"Aku menemukanmu, Si Culun pemilik ranjang terhangat."
Dusan Atlemose atau lebih akrab disapa Usan, Usan adalah seorang cassanova yang sangat suka berburu wanita-wanita yang mampu menghangatkan ranjangnya. Namun, dari sekian banyak wanita yang dicobanya, hanya satu yang dia cap sebagai wanita pemilik ranjang terhangat yang benar-benar dapat membuatnya merasa begitu puas. Wanita itu adalah Gadis Culun yang pernah dibelinya di sebuah pelelangan ilegal.
Cukup lama Usan mencari keberadaan wanita langka baginya itu. Tiga tahun berlalu, siapa sangka wanita itu datang dengan sendirinya dan menjadi partner kerjanya. Dengan kelicikannya, Usan ingin menjerat Desainer Seksi bernama Dasha Drace dalam jangka waktu yang lama, Usan akan menjadikan Asha sebagai wanita penghangat ranjangnya.
"Kamu tidak akan mampu menjeratku, Tuan. Akulah yang akan menjeratmu."
Usan tak tahu bahwa gadis culun yang dikenalnya dulu, sudah berubah menjadi rubah betina yang sulit dikalahkan. Ya, Asha kembali setelah berhasil mengubah takdirnya, dia kembali untuk membalaskan dendamnya.
Akankah Usan berhasil menjerat Asha ke ranjangnya? Atau malah Asha yang akan berbalik menjeratnya? Saling menjerat, akankah keduanya saling Terjerat?, dan berhasilkah Asha membalaskan dendam-dendamnya?
***
Harra Atlemose ❤️ Simone Atlemose
"Aku mencintai Kak Simone, titik." Arra.
"Meski bukan Kakak kandungnya, pantaskah aku untuknya?" Simone.
***
Sekuel Terjerat Dendam CEO Impoten❤️
Follow IG Othor di @Oniya_99🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 ~ Diyan Lewis Talsen Baldev?
"Tapi dia darah dagingmu, Asha. Bagaimana mungkin kamu tega menyiksanya!"
Asha berbalik badan, kemudian tersenyum smirk. "Aku membencinya dan aku tidak menginginkannya."
Mendengar pernyataan Asha, Usan pun mengusap wajahnya kasar. "Apa yang kamu inginkan?" tanyanya dengan wajah merah dipenuhi api amarah. Sungguh sulit untuk Usan terima bahwa Asha tega menyiksa darah dagingnya sendiri. Tapi, di sisi lain Usan juga mengerti bagaiamana perasaan Asha saat itu, bagaiamana hancurnya hidup gadis berusia delapan belas tahun yang telah mengambil pilihan terberat dalam hidupnya. Usan tak dapat menyalahkan Asha sepenuhnya.
"Lepaskan jeratanmu padaku, hanya jeratan. Kamu tenang saja, aku tetap akan menjadi kekasihmu. Aku hanya minta agar kamu tidak menjeratku lagi, tidak mengaturku, tidak memberiku perintah, tidak melarangku melakukan ini dan itu, dan satu lagi kamu tidak boleh cemburu mau aku dekat dengan pria manapun. Dan sebaliknya, kamu harus ikuti apa yang aku katakan, lakukan apa yang aku minta dan jangan lakukan apa pun yang aku larang, dan satu lagi jangan dekat dengan perempuan manapun selain aku," jawab Asha menjelaskan keinginannya dengan detail.
Usan mengerutkan dahi berusaha menyerap apa yang kini Asha katakan, ada apa dengan wanita di hadapannya itu. Entah hal apa lagi yang Asha rencanakan, tapi kenapa Usan merasa Asha ingin menjeratnya dengan semua batasan yang wanita itu katakan.
"Kamu ingin menjeratku?"
"Kenapa?, kamu keberatan?"
"Tentu saja aku tidak keberatan, aku setuju. Tapi, sesuai perjanjian kamu harus menyerahkan anakku," tagih Usan seketika kembali tenang kala mengingat bahwa dirinya kini adalah seorang Daddy. Entah akan bagaiamana reaksi kedua orangtuanya bila saja dia pulang dengan membawa seorang Cucu.
"Oke, tapi tidak sekarang. Beri aku waktu 3 bulan, setelah itu aku pasti akan memberikannya kepadaku," pinta Asha mengulur waktu.
"Baik, aku beri waktu tiga bulan. Awas saja kalau sampai kamu mengingkari janji," ancam Usan sambil menunjuk wajah Asha dengan jari telunjuknya.
"Tenang saja, aku tidak akan mengingkari janji. Kamu sudah boleh pergi sekarang, aku masih harus menyelesaikan banyak pekerjaan," usir Asha dan Usan pun pergi begitu saja. Tapi, pria dengan tubuh kekar itu menghentikan langkah kakinya ketika tiba diambang pintu.
"Apa lagi?" tanya Asha mendesak geram.
"Dia laki-laki atau perempuan?" Usan sambil berbalik badan.
Asha tampak berpikiran keras membuat Usan mengerutkan alis tebalnya. "Kenapa tidak menjawab?"
"Laki-laki, jenis kelaminnya laki-laki," jawab Asha gugup.
"Kamu beri nama siapa dia? Usan berjalan mendekat kembali. Lagi dan lagi Asha berpikir keras membuat Usan semakin merasa curiga. "Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku, Asha?" kembali Usan mendesak.
"Kalau aku beritahu namanya, apakah kamu ingin menggantinya?" tanya Asha ragu.
"Tentu saja tidak, katakan siapa namanya. Aku hanya ingin melakukan persiapan untuk memanggil Putraku," balas Usan jujur.
"Namanya Diyan Lewis, kamu bisa panggil dia Lewis," jawab Asha dengan wajahnya yang tiba-tiba menjadi pucat.
Mendengar itu, Usan mengulum senyum. Hatinya bergetar mendengar nama Putranya, mendadak jiwa seorang Ayah dalam dirinya bangkit. "Tambahkan namu belakang keluargaku dibelakangnya. Sekarang, namanya adalah Diyan Lewis Talsen Baldev," tutur Usan dan Asha pun mengangguk sebagai jawaban menyetujui.
Setelah itu, Usan kembali melangkah pergi dengan senyuman samar yang terus mengambang di wajah tampannya. Dari raut wajahnya, Usan tampak begitu gembira, tidak disangka pria sepertinya bisa sebahagia itu setelah mengetahui bahwa dirinya sudah memiliki seorang keturunan. Usan masuk tak percaya bahwa kini dirinya adalah seorang Ayah.
Setelah kepergian Usan, Asha pun meminta Asisten Via untuk datang ke ruangannya. "Apa berhasil, Nona?"
.
.
.
Simone
masih baru mulai baca ini..
mau lanjut baca kisah2 lainnya..
semoga sehat terus ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun kakak berkarya.. 😘😍🤩🥰