NovelToon NovelToon
Dosen VS Ketua BEM

Dosen VS Ketua BEM

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:957.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: AdindaRa

Zella, mahasiswi baru di Universitas Swasta Indonesia telah membuat Leon, ketua BEM yang tegas dan penuh wibawa jatuh cinta pada pandangan pertama saat OSPEK Mahasiswa.

Tidak hanya itu, Levi, seorang dosen jutek, galak, dan tidak banyak bicara yang juga putra pemilik Universitas tersebut juga ternyata diam-diam menaruh hati pada Zella.

Zella yang belum menginginkan untuk berpacaran harus terus menerus mendapatkan teror dari mahasiswi yang mengidolakan Leon dan Levi.

Leon dan Levi pun terus berjuang dengan cara mereka masing-masing untuk mendapatkan hati Zella.

Siapakah diantara mereka berdua yang mampu memenangkan hati Zella?

Adakah Leon atau bahkan Levi yang memenangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28

Papa Green langsung menghubungi Azel tentang hasil meeting secara keseluruhan. Azel sangat puas dengan pencapaian adik kesayangannya, tapi setelah mendengar cerita papanya mengenai Richard, ia pun memutuskan agar Zella tidak lagi memegang perusahaan.

Azel sangat mengenal Richard saat mengambil kuliah di Jerman. Richard terkenal sebagai Cassanova di kampusnya dengan tampang yang sangat rupawan. Azel memang berteman dengan Richard, tapi ia tidak pernah bercerita jika memiliki adik perempuan.

Ponsel Azel pun berdering dan tertera nama -Richard- di layar ponselnya. "Sudah kuduga, pasti dia akan menanyakan Zella." batin Azel sambil menerima panggilan dari Richard.

"Azel, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Richard diujung telefon yang sudah mengetahui kabar kecelakaan Azel.

"Sudah lebih baik dari yang kemarin. Kapan kembali ke Jerman?" tanya Azel to the point.

"Aku baru sampai di negaramu, kawan. Dan mungkin akan sedikit lama disini. Bisa kau kirim alamatmu, aku akan mengunjungimu sobat." pinta Richard.

"Baiklah, nanti aku kirim lokasinya. Jangan lupa beri kabar saat kau akan datang." jawab Azel.

"Tentu saja. Jangan lupa pastikan adik perempuanmu ada di rumah ya." ucap Richard.

"Dia masih kuliah semester awal dan hari ini dia akan berangkat ke tempat kuliahnya." jawab Azel.

"Kalau begitu, kirim lokasimu sekarang dan aku akan segera menuju kesana." jelas Richard dan langsung mematikan ponselnya.

Mau tidak mau, Azel pun mengirim alamat mansionnya pada Richard dan memberitahukan pada papa Green untuk menahan Zella tetap berada di kantor.

Tanpa menunggu lama, Richard sudah sampai di mansion Azel. Ia pun sangat terharu melihat Azel memakai kursi roda saat menyambut kedatangannya.

"Azel, katakan padaku siapa yang sudah membuatmu seperti ini?" tanya Richard.

"Santai aja bro, ini akan segera pulih." jawab Azel.

Keduanya saling bertukar cerita karena sudah lama tidak bertemu. Sambil bercerita, Richard menelisik seluruh ruangan tapi tidak nampak Zella di mansion Azel. "Mana Grizelle? Aku belum melihatnya dari tadi?" tanya Richard.

"Sepertinya masih di kantor." Jawab Azel. "Ayolah Richard, adikku baru menginjak di usia 18 tahun kemarin." ucap Azel.

"Kau ternyata sangat memahamiku." puji Richard. "Dia benar-benar wanita yang sangat berbeda, Azel. Kenapa kau tidak pernah menceritakan adik perempuanmu?" tanya Richard.

"Dia masih sangat kecil bukan? Untuk apa aku menceritakannya padamu." jawab Azel membuat Richard terkekeh.

"Apa kau mengizinkannya, jika aku mendekatinya?" tanya Richard. "Jika ia menolak, maka aku akan mundur. Tapi jika Grizelle juga menginginkanku, maka bersiaplah jadi kakak iparku, Azel." ucap Richard sungguh-sungguh.

"Huft, kau ini masih saja keras kepala. Terserah kalo begitu, coba saja jika kau mampu." ucap Azel kemudian.

Benar saja, seorang Cassanova kali ini baru pertama kalinya menunggu Zella pulang dari kantor. Azel mempersilahkan Richard untuk beristirahat di kamar tamu. Tepat pukul 4 sore, Zella dan papa Green sampai di mansion.

"Hai Nona Grizelle, ternyata waktu dan kesempatan berpihak pada kita bukan?," ucap Richard yang sudah berdiri di pintu menyambut Zella pulang.

Richard pun menyapa dan menyalami papa Green yang berada di samping Zella.

"Oh, Hai Mr Richard, silahkan duduk dulu. Saya harus membersihkan diri." ucap Zella yang langsung pergi ke kamarnya.

Richard pun kembali duduk di ruang tamu menunggu Zella ditemani oleh Azel. Tapi hingga waktu makan malam, ternyata Zella tidak kunjung turun.

Papa Green, Azel dan Richard sudah duduk di kursi makan menunggu kehadiran Zella. Salah satu asisten rumah tangga yang diperintahkan untuk memanggil Zella pun turun tanpa membawa nona mudanya.

"Maaf Tuan, non Zella tidur sangat lelap sekali dan saya tidak berani membangunkannya." ucap Asisten rumah tangga.

"Biarkan saja bi, Zella sangat kelelahan bekerja seharian." jawab Richard mencoba lebih sabar lagi menunggu Zella.

Akhirnya ketiganya makan malam tanpa Zella. Richard pun sadar bahwa Zella benar-benar masih anak-anak seperti apa yang dikatakan Azel. Tapi saat makan malam sudah selesai, anggapannya tentang Zella yang masih anak-anak pun hilang ketika melihat Zella menuruni anak tangga.

"Grizelle." panggil Richard menatap Zella hampir tak berkedip.

Papa Green dan Azel melihat ke arah tangga dan mengayunkan tangannya meminta Zella untuk bergabung.

"Maaf sudah membuat kalian menunggu." ucap Zella dan duduk di samping papa Green. Kini posisi Zella berhadapan langsung dengan Mr. Richard.

Richard masih menatap Zella dengan tatapan yang sulit diartikan. Zella mengambil nasi, lauk dan langsung melahapnya tanpa memperdulikan tatapan Richard.

"Dia bukan lagi anak-anak Tuan Green." ucap Richard. "Grizelle sungguh gadis yang mempesona." puji Richard.

"Terima kasih pujiannya," ucap Zella singkat dan masih dengan gayanya yang cuek.

"Dia akan tetap anak-anak dimataku Tuan Richard." jawab Papa sambil mengusap kepala Zella. "Mari, Tuan kita mengobrol di taman. Nanti Zella biar menyusul." ajak papa Green dan Richard pun menurut meski berat beranjak dari hadapan Zella.

"Aku tahu, kamu pasti bisa menghadapinya." ucap Kak Azel setelah Richard pergi.

Setelah menyelesaikan makan malamnya, Zella menyusul papanya ke kolam renang. Papa Green pun memberikan waktu pada Richard untuk mengobrol pada Zella.

"Kau adalah satu-satunya wanita yang sudah membuatku menunggu lama Nona Grizelle." ucap Richard.

"Aku tidak memintanya." jawab Zella santai dan membuat Richard tersenyum. "Sekarang katakan apa yang anda ingin sampaikan. Aku sangat lelah hari ini." ucap Zella kemudian.

"Bisakah aku memilikimu?" tanya Richard to the point.

"Tentu saja tidak." jawab Zella membuat Richard tercengang.

"Berikan alasannya, Nona Grizelle." pinta Richard karena baru kali ini dia ditolak oleh seorang wanita.

"Yang pertama, aku bukan barang. Kedua, aku milik papa dan Kak Azel. Ketiga, mungkin aku akan menjadi milik seseorang yang sangat aku cintai dan tentunya bukan Anda, Mr. Richard." jawab Zella mantap.

"Kau sungguh menantang Grizelle, diusiamu yang masih belia. Baiklah aku menawarkan untuk berteman denganmu." ucap Richard menyodorkan tangannya agar dijabat oleh Zella.

Dengan ragu Zella menjabat tangan Richard. Tapi, Zella sigap menarik tangannya saat Richard hendak mencium punggung tangan Zella.

"Teman memiliki batasan, Tuan Richard." ucap Zella. "Senang berkenalan dengan anda." Zella pun undur diri dari hadapan Richard.

Richard menggelengkan kepalanya melihat Zella sudah pergi dari hadapannya. "Sungguh sangat menarik. Tapi aku tidak biasa untuk diacuhkan. Cukup untuk satu kali ini aku menunggu." gumam Richard.

Richard pun berpamitan dengan Papa Green dan Azel. Ia memutuskan untuk segera pulang ke Jerman dan menyatakan dirinya kalah untuk mengejar Zella yang sangat sulit ditaklukkan. Papa Green dan Azel pun akhirnya dapat bernafas lega.

"Grizelle sungguh luar biasa, dia sangat mencintai kalian berdua." ucap Richard sebelum menaiki mobilnya.

"Kau terlalu banyak memujinya, bro." jawab Azel.

"Dia sudah memiliki lelaki yang dia cintai, dan itu bukan aku." ucap Richard dengan nada kecewa. "Jadi aku mundur daripada harus menunggu seperti tadi. Itu sangat melelahkan dan membosankan."

Kata-kata Richard membuat Azel dan Papa Green terkekeh. Richard pun berpamitan dan langsung melesat dengan mobilnya.

"Azel, siapa kira-kira yang sudah berhasil mencuri hati putriku?" tanya papa Green.

"Aku juga tidak tahu, pah." jawab Azel dan mereka pun masuk mansion dengan pertanyaan yang belum terjawab tentang Zella.

1
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
janah bibah
Biasa
Indah Setyorini
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Waaahh outhor Nakal ya ngeprank semua para Riders,Bikin aku sempat kecewa td sama outhor 🙏🏻🙏🏻😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kasihan Silla kalo sampai menikah dgn Dion..
Qaisaa Nazarudin
Loh kok Silla malah segitu aja berjuang demi Leon..Kecewa deh aku..🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Loh kok gitu sih??Leon dn Dion kan sama2 Anaknya,Tetap juga akan jadi menantu nya papa Leon kan..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Om Bayu nikah juga, Sama Naya lagi, Sahabat jadi sodara ya Silla 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Pasti yg ke 4 itu Levi kan,,Kan 60 itu Siswa dan juga termasuk Dosen nya 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leon suka sama Silla ya?? Kapan Silla putus sama Reza??
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Leon apa Levi sih?? Kan Leon masih dikamar, pingsan tuh dia..
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Zella, hal kapok2 nya baikin musuh..
Qaisaa Nazarudin
Heran aku makin lama makin menampakkan kebodohan Zella, Sekarang dia malah mengumpulkan musuh2 nya dlm satu tim,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkw Rasain tuh, Senjata makan tuan 👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Greget aku sama Levi,masih sok jual mahal aja, bikin Zella cuekin Levi thor dan jaga jarak dgn Levi,Biar levi kelimpungan..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Green dan keluarganya terlalu lembut dgn Winda, Walaupun udah nikah lain tapi itu tetap papa kandungnya, Winda tanggungjawab nya, Green cuman papa tiri, Sekarang udah cerai dgn Maya, Jadi Winda bukan siapa2 lagi dgn keluarga Green,,Hadeeuuh jangan sampai nyesel nanti saat Winda bertindak,,
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Winda dibiarin bebas?? Winda juga gak benar tuh,udah mamanya di tangkap,pasti dia akan balas dendam mamanya..
Qaisaa Nazarudin
Bodoh aja kalo Green takut dgn ancaman Maya,Kalo aku langsung jeblos dia ke penjara..
AdindaRa: makasih banyak dukungannya kaak. aku sendiri sampai lupa sama ceritanya 😘
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
BODOH memberikannya pilihan adalah pilihan yg salah, kalo Maya milih cerai dan pergi jauh, Dia tetap akan bisa menghancurkan kalian Green 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!