Bagaimana jadinya jika seorang pria biasa yang tidak mempunya pengalaman tentang cinta di pertemukan dengan seorang gadis yang manja dan keras kepala?
Ikuti keseruan rumah tangga Wilson dan Tisya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Pagi ini Wilson sengaja tidak menemani bapaknya berjualan ikan, tapi ia mengantar sampai ke tempat pelelangan ikan dan meminta bapaknya untuk berusaha sendiri hari ini,
"Memang kamu mau ke mana sih?"
"Wilson ada urusan penting pak, nanti bapak pulangnya naik ojek nggak pa pa ya pak, motornya Wilson bawa!"
"Baiklah, hati-hati!"
"Iya pak!"
Wilson segera memacu kendaraannya menuju ke kantor desa yang memang tempatnya tidka terlalu jauh dari tempat pelelangan ikan.
Dengan bermodal membawa kartu keluarga dan KTP bapak ibu dan miliknya sendiri, ia akan mencari tahu kebusukan apa yang terjadi di kantor desa.
Wilson menatap gedung yang tidak begitu besar di depannya, gedung dengan beberapa ruang yang berjejer dengan halaman yang cukup luas. Dulu terakhir kali ia ke tempat itu saat lulus SMA, saat itu ia membuat KTP di tempat itu karena ingin segera pergi ke Jakarta untuk bekerja. Dan beruntungnya saat di Jakarta, ia di pertemuan dengan dokter Frans, selain menjadi sopir ia juga mendapatkan fasilitas kuliah gratis hingga S2.
Dan lebih beruntungnya lagi, bahkan atasannya itu dengan suka rela menikahkannya dengan adik atasannya.
Wilson memperbaiki letak kemejanya yang sebenarnya tidak begitu berantakan, tetap saja seorang Wilson tidak bisa berpenampilan berantakan walaupun di kampung. Kalau tidak di anggap aneh, mungkin dia akan tetap mengenakan jas dan kemeja rapinya, tapi karena orang kampung akan menganggap aneh orang berpenampilan seperti itu, ia mengubah style nya dengan memakai kaos dan celana panjangnya.
Di kampung, orang yang memakai kemeja dan jas hanya orang laki-laki yang mau melakukan ijab Qabul.
Hampir saja langkahnya sampai di depan pintu tiba-tiba seseorang memanggil namanya.
"Mas Wilson!"
Wilson dengan cepat menoleh ke sumber suara,
"Kenapa sih di mana-mana harus ada dia?" gerutu Wilson dan terpaksa menghentikan langkahnya.
"Anda di sini?" Riski mendekatinya.
"Iya, saya mau mengurus ini!" Wilson menunjukkan berkas yang sudah dia bawa, Kk dan KTP kedua orang tuanya.
"Kalau tujuan mas Wilson lainnya, sebaiknya mas Wilson jangan gegabah!"
"Maksudnya apa ya? Saya tidak ada urusan lain selain ini!"
"Baiklah, kalau begitu silahkan mas! Saya juga ada urusan sedikit di sini!"
Wilson pun terpaksa masuk dengan Riski, sebenarnya tidak begitu suka tapi mau bagaimana lagi. Kalau ia terus menolak Riski pasti akan membuatnya curiga.
Ia duduk di tempat yang di sediakan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan tentang data.
"Ada apa mas?"
"Saya mau merubah KK orang tua saya, selama ini saya masih masuk di dalam KK nya, sebenarnya saya sudah punya kk sendiri di kota, dari pada data saya Doble jadi saya mau mencabutnya dari sini!"
"Baik, tunggu sebentar ya mas!" wanita petugas kantor desa itu cukup ramah, selagi menunggu Wilson sengaja mengamati aktifitas yang ada di kantor desa itu, sekilas tidak ada yang aneh hingga manik matanya tertuju pada Riski, entah apa yang sedang ia lakukan oleh pria itu, tampak sekali wajahnya sekarang begitu serius seperti sedang melakukan perdebatan dengan seseorang.
Berdasarkan rumus hemat pendengaran Wilson, sepertinya Riski sedang mendebatkan tentang ijin masuk tower ke daerah ini agar sinyal internet bisa masuk.
Oh iya, kenapa aku tidak kepikiran tentang sinyal yang tidak bisa masuk ke kampung ini ya, padahal hanya jarak beberapa kampung dari sini saja sinyal sudah bisa di dapat, batin Wilson setelah menyadari sesuatu lain yang ganjil.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...