pertemuan dua tokoh yang berjuang melawan masalah nya masing-masing. dimana, seorang pria tampan yang hampir kehilangan harapan hidupnya. namun siapa sangka ia bertemu dan jatuh cinta kepada wanita cantik yang telah dikuasai oleh ilmu hitam dalam dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AL Chnl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saat Itu (2015)
Ditengah perjalanan ketiganya menuju sekolah. Tiba-tiba Lee Ya teringat akan sesuatu. Ia hampir lupa akan kebiasaanya saat menuju sekolah untuk mampir ke Kos mini yang tampak kumuh yang berada di balik gang sempit di pinggir jalan raya. Lee Ya pun menghentikan langkahnya.
"Ah hampir lupa! kalian tunggu disini dulu ya". Ucap Lee Ya kepada teman-temannya.
"Loh, kamu mau kemana lagi?" Tanya Do-Ri yang penasaran kepada Lee Ya.
"Tunggu disitu saja. nggak lama kok!!" teriak Lee Ya sambil berlari meninggalkan keduanya.
"Hmmm.. seperti kau tidak tau saja dia tiap pagi ketika ke sekolah" Ucap Soo Ram kepada Do-Ri
"Ah iya! Hampir tiap hari dia sering lakukan itu" ucap Do-Ri.
"Yah begitulah" ucap Soo Ram.
"Soo Ram. Apa kamu tidak penasaran dengan kebiasaan Lee Ya itu?. Setiap ke sekolah dia selalu saja masuk ke gang sempit itu. Apa yang dia lakukan sebenarnya" Ucap Do-Ri yang penasaran.
"Ehm sebenarnya aku juga penasaran. Tapi yah mau bagaimana lagi. Dia selalu menyuruh kita untuk menunggu di sini" jawab Soo Ram.
Do-Ri pun melihat-lihat suasana di gang sempit itu. Ia sangat penasaran akan tindakan Lee Ya.
"Soo Ram. Sebaiknya kita ikuti saja bagaimana? Ahhh aku sangat penasaran!!" ucap Do-Ri mengajak Soo Ram.
"Apa tidak apa-apa?" tanya Soo Ram.
"Memangnya apa yang salah?" tanya Do-Ri.
"Ah ayolah!! Aku sangat penasaran. Dia selalu saja menyuruh kita menunggu disini." jelas Do-Ri.
"Aku yang tanggungjawab kalau misalkan Lee Yaa Marah" ucap Do-Ri lagi. Soo Ram hanya terdiam dan melihat Do-Ri yang sangat penasaran.
"Ah ayo!!" ucap Do-Ri. Do-Ri pun menarik Soo Ram dan memasuki gang sempit tersebut.
Dan disisi lain. Lee Ya pun sampai di tujuannya. Ia berdiri tepat di depan kos mini.
Tok! Tok! Tok! (suara Lee Ya mengetuk pintu)
"Assalamu'alikum kak! Ini aku Lee Ya." ucapnya.
"Ah iya wa'alikumussalam tunggu sebentar ya." ucap penghuni kos. Langkah kaki pun terdengar dan suara kunci pintu pun juga terdengar. Kemudian perlahan-lahan pintu tersebut terbuka. Tampak seorang pria gondrong yang tidak begitu rapi dengan wajah kumuh di balik pintu. Ia hanya membuka sedikit cela pintunya untuk melihat. Sontak hal ini membuat Lee Ya terkejut.
"Hah! Astaga." ucap Lee Ya yang terkejut.
"Apakah ada orang lain selain dirimu?" tanya Pria tersebut sambil melihat suasana sekitarnya.
"Tidak, tidak ada! hanya aku sendiri cepat buka pintunya dan keluar" ucap Lee Ya. Pria tersebut pun membuka pintu dan keluar perlahan-lahan. Ia begitu introvert.
"Nih ibu tadi masak banyak. Menunya lengkap. Hampir saja aku buang untuk anjing atau kucing liar" ucap Lee Ya sambil menyodorkan bekal kepada pria tersebut.
"Wah kebetulan kakak kelaparan. Ku kira aku akan mati kelaparan tadi" ucapnya sambil tersenyum. Lee Ya pun menghela nafas.
"Hmmm.. Mau sampai kakak begini terus?. sebaiknya kakak keluar barangkali dapat teman dan pekerjaan. Biar bisa dapat tempat tinggal yang layak kak" ucap Lee Ya.
"Ah iya nanti kakak cari. Tenang saja! Suatu saat nanti kamu pasti akan bangga denganku" ucap seorang pria dengan percaya diri. Tiba-tiba terdengar suara memangil Lee Ya.
"Lee Ya!" Panggil Do-Ri. Kemudian keduanya pun bergegas menghampiri Lee Ya.
Mendengar suara tersebut, sontak pria itu bergegas masuk dan menutup pintu dengan sangat kencang karena tergesa-gesa.
BAM!!!! (suara pintu)
Lee Ya yang menoleh melihat Do-Ri yang memanggilnya pun terkejut karena suara pintu dan terdiam sejenak.
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Lee Ya kepada keduanya.
"Ah Do-Ri sangat penasaran. Dia menyeret ku untuk mengikutinya" ucap Soo Ram.
"Hehe Maaf ya!! (sambil nyengir). Oh iya, tadi aku melihat seorang pria. Itu siapa? Apa dia tampan?" Tanya Do-Ri sambil melihat-lihat suasana di balik jendela kos mini tersebut. Ia seperti sedang mencari sesuatu.
"Ah kamu ini. Bukan apa-apa kok. Aku hanya membawakan dia bekal saja. Ayo jalan" ucap Lee Ya.
"Ohh. Tapi kenapa dia masuk duluan. Apakah kami begitu menyeramkan?. Ah atau aku yang begitu menyeramkan dari kejauhan" ucap Do-Ri.
"Ah Do-Ri bukan begitu. Hanya saja dia sangat pemalu pada orang yang belum dia kenal." jelas Lee Ya kepada Do-Ri.
"Oh ku kira. Padahal tadi aku mau menyapa sekalian kenalan siapa tau kita berdua kepincut satu sama lain gitu. Hehe" ucap Do-Ri sambil cengar-cengir.
"Ih ya ampun Do-Ri ih! Masih kelas 12 Loh ini!" ucap Soo Ram menyadarkan Do-Ri.
"Iya nih Do-Ri. Ujian dulu dan lulus dulu. Atau sekolah dulu deh kalau bisa" ucap Lee Ya.
"Ih kalian.. kan aku hanya bercanda!! serius sekali sih!" tegas Do-Ri.
"Udah Ayo jalan nanti kita telat" ajak Lee Ya kepada keduanya.