Karena Fitnah Ibu Mertua ku, rumah tangga ku berantakan. Dia tega memfitnah dan menghadirkan orang ketiga di dalam rumah tangga ku.
Aku tak tahu, kenapa ibu mertua jadi kejam seperti ini, bahkan bukannya dia yang meminta agar aku dan Mas Doni segera menikah.
Ada apa ini?
Bagaimana nasib rumah tangga ku?
Siapa yang akan bertahan, aku atau ibu mertua ku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berulah lagi
Malam hariny resepsi pernikahan pun sudah usai. Doni dan Viola langsung menuju kamar pengantin setelah hari yang melelahkan itu.
Dengan bahagia Viola menggandeng tangan Doni. Membuat Bu misye menjadi kesal.Dia tak mau Doni terpengaruh oleh Viola .
Bu Misye melambaikan tangannya.
"Doni sini, ada yang ingin Mama bicarakan."
Doni melepas tangan Viola kemudian menghampiri Bu Misye.
"Ada apa Ma?"
"Doni kamu ingat ya, kalau kamu ingin mengakhiri hubungan kamu dengan Viola, kamu jangan pernah menyentuhnya, jangan sampai kamu membuat dia hamil, karena jika dia hamil akan sulit bagi kamu untuk melepaskan diri."
"Iya Ma," sahut Donny lirih, kemudian ia kembali naik ke lantai atas bersamaan dengan Viola.
Viola tersenyum menyeringai ke arah bu Misye. Dia bisa menebak apa yang dikatakan oleh Bu Misye tadi.
Viola kembali menggandeng tangan Doni, Mereka pun berjalan melewati anak tangga menuju kamarnya.
Doni dan Viola masuk ke dalam kamar. Sesampainya di kamar, Doni langsung membuka jas pengantin yang ia kenakan saat itu.
Pikirannya masih ke arah Sindy dengan perut buncit yang datang ke pestanya tadi siang, membuat pikiran Doni sepanjang hari itu menjadi kacau.
Viola melepaskan pakaiannya hingga Hanya menyisakan pakaian dalam saja Kemudian ia menarik handuk dan berjalan menghampiri Doni yang masih termanggu di atas tempat tidur.
"Doni Kamu kenapa sih terlihat sedih begitu, ini kan malam pertama kita sayang?"ucap Viola sambil meletakkan kepalanya di atas bahu Doni.
Viola mengecup pipi Doni dan menciumnya namun Doni menepisnya.
Entahlah padahal dia sudah lama tak merasakan kehangatan seorang wanita, tapi melihat Viola seperti itu, bukannya bernafsu, Doni justru merasa jijik karena istrinya itu seperti perempuan murahan saja.
"Maaf hari ini aku capek banget lain kali saja," ucap Doni sambil melepas pakaiannya kemudian memakai handuk.
Viola melirik sinis ke arah Doni
"Sepertinya aku tahu apa yang membuatmu seperti itu," guman Viola sambil menatap Doni dengan tajam..
"Tidak apa-apa, lihat saja aku akan singkirkan ibumu itu . Sepertinya dia yang akan menjadi penghalang rumah tangga kita," guman Viola.
Setelah beberapa saat berada di kamar mandi, Doni kembali dengan rambut yang sedikit basah membuat wajahnya semakin bertambah tampan, apalagi Doni terlihat gagah saat mengenakan handuk di bagian pinggang membuat dada bidang dan perut sixpack ya semakin membakar gairah Viola.
Viola yang tidak tahu malu itu, langsung menghampiri Doni kemudian menarik handuk di pinggang Doni, membuat Doni berada dalam keadaan bugil.
"Ayolah Don, ini ritual malam pertama kita."
Sindy melepaskan handuknya kemudian menyambar tubuh Doni.
Bagaimanapun Doni adalah pria normal yang tak akan bisa menolak jika di rayu dan di rangsang seperti itu.
Setelah berhasil membangkitkan gairah suaminya, Viola kemudian menarik Doni ke atas ranjang dan terjadilah pertempuran sengit hingga menyebabkan ranjang tersebut berguncang-guncang.
***
Pagi harinya Doni dan Viola turun ke lantai bawah seperti biasanya mereka akan sarapan bersama.
Bu Misye memutar bola mata malasnya, melihat Viola yang tersenyum seolah mengejeknya.
"Mas Doni aku siapkan sarapan untuk kamu ya."
"Gak usah, Mama sudah siapkan sarapan untuk kamu Doni."
Bu Misye menyodor kan sarapan pagi untuk Doni. Lengkap dengan bubuk yang diberikan oleh Mbah dukun.
Semangkuk lontong sayur yang ia beli di warung makan depan komplek perumahannya, Bu Misye sengaja memberikan makan kuah dan bersantan, agar bubuk pelet itu tidak terlalu terasa.
"Maaf Ma, sepertinya aku tidak bisa makan santan pagi ini. Beberapa hari ini perutku memang tidak nyaman,"tolak Doni dengan halus.
"Iya mah Karena itulah aku bikinin sereal untuk Doni," sahut Viola.
Doni langsung menyantap sereal yang diberikan oleh istrinya, hingga membuat Bu Misye jadi cemburu.
Setelah sarapan Doni memutuskan untuk bekerja, meskipun baru semalam dia menggelar resepsinya.
Setelah kepergian putranya, bu Misye juga pergi keluar rumah. Dia pun menghampiri dukun yang biasa dia datangi.
Bu Misye duduk di depan pria tua yang kurus kering dengan janggut putih yang panjang.
"Ada perlu apa datang kemari?" tanya dukun itu.
"Begini Mbah, saya mau anak saya hanya menuruti perintah saya saja, saya ingin kembali memisahkan putra saya dengan istri barunya."
"Memisahkan dengan istri barunya?"
"Iya Mbah, anak saya sudah menikah lagi dan saya lagi-lagi gak suka sama menantu saya ini. Tolong Mbah, tanamkan kebencian di hati Doni kepada istrinya. Buat rumah tangga mereka hancur lagi Mbah," ucap Bu Misye sambil menyodorkan beberapa uang lembar pecahan rp100.000 kepada pria tua itu.
"Oh tentu saja bisa nyonya. Baiklah akan saya buat Doni membenci istrinya."
Dukun itu pun menyanggupi
Bu Misye tersenyum menyeringai kali ini dia pasti bisa menyingkirkan Viola sama seperti menyingkirkan Sindy.
Setelah beberapa ritual yang dilakukan oleh dukun itu, bu Misye keluar dari rumah dukun itu.
'Lihat saja Viola tak lama lagi kau juga akan tersingkir dari rumah itu, akan ku carikan calon istri yang baik untuk Doni,' batin Bu Misye.
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
tahniah buat kehamilan mu Ainun
tahniah Ainun