NovelToon NovelToon
Rewrite 96 Km (S2)

Rewrite 96 Km (S2)

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Cintamanis / Sci-Fi / Romansa-Percintaan bebas / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:140.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: noejan

🧭 96 km Season 2


21+

"Mengapa kita begitu rumit?!" ujar Mina.

Kisah cinta langit timur (Mina) dan langit barat (Nagi) kembali berlanjut. Mereka terbawa kembali ke masa di saat pertama kali bertemu.

Nagi berhasil membalikkan waktu dan berusaha menghilangkan jarak 96 kilometer di antara mereka.

Namun Mina justru berusaha melupakan kisah cintanya bersama Nagi, karena masih terikat pada seseorang dari masa depan.

Apakah dengan mesin waktu, mereka bisa bersatu lagi di tengah rasa ragu dan bimbang?

Ayo ikuti kisah romansa di dalam mesin waktu ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noejan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Perang Dialog

..."Perlu memutar otak untuk berdebat denganmu....

...Ini terlalu sulit, menurutku....

...Karena aku tak mudah menebak isi otak dan hatimu."...

Tiga minggu kemudian,

Mina sebagai sutradara, tidak ingin kehilangan kendali atas kelompoknya. Syukurlah, barang-barang maupun hal-hal kecil yang kadang disepelekan tak ada yang tertinggal.

Seminggu sebelum pentas,

Mina merasa drama ini mulai bisa ia kendalikan. Saat ini telah pukul 3 sore, yang artinya kelompok Mina dan Nagi harus latihan drama di rumah Arin.

Di rumah Arin,

Mina menepuk tangannya dua kali sembari memberi instruksi. "Semuanya! Sekarang setoran dialog ya!"

Semua anggota kelompok Mina mengangguk, termasuk Nagi.

"Mi! Kamu duluan yang beradegan! Buktikan kalau kamu memang pantas jadi pemeran utama!" pinta Rey dengan menuntut.

Sepertinya Rey memang kurang suka dengan Mina yang terlihat arogan. Oke, kalian memang suka berkompetisi ya! batinnya.

Mina segera memperagakan sedikit dialog pemeran utama wanita.

"Ayahanda ... hamba, ham-ba."

Dia menjeda ucapannya beberapa detik, lalu disambung lagi.

"Beberapa bulan yang lalu, hamba bermimpi dalam tidur hamba. Hamba masih ingat ... bulan yang bercahaya di langit, tiba-tiba mendekati hamba! Lalu masuk ke perut hamba, Ayahanda!"

Tanpa diduga Mina, Harish membalas dialog pemeran utama wanita.

"Terus apa terjadi? Mengapa perutmu terlihat semakin besar, Nak?"

Harish kini berdialog menjadi seorang raja yang merupakan ayah dari pemeran utama wanita.

"Setelah mimpi tersebut ... sejak kemarin, hamba merasa ada sesuatu di perut hamba," ucap Mina sembari mengelus perutnya yang telah ia sisipi dengan jaketnya.

"Hamba sudah bertanya kepada dukun anak, dan ternyata ...." Mina menghentikan ucapannya, karena berganti menjadi adegan meneteskan air mata dramanya.

"Hamba hamil, Ayahanda," lirih Mina dan kembali meneteskan air mata dramanya.

Mau tak mau, Harish harus membentak Mina. Mina mengerti bahwa Harish justru tak tega jika harus membentak lawan mainnya. Karena Mina sempat melihat Harish yang menatapnya dengan sendu. Yee ... dia jadi ikutan nangis, hm.

"Nduk!! Ini adalah aib, Nduk!" bentak Harish dengan tetes air matanya, bahkan matanya pun telah memerah.

Wah, boleh juga. Bagus, bagus, batin Mina yang memerhatikan gestur dan mimik Harish, walaupun ia masih beradegan mewek.

"Orang yang mendengarkan ceritamu ini, pasti akan menganggap mu sudah hilang akal! Kamu sudah merusak nama baik keluarga dan kerajaan ini, Nduk!! Ayahanda sungguh kecewa padamu!" bentaknya semakin kencang dan lantang.

Membuat penonton ada yang sudah sesegukan.

"Patih!! Patih! Cepat kemari!" Harish memanggil patih sesuai dalam naskah.

Namun Aro, Nagi maupun Rafli tak ada yang bergerak. Mina terpaksa menghentikan latihannya. "Oke! Berhenti dulu, Rish."

Harish mengangguk dan kembali duduk di sofa. Mina mengeluarkan gulungan jaket dari perutnya, lalu mulai menampakkan arogansinya.

"Itu Pemeran utama wanita versi Mina. Sekarang, tunjukkan versi Rey atau Fenny, atau Arin," pinta Mina dengan senyum menyepelekannya.

"Aku ... jadi dayang saja, Mi. Aku ngga bisa kalau harus nangis sampai seperti itu," jawab Arin.

Mina mengangguk dan tersenyum tipis. Tinggal dua.

"Mi! Berarti aku boleh dong, jadi raja?" tanya Hamid.

"Ngga, Rish. Nagi sama Aro kayaknya juga pantas jadi raja, jika dilihat dari paras dan postur tubuh yang tinggi kayak kamu," jawab Mina yang mendapatkan tatapan tajam dari Harish.

"Mina ... aku jadi patih saja," tutur Nagi. Aku ngga lihai bermain peran. Lebih baik aku bermain peran yang santai saja.

"Iya, Nag. Coba lanjutkan yang tadi!" titah Mina yang segera dilaksanakan oleh mereka berdua.

Setelah Harish memanggil patih, Nagi segera menghampiri Harish.

Mina benar-benar gemas dengan mimik Nagi yang justru tersenyum. Dasar! Harusnya ia panik! Panik! Bukan senyum sampai mau robek! Agh!!

"Stop Rish, Nag!!" Semua mata menoleh kepada Mina.

"Nagi ngga cocok! Ganti! Coba Aro deh!" titahnya penuh emosi.

Aro adalah laki-laki yang mirip seperti Nagi, ambisius dan pintar. Namun untuk hal beradegan, ia lebih kaku daripada Nagi yang mudah membuat semuanya haha hihi.

"Oke, berhenti Ro." Mina menghentikan Aro dengan suara yang pelan.

Hei! Dia tadi membentakku! Dan sekarang ia justru menghentikan Aro dengan suara pelan. Apakah ia sekarang menyukai Aro? Aa!! batin Nagi yang memberontak dan amarahnya memuncak.

"Mi! Aku jadi patih ya? Yang memang cocok menjadi patih adal--" Ucapan Nagi dipotong oleh sutradara bengis.

"Ngga! Yang menjadi patih adalah Rafli! Li! Tunjukkan dialog mu!"

"Terus aku jadi apa?!" tanya Nagi yang memaksa.

Hingga Rafli belum siap untuk berdialog, Mina menjawab pertanyaan Nagi. "Anak pemeran utama wanita, Nag. Kamu punya postur tubuh yang tegap dan kekar. Dan Raden Mas memang terlihat seperti itu."

Mina menyuruh Rafli dan Harish kembali latihan. Lalu Mina menarik Nagi supaya lebih dekat dengannya.

"Arin! Tambahkan dialog lagi di akhir. Supaya Rey mendapatkan jatahnya," sindir Mina.

"Oh gitu, jadi aku ngga boleh menunjukkan pemeran utama wanita versiku?" balas Rey.

Membuat Mina agak memaksa. "Heh! Kalau mau menampilkannya, ya sekarang! Tampilkan dirimu di depan kita semua!"

"Tapi aku butuh waktu!" protes Rey.

Amarah Mina mencapai ubun-ubunnya. "Ngga ada waktu lagi!!" bentaknya kepada Rey.

"Sudah Rey. Benar kata Mina, ini sudah mepet. Kalau ngga dipilih yang sesuai dengan karakter pemerannya, nanti bakalan lama latihannya," tutur Arin dengan halus.

Mina mendengar suara Arin yang memang cocok jika Arin dijadikan dayang. Rey yang mendengarnya pun, terlihat langsung melunak padanya.

"Gini saja, ini aku sedang merevisi naskahnya. Nanti dialog yang terakhir, kita saja yang mengucapkannya," tutur Arin.

Rey mengangguk karena telah paham. Di atas sofa, mereka berdua mulai mengetik naskah.

Bagus, Rin. Kamu pintar membujuk Rey, batin Mina yang segera melangkah pergi menuju teras bersama Nagi.

1
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ Inka24#BTBM❤️
sukses slalu yaa 😁🙏
_rus
Aku mampir kembali, Thor. Dengan 16 like, maaf kalo telat datang... 😁

Salam Hangat dari "Sebuah Kisah Cintaku" 😆🙏🏼
Dhina ♑
Etdah Thor, malah menyanyi 🤣🤣
Dhina ♑
Teleportasi?? Hebat kali ini bah
Sungguh luar biasa
Apalagi bila bisa buat sesuatu yang positif 👍👍👍
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
Semangat, mari saling dukung🙂
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂
10 like kembali mendarat, semangat terus ya kak
✨ Ifah✨
Semangat kk💪
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂
Aku datang lagi kak, semangat terus ya
Mei Shin Manalu
Like untukmu 👍
🐾Ocheng🐾
3 Like sekaligus👍👍👍
zsarul_
hai thorr aku mampir nihh 🤗
semangatt yaa
yuk baca lagi cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
ada part baru lohh 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks
🐾Ocheng🐾
Like di sini thor👍
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂
Aku datang lagi kak, semangat!
giunia17
next ke season selanjutnya thor🤩
Noejan: Pasti, pantau terus ya 😄
total 1 replies
🐾Ocheng🐾
3 like tertinggal 👍
🌹Dina Yomaliana🌹
6 like tersisa sudah mendarat😘😘😘
🌹Dina Yomaliana🌹
aku datang lagi kakak😘😘😘
🐾Ocheng🐾
3 like sekaligus👍👍👍
Neng Yuni (Ig @nona_ale04)
Mampir lagi kak, salam dari Jacob and Alesha: Mafia Acted, semangat 😊
🌹Dina Yomaliana🌹
20 like mendarat😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!