NovelToon NovelToon
Bringing Back, My Wife

Bringing Back, My Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:8.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Karena satu kesalahannya, Azam harus kehilangan semua yang ia miliki, istri dan keluarga besarnya.

Azam melakukan segala cara untuk kembali meraih apa yang sudah terlepas. Meski jalan yang ia lalui tidak mudah.

Bisakah Azam mendapat semuanya kembali? cinta sang istri dan keutuhan keluarga Malik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BBMW BAB 28 - Doa Yang Seperti Kutukan

Seperti kesepakatan Azam dan Bella tadi, sore ini mereka akan menemui tante Edward dan berniat untuk pamit.

Mereka tidak hanya pergi berdua, Fhia dan Ben juga ikut. Ben yang mengemudikan mobil milik Azam dan Fhia duduk di sampingnya. Sementara Azam dan Bella duduk di tengah.

Pengantin lama rasa baru ini terus saja saling tukar pandang dan balas senyum. Rasanya bahkan masih berdenyut saat teringat percintaan panas mereka di apartemen tadi. Seolah jadi candu, keduanya tak pernah bosan untuk menyatu.

Jika Azam dan Bella masih asik sendiri dengan dunianya. Ben dan Fhia justru terus saja berdebat di depan sana.

Tentang jalan yang mereka lalui pun bisa jadi bahan perdebatan. Kata Ben lewat jalan ini lebih cepat, tapi kata Fhia jalan ini macet saat sore begini dan lebih cepat menggunakan jalan itu.

Keduanya terus berdebat bahkan saat mobil mereka berhenti di lampu merah perdebatan itu semakin sengit.

Tapi Azam dan Bella sungguh tak peduli, karena mereka malah mengambil kesempatan di keadaan seperti ini. Azam menelusup kan tangannya di punggung sang istri, berkelana ke depan dan bermain-main di dalam sana.

Sementara Bella hanya menukik kan kaki dan menggenggam erat tangannya saat merakan sensasi yang tak terkendali.

Terus seperti itu hingga mereka sampai di rumah tante Edward, tante Seline.

Mengetuk pintunya dan tante Seline membuka. Awalnya sedikit terkejut saat melihat Bella tak hanya datang bersama Fhia, namun keterkejutannya hilang dan berubah jadi senyum hangat saat Azam memperkenalkan diri sebagai suami Bella, bahkan Azam juga meminta maaf dan berterima kasih sekaligus.

Melihat sikap Azam yang begitu sopan dan tulus membuat tante Seline dapat dengan mudah menerimanya. Tante Seline tetap memperlakukan Azam secara baik layaknya tamu meski tahu sang keponakan begitu membenci laki-laki ini. Karena Azam berhasil menikahi Bella, lalu menyakiti, lalu kini mendapatkan Bella kembali.

"Tante hanya bisa mendoakan semoga hubungan kalian akan tetap rukun seperti ini," jelas tante Seline. Kini mereka semua sudah duduk di ruang tamu. Beberapa cemilan dan minum bahkan sudah disajikan oleh para pelayan.

"Lalu Ben ini siapa? apa kekasihnya Fhia?" tanya tante Seline dengan begitu polosnya. Fhia bahkan sampai tersedak ludahnya sendiri.

"Bu-bukan tante, kami hanya berteman," jawab Fhia cepat dan mendadak gagap.

"Heis, jangan seperti itu. Katakan dengan bangga jika dia kekasihmu. Tante akan mendoakan semoga kalian menikah."

Fhia dan Ben tidak bisa berkata-kata lagi, lain halnya dengan Azam dan Bella yang mengucapkan Amin.

Tak lama setelahnya mereka pamit untuk pulang, tante Seline mengatakan jika hubungan mereka jangan sampai putus. Seline bahkan memeluk Bella dan Fhia erat sebelum berpisah.

Tidak memiliki anak di usainya yang matang membuat Seline begitu mudah menyayangi semua orang, bahkan ia sudah menganggap Bella dan Fhia seperti anaknya sendiri.

"Aku tidak menyangka jika tante Seline sebaik itu," ucap Azam, kini mereka semua sudah berada di dalam mobil yang melaju di jalan raya.

"Tante Seline memang sangat baik, Edward juga baik andai abang mengenalnya, dia sama saja seperti Arnold dan Julian," jawab Bella yang tak ingin sang suami terus membenci Edward. Karena nyatanya selama ini Edward memang banyak membantu Bella.

Bukan hanya tentang kabur dari Azam tapi Edward juga menjadi temannya di negara asing ini.

"Tapi dia mencintaimu," balas Azam lirih. Azam tahu jika Arnold pun mencintai Bella, namun sahabatnya itu memilih untuk memendam rasanya. Tidak seperti Edward yang terang-terangan mendekati Bella, bahkan mengambil kesempatan disaat hubungan Bella dengannya renggang kemarin.

Mendengar ucapan sang suami itu, Bella langsung mencium pipi sang suami sekilas, meredam cemburu yang mulai muncul di mata Azam.

"Tapi aku hanya mencintaimu," balas Bella tak kalah lirih. Bahkan keduanya saling tatap dengan tatapan yang begitu dalam. Hingga akhirnya Azam mengecup sekilas bibir sang istri lalu kembali memberi jarak.

"Aku tahu," balas Azam.

Senyum dibibir keduanya langsung kembali, Bella bahkan langsung memeluk suaminya erat.

Fhia dan Ben dalam mode diam. Di doakan segera menikah oleh tante Seline membuat keduanya jadi keder, takut jika doa itu terkabul.

Mengurangi interaksi adalah jalan yang mereka pilih untuk membuat doa tante Seline itu tidak terkabul.

Doa yang seperti kutukan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Lampung, Indonesia.

Raya tersenyum saat melihat ponsel di genggaman tangannya, ia membaca beberapa artikel tentang Azam dan Bella yang sudah kembali bersama.

Ada perasaan lega setelah ia membaca artikel itu. Rasanya ia kembali memiliki wajah dihadapan sang ayah dan juga nenek Zahra yang sudah meninggal.

Rasanya ia tak malu lagi pada ayah dan nenek Zahra perihal masa lalunya yang menjadi perusak rumah tangga Azam dan Bella. Karena kini ia sudah menebusnya, datang ke persidangan cerai Azam dan Bella dan menjadi saksi di sana. Lalu pergi jauh dari kedua orang itu.

"Kamu lihat apa?" tanya sang ibu dengan suaranya yang ketus, Sundari bahkan langsung merebut ponsel Raya, melihat isinya lalu berdecih.

"Ini gara-gara kamu datang ke persidangan kemarin, sekarang mereka jadi rujuk!" ucap Sundari, nampak sekali dari bicaranya jika ia tengah kesal.

"Bukan hanya karena aku datang ke persidangan Mah, tapi Mas Azam memang benar-benar memperjuangkan Nyonya Bella agar rumah tangga mereka kembali utuh," jawab Raya.

Kini ia sudah berani untuk menjawab, tidak ingin hidupnya selalu diatur oleh sang ibu. Apalagi jika itu bukan hal yang baik untuk mereka berdua.

"Sekarang kamu sudah berani jawab Mamah ya? kamu mau jadi anak durhaka?" tantang Sundari.

Mereka kini pindah ke Lampung dan membuka toko kecil di rumah mereka yang kecil pula. Hidup di sana dengan uang hasil penjualan rumah di Bandung.

"Astagfirulahalazim Mah, kenapa Mamah bicara seperti itu? Raya sangat menyayangi Mamah, sekarang kita hanya hidup berdua Mah, papah sudah tidak ada lagi," jelas Raya, ia hanya ingin dirinya dan sang ibu hidup dengan damai dan rukun. Tidak lagi membawa-bawa nama keluarga Malik diantara mereka.

Apalagi masih berharap menjadi salah satu diantara keluarga konglomerat itu, menjadi bagian dari mereka.

"Kalau kamu sayang, harusnya kamu turuti semua kemauan Mamah, jangan lepaskan Azam sampai kapanpun."

"Istighfar Mah, jika harta yang Mamah cari kita bisa berusaha sendiri, tentang rejeki Allah sudah mengaturnya, tidak akan tertukar dengan yang lain," jawab Raya lirih. Susah payah ia harus terus memberi pengertian pada sang ibu.

Agar hidup mereka tak kembali hina seperti dulu.

Sundari hanya diam, ia menghembuskan nafasnya dengan berat.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mampir ya 💕

1
Tira Aneri
suuukaaa
Alexa Juliana
Arnold modus 😜😜
Alexa Juliana
Di cari ga ada...
Alexa Juliana
Sama2 patah hati krn Bella, Ed dan Arnold malah kepincut adik2 Bella, satu adik ipar satu lagi adik angkatnya..
Alexa Juliana
Wow Azzam Bella dapat triplets dong..
Alexa Juliana
Hati2 Azzam, ipar adalah maut..Edward kan "musuh" kamu 😄😄
Lusiana_Oct13
Sekian banyak yg komen Julian klo thor rubah siap² lah kena santet sama pembaca🤣🤣🤣🤣
lia
aku juga bahkan lupaa😂😂
Atiah arini
good
Nenie Chusniyah
luar biasa
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
scarlet
bagus,,, AQ baca utk yg k2 kali
ayu cantik
bagus
Ney 🐌
🤭🤭
Ney 🐌
🤗🤗🤗
Ney 🐌
nangis tp bahagia
Ney 🐌
pelukkkkk
Ney 🐌
#🤗🤗🤗🤗
Ney 🐌
hukum karma
Ney 🐌
💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!