Lin Chen seorang Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga telah kembali.
Terlahir dengan kondisi tubuh khusus membuat Lin Chen tidak dapat berkultivasi, hingga suatu keberuntungan mengubah hidupnya menjadi seorang kultivator.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 53. Pertempuran Pendekar Tingkat Tinggi
Lin Chen yang baru saja melepaskan aura dewa naga dari tubuhnya, menatap tajam patriak Cu Pou dan tetua agung.
" Kalian berdua benar-benar sampah! Manusia seperti kalian tidak pantas untuk tetap hidup. Memiliki jabatan tinggi, hanya untuk kepentingan pribadi dan keserakahan hati! Menindas yang lemah, menjadi duri bagi yang memiliki kekuatan lebih tinggi. Aku sangat membenci orang-orang seperti kalian." Ucap Lin Chen yang mulai geram dengan apa yang di lakukan oleh keduanya.
Semua orang yang berada di tempat itu segera fokus pada Lin Chen yang masih berdiri dengan tenang, namun tatapan matanya yang tajam seakan menyimpan ribuan anak panah yang kapan saja siap melesat.
" Nak, kau terlihat masih sangat muda. Sebaiknya kau pergi dari tempat ini dan tidak perlu ikut campur dalam masalah ini." Ucap pria bertopeng yang sedari tadi hanya diam, kini mulai membuka suara.
Lin Chen tersenyum tipis. " Awalnya aku ingin menghancurkan kalian sampai ke akar-akarnya, hingga kini aku menyadari jika hal itu tidak sepantasnya aku lakukan. Menghadapi musuh dalam kelompok besar memang seharusnya menghancurkan sampai ke akar-akarnya, tetapi memilah akar yang rusak dan akar yang masih dapat di perbaiki agar tumbuh menjadi buah yang segar adalah pilihan yang lebih tepat untuk menghargai arti kehidupan. Hitam dan putih memang tak akan pernah saling menyatu, namun mereka akan selalu saling berdampingan. Selagi aku mampu membuat hitam menjadi putih, mengapa aku harus membuat putih menjadi hitam."
" Swusshh....." Aura yang luar biasa besar, merembas keluar dari dalam tubuh Lin Chen dengan perubahan lingkaran mata menjadi merah keemasan.
" Hancurkan mereka yang pantas untuk di hancurkan!" Ucap Lin Chen yang suara nya menggema ke seluruh tempat.
Pasukan dari kedua pihak masih terdiam menatap Lin Chen tanpa berkedip.
Patriak Cu Gang langsung melesat ke arah Patriak Cu Pou, sedangkan Rou Dan menghadapi Tetua Agung.
Pria bertopeng masih terdiam di tempatnya, dia menunggu bagaimana reaksi Lin Chen selanjutnya.
" Keluarlah! Atau aku yang akan memaksa kalian untuk menampakkan diri, tetapi jangan salahkan aku jika hanya kepalamu yang akan aku seret secara paksa!" Ucap Lin Chen menatap ke suatu tempat.
Di tempat persembunyian, lima orang berpakaian hitam yang sedang mengawasi pertempuran saling menatap satu sama lain.
" Bagaimana dia bisa mengetahui keberadaan kita?" Ucap salah satu dari mereka dengan bingung.
" Mampu mengetahui keberadaan kita, artinya dia memiliki pengetahuan tentang teknik formasi yang tinggi."
" Saudara benar. Karena dia sudah mengetahui keberadaan kita, sebaiknya kita segera keluar untuk menghabisinya." Perintah salah satu dari mereka.
" Swusshh....."
" Swusshh...."
Kelima pria berpakaian hitam keluar dari formasi persembunyian nya, lalu bergerak ke arah belakang pria bertopeng.
Pria bertopeng menggelengkan kepalanya menatap Lin Chen. " Bodoh! Melawan diriku seorang diri saja kau belum tentu mampu. Kini kau dengan bodohnya meminta orang-orang ku untuk keluar dengan ancaman yang tidak masuk akal."
" Benarkah? Sepertinya kau salah mengira, karena bukan aku yang akan menjadi lawan pria buruk rupa seperti kau!" Ucap Lin Chen mencoba memprovokasi lawan.
Pria bertopeng dan kelima pria yang menggunakan pakaian hitam begitu kaget mendengar ucapan Lin Chen, mereka tidak menyangka pemuda yang masih berumur belasan tahun itu dengan berani menghina salah satu dari mereka.
" Bagaimana? Apa benar jika kau memiliki wajah yang buruk rupa, hingga kau menggunakan topeng untuk menutupi wajah mu itu." Lin Chen sekali lagi dengan tersenyum tipis, serta tawa kecilnya.
" K*parat! Akan aku bunuh kau!" Teriak pria bertopeng dengan marah, lalu melesat ke arah Lin Chen.
Lin Chen masih diam di tempatnya tanpa berniat menyambut serangan pria bertopeng itu.
" Wushhh...."
" Mati!"
" Dhuaaarrrr....."
Ledakan keras terjadi, membuat tempat di sekitarnya tertutup oleh abu.
Lin Chen yang masih terdiam di tempatnya, kemudian melesat dengan cepat ke arah lima pria berpakaian hitam.
" Swusshh...."
" Tapak Dewa Naga!"
Kelima nya yang sedang fokus memperhatikan serangan sebelumnya, tiba-tiba merasakan bahaya mendekat.
" Mengh-..."
" Dhuaaarrrr......"
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, kelima nya tiba-tiba terdorong mundur terkena serangan tapak yang di lepaskan Lin Chen.
" Apa!" Batin mereka dengan kaget, mereka semua tidak percaya jika Lin Chen lah yang melakukan serangan kepadanya.
Sedangkan pria bertopeng sendiri terlempar sekitar lima meter jatuh ke tanah.
" Swusshh...." Leluhur Cu muncul di samping Lin Chen.
" Lancang!" Ucap Leluhur Cu menatap semua orang yang berada di tempat itu, dengan menggenggam erat pusaka Klan Cu.
Patriak Cu Pou dan Tetua Agung yang sedang bertarung kehilangan fokus nya saat mendengar ucapan Leluhur Cu.
Di tambah lagi dengan munculnya pusaka Klan Cu.
" Arghhhh...." Patriak Cu Pou dan Tetua Agung terlempar cukup keras.
" Bagaimana bisa b*jingan tua itu memiliki pusaka Klan." Batin keduanya dengan menahan rasa sakit.
Leluhur Cu segera menatap ke arah murid dan anggota Klan Cu yang sedang bertarung.
" Aku Leluhur Cu Luan, leluhur ketiga Klan Cu yang masih hidup hingga saat ini, meminta kalian untuk menghentikan pertempuran. Atau aku sendiri yang akan turun tangan." Ucapnya dengan suara yang mendominasi.
Semua anggota Klan Cu segera menjaga jarak, mereka begitu kaget dengan kemunculan leluhur mereka.
Dengan ini, mereka semua semakin yakin untuk tetap berada di pihak Patriak Cu Gang yang memang masih mereka anggap sebagai patriak sesungguhnya di Klan Cu.
Lin Chen tersenyum, lalu menatap pria bertopeng, Patriak Cu Pou, Tetua Agung, dan kelima pria berpakaian hitam.
" Swusshh....." Lin Chen kembali melesat dengan mengeluarkan Pedang Naga Abadi dari cincin penyimpanan.
Leluhur Cu, Patriak Cu Pou dan Rou Dan melakukan hal yang sama saat melihat Lin Chen kembali bergerak.
" Dhuaaarrrr....."
" Dhuaaarrrr....."
Pertempuran itu semakin kacau, di mana kali ini hanya para pendekar tingkat tinggi yang saling bertarung.
Mereka saling melepaskan serangan, membuat tempat di sekitarnya kini hancur dengan ledakan keras yang di hasilkan dari kedua serangan saling bertabrakan.
Lin Chen terus mengayunkan pedangnya dengan teknik tingkat tinggi yang dia pelajari.
Saat ini, dia belum menggunakan teknik pedang Naga Abadi yang di berikan oleh Long Zi.
" Pedang Pembelah Angin!"
" Swusshh...." Energi pedang yang cukup besar menyelimuti Pedang Naga Abadi.
" Hancurkan!" Lin Chen bergerak ke arah kelimanya.
" Arghhhh...."
" Arghhhh...."
Tanpa sentuhan secara langsung, hanya angin kecil yang menggores bagian leher.
Kelimanya tertawa melihat teknik sampah yang di gunakan Lin Chen.
Namun, tidak lama kemudian, tiba-tiba mereka tidak dapat merasakan apapun. Hingga terlihat lima kepala berada di tanah dengan tubuh terpisah.
Lin Chen tanpa belas kasihan melemparkan api kecil yang segera melahap kepala tanpa badan, dan badan tanpa kepala itu.
Berhenti tengah jalan...