Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Cahaya di Tengah Kegelapan
Malam pernikahan itu tidak dirayakan dengan pesta pora atau lampion merah yang megah. Hanya ada sebuah lilin kecil yang bergoyang tertiup angin di dalam gubuk tua di pinggiran wilayah keluarga Shen.
Shen Long duduk di tepi tempat tidur yang keras. Di hadapannya, Lin Er sedang berlutut, dengan telaten membasuh luka-luka di kaki Shen Long dengan air hangat. Jari-jemarinya yang kasar karena kerja keras terasa sangat lembut dan penuh kehati-hatian saat menyentuh kulit Shen Long.
"Kenapa kau melakukan ini, Lin Er?" tanya Shen Long lirih. "Aku hanyalah beban. Semua orang ingin aku mati, tapi kau... kau justru merawatku."
Lin Er mendongak. Di bawah cahaya lilin yang temaram, matanya tampak bersinar tulus. Ia memberikan senyum kecil yang menenangkan.
"Tuan Muda, bagi orang lain Anda mungkin bukan siapa-siapa. Tapi mulai malam ini, Anda adalah suami saya. Di dunia yang kejam ini, setidaknya biarkan saya menjadi tempat Anda pulang."
Ia kemudian mengambil kain bersih dan mengeringkan kaki Shen Long. Tanpa rasa jijik sedikit pun, Lin Er memindahkan posisi duduknya ke samping Shen Long, lalu perlahan menyandarkan kepala pemuda itu ke bahunya.
"Istirahatlah. Saya akan menjagamu." bisiknya.
Untuk pertama kalinya dalam kehidupan reinkarnasi ini, Shen Long merasakan kehangatan yang asing namun menenangkan. Aroma melati liar dari rambut Lin Er perlahan meredam rasa sakit di tubuhnya. Tanpa sadar, Shen Long menggenggam tangan kecil Lin Er, dan gadis itu membalasnya dengan remasan lembut yang seolah berkata, 'Semua akan baik-baik saja.'
Namun, kedamaian itu hanya sekejap.
BRAK!
Pintu gubuk yang rapuh itu ditendang hingga hampir terlepas dari engselnya. Shen Mo melangkah masuk dengan wajah sombong, diikuti oleh dua pelayan setianya yang tertawa mengejek.
"Wah, wah! Lihat pengantin baru kita! Sangat romantis di dalam kandang ayam ini," ejek Shen Mo. Matanya yang licik menatap Lin Er dengan tatapan lapar. "Sayang sekali, gadis semanis ini harus melayani sampah lumpuh seperti dia."
Shen Long mencoba bangkit, namun tubuhnya masih terlalu lemah. "Shen Mo... apa lagi maumu? Kami sudah keluar dari kediaman utama."
"Mauku? Sederhana saja." Shen Mo mendekat dan dengan kasar menendang meja kecil berisi mangkuk air hangat milik Lin Er hingga pecah. "Ayah bilang, meski kau sudah menikah, kau tetap budak keluarga Shen. Besok pagi, kau harus mendaki Gunung Angin Dingin untuk mencari Rumput Roh. Jika tidak membawa pulang hasil, istrimu ini yang akan menerima hukumannya sebagai gantinya!"
Lin Er gemetar, tapi ia justru berdiri di depan Shen Long, mencoba melindunginya. "Tuan Muda kedua, itu tidak adil! Gunung itu penuh binatang buas, Tuan Muda Shen Long tidak akan selamat!"
PLAK!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Lin Er hingga gadis itu tersungkur.
"Berani kau memotong bicaraku, pelayan rendah?!" bentak Shen Mo.
Melihat Lin Er tersungkur dengan sudut bibir berdarah, sesuatu di dalam dada Shen Long seolah meledak. Itu bukan sekadar kemarahan, tapi sebuah kegelapan yang sangat dalam dan kuno.
"Jangan... sentuh... dia..." suara Shen Long berubah. Menjadi berat, dingin, dan bergetar dengan frekuensi yang membuat udara di dalam gubuk itu menjadi berat secara tiba-tiba.
Shen Mo tertawa meremehkan. "Oh? Kau marah, Sampah? Memangnya kau bisa a—"
Kalimat Shen Mo terhenti. Ia tiba-tiba merasakan hawa dingin yang menusuk tulang belakangnya. Untuk sesaat, ia melihat bayangan raksasa berbentuk naga hitam di belakang tubuh lemah Shen Long, dengan mata merah yang menatapnya seolah ia hanyalah sekerat daging busuk.
Shen Long berusaha berdiri, namun tiba-tiba penglihatannya menggelap. Luka-lukanya yang parah membuat tubuhnya belum mampu menahan luapan emosi tersebut. Ia ambruk tepat di pelukan Lin Er yang langsung menangis histeris memanggil namanya.
"Cih, hanya menggertak!" Shen Mo menutupi rasa takutnya yang tiba-tiba dengan tawa paksa. "Ingat, besok pagi! Jika tidak, istrimu akan kukirim ke rumah bordil untuk membayar sisa hutang keluarganya!"
Setelah Shen Mo pergi, ruangan kembali sunyi, hanya menyisakan isak tangis Lin Er yang memeluk tubuh pingsan suaminya.
Di dalam ketidaksadarannya, Shen Long berada di sebuah ruang hampa yang merah pekat. Di sana, ia berdiri di depan sebuah pintu gerbang raksasa yang dirantai oleh jutaan segel emas—segel yang sama yang mengurungnya ribuan tahun lalu.
Salah satu rantai itu retak.
Krak...
Suara tawa jahat yang sangat familiar bergema di telinganya.
"Hahaha... Marahlah, wahai diriku! Biarkan kebencianmu menjadi kunci untuk membuka penjara ini. Dunia ini telah melupakan siapa kita... mari kita ingatkan mereka sekali lagi."
Mata Shen Long di dunia nyata tiba-tiba terbuka lebar. Pupil matanya yang hitam sesaat berubah menjadi merah darah sebelum kembali normal.