NovelToon NovelToon
Om Arlan Ternyata Suamiku

Om Arlan Ternyata Suamiku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:405.5k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa icha

Di pernikahan Rachel dan Arlan yang baru seumur jagung, Arlan mengalami hal tak terduga yang membuatnya di pisahkan oleh sang istri. Namun, takdir kembali mempertemukan mereka dalam kondisi yang berbeda.

****

Kehidupan Arlan sebagai Dokter terbilang lurus-lurus saja. Tidak pernah tersandung kasus apapun, apalagi tidur dengan wanita.
Namun kejadian malam itu ketika dia berniat menolong Rachel, anak dari keluarga pemilik rumah sakit tempatnya bekerja. Namun harus berakhir menjadi tuduhan berdasar dan membuat Arlan mau tidak mau harus menikahi Rachel.

Rachel terkenal cukup bermasalah, disebut pembuat onar dan tingkat kenakalannya diluar batas. Terbukti Rachel berniat menjebak seorang wanita yang sudah beristri agar tidur dengan pria lain yang merupakan orang suruhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Sudah 5 hari sejak Arlan datang ke Singapura dan sekarang adalah hari terakhir Arlan berada di sana. Sore ini Arlan menyempatkan datang menjenguk Haura di apartemen sebelum dia kembali ke Jakarta. Jadwal Arlan sangat padat sampai tidak sempat datang ke rumah sakit sesuai janjinya pada Haura. Sebelum keberangkatan mereka ke Singapura, Haura meminta agar Arlan menemaninya ke rumah sakit meskipun hanya 1 kali. Arlan mengiyakan permintaan Haura walaupun tidak bisa menjanjikan dia benar-benar bisa datang. Ternyata memang tidak ada waktu untuk menemani Haura.

Arlan menekan bel apartemen yang di tempati keluarga Haura selama berada di Singapura. Orang tua Haura langsung membukakan pintu dan mempersilahkan Arlan masuk.

Arlan menyerahkan paperbag bawaannya pada orang tua Haura. “Ada sedikit hadiah untuk Haura.”

“Terima kasih Dokter Arlan, maaf merepotkan. Haura sangat bahagia saat tau Dokter akan datang menjenguknya.” Ujar Melinda, Ibu Haura.

“Saya baru ada waktu datang kesini.”

“Dokter sangat sibuk, sudah menyempatkan datang saja kami merasa bersyukur. Silahkan duduk Dok, saya akan panggilkan Haura.” Melinda pergi ke kamar Haura dan membantunya mendorong kursi roda.

Penampilan Haura terlihat beda dengan make up tipis di wajahnya. Jika biasanya Haura tampil dengan wajah polos tanpa make up, kali ini dia secara khusus merias wajahnya karna Arlan datang menjenguknya.

“Dokter, apa kabar?” Tanya Haura dengan binar bahagia di matanya. Arlan memang tidak pernah menjanjikan apapun, bahkan hanya menganggapnya sebagai pasien, tak lebih dari itu. Namun Haura berharap lebih. Dia menginginkan Arlan menjadi orang yang paling spesial dalam hidupnya selain keluarga sendiri.

Arlan membalas sapaan Haura dengan senyum lembut. “Harusnya saya yang bertanya padamu. Bagaimana terapinya sejauh ini?”

Haura menggeleng pasrah. “Belum ada perubahan, untuk 2 minggu kedepan aku masih harus melakukan pemeriksaan.”

“Diagnosanya bukan lumpuh permanen, peluang untuk sembuh total cukup besar. Kamu hanya perlu mengikuti prosedur, rajin terapi dan yakin akan sembuh. Kuncinya ada pada pikiran kamu sendiri, jadi harus tetap optimistis dan semangat.” Ucap Arlan sembari mengusap pundak Haura. Arlan mencoba memberikan dukungan dan motivasi agar Haura semangat menjalani pengobatannya.

Haura mengangguk, ada senyum bahagia yang tertahan. Jika bukan karna Arlan, Haura tidak tau apakah dia masih punya semangat bertahan sampai sekarang atau menyerah sejak lama. Arlan merawatnya dengan tulus saat menjadi pasien. Haura merasa terharu karna mendapat perhatian dari orang luar. Bahkan saat dia sudah tidak menjadi pasien Arlan lagi, Arlan masih tetap menanyakan kondisinya setiap kali bertemu di rumah sakit atau di luar.

Melinda datang dengan membawa minuman dan camilan, dia menyuguhkannya di atas meja. “Silahkan di minum Dok.”

“Tidak perlu repot-repot Bu, saya hanya mampir sebentar karna 20 menit lagi harus pergi ke bandara.”

Rona bahagia di wajah Haura seketika lenyap dan berganti dengan kesedihan setelah mendengar penuturan Arlan. Haura terlalu berharap banyak pada kedatangan Arlan.

“Dokter akan kembali ke Jakarta?” Tanya Haura lirih.

Arlan mengangguk. “Pekerjaan dan pasien di Jakarta sudah menunggu. Nanti jika ada kesempatan lagi, saya akan datang berkunjung.”

Haura tidak menjawab, dia malah diam melamun dengan ekspresi murung.

“Dokter Arlan sangat sibuk selama di sini, tapi sekarang beliau menyempatkan datang menjenguk mu, bahkan membawakan hadiah untuk kamu.” Ujar Melinda seraya memberikan paper bag pada Haura yang sejak tadi ada di atas meja.

Melinda berusaha menghibur putrinya yang terlihat sedih karna Arlan tidak bisa berlama-lama disini.

Senyum di bibir Haura perlahan terbit lagi. Dia tampak antusias membuka paper bag dari Arlan.

“Terimakasih Dok.” Ucap Haura. Binar bahagia kembali terpancar di matanya, disertai senyum tipis. Arlan memberinya jam tangan dan gantungan tas boneka dengan karakter favoritnya. Haura tidak heran Kenapa Arlan bisa tau gantungan boneka favoritnya karna sering membawa tas dengan banyak gantungan boneka saat pergi ke rumah sakit.

...*****...

Arlan tiba di Jakarta pukul 9 malam. Dia memesan taksi untuk pulang ke apartemennya dan sengaja tidak memberikan kabar kepulangannya pada Rachel. Sejak dia meninggalkan Rachel ke Singapura, istrinya itu malah memilih tinggal sendiri di apartemen dibanding menginap di rumah orang tuanya sendiri. Arlan juga tidak menanyakan alasannya, dia juga tidak memaksa Rachel tinggal bersama keluarganya, selagi masih bisa memantau dari jauh, Arlan merasa cukup lega meski sedikit kasihan melihat Rachel tinggal sendiri di apartemen.

Arlan berjalan menyusuri lorong apartemen sambil menyeret kopernya dan menenteng 2 paper bag. Dia berhenti di depan pintu unit apartemennya dan sengaja menekan bel agar dibukakan pintu oleh Rachel.

Sementara itu, Rachel yang sedang sibuk dengan ponselnya langsung berdecak begitu mendengar bunyi bel. “Siapa yang bertamu malam-malam begini!” Gerutunya sambil turun dari ranjang.

Rachel melihat layar kecil di samping pintu untuk melihat siapa yang datang. Matanya langsung membulat melihat punggung pria di luar sana.

“Jelas-jelas dia pemilik apartemennya, untuk apa menekan bel segala. Dasar kurang kerjaan.” Rachel menggerutu pelan walaupun tetap membukakan pintu.

Arlan yang sengaja memunggungi pintu, seketika berbalik badan saat mendengar pintu di buka. Arlan maju dua langkah dan meraih pinggang Rachel untuk di peluk. Tidak ada respon, tapi Rachel juga tidak memberikan penolakan. Tubuhnya memaku dalam pelukan Arlan.

“Maaf terlalu lama meninggalkan mu.” Lirih Arlan. Cukup lama dia memeluk Rachel, lalu mengecup pucuk kepalanya sebelum melepaskan pelukannya dan mengajak Rachel masuk ke dalam.

“Kamu yang membuat password nya sendiri, untuk apa repot-repot menekan bel dan menunggu dibukakan pintu.” Rachel menyerocos mengikuti langkah Arlan menuju kamar.

“Apa salahnya ingin dibukakan pintu oleh istri sendiri.” Jawab Arlan santai.

Rachel tampak bergidik. “Kata-kata mu membuat ku merinding.” Cibirnya. Perhatian Rachel langsung tertuju pada paper bag di tangan Arlan.

“Ini pasti oleh-oleh untuk ku kan?” Rachel langsung merebut paper bag dari tangan Arlan dan membawanya ke ranjang untuk di buka. Dia duduk di tepi ranjang dan membuka paper bag itu dengan tidak sabaran.

Arlan menggeleng dengan senyum kecil di wajahnya dan ikut duduk di sebelah Rachel. “Hati-hati, ada parfum di dalamnya.” Ujarnya memberitahu.

Rachel mengangguk, tapi masih tidak sabaran mengeluarkan oleh-olehnya. “Wah, ini parfum yang ingin aku beli. Bagaimana kamu bisa tau?” Rachel tampak senang menerima parfum itu.

“Aku memilih parfum itu karna sedang ramai dibicarakan di Indonesia, bagus jika kamu menginginkannya.” Jawab Arlan. Baru kali ini dia melihat Rachel senang karna pemberiannya. Arlan meraih paper bag satunya dan mengambil kotak hitam di dalamnya.

Arlan mengeluarkan sebuah kalung liontin dari dalam kotak. “Ini akan cocok di lehermu. Biar aku pakaikan.”

Arlan mencondongkan tubuhnya lebih dekat dan memasangkan kalung itu di leher Rachel. Wajah keduanya nyaris tanpa jarak. Mereka saling beradu pandang dengan jarak sepersekian senti. Perlahan Rachel merasakan wajah Arlan semakin mendekat, dan mata Arlan fokus menetap bibirnya. Rachel menjadi gelapan karna gugup.

Rachel langsung menjauhkan wajahnya. “Kamu tidak mandi?”

Arlan segera kembali ke posisi semula sambil mengusap tengkuknya. Padahal tinggal sedikit lagi dia bisa mencium Rachel.

Arlan mengangguk dan beranjak dari duduknya. “Jangan tidur dulu.” Pesannya.

“Aku sudah mengantuk.” Rachel buru-buru merebahkan diri di ranjang dan menarik selimut setelah meletakkan paper bag di atas nakas.

“Rachelin,,” Tegur Arlan.

“Apa? Kamu jangan berfikir ingin berbuat mesum padaku. Ingat, aku masih kecil!” Serunya dan berlagak tidur dengan memejamkan mata.

Arlan hanya bisa menghela nafas.

1
sherly
novel yg seruu... buat emosi, buat baper ...
sherly
jahat banget si Frans memisahkan suami istri....
sherly
kasian Arlan hanya dimanfaatkan sama si Frans ini....
Suciana Anita Wardani
bagus
Ayna Adam
Kak Icha kok blm bikin kisah David dan Elena kak?
Udah ditunggu hampir sebulan kak
Viona Octavia Purnamasari
yaaah gantung lg ... 🥱
mukeseh hidayati
hallo kak othor q datang lagi 🤣 dari yg baca lucas sampai sini 😂😂
Ayna Adam
Kak Icha tgl brp nih launching karya barunya?
Kisah David dan Elena 🙏
Ko
Aku kira Rachel ini td anak kpd serra & xander...Jd kangen akan kelanjutan kisah keluarga besar serra-xander🥺🙏
Ayna Adam
Kak Icha tgl brp launching novel David dan Elena?
Udah gak sabar nungguin novel baru nih
Ayna Adam
kok blm launching kak?
udah kutunggu loh😊
ayu cantik
gantungan
Alya Safira
k lanjut y
Rubiani
david n elena
Ayna Adam
Kapan launching novel barunya kak Icha?
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
apes banget ya Arlan, gagal maning🤭🤭
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
senangnya lihat mereka durestui kembali
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
eh Rachel hamil
ayudya
sudah end ya..., kayak di paksa tamat Thor?
Sweety_R🌽
lnjt kak 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!