Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.
Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "
by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28. WANITA SAMPAH
Mendengar Pak Erdana mengatakan kalau Abelano masih sah menjadi suami Emin, membuat Emin terdiam. Seolah dirinya tidak terima Pak Erdana membela Abelano. Emin memilih untuk meninggalkan Abelano begitu saja di ruang tamu, bersama kedua orang tuanya. Karena ia tidak ingin lebih lama bertatapan dengan Abelano
Rasanya Emin tidak Sudi tidur di kamar yang sama dengan pria yang sudah menginjak-injak harga dirinya, selama tinggal di rumah keluarga Basten. Bahkan Abelano mengatainya wanita sampah yang tidak pantas berdampingan dengannya.
Kata-kata sampah yang paling menyakitkan bagi Emin keluar dari mulut Abelano membuat dirinya sulit untuk memaafkan Abelano. Sementara Abelano hanya terpaku begitu saja di sana."lebih baik nak Abelano Langsung istirahat saja. Ini sudah pukul 23. 00 besok akan kita bicarakan lagi." ujar Pak Erdana kepada abilano dibalas anggukan dari Abelano.
Abelano melihat pintu kamar Emin terbuka lebar. Emin sengaja tidak mengunci pintu kamar itu. Karena Pak Erdana bisa marah besar kepadanya. Karena tidak menuruti perintah dari Pak Erdana. Sehingga ia memilih untuk langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, sederhana yang selama ini ia tempati, ketika masih tinggal bersama kedua orang tuanya.
Melihat kehadiran Abelano di kamar miliknya. Emin menatap Abelano dengan tatapan tajam."Kamu pasti tidak akan bisa Nyenyak tidur di kamar ini. Karena di kamar ini, tidak ada AC dan tempat tidur yang cukup luas seperti yang kamu miliki di rumah utama keluarga Basten.
Kami hanya rakyat jelata dan saya wanita sampah. Jika kamu ingin membaringkan tubuhmu baringkan saja di sana." ucap Emin sambil menunjukkan Kasur tipis yang ia bentangkan di atas lantai kamarnya. Abelano menatap Kasur yang sudah dibentangkan oleh Emin disana.
Kalau anda tidak ingin terbaring disitu, mungkin anda lebih baik langsung pulang ke apartemen Anda. Ataupun ke rumah utama keluarga Basten. Karena hanya beginilah yang kami punya. " ucap Emin sambil langsung menarik selimut menutupi tubuhnya.
Sebelumnya Emin sudah menyediakan bantal di atas kasur tipis itu. Dan juga selimut tipis ia sediakan disana, untuk menutupi tubuh Abelano yang merasa kedinginan. Tiba-tiba suara gemuruh petir terdengar jelas di telinga Emin dan juga Abelano membuat Abelano dan Emin terkejut.
"Sudah, Sepertinya kamu tidak bisa pulang malam ini, lebih baik kamu langsung tidur saja." perintah Emin yang tak dapat dibantah oleh Abelano. Karena membantah pun tidak ada akan ada gunanya. Tiba-tiba lampu listrik mati di daerah tempat tinggal keluarga Emin.
"Astagfirullah hal adzim. Emin mengucap ketika lampu listrik padam. lengkap sudah penderitaanku, kamar gelap gulita dan rasa isi rumah ini gelap. Penderitaan belum berakhir kini sudah datang kembali." gerutu Emin sembari berusaha bangkit dari pembaringannya, berniat untuk mencari lilin kecil yang ada di lemarinya.
Tanpa ia sadari ia menabrak tubuh Abelano karena dirinya tidak melihat apa-apa disana dipenuhi dengan kegelapan."Maaf saya tidak sengaja ingin." Emin meminta maaf kepada Abelano.
" Tidak apa-apa, ucap Abelano sambil meraih ponsel miliknya yang ada di saku celananya. lalu menghidupkan center ponselnya. "Terima kasih." ucap Emin sambil berusaha bangkit berdiri. Tetapi Abelano tidak membiarkan Emin pergi begitu saja.
Ia meraih tubuh Emin kepelukannya, lalu langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Emin. Perlahan kecupan itu semakin mendalam, membuat Emin terdiam. Tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa, sesuai dengan apa yang diucapkan oleh kedua orang tuanya, kalau Abelano masih sah menjadi suami Emin dimata hukum dan agama.
"Ia akan berdosa jika menolak keinginan suaminya. Tetapi ingin berusaha untuk tidak membalas kecupan yang diberikan oleh Abelano kepadanya. Berharap ia tidak larut dalam suasana. Tetapi entah mengapa Abelano justru memperlancar aksinya.
Sehingga Emin pun tidak dapat menahan getaran yang cukup hebat di tubuhnya. Dan akhirnya Iapun membuka rongga mulutnya, agar Abelano dapat memainkan lidahnya di sana. Hingga akhirnya Emin pun membalas kecupan dari Abelano. Membuat Abelano merasa bahagia, telah mendapat balasan dari istrinya. istri yang sudah beberapa minggu Ia cari keberadaannya.
Entah karena cinta atau apa? yang pasti Abelano merasa kehilangan ketika Emin meninggalkan rumah utama keluarga Basten. tidak hanya Abelano yang merasa kehilangan. kedua orang tua Abelano, Tuan Basten dan nyonya Agatha juga merasa kehilangan dan meminta kepada Abelano agar segera membawa Emin kembali ke rumah utama keluarga Basten.
Kini keduanya larut dalam keadaan. Suasana cuaca yang begitu dingin, membuat situasi semakin mengizinkan keduanya saling bercumbu mesra. Apalagi selama pernikahan mereka, Abelano dan Emin berlangsung, mereka sama sekali belum pernah melakukan layaknya suami istri. Selain karena Abelano sedang mabuk dan memberikan kecupan di wajah cantik Emin.
Tetapi saat itu Abelano membayangkan sosok Clarissa yang ia berikan kecupan. membuat hati Emin saat itu merasa sakit. Ia seolah-olah menjadi patung di sana pengganti seorang Clarissa di hati Abelano. Sebaik-baiknya wanita, Jika suami membayangkan wanita lain bersamanya sedang bercumbu mesra, itu sangat menyakitkan.
Abelano benar-benar menikmati malam itu. begitu juga dengan Emin yang sudah tidak menyadari hubungan rumit di antara mereka. Karena dirinya tidak memikirkan apa-apa lagi. karena Abelano mampu membuat dirinya terbang ke langit ketujuh.
Tiba-tiba Emin tersadar, lalu ia langsung mendorong tubuh Abelano. "Hentikan! ini tidak pantas kita lakukan. Karena di antara kita tidak ada yang namanya rasa cinta.
"Maaf kau memang masih sah sebagai suamiku dimata hukum dan agama. Tetapi di hati ini, sudah tidak ada Abelano yang menjadi suami semenjak kontrak pernikahan itu berakhir.
Awalnya aku menerima pernikahan itu. Karena aku berharap dapat mencintaimu dengan tulus seiring berjalannya waktu. Begitu juga dengan kamu mencintaiku dengan tulus. Tetapi sepertinya itu tidak mungkin terjadi. Karena kamu tidak mungkin mencintaiku sebagai wanita sampah.
Aku akan mengurus perceraian kita ke pengadilan agama kamu tenang saja saya tidak akan merepotkan kamu. Dan aku juga tidak akan menuntut apa-apa. cukup hanya lepaskan saja aku dari pernikahan bohongan ini." ucap Emin Kepada Abelano yang mampu membuat Abelano terhenyak.
"sayang, mas tidak ingin bercerai dengan kamu. Mas sangat mencintai kamu. Maafkan mas atas kesalahan yang mas lakukan selama ini. Kamu tahu sendiri Mas sangat kacau setelah kepergian kamu. Abelano berusaha meminta maaf kepada Emin.
Tetapi Emin enggan untuk memaafkan Abelano kata-kata sampah itu yang sulit dimaafkan oleh Emin. Di bawah keterbatasan penerangan di kamar milik Emin, Abelano bersujud di kakinya meminta maaf kepadanya.
"Maaf Tuan Abelano yang terhormat, anda tidak perlu merendahkan harga diri Anda seperti ini, hanya untuk kepada wanita sampah sepertiku. Lebih baik anda langsung berdiri tidak ada gunanya seperti ini." ucap emen berusaha untuk menenangkan hatinya yang sudah bergemuruh. Tetapi Abelano tidak menyerah begitu saja. Ia dengan setia memohon kepada Emin agar Emin memaafkan dirinya.
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya teman emak
yang berjudul " one night with ipar
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻