Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.
Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.
Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan Bersama Delvin
Sudah hampir sebulan Indira tinggal sendirian di apartemennya yang setiap malam sabtu kebalik kerumahnya. Memiliki kehidupan yang bisa di bilang ganda Indira tidak merasa kesulitan malah dia menikmati
setiap momen yang di jalankan.
Hari sabtu ini Indira sudah berada di rumahnya yang sepi. Ayah dan bang Nandro pergi keluar kota untuk perkembangan bisnis sedangkan bunda tiba-tiba kerumah sakit ada pasien darurat dan bang Nandra berlibur menimati hari sabtu bersama
pacarnya.
Sudah biasa ditinggal sendirian Indira tidak pernah mengeluh ataupun marah. Dia memaklumi setiap kesibukan keluarganya karena Indira merasa saatnya tiba dia akan memiliki kesibukan yang dialami keluarganya.
Indira yang tinggal sendiri memilih menonton film horror terbaru yang baru rilis di Neflix. Saat tengah asik menonnton filmn horror tiba-tiba ponselnya bordering. Ada panggilan masuk yang menganggunya.
“APA!” Indira masih serius dengan filmnya tanpa melihat nama yang menelepon.
“Siang Ra.” Terdengar suara lelaki dari sebrang.
Mendengar suara yang tidak asing di telinganya, Indira melihat nama penelepon Delvin. “Aish, ku kira Tyas yang biasa menganggu ternyata bukan.” Gumam Indira pelan.
“Siang juga Vin.” Sahut Indira lembut bukan seperti pertama menjawab telpon tadi.
“Sedang apa Ra, sepertinya aku menganggu kamu ya” Tanya Delvin yang merasa Indira menjawab tadi kesal.
“Nggak ganggu Vin, ini lagi nonton film horror sih. Maaf ya tadi aku langsung angkat terlihat kesal, soalnya ku kira Tyas tadi hehehe.” Jelas Indira cegegasan.
“Aturan aku minta maaf Ra ganggu kamu nonton hehehe. Btw Ra aku mau ajak kamu jalan hari ini, kamu bisa Ra?” Sahut Delvin cegegasan.
“Bisa Vin.” Kata Indira singkat.
“Kalau gitu nanti ku jemput di tempat biasa jam lima sore ya Ra. Sampai nanti” Ujar Delvin.
“Baik Vin.” Kata Indira menutup telpon.
Seperti janji Delvin mengajak Indira jalan di sore hari kini mereka berdua sudah sampai di salah satu mall. Delvin mengarahkan motor beath berwarna hitam ke parkiran.
“Sudah sampai kita Ra.” Delvin tersenyum di balik helmnya.
Indira turun dari motor beath milik Delvin dan membuka helm yang ada di kepalanya. Delvin melihat Indira sedikit kesulitan membuka helm yang ia kenakan. Delvin tersenyum melihat wajah Indira yang kesal dengan helm tersebut.
“Isshhhh, susah amat buka helmnya. Helmnya kekecilan nih.” Kesal Indira.
“Sini ku bantu buka helmnya Ra.” Kata Delvin sambil tersenyum kecil.
“Ha, nggak usah Vin. Aku bisa sendiri tapi agak susah.” Sahut Indira masih berusah melepas helmnya.
“Nah, terbuka sendirikan Vin. Ini helmnya.” Sambung Indira.
“Itu rambut kamu jadi berantakan Ra.” Kata Delvin melihat rambut Indira.
“Tunggu dulu ya Vin, aku mau sisir rambut biar rapi.” Ujar Indira berjalan ke depan kaca spion.
Sekarang Delvin dan Indira sudah masuk ke dalam mall yang padat di hari sabtu. Indira melihat-lihat sekelilingnya begitu banyak kaum anak muda yang bergandengan tangan.
“Kita langsung nonton atau mampir ketokoh baju Ra?” Delvin membuka suara lagi.
“Langsung nonton saja Vin. Nanti kelamaan pulang.” Balas Indira yang takut kelamaan pulang.
Hari sabtu sore Indira mengabiskan waktunya nonton bioskop bersama Delvin. Tidak mau berlarut dalam masa lalu kini Indira berani membuka hatinya kembali. Mereka berdua berjalan mencari biosokop yang ada di lantai paling atas. Memilih film yang akan ditonton dan memesan popcorn dan minuman.
Tidak ada suara ataupun obrolan saat film sedang berjalan hanya ada suara dari layar dan bunyi makan kecil saja. Indira dan Delvin terlalu fokus saat menonton film atau merasa cangguh satu sama lain. Tak Terasa film yang berdurasi 1 jam 53 menit sudah berlalu begitu saja.
Delvin melirik jam tangannya sudah pukul 7 malam, Delvin mengajak Indira makan sebelum pulang. Sekarang mereka sudah berada di depan tempat makan yang berada di dalam mall dan mencari tempat duduk yang masih kosong.
Waiterss yang bekerja disitu langsung menghampiri meja yang ditempati Delvin dan Indira.
“Mau pesan apa Mas?” Tanya waiters situ ramah.
“Ra kamu mau pesan apa, milih saja” Kata Delvin memberi menu makanan dan minuman.
“Saya pesan nasi goreng spesial dan milo on top.” Kata Indira saat melihat menu yang ada.
“Saya pesan nasi goreng spesial dan fruity lemon squash.” Sambung Delvin setelah Indira memesan.
“Nasi goreng spesial dua, milo on top satu dan fruity lemon squash satu. Ditunggu pesanannya mas dan mba.” Kata waiterss membaca pesanan yang ditulis tadi.
Selang beberapa menit makanan yang dipesan tadi telah disaji di meja mereka.
“Ini pesanan mas, mba. Kalau ada pesanan yang lain bisa dipanggil.” Kata waitterss sambil mensajikan makanan dan minuman.
“Baik mba. Terimakasih.” Sahut Delvin dan Indira hanya tersenyum.
“Silahkan makan Ra.” Kata Delvin saat waittterss sudah pergi.
Indira hanya menganggukkan kepala. Mereka berdua dengansantainya menyantap makanan dengan lahap. Setelah selesai makan Indira merasa kebelet buang air kecil dan dia menyuruh Delvin menunggu sebentar.
Indira buru-buru berjalan ke dalam toilet dan tiba-tiba saja ada seorang lelaki yang baru keluar dari toilet tidak sengaja menabrak tubuh Indira hingga membuat Indira terjatuh.
Brukk!
“Aww!” Pekik Indira.
Lelaki tersebut memberikan uluran tangannya untuk membantu Indira berdiri dan dia menerima uluran tangan lelaki tersebut tanpa menyadari siapa lelaki itu. Masih belum melihat wajah lelaki itu langsung menepuk-nepuk celananya yang kotor.
Indira mendongkan kepala untuk melihat wajah lelakii tersebut dan betapa terkejutnya melihat sesosok Andris yang telah menabrak tubuhnya tadi.
“Kau!” Ucap Indira terkejut.
Sedang lelaki itu tidak memasang wajah terkejut sama sekali. “Kenapa selalu jumpa sama kau sih. Kemana dan dimana harus kali ada kau atau jangan-jangan kau pasang gps di ponsel ku kemarin biar bisa ikuti aku kemana pun aku pergi? Iya kan!” Sambung Indira penuh selidik.
“Garis takdir!” Kata Andris menggelengkan kepalanya.
“Garis takdir apaan, yang ada garis bawa jangan dekat-dekat sama senior horror.” Sahut Indira masih penasaran.
“Ngapain disini?” Tanya Andris tanpa memperdulikan omongan Indira.
“Aduh aku lupa, aku mau buang air kecil. Karena kau sih, aku jadi lupa tunjuanku.” Kata Indira dan langsung masuk ke dalam toilet perempuan.
Selang beberapa menit Indira keluar dari toilet perempuan dan melihat masih ada Andris menunggu sambil bersandar di dingin. Tanpa menoleh Indira berjalan saja tapi ditahan oleh Andris.
“Ada apa lagi dan lepas itu tangan!” Kata Indira kesal.
“Pulang sama.” Ujar Andris sambil menarik tangan Indira.
“Ogah. Aku pulang sama Delvin lah, orang aku kesini sama dia dan dia masih nunggu aku disana.” Kata Indira menarik tangannya.
Mendengar nama Delvin, Andris langsung melepas tangan Indira dan berjalan meninggalkan Indira sendirian tanpa kata pamit.
“Dasar senior horror main pergi saja!” Teriak Indira melihat kepergian Andris.
----------------------
Bagi pembaca yang baik hati tolong beri dukungan buat author ☺️☺️ dengan cara :
saran/komen...
Like
Vote
Favorit
Vote
Bintang Lima/rate lima
kalau ada rejeki boleh kasih tip seberapapun buat authornya☺️☺️
Terimakasih, Salam hangat dari The Gangster Boy❣️
next kk semngt💪💪
Next kk,,,semangat kk buat nulisnya