NovelToon NovelToon
Dewa Pembantai

Dewa Pembantai

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sukma Firmansyah

revisi
ternyata di platform ini,tidak suka Pace lambat/banyak kata
jadi kita merivisi semua dari bab 1

Shi Yan adalah seorang pecandu olahraga ekstrem yang tidak lagi merasakan tantangan dalam hidup, hingga maut menjemputnya dan melemparkannya ke dunia yang jauh lebih kejam. Terbangun di sebuah kolam mayat yang membusuk, ia mewarisi warisan kuno yang mengerikan: kemampuan untuk menyerap energi dari mereka yang mati.
Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shi Yan tidak memilih jalan pahlawan. Dengan Martial Spirit yang haus darah dan hati yang sedingin es, ia mendaki puncak kekuasaan di atas tumpukan tulang musuhnya. Baginya, setiap kematian adalah nutrisi, dan setiap peperangan adalah tangga menuju keilahian. Di dunia ini, kau hanya punya dua pilihan: Menjadi mangsa, atau menjadi sang Pembantai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 : Ledakan Keputusasaan: Perangkap Berdarah Shi Yan

Tubuh ramping Mu Yu Die bergetar hebat. Ia bersandar lemah pada batang pohon, air mata mulai mengalir deras membasahi wajah cantiknya.

Sepanjang perjalanan, Luo Hao dan Zhao Xin telah melindunginya dengan segenap jiwa. Ia bisa bertahan hidup hingga sekarang hanya karena keberadaan Luo Hao yang sudah ia anggap sebagai pelindungnya. Mendengar mereka berdua telah tewas, Mu Yu Die dilingkupi duka yang begitu mendalam hingga ia kehilangan keinginan untuk melarikan diri.

Mata Di Yalan tampak berkobar penuh api amarah. Dengan suara gemetar, ia bertanya, "Siapa... siapa yang melakukannya?!"

Hu Long terisak, menjelaskan detail kejadiannya, lalu menambahkan, "Selain Dunia Kegelapan dan Serikat Tentara Bayaran Tush, ada juga orang-orang dari Keluarga Mo. Pemimpinnya melepaskan kekuatan petir; itu pasti Jiwa Bela Diri Petir milik Keluarga Mo."

"Serikat Tush! Dunia Kegelapan! Keluarga Mo!" Di Yalan menggertakkan gigi, menyebutkan nama-nama itu satu per satu. "Mereka semua harus membayar mahal!"

Shi Yan mengernyit saat mendengar tentang Keluarga Mo. Ia segera menyadari bahwa target utama mereka sebenarnya adalah dirinya. Tiba-tiba, indra penciumannya menangkap aroma aneh dari tubuh Hu Long. Wajahnya memucat.

"Saudara Hu Long, ada aroma aneh di tubuhmu... Kau seharusnya tidak mungkin bisa lolos hidup-hidup dari mereka... Ah!"

"Nak, apa maksudmu?" Di Yalan memelototinya. "Kau ingin Hu Long mati?"

Namun, Hu Long segera mengerti maksud Shi Yan. Ia tersenyum pahit. "Begitu rupanya. Mereka sengaja membiarkanku hidup agar aku menuntun mereka kepadamu. Aku pikir aku beruntung. Haha."

Sebelum Di Yalan sempat mencegah, Hu Long berlutut di depan Mu Yu Die dan bersujud tiga kali. "Nona Mu, tolong hiduplah dengan bahagia dan balaskan dendam kami!"

Ia lalu bangkit dan berlari kencang menjauh. Suaranya yang meratap terdengar dari kejauhan, "Cepat pergi! Ambil jalur lain! Aku akan memancing mereka dan mengulur waktu sebanyak mungkin untuk kalian!"

"Hu Long!" tangis Di Yalan dan Mu Yu Die pecah.

***

"Kita harus pergi sekarang! Nona Mu, simpan duka ini dan tetaplah hidup!" Shi Yan berkata serius sambil mengulurkan tangan ke arah Di Yalan. "Berikan Bom Bintang itu padaku. Kalian pergilah dulu dengan Nona Mu. Aku akan segera menyusul."

Pikiran Di Yalan kosong karena kematian teman-temannya. Ia menyerahkan tiga Bom Bintang itu kepada Shi Yan dan bertanya dengan suara serak, "Apa yang akan kau lakukan?"

"Hanya ingin mengambil sedikit 'bunga' atas kematian Paman Luo!"

Dengan wajah sedingin es, Shi Yan menghampiri mayat Tumu. Ia membedah perut Tumu dengan belatinya, memasukkan dua Bom Bintang ke dalamnya, lalu mengoleskan racun [Air Liur Tujuh Ular] dengan sangat hati-hati di sekitar luka tersebut. Terakhir, ia membalikkan tubuh Tumu hingga terlungkup.

"Manusia selalu punya rasa penasaran. Saat orang-orang Serikat Tush datang, mereka pasti tidak tahan untuk membalikkan tubuh Tumu. Bayangkan apa yang terjadi jika mayat ini dibalik dengan kasar?" Shi Yan menyeringai kejam.

"Aku mengerti," Di Yalan menatap dengan tatapan penuh kebencian. "Semakin banyak yang mati, semakin baik!"

"Aku juga menaburkan bubuk racun di tubuhnya. Saat Bom Bintang meledak, bubuk itu akan menempel pada bilah-bilah tajamnya. Sekali tergores, mereka pasti mati!" Shi Yan menatap tajam. "Ayo pergi! Kita harus tetap hidup agar bisa membalaskan dendam Paman Luo!"

***

Seperempat jam kemudian.

Tiga pihak—Dunia Kegelapan, Keluarga Mo, dan Serikat Tush—tiba di lokasi tersebut setelah mengikuti aroma di tubuh Hu Long.

"Tumu!"

Melihat kapak yang tergeletak di samping mayat, Bernard langsung mengenali bahwa itu adalah Tumu. Ia berteriak syok, "Mustahil! Bagaimana mereka bisa membunuh Tumu?!"

"Bukankah kau bilang kita hanya perlu mengambil target kita di sini?" gumam Utusan Sabit dengan mata dingin.

Bernard yang panik memerintah, "Zuo Song, balikkan tubuh Tumu dan periksa dia!"

"Bocah itu yang membunuhnya!" Mo Yanyu memperingatkan Mo Chaoge dengan suara rendah. "Hati-hati, mungkin ada racun di senjata bocah itu!"

Zuo Song, anggota Serikat Tush, segera berlari ke arah mayat Tumu. Ia mencengkeram bahu Tumu dan membalikkan tubuhnya dengan kasar...

"DUARRRR! DUARRRR!"

Ledakan dahsyat mengguncang hutan!

Tubuh Tumu hancur berkeping-keping dalam sekejap! Ribuan bilah tajam yang bercampur dengan daging dan darah Tumu melesat keluar seperti bintang jatuh ke segala arah!

Karena Serikat Tush berdiri paling dekat, mereka menjadi korban pertama! Tiga tentara bayaran seketika berubah menjadi "sarang lebah", tubuh mereka dipenuhi lubang-lubang berdarah. Zuo Song yang membalikkan mayat itu hancur berkeping-keping, dagingnya bercampur dengan daging Tumu.

Utusan Dunia Kegelapan dan Keluarga Mo yang berada puluhan meter jauhnya juga terkena dampaknya! Para prajurit Ranah Pemula Keluarga Mo terkapar bersimbah darah sebelum sempat melindungi diri.

"AAAAARGHH!"

Jeritan memilukan menggema. Tempat itu berubah menjadi neraka dalam sekejap. Potongan tubuh dan organ dalam berserakan di mana-mana.

Mo Yanyu, yang dilindungi oleh Mo Chaoge, tidak sanggup melihat pemandangan itu. Wajahnya pucat pasi dan ia mulai muntah-muntah hebat.

Beberapa prajurit yang hanya tergores merasa beruntung, namun tak lama kemudian pandangan mereka mulai kabur...

"Sialan! Ada racun di bilahnya!" teriak Mo Chaoge. Ia menatap prajuritnya sendiri. "Potong bagian daging yang terluka! Cepat! Cepat!"

Si raksasa Johnson, yang lengah, lengannya terkena goresan. Karena ketakutan setengah mati, ia menggertakkan gigi dan memotong setengah lengan kirinya sendiri. Ia melolong kesakitan, "Nona Mo, tolong balut lukaku!"

Melihat potongan lengan Johnson, Mo Yanyu kembali muntah-muntah.

Bernard, sang kapten Serikat Tush, gemetar karena amarah yang meledak. Seluruh anak buahnya tewas! Sekarang ia benar-benar sendirian!

"Akan kubunuh mereka! AKAN KUBUNUH MEREKA!" raung Bernard bagaikan binatang buas yang mengamuk.

"Humph!" Utusan Sabit mendengus kesal pada Bernard yang ceroboh. Ia menoleh ke Mo Chaoge. "Ayo lanjut mengejar. Biarkan saja si gila ini."

Mo Chaoge mengangguk, lalu mereka meninggalkan Bernard yang masih meraung-raung seperti orang gila di tengah tumpukan mayat anak buahnya.

1
Jujun Adnin
lanjut
azizan zizan
kimak betol novel sampah apa yang aku terlanjur baca Nih...
Sukma Firmansyah: kami sudah merivisi semua isi novel
terimakasih atas kritikan nya, semoga penulis dapat lebih baik lagi dalam menutur kata dan style yang mudah dimengerti
total 1 replies
azizan zizan
terlalu banyak pembahasan yang tidak perlu lagi satu perkataan yang sama di ulang terus...amat membosankan jika perkataan begitu di baca...
Sukma Firmansyah: silahkan baca dari bab 1, kita sudah merivisi semua atas saran editor, agar oembaca tidak kecewa
total 1 replies
azizan zizan
tajuk muka depan sama alur di dalam membingungkan...terlalu bila bila bila bila banyak...
Sukma Firmansyah: mohon besabar saudara, ini novel dengan kapasitas ribuan bab
tidak bisa cepat sangat dalam alur nya, mohon diresapi dan di baca dengan hati yang iklhas
total 1 replies
azizan zizan
ini cerita apa Thor cek cok cek cok tak jelas...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!