NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Flashback – Saat Gosip Itu Membuatku Hancur

(Kilas balik: Dua minggu sebelum Sarah resmi berhenti bekerja)

Hari itu, Sarah baru saja tiba di kantor. Paginya cerah, tapi suasana di lantai eksekutif terasa aneh. Saat Sarah berjalan melewati ruang rapat, ia mendengar suara tawa kecil dari dua staf administrasi yang sedang mengobrol.

"Heh, lihat deh Sarah. Perutnya mulai kelihatan padahal pakai blazer longgar," bisik salah satu dari mereka.

"Iya, dengar-dengar sih dia hamil anak Bos. Padahal cuma asisten biasa. Mungkin dia sengaja 'merayu' Bos biar naik pangkat," sahut yang lain dengan nada sinis.

Sarah berhenti. Kakinya seperti tertanam di lantai. Ia ingin berbalik dan menegur mereka, tapi lidahnya terasa kaku. Ia hanya bisa diam, menelan ludah, dan berjalan dengan langkah berat menuju mejanya.

Di mejanya, ia duduk dan menatap layar laptop. Matanya terasa perih, tapi ia berusaha menahan air matanya. Ia tidak mau terlihat lemah di depan orang-orang yang sudah siap menikmati gosip itu.

Beberapa jam kemudian, saat Sarah sedang mengirim email, Luna—teman dekatnya—menghampiri dengan wajah cemas.

"Sar, aku dengar kamu lagi jadi bahan omongan di kantin," bisik Luna.

Sarah menghela napas. "Aku tahu, Lun. Aku sudah mendengar beberapa dari mereka."

"Jangan ambil pusing, Sar. Mereka cuma iri karena kamu dekat sama Bos," ujar Luna.

"Tapi mereka bilang aku hamil karena cara yang tidak pantas," jawab Sarah, suaranya bergetar.

Luna menggenggam tangan Sarah. "Kamu tahu yang sebenarnya, Sar. Kamu hamil karena kontrak, bukan karena hal lain. Itu urusanmu dan Bos. Jangan biarkan mereka merusak kebahagiaanmu."

Sarah mengangguk, meskipun hatinya masih terasa berat. Tapi sepanjang hari itu, Sarah tidak bisa fokus. Setiap kali ia mendengar langkah kaki di belakangnya, ia merasa cemas. Setiap kali ada yang berbisik, ia merasa semua itu ditujukan padanya.

Sore harinya, saat Sarah sedang menandatangani dokumen di mejanya, seorang staf baru bernama Andi mendekatinya dengan tersenyum.

"Sarah, aku dengar kamu hamil. Benar nih?" tanyanya.

Sarah menatapnya. "Kenapa kamu bertanya?"

"Yah, penasaran aja. Soalnya aku juga dengar kamu itu 'istri simpanan' Bos. Padahal kan Bos masih muda dan kaya, pasti banyak yang mau," jawab Andi dengan nada meremehkan.

Sarah berdiri. Matanya mulai memanas. "Andi, tolong jangan bicara sembarangan. Kamu tidak tahu apa-apa tentang hidupku."

Andi tersenyum. "Santai, Sarah. Aku cuma bercanda."

Sarah tidak menjawab. Ia mengambil tasnya, lalu berjalan menuju toilet. Di dalam toilet, Sarah menangis. Ia menatap dirinya di cermin, dan melihat wajahnya yang lelah.

"Kenapa mereka harus jahat?" batinnya. "Aku tidak pernah menyakiti siapa pun. Kenapa mereka harus menghakimiku?"

Malam itu, Sarah pulang ke mansion. Samudra sudah menunggu di ruang tamu. Ia melihat wajah Sarah yang sembab dan matanya yang merah.

"Sarah, ada apa?" tanya Samudra, berdiri mendekat.

Sarah tidak bisa lagi menahan perasaannya. Air matanya kembali mengalir. "Pak, aku tidak tahan lagi. Mereka semua menggosipiku. Mereka bilang aku hamil anak Bapak karena aku sengaja merayu Bapak. Mereka bilang aku 'istri simpanan'."

Samudra mengerutkan kening. "Siapa yang berani bicara begitu?"

"Banyak, Pak. Bahkan staf baru itu, Andi, dia bilang aku istri simpanan," jawab Sarah.

Samudra meraih tangan Sarah dan membawanya duduk di sofa. Ia menatap Sarah dengan tatapan serius.

"Sarah, dengarkan aku," ujar Samudra. "Kamu tidak perlu mendengar omong kosong itu. Mereka hanya iri. Mereka tidak tahu apa yang kita lalui. Mereka tidak tahu bahwa aku yang memintamu melakukan ini, dan kamu melakukannya atas dasar profesionalisme."

"Tapi Pak, aku tidak tahan," isak Sarah.

Samudra menghela napas. "Kalau begitu, berhenti bekerja. Mulai besok, kamu tidak usah ke kantor lagi."

Sarah membelalak. "Berhenti? Pak, tapi pekerjaan—"

"Pekerjaan bisa diatur," potong Samudra tegas. "Aku tidak mau kamu stres karena gosip murahan. Terutama saat kamu hamil. Ini bukan tentang karier, Sarah. Ini tentang kesehatanmu dan kesehatan janinmu."

Sarah menatap Samudra. "Tapi Pak, apa kata orang nanti?"

"Biarkan mereka bicara. Aku akan mengurus semua dokumen pengunduran dirimu," jawab Samudra. "Felix akan mengurusnya besok pagi."

Sarah menghela napas. "Pak, aku tidak mau dianggap lemah."

"Kamu bukan lemah, Sarah. Kamu bijak. Kamu memilih untuk melindungi dirimu sendiri," ujar Samudra.

Sarah menatap Samudra, dan air matanya kembali mengalir. "Terima kasih, Pak. Terima kasih sudah melindungiku."

Samudra merangkul Sarah, dan membiarkannya menangis di pelukannya. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi, Sarah. Kamu adalah bagian dari hidupku sekarang, dan aku akan menjaga itu."

Malam itu, Sarah memutuskan untuk berhenti bekerja. Samudra segera menghubungi Felix, dan Felix langsung menyusun surat pengunduran diri Sarah.

Keesokan paginya, Sarah tidak pergi ke kantor. Yola menyiapkan sarapan, dan Sarah menikmatinya di ruang makan mansion. Tidak ada gosip, tidak ada tatapan sinis. Hanya ada ketenangan.

Dan di kantor, Samudra memanggil semua stafnya. Ia berdiri di depan ruang rapat, dengan tatapan dingin.

"Mulai hari ini, siapa pun yang menyebarkan gosip tentang Sarah atau tentang saya, akan dipecat tanpa pesangon. Tidak ada toleransi," tegas Samudra.

Para staf terdiam. Tidak ada yang berani membantah.

Sejak hari itu, Sarah tidak pernah kembali ke kantor. Ia memilih untuk fokus pada kehamilannya, dan pada kehidupan barunya di mansion. Dan meskipun ada sedikit kesedihan karena harus meninggalkan pekerjaannya, ia merasa lega. Karena di mansion, ia tidak perlu lagi mendengar gosip yang menusuk hatinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!