Elvia Aurellie seorang gadis pendiam yang mengalami banyak kepahitan dalam hidupnya. Banyak hal terjadi, cobaan dan ujian yang selalu menguji kesabaran.
Elvia dirawat oleh Siska yang di anggapnya ibu kandungnya, tapi ternyata Siska merupakan mantan kekasih ayah kandung Elvia. Siska dengan sengaja menculik dan menyiksa Elvia sebagai alat untuk balas dendam.
Elvia di usir dari rumah oleh Siska, dan dipertemukan dengan Alvian Atmaja. Elvia menolong Alvian dari preman yang mengeroyoknya.
Alvian Atmaja seorang pengusaha muda yang tidak pernah tertarik pada perempuan karena trauma masa lalunya.
Masih banyak rintangan yang menunggu mereka kedepannya dan menguji kekuatan cinta mereka.
Elvia yang tidak mengetahui apapun harus menjadi alat untuk membalaskan dendam seseorang yang sangat membenci Alvian dan menaruh dendam pada Alvian sejak lama.
Elvia dihadapkan yang dengan banyak masalah membuatnya menjadi gadis yang tangguh dan kuat.
Akankah mereka bisa bersatu???
Dan bisakah kesabaran Elvia berbuah manis??
Kalau mau tau kalian baca ceritanya disini!!!
Jangan lupa rate, vote, like, komen dan favorit ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifi F. S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 28
Happy reading 😊
Jangan lupa RATE nya ya!
Di tempat lain.
Siska sudah mengetahui dari orang suruhannya jika Henry dan keluarganya berada di Jakarta.
Siska benar-benar harus segera menemukan keberadaan Elvia, karena ia tidak mau mengambil resiko sekecil apapun.
Yang Siska tidak ketahui adalah Elvia sudah mengetahui kebenaran tentang dirinya yang Siska sembunyikan selama bertahun-tahun.
Dan Siska dengan bodohnya menyusun rencana agar Elvia bersedia tinggal lagi bersamanya. Sudah dipastikan Elvia tidak akan mau, bahkan jika Siska sampai memohon dan bersujud di kakinya.
Siska memang akan melakukan sandiwara seolah ia menyayangi Elvia, padahal nanti Elvia hanya akan menjadi alat untuk membalaskan semua rasa sakitnya yang tidak beralasan. Karena sejak awal dirinya lah yang berkhianat tapi ia malah menyalahkan Henry, karena Henry menikahi wanita lain yang tidak lain adalah ibu kandung Elvia.
"Aku harus segera menemukan anak sialan itu," ucap Siska penuh kebencian.
Siska sudah menyuruh orang suruhannya untuk menemukan keberadaan Elvia, tapi masih belum ada titik terang.
*********
Di villa, tempat Alvian dan Elvia menginap mereka benar-benar sangat puas menghabiskan waktu berdua.
Dan mereka saat ini sedang bersiap untuk pulang, karena mereka tidak mungkin berlama-lama di villa. Pekerjaan di kantor sudah menanti, sebenarnya Alvian masih ingin ada disana.
"Sayang, besok aja ya kita pulangnya. Ini kan udah mau sore Sayang," ucap Alvian mencari-cari alasan.
"Mas, jangan alasan terus deh. Dari kemarin ada aja alasannya kita udah 3 hari disini Mas, kasihan Kak Andi harus hendel semua kerjaan kamu," ucap Elvia jengah, karena ia kesal dengan Alvian yang selalu mencari alasan agar bisa menunda kepulangan mereka dan bisa berduaan dengannya.
Sebenarnya Elvia tidak masalah dengan semua itu, tapi Elvia juga tahu jika Alvian memiliki tanggung jawab pada pekerjaannya yang tidak mungkin harus di hendel orang lain. Yang tak lain adalah Andi, ia merasa bersalah sekaligus kasihan Andi pasti lelah karena harus menangani semuanya sendiri.
Bahkan saat Andi menghubungi Alvian, Alvian mengacuhkannya seolah itu tidak penting.
Elvia tahu bagaimana sifat Alvian, maka dari itu sekarang Elvia harus tegas dengan Alvian agar ia bisa lebih bertanggung jawab akan pekerjaannya.
Melihat Elvia yang enggan berlama-lama disana, Alvian pun menyetujui keinginan Elvia karena semua yang Elvia ucapkan adalah benar adanya.
"Iya Sayang kita pulang sekarang, tapi kamu jangan marah sama Mas," ucap Alvian.
"Aku gak marah Mas, aku cuma gak mau kamu jadi orang yang gak bertanggung jawab," ucap Elvia sambil menatap Alvian.
"Iya Sayang, Mas tahu tapi cium dulu," ucap Alvian.
Elvia hanya menghela nafas.
"Mas jangan bercanda deh," ucap Elvia.
"Mas gak lagi bercanda Sayang, Mas emang mau kamu cium," ucap Alvian sambil memonyongkan bibirnya.
Akhirnya Elvia hanya pasrah menghadapi kelakuan Alvian yang terkadang kekanak-kanakan.
Cup
Elvia mengecup lembut bibir Alvian dan segera melepaskan pagutannya karena ia sangat tahu bagaimana Alvian jika sudah berciuman dengannya.
"Kok udah sih Sayang?" ucap Alvian memelas.
"Aku gak mau kita kebablasan Mas," ucap Elvia.
"Gak akan Sayang, Mas juga tahu batasan," ucap Alvian.
"Tapi mmmm......" ucap Elvia terputus karena Alvian langsung menyerang bibir Elvia.
Elvia yang tidak pun memberontak dan memukul dada Alvian karena Alvian membuatnya tidak bisa bernafas.
Alvian pun melepaskan pagutannya dengan nafas terengah-engah.
"Mas,, kamu kok tiba-tiba cium aku sih?" tanya Elvia dengan nafas tersengal.
"Maaf Sayang, aku gak tahan aja lihat bibir kamu," ucap Alvian.
"Ish,, dasar mesum," ujar Elvia mendengus sebal dan beranjak meninggalkan Alvian yang masih duduk di sofa.
Alvian yang melihat tingkah Elvia hanya tersenyum, ia merasa puas menggoda Elvia dan membuatnya kesal. Apalagi tentang ciuman tadi, bahkan wajah Elvia masih memerah karena malu.
"Kamu gemesin banget sih Sayang," ucap Alvian dalam hati.
Elvia segera bersiap untuk pulang.
"Mas kita berangkat sekarang aja," ucap Elvia.
"Kamu buru-buru banget sih Sayang?" ucap Alvian.
"Iya lah Mas lebih cepat kan lebih baik," ucap Elvia sambil tersenyum.
Alvian yang melihat senyum Elvia semakin merasa gemas.
Cup
Alvian mendaratkan kecupannya di bibir merah muda Elvia.
"Astaga Mas," ucap Elvia sambil memelototkan matanya.
"Sayang, jangan melotot gitu sama Mas," ucap Alvian.
"Emangnya kenapa?" ucap Elvia.
"Kalau kamu melotot gitu kamu makin gemesin dan buat Mas makin gak tahan buat gak nyium kamu," ucap Alvian sambil tersenyum.
"Dasar, itu sih maunya kamu Mas," ucap Elvia kesal.
"Kamu juga mau Sayang, buktinya kamu gak nolak waktu Mas cium," ucap Alvian yang sengaja menggoda Elvia.
"Ck, terserah kamu aja lah Mas," ucap Elvia berdecak sebal dengan bibir ditekuk.
"Sayang, kamu sengaja godain Mas ya?" ucap Alvian.
"Gak Mas, kamu nyebelin banget sih Massss," ucap ucap Elvia sambil mencubit pinggang Alvian.
"Aduuuuhhh, sakit Sayang," ucap Alvian mengadu kesakitan sambil mengusap pinggangnya.
"Maaf ya Mas, sakit ya?" tanya Elvia dengan wajah khawatir bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
Alvian yang melihat itu langsung panik dan menenangkan Elvia.
"Hei Sayang,, lihat Mas. Mas gak pa pa Sayang," ucap Alvian sambil memeluk Elvia dan ini yang membuatnya yakin jika Elvia sangat mencintainya.
"Ma af Mas, aku gak bermaksud hiks hiks," ucap Elvia sambil terisak.
"Sayang, udah ya. Mas gak pa pa, kamu lihat Mas udah gak pa pa kok," ucap Alvian sambil mengendurkan pelukannya.
Elvia mendongak dan menatap Alvian, ia merasa bersalah karena sampai mencubit Alvian.
"Maaf ya Mas," ucap Elvia sambil mengusap pinggang Alvian yang dicubitnya.
"Iya Sayang, udah ya gak usah nangis lagi," ucap Alvian.
Cup
Cup
Alvian mengecup kedua mata Elvia yang masih tersisa air mata di pipinya.
Elvia yang merasa malu karena perlakuan Alvian, langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Alvian.
"Kamu gemesin banget sih Sayang," ucap Alvian sambil mengeratkan pelukannya.
"Mas aku gak bisa nafas," ucap Elvia terbata.
Alvian langsung melepaskan pelukannya.
"Maafin Mas ya Sayang," ucap Alvian.
"Gak pa pa kok Mas," ucap Elvia.
"Ya udah mending sekarang kita langsung berangkat aja," ucap Elvia.
"Iya Sayang," ucap Alvian sambil menggandeng tangan Elvia mesra.
Alvian langsung melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya.
Dalam perjalanan Alvian bahkan masih menggenggam tangan Elvia.
"Mas emang kamu gak capek ya?" ucap Elvia.
"Gak kok Sayang, emangnya kenapa?" tanya Alvian bingung.
"Mas sadar gak sih? dari tadi Mas tuh nyetir sambil megang tangan ku," ucap Elvia.
"Hehehe, udah kebiasaan Sayang," ucap Alvian sambil nyengir.
Elvia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alvian.
Elvia beberapa kali menguap kecil dan Alvian mengetahui itu.
"Sayang, kamu tidur aja kalau ngantuk," ucap Alvian sambil mengusap puncak kepala Elvia lembut.
"Nanti kalau aku tidur kamu sendirian dong Mas gak ada yang nemenin ngobrol," ucap Elvia.
"Gak pa pa kok Sayang," ucap Alvian.
Bersambung
Jangan lupa like, coment dan vote ya😊
Like dan komentar di beberapa part agar Kaka lebih semangat lagi yah... Dan jangan lupa follow Star Kembali oke... 😉
Salam dari :
" Kebun Terong Sigadis Narsis "
mantan kekasih
kalo ada Andi didepan ku, tak gebogg dia
Ayo teruskan