Ruri dan Zainudin adalah orang yang sama-sama punya kisah gagal dalam rumah tangga. Zai mempunyai putra yang menguak tabir rumah tangganya, sementara Ruri harus berjuang sendiri demi anak-anaknya.
Pertemuan keduanya tak terduga di sekolah anak mereka. Apa yang terjadi selanjutnya dengan mereka berdua? Yuk, ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LSC 28
Jauh di negara lain. Sepasang suami istri dan dua anak lelaki yaitu, Reni dan Brian serta Jordan yang sudah tumbuh semakin besar dan anak lelaki berusia 1 tahun hasil hubungannya dengan Brian menambah kebahagiaan untuk Reni.
Sejak perpisahannya dengan Zai, Reni sudah bertekad bulat akan meninggalkan kota dimana dia tinggal dan Brian membawanya ke luar negeri bersama dengan Jordan. Sedangkan kedua orang tua Reni tetap berada di kota tersebut.
Dirinya tidak ingin teringat akan kenangan dengan Zai, lelaki yang telah membuat hidupnya berantakan. Dia tidak mau hidup serba kekurangan. Beruntung Reni bertemu dengan Brian lelaki kaya saat hatinya sedang kacau saat itu. Reni awalnya ragu berhubungan dengan Brian. Tetapi setelah melihat bahwa Brian adalah lelaki yang tepat untuk hidupnya, Reni langsung menceritakan kisah hidupnya bahwa dirinya dikhianati oleh suaminya sendiri dan sekarang hidupnya terlunta-lunta.
Reni terpaksa berbohong agar hidupnya yang sekarang pas-pasan harus berubah lebih baik dengan mengenal Brian. Brian cukup kasian saat melihat Reni kala itu setelah wanita yang dikenalnya menderita batin yang luar biasa.
Tetapi Brian tidak peduli dengan masa lalu wanita itu. Sejak awal bertemu Reni, Brian awalnya hanya ingin mempermainkan wanita itu. Namun, segalanya berubah setelah Reni terus-terusan menggoda dan membuatnya tertarik dengan wanita itu.
Hingga saat ini, mereka akhirnya menikah dua tahun yang lalu dan sekarang telah memiliki anak laki-laki tampan dari hubungannya dengan Reni.
Lamunan Reni buyar saat Brian duduk disampingnya. "Sedang memikirkam siapa, sayang? Sampai melamun begitu?" tanya Brian menatap istrinya itu.
Reni tersenyum dan memeluk erat tubuh kekar suaminya. "Tidak memikirkan siapapun? Hanya rindu dengan orang tua," jawab Reni berbohong seraya tersenyum.
Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Reni sesungguhnya rindu dengan kedua anaknya dengan mantan suaminya terdahulu. Tetapi, dirinya mengingat perkataan Zai, kalau kedua anaknya sangat membencinya karena tega berselingkuh dengan lelaki lain.
"Apakah aku begitu hina dan rendah dimata anakku saat itu? Aku yang gelap mata dan sibuk memikirkan diri sendiri sehingga tega melukai perasaan anakku saat itu. Kini begitu sesak saat mengingat itu semua." Reni berucap serta berperang dengan hatinya saat ini.
"Sayang. Aku kangen kedua orang tuaku. Lusa kita pulang ya ke Indonesia," pinta Reni berada di bahu suaminya menahan sesak di dadanya serta menahan air matanya yang ingin keluar.
"Baiklah. Kebetulan, aku ada pekerjaan di Indonesia. Jordan juga libur sekolah kan?" ucap Brian mengusap lengan istrinya.
Reni hanya mengangguk senang saat suaminya menuruti keinginannya. Rahasia ini akan Reni simpan sampai kapanpun asal dirinya dan Jordan hidup bahagia. Tetapi kali ini, kepulangannya bukan hanya rindu dengan orang tuanya saja. Tapi, bertemu dengan kedua anaknya Rere dan Gabriel.
"Rere dan Gabriel. Bagaimana kabar kalian berdua sekarang? Mama sangat merindukan kalian, sayang." Reni tiba-tiba mengusap air matanya yang lolos begitu saja di pipi mulusnya.
Brian merasa heran dengan istrinya. "Hai, Sayang. What wrong? Why you cry?" tanya Brian bingung.
"Tidak apa-apa, Sayang. Aku hanya rindu orang tuaku saja." Reni segera mengusap air matanya dengan cepat, agar Brian tidak bertanya terus menerus yang akan membuat kepalanya pusing nanti.
"Oke. Baiklah. Kalau begitu, kita masuk kedalam saja. Diluar sangat dingin dan aku akan meminta anak buahku untuk memesan tiket ke Indonesia lusa." kata Brian yang melangkah masuk ke dalam bersama Reni ke kamar.
Reni hanya diam saja apa yang dikatakan suaminya itu. Yang penting saat ini Reni hanya ingin tidur dan menangis sepuasnya setelah Brian keluar dari kamar dan pergi lagi ke kantor.
mampir y