Bunga Valerie Baheswara, seorang gadis remaja berusia 22 tahun, seorang wanita cantik dan memiliki prestasi. Pada suatu hari ada kegiatan dari pihak kampus yaitu pertukaran mahasiswa dalam bidang seni dan olahraga. Dan salah satunya Bunga Valerie Baheswara. Setiba nya dinegara tempat pertukaran mahasiswa yaitu spanyol. Saat tepatnya berada di stadion, Bunga menatap seseorang yang membuat dia enggan untuk memalingkan mata nya. Siapa kah seseorang ini yang membuat seorang Bunga tertarik hingga membuat dia memperhatikan nya? Ikuti kisah Bunga selengkapnya…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Kondisi di bawah disitu jer tidak pingsan, dia tergeletak di dekat bunga. Jer yang melihat bunga pingsan, tubuh luka-luka dan berdarah darah merasa sedih bahwasanya gadis yang ia cintai tak berdaya di dekat nya. Jer pun mencoba untuk bangun dan menghampiri bunga tapi tidak bisa karena kaki jer tidak bisa digerakkan.
“BUNGAA!” Teriak jer walaupun tau bunga sedang pingsan, setidaknya jer mengharapkan bunga bisa mendengar teriakan jer lalu bangun dari pingsan nya, dan ternyata bunga sama sekali tidak membukaan mata nya.
“Bungaa… maafin aku karna aku ga bisa jagain kamu” ucap jer sembil menjatuhkan air mata yang sudah tidak kuat ia bendung
Tidak lama dari itu jer pun pingsan
Dipagi hari nya bunga dan jer berhasil diselamatkan oleh tim sar. Dan segera dilatikan kerumah sakit.
Sementara mahasiswa atlet dan lainnya dipulangkan ke rumah.
RUMAH SAKIT
Bunga dan jer di rawat diruangan yang sama dan samping-sampingan.
Jer yang terlebih dahulu sadar dari pingsan nya melihat kondisi dia dengan kaki di perban. Tidak lama dari itu jer pun menanyakan ke panitia keberadaan bunga, karena jer belum tau bunga dirawat di mana.
KHEM..
“Ehh jer sudah sadar” ucap panitia
Jer pun langsung melihat kondisi kaki nya yang diperban
“Bunga dimana kak?” Tanya jer kepada panitia yang ada diruangan jer
“Itu bunga di rawat disebelah mu” jawab panitia sambil menunjuk ruangan yang disebelahnya yang hanya dihalangi oleh hordeng rumah sakit.
Jer pun langsung melihat ke arah hordeng yang sedikit terbuka itu, setelah panitia membuka hordeng nya, ia disana melihat ada sosok wanita yang iya cintai yang masih belum sadarkan diri.
“Bungaa..” ucap sedih jer yang memanggil bunga
“Udah yang sabar, kita tunggu aja sebentar lagi pasti sadar bunga”ucap panitia menenangkan hati jer
“Dia dari tadi belum sadar sadar kak? Ucap jer
“Iya belum, kamu doakan semua bunga cepet sadar dari pingsan nya” ucap panitia
Beberapa jam kemudian yang ditunggu tunggu akhirnya sadar juga dari pingsan nya.
“Aku dimana ini kak?” Ucap bunga kebingungan
“Ini kamu lagi dirumah sakit. kamu jatuh ke jurang tadi malam. Kamu ingat itu?” ucap panitia
Belum sempat bunga menjawab tiba-tiba ada suara yang memanggil bunga, ia datang menggunakan kursi roda. Dan siapa lagi itu kalau bukan jer
“BUNGA…” ucap jer seraya menghampiri bunga yang masih berbaring dikasur rumah sakit itu
“Ehh kak jer kok dikursi roda?” Bunga Kaget melihat kondisi jer
Tidak membalas ucapan bunga, jer pun menanyakan keadaan bunga
“Kamu gimana keadaannya? Masih ada yang sakit-sakit di tubuh yang belum diobati?” Tanya jer perhatian
“Enggak kak, kakak belum jawab pertanyaan aku, kenapa kakak pake kursi roda dan pakai baju pasien yang ada di rumah sakit ini sama kayak aku?” Tanya penasaran bunga
“Udah ga usah dibahas, yang dibahas sekarang kondisi kamu. Kamu sadar aja ini udah bersyukur sekarang” ucap jer
Melihat jer tidak menjawab pertanyaannya, akhirnya bunga bertanya kepada panitia yang ada dikamar ruangan tepat nya berada disamping bunga
“Kenapa kak, kak jer ini” tanya bunga lagi
“Dia juga jatuh ke jurang sama kayak kamu. Dia coba nyelametin kamu yang udah duluan ada dijurang itu, terus jer pas nolong kamu tergelincir lalu dia jatoh ke jurang bersama kamu” ucap panitia dengan lantang
“HAH Kakak ini membahayakan diri sendiri, aku ga suka ya kak”
“Udah aku bilangin nanti aja nunggu tim sar untuk nolong kamu bunga, tapi jer keras kepala ingin nolong kamu saat itu juga”
“Ya ampun, terus ini gimana kak sekarang keadaan kaki kakak? Aman atau parah?”
“Aman kok ini paling beberapa hari juga udah sembuh tadi dokter udah bilang” ucap jer
Kemudian datang lah kajol seorang diri karena kawan mahasiswi-mahasiswi yang lain tidak boleh menjenguk, mereka hanya dirumah saja.
“Bunga, gimana kondisi kamu sekarang” ucap kajol
“Aman kok” jawab bunga
“Aku mau nanya, kamu kenapa bisa jatoh ke jurang itu? Kamu malam-malam ngapain keluar sendirian?” Pertanyaan demi pertanyaan kajol tanyakan ke bunga
“Aku malam itu mau buang air kecil, terus aku bangunin kamu tapi kamu ga bangun-bangun. Sedangkan Aku udah ga tahan lagi mau buang air kecil. Ya udah aku nekad aja sendirian walaupun aku takut banget sendirian keluar malam malam” ucap bunga menjelaskan kronologi
“Ya ampun maafin ya bunga, gara-gara aku ga bangun kamu jadi sendirian buang air kecil malam-malam. Terus sampe bisa jatoh itu gimana?” Tanya kajol
“Selesai aku buang air kecil seinget ku ada bayangan hitam. Aku inget itu doang abis itu ga inget apa apa lagi”
“Bayangan hitam? Hantu? Atau orang?”
“Gak paham aku, pokoknya aku melihat bayangan hitam datang menghampiri aku abis itu aku ga inget apa-apa lagi. Dan sampai lah sekarang baru inget dirumah sakit” ucap bunga
“Ya udah lah yang penting kamu selamat bunga” ucap kajol
“Tapi ini cukup mencurigakan, bayangan hitam apa yang dimaksud bunga ini, terus kamu bisa jatuh didorong sama bayangan hitam itu apa kamu tergelincir karena lihat bayangan itu” tanya jer
“Sabar aku ingat-ingat dulu” ucap bunga
Bunga pun mengingat ingat kejadian itu, tapi semakin diingat kepala bunga terasa sakit
“ADUH!” Ucap bunga sambil memegang kepala nya yang terasa sakit
“Udah jer jangan kamu suruh ingat kejadian itu, dia ini belum sembuh total nanti malah terjadi yang tidak tidak karena dia dipaksa mengingat kejadian itu” ucap panitia
“Ehh iya bunga udah-udah jangan kamu ingat dulu kejadian itu” sahut jer panik karena melihat bunga kesakitan karena ingin mengingat kejadian malam itu
“Iya bunga udah kamu istirahat dulu aja, ga usah ingat ingat itu dulu” ucap kajol
Melihat kawan nya menyuruh ia tidak usah mengingat-mengingat kejadian itu dahulu bunga pun menuruti nya
“Iya..” ucap bunga
“Ya udah kamu istirahat dulu bunga” ucap panitia menyuruh bunga istirahat
“Iya kak” ucap bunga
“Kita ke katin yuk kak, laper” sahut kajol
“Ya udah kita ke kantin dulu ya bunga, kamu istirahat” ucap panitia
“Kamu jer mau ke kantin juga ga?” Tanya kajol
“Aku disini dulu, mau ngobrol sama bunga sebentar” jawab jer
“Ya udah sebentar aja ya ngobrolnya, kalian berdua harus istirahat yang cukup. Jangan tanya tanya bunga yang aneh aneh jer dia masih belum sehat total. Tolong kali ini dengar perintah kakak panitia, karena kalian tanggung jawab kami! kalo kejadian kayak gini kan siapa yang repot dan disalahkan, pasti kami panitia” ucap panitia tegas
“Iya kak janji cuman sebentar aja, ga nanya yang aneh aneh juga. Makasih ya kak udah kami repoti” ucap jer
“Ya, jangan diulangi lagi. Aku sama kajol mau ke kantin dulu. Kalian ada yang nitip makan atau apapun itu?” Ucap panitia
“Enggak kak” ucap jer dan disambung bunga dengan menggelengkan kepala nya menandakan tidak ingin menitip Makan atau apapun
“Oke kalau begitu, kakak dan kajol ke kantin dulu” ucap panitia
“Iya kak” jawab jer