NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4 ~ Janggal

Tiba-tiba Shella memegangi kepalanya yang mulai terasa berat. Tubuh wanita itu sedikit limbung hingga hampir kehilangan keseimbangan.

Arga yang berdiri paling dekat langsung refleks menahan tubuhnya.

“Shella!”

Tangannya meraih pundak wanita itu cepat sebelum benar-benar jatuh.

“Kamu tidak apa-apa?” tanya Arga khawatir.

Ayra yang melihat itu ikut terkejut. Namun entah kenapa dadanya terasa sesak saat melihat jarak mereka yang begitu dekat.

Terlalu dekat.

Shella menggeleng pelan sambil mencoba berdiri tegak.

“Tidak apa-apa… hanya sedikit pusing,” ucapnya lirih.

Tatapan mata wanita itu bertemu dengan Arga beberapa detik, tapi bagi Ayra waktu di detik itu terasa lebih lama dari seharusnya.

“Kalau begitu aku akan mengantarmu pulang sekarang,” putus Arga tegas.

“Tapi… Sam?” tanya Shella ragu.

Bahkan wanita itu hanya menatap Sam, tidak pada Ayra. Istri dari pria yang saat ini tengah memeluknya.

Tapi Ayra mencoba menepis pikiran tersebut. Mungkin dia yang terlalu lelah malam ini sampai berpikir terlalu berlebihan.

Tatapan Arga akhirnya beralih kearah Ayra.

“Ada Ayra disini,” ucap pria itu pelan. “Aku tidak akan lama. Hanya mengantar Shella sebentar.”

Bibir Ayra terasa kelu. Entah kenapa tenggorokannya mendadak kering hingga sulit sekadar menjawab. Untuk pertama kalinya Ayra merasa menjadi sebuah pilihan untuk suaminya, bukan lagi prioritas.

Namun saat matanya kembali menatap Samuel yang masih terbaring lemah diranjang rumah sakit, Ayra akhirnya mengangguk kecil.

“Iya…”

“Terima kasih banyak untuk semuanya, Shella…” ucap Ayra tulus.

Wanita itu tersenyum tipis. “Sama-sama.”

Tak lama kemudian Arga dan Shella keluar dari ruang ICU. Pintu tertutup perlahan, menyisakan suasana sunyi untuk Ayra dan Samuel.

Wanita itu berjalan mendekati ranjang lalu duduk perlahan dikursi samping tempat tidur. Tangannya mengusap rambut Samuel lembut sebelum mengecup punggung tangan mungil bocah itu dengan penuh kasih sayang.

Tak ada suara.

Ayra hanya ingin menatap wajah putranya lebih lama. Wajah kecil yang membuat hidupnya terasa jauh lebih berarti. Anak yang hadir disaat dirinya hampir kehilangan harapan.

Dan anak yang malam ini nyaris membuat dunianya runtuh karena rasa takut kehilangan.

“Mama sangat sayang sama kamu…” bisiknya lirih sambil tersenyum lemah.

Tatapan wanita itu masih terpaku pada wajah kecil putranya. Semakin lama dia memandang, semakin banyak hal-hal kecil yang terasa familiar diwajah Samuel.

Lengkungan matanya. Bentuk bibirnya.

Namun detik berikutnya tatapan Ayra perlahan berubah. Ada sesuatu yang terasa aneh. Seolah ada wajah lain yang samar-samar ikut muncul diwajah Samuel.

Entah kenapa malam ini Ayra baru benar-benar menyadarinya.

Wanita itu terdiam cukup lama. Pikirannya terasa penuh dan lelah setelah semua yang terjadi sejak sore tadi.

Hingga tanpa sadar, sehelai rambut Samuel yang rontok jatuh diatas jemarinya. Ayra memungutnya pelan. Tatapannya tertahan cukup lama pada helaian rambut kecil itu.

Kosong.

Bingung.

Seolah ada sesuatu yang ingin muncul dipikirannya namun belum benar-benar terbentuk.

“Mama…” Suara lirih itu membuat Ayra langsung tersentak. Tatapannya buru-buru beralih menuju Samuel.

Kelopak mata bocah itu masih tertutup, namun bibir kecilnya bergerak pelan.

“Sam?” suara Ayra langsung bergetar. “Sayang… Mama disini…”

Samuel mengerjap perlahan sebelum akhirnya membuka mata kecilnya sedikit.

“Mama…” panggilnya serak.

Seketika air mata Ayra langsung jatuh. Wanita itu buru-buru menggenggam tangan mungil Samuel dengan kedua tangannya.

“Iya sayang… Mama disini…”

"Mama, Sam dimana? disini bukan kamal Sam.." ucap bocah itu, menatap atap ruang sekitar.

Bibir ayra melengkung, memberi senyuman tipis. "Sam tadi jatuh, dan sekarang Sam sedang ada dirumah sakit.."

Hening sejenak.

Sam tampak diam, menatap kearah samping Ayra.

"Papa mana? Papa belum pulang ya ma? Papa masih sibuk dikantol, ya?"

banyak sekali yang sama tanyakan saat ini. Tapi ayra lega karena itu artinya putranya saat ini baik-baik saja.

"Tidak sayang. Papa sudah pulang sejak tadi disini. Tapi sekarang papa sedang pergi sebentar," jawab Ayra lembut.

"Pelgi kemana? Papa lembul?"

Ayra menggeleng, masih dengan senyum tipis yang belum pudar. "Tidak sayang.. Papa sedang mengantar Tante Shella sebentar,"

“Tante Shella sedikit pusing. Jadi Papa antar sebentar…” lanjutnya.

Samuel terdiam beberapa detik. Bocah kecil itu tampak berpikir dengan wajah pucatnya sebelum akhirnya kembali membuka suara lirih.

“Sam juga sakit… tapi Papa pelgi…”

Deg. Seketika dada Ayra terasa sesak.

Entah kenapa kalimat sederhana dari anak berusia empat tahun itu justru terasa begitu menusuk.

Ayra tahu Arga hanya pergi sebentar. Dia juga tahu Shella memang baru saja membantu menyelamatkan Samuel.

Tapi tetap saja…

Untuk pertama kalinya malam itu, Ayra ikut bertanya didalam hati.

Kenapa Arga memilih pergi?

Tangannya perlahan mengusap rambut Samuel lembut.

“Papa cuma mengantar sebentar sayang…” bisiknya pelan mencoba tersenyum. “Nanti Papa balik lagi.”

Samuel cemberut kecil meski wajahnya masih pucat. “Tapi Sam maunya ditemani papa. Sam mau Papa sama Mama disini…”

“Iya,” jawab Ayra lirih. “Papa pasti kesini lagi.”

Bocah itu terdiam beberapa saat sebelum meringis kecil sambil memegang kepalanya.

“Sakit ya?” tanya Ayra panik.

Samuel mengangguk pelan.

Ayra buru-buru menekan tombol pemanggil perawat sebelum kembali menggenggam tangan mungil putranya.

“Sebentar ya sayang… dokter bilang Sam harus banyak istirahat.”

“Mama jangan pelgi…” gumam Samuel lirih dengan mata setengah terpejam.

Hati Ayra langsung mencelos.

“Iya… Mama disini.”

Wanita itu mengecup kening Samuel pelan.

Tak lama kemudian perawat masuk untuk memeriksa kondisi Samuel. Setelah memastikan semuanya baik-baik saja dan rasa sakit yang dirasakan Samuel memang efek benturan serta obat yang mulai berkurang, Ayra akhirnya sedikit tenang.

“Dia hanya perlu banyak istirahat dulu,” ujar perawat itu ramah.

Ayra mengangguk kecil.

Setelah perawat keluar, ruangan kembali sunyi.

Samuel terlihat mulai mengantuk lagi karena pengaruh obat. Namun jemari kecil bocah itu masih menggenggam tangan Ayra lemah seolah takut ditinggalkan.

“Mama…”

“Iya sayang?”

“Besok kalau Sam sembuh… kita pulang ya?”

Air mata Ayra hampir kembali jatuh.

“Iya…” jawabnya sambil tersenyum tipis. “Kita pulang.”

Perlahan Samuel kembali tertidur. Sementara Ayra tetap duduk disamping ranjang sambil menatap wajah kecil putranya dalam diam.

••

••

Mobil hitam milik Arga akhirnya berhenti tepat didepan apartemen Shella. Suasana malam terlihat begitu sepi. Hanya lampu-lampu jalan yang menyinari area parkiran dengan cahaya temaram.

Didalam mobil, hening.

Shella terlihat menghela nafas pelan. Wanita itu hendak membuka pintu mobil, namun sebelum sempat keluar, suara Arga tiba-tiba terdengar.

“Shella.”

Gerakan wanita itu terhenti. Ia menoleh perlahan. Malam ini tatapan Arga terlihat jauh lebih lembut dibanding biasanya.

“Terima kasih…” ucap pria itu lirih. “terimakasih banyak untuk Samuel.”

Untuk beberapa detik Shella hanya diam menatap pria didepannya. Lalu perlahan senyum tipis terbit diwajah wanita itu.

“Begitukah caramu berterima kasih?” tanyanya dengan suara yang begitu lembut dan pelan tapi juga sedikit menggoda.

Perlahan tangan Shella bergerak menyentuh dada bidang Arga dari balik jas hitamnya.

Tatapan mata mereka bertemu.

“Ini bukan kantor…” bisik Shella pelan sambil tersenyum kecil. “Jadi jangan terlalu formal.”

Jemarinya naik perlahan menuju pundak Arga. Lalu menyentuh sisi leher pria itu lembut.

Arga terdiam.

Tatapan matanya turun pada wajah Shella yang kini berada begitu dekat.

Terlalu dekat.

Perlahan manik mata Arga turun ke bibir ranum Shella yang begitu menggoda. Dengan gerakan pelan wanita itu mendekatkan wajahnya. Nafas mereka saling beradu.

Dan beberapa detik kemudian, bibir Shella menyentuh bibir Arga pelan.

Cup.

Ciuman hangat itu perlahan mulai berubah semakin dalam.

Shella memejamkan matanya pelan sambil mempererat lingkar tangannya dileher Arga. Sementara pria itu menahan pinggang wanita tersebut, menarik tubuhnya semakin dekat tanpa menyisakan jarak.

"Emhh...."

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!