Instagram. @kimyuli
*****
kisah ini bercerita tentang ruby jingga. gadis indigo yang memiliki penglihatan yang sama seperti ibunya, seorang indigo. ruby sudah memiliki mata indigo nya sejak lahir tapi sayang mata indigo ruby tertutup sejak usianya yang masih kecil dan saat waktu ruby sudah menginjak usia 12 tahun mata indigonya terbuka kembali. itu membuat ruby terkejut dan takut melihat roh roh.
ruby sering di bilang anak pembawa sial oleh orang-orang dan juga sering di pangil gadis gila oleh teman teman sekolah nya. ruby sudah terbiasa dengan hal omongan orang lain padanya tapi terkadang ruby sakit hati dan juga sedih. sampai sekatang ruby masih takut sama hantu yang menyeramkan dan membuat dia kaget.
ruby mempunyai teman yaitu 7 kaisar tampan yang sudah menjadi hantu, walaupun seperti itu mereka bertujuh selalu melindungin nya setiap saat. ya walau pun berisik. tetapi suatu saat ruby pergi ke abad seratus tahun yang lalu dimana ketujuh kaisar tampan ini masih hidup. ruby harus mengubah semuanya kehidupan di masa lalu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marin Nana Vitalis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
ruby melambai lambaikan tangannya di depan wajah rehan, karena rehan tak henti menatap nya dengan tidak berkedip.
"hy berhentilah menatap permaisuri ku jangan bilang kau juga suaka dengan permaisuri ku ini". ucap jin.
"ngapain sih lo". ucap rehan ketus.
"lo ngapain ngeliatin gw". tanya ruby.
"ga usah geer". elak rehan.
"udah menatapnya dan sekarang dia ga mau ngaku keterlaluan". ucap jin.
ruby menghelas nafas pendek tidak tau sedang bicara dengan manusia apa yang mengajak ruby bicara.
"ruby. lo pulang bareng gw, gw di suruh tegar, tegar di suruh bokap lo. katanya mobil bokap lo masuk bengkel, dan dia nyuruh tegar buat nganterin lo pulang biat lo ga. nunggu lama". ucap rehan panjang lebar dengan cepat tapi lawan bicaranya hanya tersenyum.
"ngapain lo nahan berak?". tanya rehan.
"pasti ini perbuatan jin lagi. sepertinya jin sengaja ingin gw pulang bareng sama tegar". pikiran ruby.
ruby menggelengkan kepalanya.
"baru kali ini liat lo ngomong panjang lebar dan juga cepat ".ucap ruby.
"gw baru sadar apa yang di katakan ruby memang benar, baru kali ini diri gw berbicara panjang lebar pada perempuan". pikiran rehan.
belum sempat rehan membelah perkataan ruby, seorang yang di depan kelas berteriak.
"woy".
"kita free class sampei pulang".
ketua kelas ruby sudah berbicara begitu, tidak sampai tiga detik. pasti kelas sudah menjadi pasar, sangat berisik.
rehan dan ruby termaksud jin sama sama menghelas nafas panjang. ruby dan jin sama sekali tidak suka dengan keributan di kelas termaksud rehan juga.
"menyebalkan telinga ku sakit karna keributan ini, lebih baik aku pergi dari sini dari apa mendengar teriakan mereka yang menyebalkan ini". ucap jin
jin pun memilih untuk pergi dari kelas ruby dari pada telinga nya kesakitan, sedangkan ruby memilih untuk membaca novel kesukaan nya yang selalu ia bawa kesekolahan untuk menghilangkan suntuk dan rehan hanya memainkan ponsel nya, entah bermain apa.
tari dan caca berjalan melewati pintu kelas lalu menghampiri meja ruby.
"ruby jangan lupa entar". ucap tari.
"yang dekat sekolah". ucap caca sambil mengedipkan matanya sedangkan ruby hanya tersenyum manis.
"kemana?". tanya rehan setelah tari dan caca pergi dari hadapan nya.
"ke cafe". jawab ruby.
"ngapain?". tanya rehan lagi.
"ko jadi kepo". ucap ruby.
"gw di suruh tegar jagain lo, pulang bareng lo kalau lo ga ada alasan gimana gw ngomong nya ke tegar gimana". tanya rehan.
"barusan caca sama tari ngajak gw ke cafe dan gw udah bilang iya, terus pulangnya di anterin kok sama dia". jawab ruby lalu tersenyum.
"oh". ucap rehan singkat.
"rasanya gw pengen nyasar ini wajah si rehan". pikiran ruby.
************
ruby, tari, dan caca sudah berada di cafe tapi sayang lin tidak ikut karna ada urusan mendadak dengan ayah nya. mereka sedang berbicara dan sesekali tertawa sebelum waiters membawakan minuman mereka.
ruby menghabiskan minumannya setelah selesai berbasa basi dengan caca dan tari.
tidak lama penglihatan ruby tiba tiba buram dan gelap kemudian ruby pingsan.
ruby mengejapkan matanya berkali kali, ruby sama sekali tidak mengenal tempat ini.
"kenapa tempat ini kotor berdebu dan banyak barang barang bekas, dan kenapa kini tangan dan kaki gw di ikat di kursi. seperti nya ini di gudang tapi siapa yang tega melakukan ini terhadap gw". pikiran ruby.
ketika ruby yang sedang berkutik dengan pikirannya, dua orang perempuan datang menghampiri nya dengan membawa pisau dan ternyata itu tari dan caca.
"gw tidak salah liat kan? apa lagi masalah gw dengan mereka berdua? bukanya tadi mereka sudah minta maaf terhadap gw?". pikiran ruby yang penuh pertanyaan.
"kenapa? kaget?". tanya caca dengan senyum licik nya.
"kalian mau ngapain?". tanya ruby balik sedikit takut karena tari dan caca membawa pisau di tangannya.
"bunuh lo". jawab caca.
"lo pikir kita beneran minta maaf gitu sama lo". tanya tari.
"jadi kalian cuman pura pura". tanya ruby dengan mata yang berkaca kaca.
"iya lah, setelah lo buat kirana mati dan malu malu in kita berdua di depan semua murid murid lain, kita bakalan minta maaf begitu saja sama lo? dan satu hal lagi kita tidak berpura pura, lebih tepat nya sih kita penghianat ya?". ucap tari sambil melirik ke arah caca lalu tertawa kencang.
"seharusnya gw mendengarkan perkataan jin dan ikut pulang bersama rehan juga tegar". pikiran ruby.
ruby tidak menyangka ruby akan merasa kecewa telah memaafkan mereka berdua dengan sangat tulus, dan balasan mereka ini bagaikan air susu di balas denagn air tuba.
ruby menangis dalam diam menunduk kepalanya ke bawah melihat sepatunya, caca sudah maju duluan ke arah ruby dengan pisau nya.
"Agrhh".
ruby pun mengangkat wajahnya dengan mata melotot.
"gw tidak salah liat kan? caca sudah tergeletak di lantai dengan darah yang mengalir di punggungnya". pikiran ruby.
ruby melihat ke arah belakang caca dan tari.
"barusan hantu itu? kenapa dia menolong gw? ah. sudahlah seharusnya gw bersyukur". pikiran ruby.
"lo yang buat caca mati kan?". tanya caca menuduh ruby.
"tangan dan kaki gw di ikat gimana gw mau bunuh caca". tanya balik ruby.
"coba liat belakang lo". ucap ruby
tari yang penasaran langsung membalikan tubuhnya ke belakang dan.
jleb!
pisau sosok hantu itu menancap tepat di jantung tari, dara segar mengucur di dada tari. hantu itu kemudian mengeluarkan pisau nya perlahan lahan dan membuat tari merasakan sakit yang tidak bisa di bayangkan, tari tersungkur ke lantai dengan mata melotot.
hantu itu tersenyum puas seperti telah membunuh semut semut yang telah menghalangi jalannya. hantu itu kembali berjalan mendekati ruby dengan pisau yang di lumuri darah.
sayang dugaan ruby salah, ternyata hantu itu masih menginginkan ruby mati. tapi hanya di tangannya ruby mati.
hantu itu akan membunuh siapapun yang akan membunuh ruby, karena hanya dia yang boleh menyakiti dan membunuh ruby di tangannya tampa campur yanga orang lain.
ruby menekan kan matanya ketika hantu itu mulai mendekatinya.
"gw mohon siapa saja yang datang tolong gw". pikiran ruby yang berharap ada yang menolongnya.
suara pintu gudang yang terbuka sangat keras membuat ruby membuka matanya dan melihat ke sumber suara.
orang yang di harapan kan ruby datang.
"ruby". teriakan jin.
"jin". ucap ruby lemas
saat jin menemukan ruby terikat di kursi dan mayat tari dan caca yang sangat mengenaskan, di tambah lagi hantu itu yang mulai mendekat ke arah ruby.
dengan cepat jin berlari dan menusuk hantu itu dengan pisau yang di bawa nya di bagian punggung.