NovelToon NovelToon
Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

PERINGATAN!! HANYA UNTUK DEWASA.

Mina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berbaring di atas ranjang empuk dan lembut, perlahan Mina pun menyadari jika dirinya telah menjalani transmigrasi seutuhnya pada tubuh seorang wanita yang menjadi ibu tiri jahat.

Mina yang memiliki hati selembut Hello Kitty mana berani melakukan kekerasan pada anak kecil, apalagi pada anak lucu yang menjadi anak tirinya, Mina pun mengambil keputusan jika dirinya akan menjadi ibu tiri yang baik untuk mengambil hati anak tirinya, nyatanya bukan hanya anak tirinya yang terpikat. Bahkan suami dari pemilik tubuh ini malah terpikat padanya, Mina yang maniak pria tampan jadi bingung dengan posisinya saat ini.

Apa yang harus Mina lakukan? Tanpa sadar suaminya telah terpikat pada Mina, padahal tujuan Mina hanyalah mengambil hati anak tirinya bukan suaminya itu? Ikuti kisah selanjutnya, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siaran Langsung Mina

Siang harinya, atmosfer di dalam penthouse mewah itu terasa jauh lebih tenang dan sepi setelah Arsenio berangkat ke kantor untuk mengurus pekerjaannya yang sempat tertunda. Kini, di dalam kediaman luas tersebut, praktis hanya tersisa Mina, Gino, dan beberapa pelayan yang bekerja di area belakang.

​Mina memanfaatkan waktu senggang ini untuk bersantai di ruang keluarga. Dia duduk dengan nyaman di atas sofa berbulu yang empuk, meluruskan kakinya sambil menatap ke arah ponsel pintar yang sengaja dia dirikan menggunakan sebuah penyangga di atas meja kopi. Ternyata, wanita berjiwa bebas itu sedang melakukan siaran langsung atau live di salah satu akun media sosial miliknya.

​Sebagai seorang selebgram dengan jumlah pengikut yang cukup banyak Mina terkejut melihat angka penonton live-nya yang melonjak tajam dalam hitungan menit.

​"Wah, gila... banyak banget yang gabung. Halo semuanya! Selamat siang!" sapa Mina ceria, melambaikan tangannya ke arah kamera depan ponselnya dengan gaya yang sangat santai dan berenergi.

​Kolom komentar langsung berjalan dengan sangat cepat, dipenuhi oleh berbagai reaksi dari para netizen. Banyak sekali komentar yang masuk justru memuji penampilan alami Mina siang ini. Pasalnya, dia sama sekali tidak menggunakan riasan wajah atau make-up sedikit pun, rambut karamelnya hanya di cepol asal-asalan ke atas, dan dia hanya mengenakan dress rumahan yang santai.

​“Kak Alicia kenapa makin cantik banget sih pas bare face gini? Gak kuat liatnya!”

​“Skincare-nya apa Kak? Tolong spill dong, mukanya glowing parah padahal gak pake bedak.”

​Mina tertawa renyah membaca pujian-pujian tersebut. Jiwa sembrono nya langsung meronta untuk membalas dengan candaan.

"Spill skincare? Rahasianya cuma satu, Guys. Bangun tidur langsung cuci muka pake air wudu, terus banyak-banyak sabar menghadapi cobaan hidup yang penuh plot twist ini," jawab Mina asal, membuat kolom komentar langsung dipenuhi oleh emoji tertawa.

​Namun, di tengah-tengah keasyikan Mina berinteraksi dengan para penggemarnya, sebuah suara tangisan yang cukup kencang tiba-tiba terdengar memecah keheningan dari arah koridor kamar.

​"Hiks... M-Mama... Mama mana... hiks..."

​Mina langsung tersentak kaget, rasa paniknya seketika bangkit. Dia menoleh ke arah sumber suara dan melihat salah seorang pelayan rumah tangga tengah berjalan tergesa-gesa ke arah ruang santai sambil menggendong Gino yang sedang menangis sesenggukan. Wajah bocah gemas itu tampak memerah dengan air mata yang membasahi pipi gembilnya. Rupanya dia baru saja terbangun dari tidur siangnya dan langsung panik karena tidak mendapati Mina di sampingnya.

​"Sini, Mbak, biar sama saya aja," ucap Mina cekatan.

​Mina langsung menyambut Gino dengan hangat, mengambil alih tubuh bongsor bocah berusia tiga tahun itu ke dalam dekapan dadanya. Dia mendudukkan Gino di pangkuannya, lalu mengusap punggung bocah itu dengan gerakan naik-turun yang lembut sembari membisikkan kata-kata penenang tepat di telinganya.

​"Cup, cup, cup... anak gantengnya Mama jangan nangis lagi, dong. Ini Mama di sini, sayang. Tadi Mama cuma pindah ke depan sebentar kok, gak ninggalin Gino. Jangan takut ya," bujuk Mina dengan nada suara yang sangat lembut dan keibuan, berbanding terbalik dengan gaya bicaranya saat mengomeli Arsenio tadi pagi.

​Mina sama sekali tidak menyadari bahwa seluruh interaksi manis, tulus, dan penuh kasih sayang itu tertangkap dengan sangat jelas oleh kamera ponselnya yang masih menyala. Ribuan orang yang sedang menonton siaran langsungnya mendadak dibuat heboh luar biasa. Kolom komentar yang tadinya berjalan santai, kini mendadak melesat bak roket dengan berbagai macam pertanyaan yang menuntut kejelasan.

​“Eh?! Itu suara anak kecil? Kak Alicia punya anak?!”

​“Demi apa Kak Al udah nikah?! Kok gak pernah go public sih?”

​“Seriusan itu anaknya? Lembut banget suaranya pas nenangin, fix insting ibunya dapet banget!”

​Pertanyaan-pertanyaan serupa terus bermunculan tiada henti hingga layar ponsel Mina dipenuhi oleh rasa penasaran netizen. Begitu Mina kembali menatap ke arah layar, dia sempat tertegun melihat kehebohan yang terjadi. Otaknya yang cerdas langsung bekerja cepat menganalisis situasi dan privasi ini.

​Mina buru-buru memposisikan tubuh Gino agar membelakangi kamera. Dia sengaja menyembunyikan wajah mungil Gino di ceruk lehernya, memastikan bahwa privasi anak tirinya itu tetap terjaga dengan aman dari konsumsi publik. Gino sendiri tampaknya sangat menikmati usapan lembut Mina di punggungnya, bocah itu perlahan berhenti menangis dan memilih untuk menyandarkan kepalanya yang terasa berat di pundak Mina, mulai tenang kembali.

​Setahu Mina dari sisa-sisa ingatan Alicia, pernikahan wanita itu dengan Arsenio memang digelar secara sangat tertutup dan rahasia. Hanya pihak keluarga inti dan beberapa kolega bisnis tingkat atas saja yang mengetahui status pernikahan mereka. Arsenio yang berdarah dingin dan cuek sengaja menyembunyikan pernikahan ini karena tidak menyukai publikasi berlebih, apalagi menikah dengan modelan seperti Alicia.

​Mina tentu saja tidak ingin membuat skandal besar yang bisa menghancurkan ketenangannya. Biar bagaimanapun, posisinya saat ini adalah seorang selebgram yang gerak-geriknya disorot, dan suaminya adalah seorang CEO raksasa yang pengaruhnya sangat besar di dunia bisnis. Bisa gawat dan bahaya luar biasa jika sampai kehidupan pribadi mereka terbongkar ke publik dan memicu kehebohan media massa.

​Mina menarik napas dalam-dalam, lalu melempar senyuman manis dan profesional ke arah kamera ponselnya, mencoba bersikap seolah-olah semuanya terkendali meskipun batinnya sempat ketar-ketir terkejut melihat banyaknya komentar yang masuk.

​"Oke, oke, Guys. Ramai banget ya kolom komentarnya sampai pusing aku bacanya," ucap Mina sambil terkekeh pelan, mencoba mencairkan suasana.

"Karena kalian semua udah terlanjur dengar dan penasaran banget, ya udah deh, aku jujur aja ya."

​Mina menjeda kalimatnya sejenak, membetulkan posisi duduknya agar Gino tetap nyaman dalam dekapannya.

"Iya, benar. Aku sebenarnya memang sudah menikah, dan bocah gemes yang lagi nempel kayak perangko di pundak aku ini adalah putraku."

​Pengakuan blak-blakan dari Mina itu langsung memicu gelombang komentar baru yang jauh lebih heboh. Ribuan netizen merasa patah hati sekaligus penasaran setengah mati mengenai sosok pria beruntung yang berhasil memenangkan hati seorang Alicia.

​"Tapi maaf banget ya, untuk urusan suami dan identitas putraku, itu sepenuhnya adalah privasi keluarga kecil kami. Aku gak bakal kasih tahu atau nunjukin wajah mereka ke publik. Aku cuma pengen kehidupan pribadi mereka tetap tenang tanpa kegaduhan media, jadi mohon pengertiannya ya, Teman-teman," jelas Mina dengan nada suara yang tulus namun tetap tegas, menetapkan batasan yang jelas bagi para penggemarnya.

​Meskipun Mina sudah memberikan penjelasan, rasa penasaran para penggemarnya tidak lantas surut begitu saja. Mereka justru mengalihkan fokus mereka pada interaksi manis antara ibu dan anak tersebut. Apalagi, di tengah-tengah penjelasan Mina tadi, beberapa kali Gino bergerak tidak nyaman karena posisi tidurnya terganggu. Pergerakan itu sempat membuat wajah mungil Gino terlihat dari sudut samping selama sepersekian detik di layar kamera, memperlihatkan pipi gembilnya yang kemerahan dan bulu matanya yang lentik.

​Mina yang menyadari hal itu langsung dengan cekatan membetulkan kembali posisi kepala Gino, mengeratkan pelukannya agar wajah sang putra kembali tersembunyi dengan aman di balik bahunya.

​“Aaaaa! Walaupun cuma kelihatan dari samping sekilas, tapi kelihatan ganteng dan menggemaskan banget anaknya Kak Al!”

​“Pipinya kayak bapau, pengen aku cubit deh rasanya!”

​“Kak, anaknya pinter banget ya, langsung anteng pas dipeluk ibunya. Beruntung banget suaminya.”

​Mina tersenyum geli membaca komentar-komentar pujian untuk anak tirinya itu. Ada rasa bangga yang aneh menyelinap di dalam dadanya saat orang-orang memuji kedekatannya dengan Gino. Cukup lama Mina duduk di sana, membagi fokusnya antara menjawab beberapa komentar umum yang tidak terlalu sensitif dan tetap mengelus kepala Gino dengan penuh kasih sayang.

​Hingga akhirnya, setelah sekitar tiga puluh menit berlalu, Gino mulai bergerak gelisah lagi di dalam pelukannya. Perut bocah itu mengeluarkan bunyi keroncongan kecil, menandakan bahwa waktu makan siangnya sudah tiba.

​"M-Mama... Ino... lapal..." bisik Gino pelan dengan suaranya yang masih terdengar agak serak khas bangun tidur, mendongak menatap Mina dengan mata bulatnya yang berair.

​Mina tersenyum manis, mengecup singkat puncak kepala Gino.

"Iya, sayang. Kita makan siang sekarang ya."

​Mina kembali mengalihkan pandangannya ke arah kamera ponsel, bersiap untuk mengakhiri sesi siaran langsungnya.

"Nah, Guys, berhubung pangeran kecil aku udah bangun dan perutnya udah demo minta makan, sepertinya live siang ini harus aku akhiri dulu ya. Makasih banyak buat semuanya yang udah gabung dan nemenin aku ngobrol siang ini. Sampai jumpa di live berikutnya! Dadah!"

​Mina melempar lambaian tangan terakhirnya ke arah kamera sebelum jari lentiknya menekan tombol merah untuk memutuskan siaran langsung tersebut. Begitu layar ponselnya menggelap, Mina mengembuskan napas lega yang cukup panjang, merasa bersyukur karena dia berhasil melewati situasi tidak terduga ini tanpa memicu skandal besar yang melibatkan nama suaminya, sang CEO berdarah dingin. Mina kemudian bangkit berdiri dari sofa, menggendong Gino dengan erat menuju ke arah meja makan untuk menyuapi putranya yang menggemaskan itu.

1
Dewiendahsetiowati
Mina bikin ngakak
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Terimakasih sih sudah mampir dan semoga suka yaa😍
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕☕
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪
Nadira ST
ntar Arsen cemburu Lo min
Potatoes 🥔
Semangat ya kak, suka banget 😍
Potatoes 🥔
Bagus kan
Nadira ST
bertahanlah mina punya suami kaya plus tampan🤣🤣🤣🤣
Nadira ST
udah bagus thor ceritanya gak bertele2💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mila
ceritanya bagus,seru
semngat update lagi ya kak
It's me Ri🥕: Aaaa..... Makasih sudah mampir yaa... Senang banget di komen begini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!