
“Kalian tenang saja, kalau pria itu juga berani datang! Maka nasib nya tidak akan lebih baik dari putra nya itu,” ujar Yuda dengan jejak mata serius dan rahang yang mengeras, ia sudah muak dengan anggota pemerintahan yang selalu mengandalkan pangkat sosial untuk mengancam orang lain.
Sudah cukup di zaman modern yang di ancam, dan hidup seperti peliharaan orang yang berkuasa. “Aku gak akan ragu walau dia anggota pemerintahan,” lanjut Yuda.
Leni pun hanya membala dengan senyum, lalu mencium mesra suami nya. “Kalau kamu emosi Leni siap buat menjadi penenang kamu mas.”
Yuda juga tidak sungkan mengangkat tubuh Leni lalu membaringkan di tempat tidur, Kirana sempat terkejut melihat aksi itu dan ia hendak menyingkir keluar.
Srekk.!!,
Namun baru beberapa langsung tangan nya di tarik oleh Yuda lalu membuat nya juga jatuh di atas tempat tidur di samping kakak nya. “Ma-mas, apa boleh seperti ini,” gumam nya gugup.
“Siapa yang berani melarang, maka akan aku bunuh dia,” ujar Yuda langsung menyerbu bibir ranum milik istri kedua nya.
Tapi tangan Yuda juga tidak diam saja, karena tangan nya me*emas gunung gembar milik istri pertama nya membuat kedua nya menggelinjang karena menahan sensasi yang begitu luar biasa.
Dannn... Permainan yang seharusnya di lakukan itu akhirnya tercipta di saksikan oleh bulan yang menjadi saksi bisu mengintip lewat jendela.
~
Waktu malam seperti cepat berlalu, bulan yang begitu terang, bintang yang begitu gemerlap membuat malam di zaman ini terasa dingin walau tanpa tumbuhan dan hewan yang banyak.
Tengah malam yang sunyi di lembah Yoman para orang-orang Genk beruang Hitam berhenti, karena kaki mereka sudah tidak kuat untuk berjalan setelah seharian lebih berjalan, mereka datang dari kota dan saya sudah sampai di pukuli hingga harus pulang lagi dengan berjalan kaki.
“Bo-bos, bagaimana sekarang! Kita tidak bisa melawan pemuda itu, bahkan tuan muda Arya sudah terbunuh, apakah kita jujur pada pak Abraham...” tanya seorang dari Genk beruang Hitam sambil membawa wakil beruang Hitam yang juga sama terbunuh.
“Tidak perlu melakukan apapun, cukup kirim pemuda tak berguna ini! Kita telah salah menyinggung orang seperti itu, justru cunguk Abraham yang harus mati menggantikan nyawa anggota Genk kita,” ucap Abraham di selimuti rasa emosi yang besar.
“Sebentar lagi kita sampai di markas, setelah mengirim pemuda ini, kita jangan pernah berurusan dengan pemuda itu, aku merasa kalau dia itu bukan pemuda biasa,,,Uhuk..!” Tutur Beruang Hitam sambil memegangi dada nya, yang terasa begitu sesak setelah pertarungan terakhir dengan Yuda.
“Ba-baik bos!”
mereka kembali berjalan hingga sampai di markas, mereka di sambut oleh puluhan orang yang langsung berbondong bondong datang untuk melihat apa yang terjadi sampai bos mereka pulang tengah malam seperti ini.
“Ke-kenapa bos, kenapa ini bisa terjadi,” satu orang dengan perawakan tinggi dan tubuh kurus datang membawakan kain besar dan juga air bersih, sedangkan yang lain mengurus Arya sesuai perintah Beruang Hitam.
“Bawa Joker pergi untuk di makamkan, jangan sampai ada yang tahu tentang kejadian ini, atau kita akan di serang oleh Genk lain, karena telah kalah oleh pemuda dari desa..!” pesan Beruang Hitam langsung mendapat jawaban serentak dari semua anggota nya.
“Siap bos!!”
Setelah selesai dengan urusan anggota nya, Beruang Hitam masuk ke dalam markas nya, dirinya masih belum paham! Dirinya kalah hanya dengan satu gerakan pemuda itu, jelas Yuda bukan lah orang yang sangat gampang di kalahkan. “Dia sudah sangat menjadi ancaman, tapi aku tidak bisa melawan nya untuk saat ini.”
Beruang Hitam memejamkan mata nya berharap bisa sedikit istirahat, karena tubuh nya, yang biasa anti rasa cape dan lelah, tiba-tiba merasa ingin tidur dengan nyaman di atas tempat tidur, setelah tekanan Yuda tubuh nya seperti tak punya energi lagi.
“Arghh.!!! Makhluk apa sebenarnya dia itu,,, apakah pemuda desa bisa sekuat itu, bahkan dia ahli bela diri,” dengan frustasi Beruang Hitam membanting yanga Dandi markas nya.
Selama karir nya menjadi ketua Genk yang paling di segani di lembah Yoman ini, bahkan hanya orang desa harus berlutut di depan nya agar bisa di ampuni nyawa, tapi kini kejadian itu malah berbalik pada nya, dirinya hampir mati, dan memohon untuk di berikan kehidupan pada orang desa.
“Aku pasti akan balas kejadian hari ini...!! Yuda Gusti,,, tunggu saja waktu pembalasan ku, aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang di dunia ini... Hahahaha..!!”
~
**Kalau mau permainan Yuda nya gak di skip, kasih banyak view dulu lah...! Wkwkw, gak bahaya tah..becanda ya**...