NovelToon NovelToon
AKU GENDUT, TERUS KENAPA?

AKU GENDUT, TERUS KENAPA?

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:604.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yuli Susilowati

Nama Davina Ane Birawa
Berat Badan 80kg, Tinggi 150cm

Gendut itu yang pertama kali orang lihat dari diriku, bukan kepintaranku, kepandaianku atau kesuksesanku, bahkan wajah manisku ini hilang karena berat bandanku. Ya karena Aku Gendut, terus kenapa?..........


Nama Dipa Madaharsa
Tampan, wibawa, pintar, pandai, dan sukses. Namun angkuh.......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Susilowati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelucon

Malam semakin larut, Ane sudah merasakan kantuk dan lelah. Dia memohon ijin untuk berbicara dengan Dipa.

"Apa aku bisa pergi terlebih dulu" bisik Ane.

"Kenapa?" tanya Dipa.

"Aku sudah mengantuk sekali" jawab Ane.

"Tunggulah sebentar lagi" ucap Dipa.

Ane hanya diam saja dan berlalu pergi.

"Hai kamu mau kemana?" tanya Dipa.

Ingin rasanya Ane mengumpat karena kebodohannya lagi.

"Toilet" jawab Ane singkat.

Dipa yang sudah tahu tujuan Ane, kemudian mendekati tuan Rinto untuk melanjutkan mengobrol nya.

"Tuan Dipa, istriku sudah mengantuk dan lelah. Kami pamit undur diri ya, kita lanjutkan lagi besok Senin di kantor mu. Sampaikan kepada calon mu istri ku sangat menyukainya. Kapan-kapan ajak dia berkunjung ke rumah ku" jelas tuan Rinto.

"Baiklah tuan, terima kasih juga waktu luangnya. Senin proposal untuk anda pasti sudah saya siapkan. Iya nanti saya ajak Ane berkunjung ke rumah anda. Dan maaf Ane tidak bisa mengantar nyonya Rina" ucap Dipa.

"Oh tidak apa-apa, ucapkan salam ku untuknya" ucap nyonya Rina.

"Baik nyonya nanti saya sampaikan" ucap Dipa. "Hati-hati tuan dan nyonya" tambah Dipa.

Dipa yang hendak mengantar tuan dan nyonya Rina, namun mendapat larangan dari tuan Rinto. Tuan Rinto meminta Dipa untuk menunggu Ane di dalam, biar dia dan istrinya diantar oleh sekertaris nya saja. Dipa pun tidak bisa menolak dan tak lupa mengucapkan terima kasih.

Setelah kepergian tuan Rinto serta istrinya, Dipa kembali duduk untuk menunggu Ane. Tak lama Ane sudah kembali dari toilet, dilihatnya ruangan itu sepi.

"Tamu mu kemana?" tanya Ane.

"Sudah pulang" ucap Dipa.

"Oh" ucap Ane.

Ane kemudian berjalan keluar tanpa memperdulikan Dipa.

"Hai mau kemana?" tanya Dipa.

"Balik kamar aku sudah tidak tahan" ucap Ane sambil berlalu pergi.

Dipa kemudian berlari mengikuti Ane keluar dari ruangan, dengan cepat Dipa sudah bisa mengejar Ane.

"Kenapa terburu-buru sih?" tanya Dipa.

"Sudah aku katakan, aku mengantuk dan lelah" ucap Ane jutek.

"Inikan masih jam sepuluh malam" ucap Dipa.

"Kamu pikir aku disini menginap. Aku disini sebagai peserta dan besok adalah waktu penilaiannya, aku butuh istirahat" ucap Ane jutek.

"Tidak menang juga tidak apa-apa" ucap Dipa dengan santainya.

"Apa?" ucap Ane yang kemudian menghentikan langkahnya.

"Ya kan ada aku, pastinya tidak perlu kamu menang, kamu sudah bisa membuka bisnis butik terbesar di kota ini. Asal.... " ucap Dipa terpotong.

"Asal apa?" tanya Ane.

"Asal kamu mau jadi nyonya Dipa" jawab Dipa santai.

"Ih" ucap Ane sambil memukul lengan Dipa. "Kalau bicara jangan asal. Emang menikah itu masalah gampang apa, Apa kamu tidak malu punya istri kayak aku, udah jelek dan gendut lagi" ucap Ane.

"Siapa bilang kamu jelek, bagimu ku kamu itu wanita yang cantik dan seksi" ucap Dipa yang membuat wajah Ane merah seperti tomat.

"Gombal. Hahahaha... "ucap Ane sambil tertawa dan kembali berjalan.

"Aku serius sama kamu. Kenapa kamu malah ketawa sih, tidak ada yang lucu" ucap Dipa kesal.

Ane terus saja berjalan tanpa memperdulikan Dipa. Baginya semua ucapan Dipa tidak benar, hanya lelucon saja dan Ane menganggap Dipa mabuk.

Ane kemudian masuk ke dalam kamarnya, yang sebelumnya diwarnai dengan sedikit keributan dengan Dipa. Dipa memaksa untuk ikut masuk ke dalam kamar Ane, namun Ane menolak dengan keras. Dipa mau tidak mau harus pasrah dan kembali ke kamarnya.

Setelah Dipa pergi Ane mengunci kamar, kemudian mencuci muka dan tangan serta kakinya untuk segera beristirahat, karena masih tinggal sedikit untuk menyelesaikan bajunya. Tak butuh waktu lama Ane sudah terlelap ke dunia mimpinya.

.

.

.

.

Di kamar Dipa.

Dipa yang sudah kembali ke kamarnya memilih untuk berendam sambil meminum wine kesukaannya. Hatinya sedikit kesal karena penolakan Ane yang tidak mempercayai kesungguhannya.

"Seharusnya dia senang aku sudah mengakuinya. Kenapa dia malah menertawakan ku, dan kenapa dia merendahkan dirinya seperti itu" celoteh nya. "Bagi ku dia itu wanita cantik dan seksi" tambah Dipa.

tok tok suara pintu di ketuk.

Dipa yang mendengar pintu kamar nya di ketuk, membasuh tubuhnya sehabis berendam. Dililit nya handuk sebatas pinggang sebagai penutup dan segera membuka pintu.

"Maaf tuan, saya mengganggu" ucap Anjar.

"Ada apa?" tanya Dipa.

"Apa tugas saya sudah selesai" tanya Anjar.

"Oh.. kamu boleh pulang" ucap Dipa.

"Baik tuan terima kasih" ucap Anjar. Selamat malam dan istirahat tuan" tambah Anjar.

"Malam" jawab Dipa sambil mengunci pintu kamarnya.

Dipa tiba-tiba mempunyai ide jahil, dia kembali membuka pintu kamar dan memanggil Anjar yang belum jauh pergi.

Yang dipanggil segera mendekat "Maaf tuan ada yang bisa saya bantu" tanya Anjar heran.

"Aku ingin memiliki duplikat kunci kamar Nona Ane, apa kamu bisa dapatkan malam ini juga" perintah Dipa.

Anjar yang mendengar perintah Dipa terdiam.

"Kenapa kamu malah diam, bisa tidak? tanya Dipa.

"Eh baik tuan" ucap Anjar.

"Oke aku tunggu segera" ucap Dipa dan kembali menutup kamarnya.

Anjar masih di buat bingung dengan perintah tuannya kali ini. Namun Anjar tidak berani untuk berpikir macam-macam. Baginya perintah tuannya harus dia selesaikan, dengan cara apapun.

Anjar kemudian bergegas untuk melaksanakan perintah tuannya.

Dipa sudah menunggu hampir satu jam lebih, namun belum ada kabar dari Anjar. "Bukannya mudah kalau hanya meminta kunci duplikat, inikan hotel ku. Kenapa Anjar lama sekali sih' batin Dipa.

Tak lama pintu kamar Dipa di ketuk. Tanpa menunggu lama Dipa langsung membukanya.

"Ini tuan" ucap Anjar.

"Kenapa lama sekali sih" protes Dipa.

"Maaf tuan, tadi ada sedikit kendala" jelas Anjar.

"Sudah kamu boleh pergi sekarang, besok kamu bisa libur dan beristirahat tidak usah datang ke hotel ini" perintah Dipa.

"Baik tuan saya permisi" ucap Anjar.

Setelah menerima kunci duplikat kamar Ane, Dipa tersenyum penuh misteri.

.

.

.

.

.

.

bersambung.

Hayo penasaran Dipa mau ngapain dengan kunci itu. Bantu penulis ya dengan komen, like dan vote... Dan maaf kalau up nya sedikit, maklum mak-mak ngurus rumah, anak dan suami, ditambah kerja. Bisa nulisnya menjelang tidur.. kalau udah ngantuk ya berhenti.... Terima kasih.

1
Jasmin Melor
Luar biasa
zalilah Omar
sebelumnya adena anak yatim piatu..kenapa sekarang bisa ada ibubapa.dia jugak pernah hamilkan.
Adin Da
salut msh adA yg sprti ni visual biasa jd ptkn
Adin Da
Luar biasa
Neng Mufah Slluskithati
ko semakin kesini g suka sikapnya ane yha mgkin karir penting tapi ap yha ada yg lebih penting dari keluarga,,,,ap LG Dipa cinta ane tanpa syarat,,ini malah KB g Konsul dulu sama suami ane mementingkan egonya sendiri,,,ok semangaaaaaatttt Thor lanjut
Rierudi Laras
😍😍😍 so sweet
Rierudi Laras
😍😍😍😍 wah Dipa jatuh cinta
ha?
mampir thor
Widya Setyorini
lanjut th9ur
Widya Setyorini
suka kok thour
tuhkan amnesia.mending dibikin koma atau lumpuh sementara
jangan dibikin amnesia...jng ky cerita2 yg lain
dipa strong,kuat gendong ane yg berbobot 80kg.
iin_andiniip
namanya ke balik2 thor..
Erna Ninink Ndutzansya
kenapa Ane jadi nggak tau kamar Dipa? padahal Ane sudah pernah kekamar Dipa, ngerawat Dipa waktu sakit. lupa ya, tor???
Hr sasuwe
sedih banget kan ane pastinya
Hr sasuwe
baru terasa nih kangen ane sama dipa aduhhh rindunyaa
🦂📻°Mommo Immo°🗣️🦂
kayaknya habis ini nulis cerita anjar ama ella.. 🤭🤭🤭
Hr sasuwe
jodoh tu dipa
Hr sasuwe
temuin dg dipa adeknya bagas aja tuh ane
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!