Feng Xiao adalah seorang jenius tiada tara di alam langit, dengan Kitab 12 Kaisar yang dimiliki olehnya ia menjadi yang terkuat di seluruh alam langit, hanya saja saat ia sudah menjadi yang terkuat Feng Xiao di khianati oleh saudara yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri, sehingga saudaranya menyebarkan tentang Kitab 12 Kaisar pada 7 Kaisar alam langit
Mereka bekerja sama untuk membunuh dan mengambil Kitab 12 Kaisar milik Feng Xiao. Feng Xiao yang dikeroyok oleh 7 Kaisar Langit di Alam Langit pun tidak memilik pilihan lain selain meledakkan dirinya sendiri. Hal itu ia lakukan agar Kitab 12 Kaisar tidak jatuh ketangan mereka.
Feng Xiao yang meledakkan dirinya sendiri berpikir bahwa ia akan mati selamanya, akan tetapi ia hidup kembali ke tubuh seorang bocah di Alam Bawah.
Feng Xiao yang hidup ditubuh bocah itu pun mencari cara agar menjadi lebih kuat untuk membalaskan dendamnya dan dendam bocah itu.
JanganLupatinggalkan jejak dengan Like, Komen, jgn lupa kritik dan saranny!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wayvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Chp. 28 - Lin Yan Siuman.
Mereka semua yang berada di ruangan mendengar pernyataan dari Feng Xiao sangatlah kaget, banyak legenda mengatakan bahwa Tubuh Leluhur Phoenix adalah tubuh bawaan legendaris yang sangat kuat.
Tubuh ini hanya muncul pada seorang Kultivator wanita yang suci, pemilik dari Tubuh Leluhur Phoenix akan memiliki kemampuan Es dan juga Api yang sangat kuat.
Kemampuan itu diwariskan dari Leluhur Phoenix Api dan juga Phoenix Es, dan juga banyak cerita yang diturunkan secara generasi ke generasi bahwa pemilik dari Tubuh Leluhur Phoenix akan dijemput suatu saat nanti oleh Heavenly Beast Phornix dan akan menjadi pemimpin para Phoenix di pulau Phoenix.
Akan tetapi semua itu hanyalah cerita para leluhur yang tidak diketahui kebenarannya. Jadi mereka tidak terlalu percaya dengan cerita tersebut jika tidak melihatnya secara langsung.
"Lalu bagaimana agar Putriku bangun dari tidurnya?." Lin Tian bertanya, walaupun Lin Yan memiliki tubuh bawaan legendaris akan tetapi ia tidak peduli. Apa yang ia inginkan adalah Putrinya kembali terbangun.
"Ada dua cara akan tetapi aku tidak tau apakah kalian berdua setuju atau tidak."
"Aku tidak masalah selama Putriku bisa kembali bangun!." ucap Liu Yan.
"Aku akan menjelaskan caranya. Akan tetapi aku ingin selain kedua orang tua dari Nona Lin Yan aku ingin yang lain untuk menunggu diluar kamar!." ujar Feng Xiao.
Gu Feiyang dan dua lainnya yang mendengar hal itupun mengerti dan langsung keluar dari kamar Lin Yan.
"Jadi Tuan Muda Feng bagaimana cara agar Putriku bisa kembali bangun?." tanya Lin Tian.
"Caranya adalah aku harus merangsang tubuh Nona Lin Yan dengan sebuah jarum Akupuntur. Dan mungkin saja hal ini akan membuatnya sedikit merasakan kesakitan."
"Bagaimanapun alasan Nona Lin Yan tertidur adalah karena dirinya tidak bisa menahan dari kemampuan Tubuh Leluhur Phoenix, aku harus membuat tubuh Nona Lin Yan agar sedikit terbiasa dengan Tubuh Leluhur Phoenix dengan cara Akupuntur!." Feng Xiao menjelaskan.
"Aku yakin kalian pasti tau tentang Tubuh Leluhur Phoenix dan juga kemampuannya!."
"Kalau begitu apakah anda hanya membutuhkan jarum Akupuntur saja Tuan Muda Feng?." Kali ini Liu Yan yang bertanya pada Feng Xiao.
"Yaa, aku hanya butuh Jarum Akupuntur dan juga aku ingin Nyonya Liu Yan memegang tubuh dari Nona Lin Yan dengan posisi terduduk!." ucap Feng Xiao.
"Lalu apa tugasku?." Lin Tian bertanya pada Feng Xiao.
"Tuan Lin Tian hanya perlu menyalurkan energi murni anda untuk meredakan rasa sakit yang diderita oleh Nona Lin Yan!." Feng Xiao menjelaskan.
Setelah mendapat perintah dari Feng Xiao Liu Yan dan Lin Tian pun langsung saja melakukan apa yang Feng Xiao minta dan Lin Tian memberikan sebuah Jarum Akupuntur pada Feng Xiao.
"Kalau begitu aku akan memulainya!." ucap Feng Xiao.
Setelah mengucapkan hal itu Feng Xiao pun langsung saja menusukkan beberapa Jarum ke bagian punggung dari Lin Yan setelah menusukkan beberapa Jarum tiba-tiba saja tubuh dari Lin Yan sedikit gemetar.
Liu Yan yang sedang memegang tubuh dari Lin Yan pun menjadi khawatir pada Putrinya. Ia ingin bertanya pada Feng Xiao akan tetapi ia takut akan mengganggu Feng Xiao yang sedang berkonsentrasi.
Lin Tian yang melihat hal itupun juga menjadi khawatir, ia pun langsung saja menyalurkan Energi Murni miliknya ketubuh Lin Yan yang sedang kesakitan.
Setelah Feng Xiao menusukkan Jarum kepunggung dari Lin Yan ia pun menusukkan kembali Jarum lain di tempat lain.
Beberapa saat kemudian akhirnya Feng Xiao selesai untuk menusukkan Jarum Akupuntur di sekitar tubuh dari Lin Yan yang diperlukan.
"Apakah dengan ini putriku akan bangun Tuan Muda Feng?." Lin Tian bertanya.
"Ya, dengan begini kita hanya perlu menunggu Nona Lin Yan untuk bangun selama beberapa jam!." ucap Feng Xiao yang sedikit berkeringat.
"Aku sungguh berterima kasih padamu Tuan Muda Feng!." Lin Tian mengucapkan rasa terimakasihnya pada Feng Xiao sambil sedikit membungkukkan badannya. Melihat suaminya berterimakasih pada Feng Xiao, Liu Yan pun mengikuti apa yang suaminya lakukan.
Feng Xiao yang melihat hal itu hanya menganggukkan kepalanya. "Tidak masalah, kalian temani dulu Nona Lin Yan yang akan siuman sebentar lagi!." setelah itu ia pergi keluar kamar untuk beristirahat dan memberitahu Gu Feiyang dan lainnya yang sedang berada diluar kamar.
Beberapa Jam Kemudian
Di sebuah ruangan di kamar tempat Lin Yan terbangun terlihat Liu Yan yang sedang duduk dikasur milik Lin Yan dan Lin Tian yang sedang berdiri didekatnya. mereka berdua setia menunggu Lin Yan siuman.
Setelah menunggu selama beberapa saat tiba-tiba saja tubuh Lin Yan yang sedang terbaring pun menggerakkan sedikit jarinya.
Lin Tian dan Liu Yan yang melihat hal itupun menjadi gemetaran karena apa yang ia tunggu akhirnya akan terjadi. Mereka berdua pun menunggu Putri mereka membuka matanya.
Setelah menunggu selama beberapa saat Lin Yan pun membuka matanya, saat Lin Yan membuka matanya ia melihat banyak orang yang ia kenal.
"Uggh, kenapa banyak orang di ruangan ini?." ucap Lin Yan yang sedikit bingung tentang beberapa hal.
Lin Tian dan juga Liu Yan yang melihat hal tersebut sangatlah gemetaran, akhirnya mereka melihat putri mereka siuman dan juga mendengar kembali suara Putri mereka.