NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:110.8k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN SEPIHAK

"Terima kasih, Paman, Kakek," jawab Lucian cepat, ada sedikit nada tidak sabar di dalam suaranya yang berat.

"Jika tidak ada urusan lain lagi, aku permisi untuk menyelesaikan urusan pribadiku yang sempat tertunda kemarin," lanjut Lucian tidak sabar ingin segera menjemput istri nya.

Duke Lucas memicingkan matanya curiga melihat ketergesaan putranya yang tidak biasa ini.

"Urusan pribadi apa lagi, Lucian? Masalah di perbatasan kan sudah selesai dengan ditangkapnya para pengkhianat militer?" tanya Lucas, memicingkan mata nya.

Lucian berdehem pelan untuk menyembunyikan kegugupannya di depan sang ayah.

"Ada beberapa dokumen penting di perbatasan yang harus ku tanda tangani secara langsung, Ayah, aku tidak ingin menunda pekerjaan militer lebih lama lagi," jawab Lucian, beralasan.

"Ya sudah, pergi sana, Nak, jaga dirimu baik-baik di luar sana, jangan sampai terluka lagi," ucap Jasmine tersenyum manis, mengusap lengan putranya dengan penuh kasih sayang.

"Baik, Ibunda. Aku pergi dulu," pamit Lucian, memberikan satu anggukan tegas kepada keluarganya sebelum berbalik badan dan melangkah lebar meninggalkan aula istana.

Begitu sampai di halaman istana tempat kuda-kuda mereka ditambatkan, Lucian langsung melompat naik ke atas kuda hitamnya dengan gerakan lincah dan cepat.

"Patrik! Siapkan pasukan bayangan kita sekarang juga!" perintah Lucian dengan suara beratnya yang penuh penekanan, matanya menatap tajam ke arah perbatasan selatan.

"Baik, Tuan Muda! Apakah kita akan langsung menyerbu masuk ke istana kerajaan Costa?" tanya Patrik sembari ikut memacu kudanya di samping Lucian.

Lucian tersenyum miring, sebuah senyuman yang sangat berbahaya sekaligus menakutkan terukir di wajah tampannya.

"Tentu saja. Istri kecilku sudah terlalu lama bermain di sana, sekarang, giliran sang serigala yang akan datang untuk menjemput pulang Duchess nya," jawab Lucian memacu kudanya.

Kembali ke istana kerajaan Costa, kini Pangeran Zain sudah berada di aula pertemuan.

"Saya, Zain dari Kerajaan Forest, memberi hormat kepada Yang Mulia Raja Costa dan Yang Mulia Ratu Soraya. Terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan kepada rombongan kami," ucap Pangeran Zain, tegas dan sopan.

"Selamat datang di Kerajaan Costa, Pangeran Zain! Perjalanan jauh dari kerajaan Forest sangat melelahkan. Silakan langsung menganggap istana ini seperti rumahmu sendiri," jawab Raja Costa tertawa ramah, melambaikan tangannya di udara.

Zain kembali menegakkan tubuhnya, dan saat itulah matanya langsung beralih menatap lurus ke arah Ara yang berdiri di barisan keluarga kerajaan.

Tatapan mata Zain yang dingin bertemu langsung dengan mata bulat milik Ara yang menatapnya dengan pandangan menantang dan malas.

Zain sempat tertegun sejenak melihat ekspresi berani dari sang putri yang rumornya sangat manja dan anggun ini, namun dia dengan cepat menguasai dirinya kembali.

"Terima kasih, Yang Mulia, dan apakah ini Putri Arabella?" tanya Zain, menatap Ara dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan menilai yang membuat jiwa modern Ara langsung merasa tersinggung.

Ara langsung maju satu langkah ke depan sebelum Raymond sempat menahannya, dia berkacak pinggang dengan dagu yang terangkat tinggi, merusak seluruh latihan etika yang diajarkan pelayan istana.

Melihat putri nya seperti itu, Raja Costa buru-buru berdehem keras untuk mencairkan suasana yang mendadak terasa canggung akibat ulah putri bungsunya.

"Uhuk! Maafkan putriku, Pangeran Zain, dia belakangan ini agak kurang sehat setelah kembali dari... ah, perjalanan jauhnya," ucap Raja Costa, mencoba mencarikan alasan aman agar harga diri kerajaan tidak jatuh.

Zain mengangguk pelan, lalu kembali menatap langsung ke arah Raja Costa dengan ekspresi yang sangat serius, tampaknya, dia datang ke sini bukan untuk sekadar berkenalan atau berbasa-basi.

"Tidak apa-apa, Yang Mulia, kedatangan saya ke sini juga membawa pesan langsung dari Ayahanda Raja Forest. Beliau menitipkan surat keputusan ini," ucap Zain, memberikan isyarat kepada pengawalnya untuk maju membawakan sebuah gulungan kertas, dengan segel berlambang Kerajaan Forest.

Raymond maju melangkah untuk menerima gulungan tersebut, lalu menyerahkannya langsung ke tangan Raja Costa.

Srekk

Saat Raja Costa membuka dan membaca isi surat tersebut, raut wajah sang Raja perlahan-lahan berubah menjadi sangat terkejut dan tegang.

Ratu Soraya yang duduk di sampingnya ikut mengintip isi surat itu, dan sedetik kemudian, sang Ratu langsung menutup mulutnya dengan mata melebar sempurna.

"Pangeran Zain, apa maksud dari isi surat ini? Dua hari lagi?!" tanya Raja Costa dengan suara yang agak bergetar, menatap Zain dengan pandangan tidak percaya.

Ara yang sejak tadi memasang wajah malas langsung menegakkan tubuhnya, instingnya mendadak bergejolak tidak enak.

"Dua hari lagi? Ada apa dua hari lagi, Ayah?" tanya Ara, penasaran.

Zain membenarkan posisi jubah nya, lalu menatap Ara dengan tatapan elangnya yang mengunci pergerakan gadis itu.

"Pernikahan kita akan diadakan dua hari lagi, Putri Arabella, seluruh persiapan pesta, keamanan, hingga gaun pernikahan, pihak Kerajaan Forest yang akan bertanggung jawab penuh, semuanya sudah disiapkan sejak kami meninggalkan ibu kota Kerajaan Forest," ucap Zain tersenyum miring.

"APA?! DUA HARI LAGI?!"

Pekik Ara, benar-benar melompat dari tempat berdiri nya hingga mahkota kecil di rambutnya bergoyang, hampir jatuh.

"Kalian gila, ya?! Pernikahan macam apa yang disiapkan dalam waktu dua hari?! Aku tidak mau! Aku menolak! Ayahanda, batalkan ini!" jerit Ara berapi-api, menatap ayahnya dengan pandangan memohon sekaligus menuntut keadilan.

Xavier dan Raymond juga langsung melangkah maju, wajah kedua pangeran Costa itu mendadak mengeras.

"Pangeran Zain, ini keterlaluan, kerajaan Costa memang sekutu kalian, tapi menentukan tanggal pernikahan sepihak seperti ini sama saja dengan tidak menghormati keluarga kami!" protes Raymond dengan suara beratnya yang menekan, tangannya sudah menggenggam erat gagang pedang di pinggangnya.

"Benar! Adik kami bukan barang dagangan yang bisa kalian tentukan tanggal serah terimanya sesuka hati!" sambung Xavier, ikut merapatkan barisan di depan Ara untuk melindungi adiknya.

Menghadapi kemarahan tiga bersaudara itu, Zain tetap berdiri tegap tanpa memundurkan langkahnya sedikit pun.

Para prajurit zirah hijau di belakangnya juga tetap diam, menunjukkan dominasi Kerajaan Forest yang memang jauh lebih besar dan berkuasa daripada Kerajaan Costa.

"Ini adalah perintah langsung dari Ayahanda Raja Forest, Pangeran Raymond, Pangeran Xavier," jawab Zain dengan tatapan yang tidak goyah sedikit pun.

"Kerajaan Forest memegang kendali penuh atas jalur pasokan pangan dan persenjataan wilayah barat Costa. Ayahanda tidak suka membuang waktu untuk sesuatu yang sudah pasti, penolakan dari pihak kalian... sayangnya tidak akan mengubah keputusan apa pun," lanjut Zain, dingin dan menusuk.

Mendengar kalimat penuh penekanan itu, Raja Costa hanya bisa menghela napas pendek dengan wajah pasrah.

Beliau tahu persis, jika mereka nekat membatalkan pernikahan ini, Kerajaan Forest bisa saja memutuskan aliansi dan membuat rakyat Costa kelaparan dalam hitungan minggu. Kekuasaan mereka terlalu jauh berbeda.

"Bella... maafkan Ayah," gumam Raja Costa dengan suara lirih, menundukkan kepalanya dalam-dalam karena tidak sanggup menatap mata putri bungsunya.

1
Wahyuningsih
akhirnya tamat jga thor dtnggu krya brunya thor hrd lebih bagus dri yg ini 💪💪💪💪 thor dlm berkarya
Kezia ayumi
emang harus gitu ya aura alpha ya di sebut2 terus
"bertanya dengan nada selembut sutera /Grin/
Kezia ayumi
kasih mata dong Thor jangan bolanya doang 🤭
Deasy Megaputri
thank you thor buat bonchap nya
Maria Lina
thor cerita kembar 5 kok gk nongol"thor hehe
kaylla salsabella
wuhaaaaaa kok udah tamat thor🤔🤔🤔 tapi terimakasih ya thor untuk setiap karya mu.... bisa temani hari" ku di perantauan😍😍😍😍. tetep semangat berkarya thor dan di tunggu karya terbarunya☺☺☺☺
Sang
terima kasih atas karyanya kak othor 🙏🙏🙏
yumin kwan
lah... uda tamat, gitu aja? jasmine blm tau kl menantunya jg dr masa depan.
cowettttttt
raja yg payah dengan iming2 kasih syg seorang ayah secara halus menekan anak ny untuk ke egoisan nya snediri
cowettttttt
dih bikin males ternyta hanya cowok lemah si lucian ..knp ga langsung d bunuh aja kemarin malah cm d tampar doank....ktnya banyak kekuasaan dan bahkan dari istana tp ternyata bodoh semua bisa d tipu oleh seorang wanita..aneh sekali Thor ...Disni aku ragu lanjut baca atau ga ?? cerita si lyra dan Xavier dan yg lain bagus
Deasy Megaputri
kok cepet banget habisnya Thor?
tolong ksi bonchap dong
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor, 😀😀 tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰❤️❤️🔥🔥🔥🌹
Maria Lina
gk di lanjut kn thor kan mau lihat anak ara n lucian thor kaya leo sampai liat dia punya anak thora lanjut ya ya thor plisss🙏🙏🙏🙏
miss blue 💙💙💙
laaahh kok udah tamat sih kak 😭😭😭
muhammad ibnuarfan
jangan seneng dulu...musuh keluargamu masih bertebaran noh...mintak di bom nuklir....😤😤🤭🤭
Maria Lina
kok 2 thor lgi donk ya ya
Masha 235: othornya masih mikir kk😁😁
total 1 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Maria Lina
makasih thor walau kurang sih n penasaran thor hehe
Siti Nurhalimah
klo lucas kan sdh bisa mengendalikan kecuali lucian... dia kan bakal calon alfa
Inez Putri
mending jujur sja dr pd denger dr org luar. mlh memicu perang thour..
Restu: betul tuhh....👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!