21+..Bocil jangan ngintip
Ini Season 2 dari Cerita Psychopat Husband dan Memikat Cinta Nona Arogan
........
Paras sempurna, aura yang khas dengan kekuasaan yang tak bisa dianggap remeh begitu saja, pria dengan berjuta pesona namun memiliki sikap Arogan dan Tempramental yang sulit dikendalikan.
Lalu bagaimana jika dia dipertemukan dengan seorang gadis belia yang membanting tulang muda itu untuk menghidupi 3 orang manusia sekaligus? dia wanita mungil dengan kecerdasan dibawah rata-rata hingga bisa didefinisikan sebagai gadis dungu.
Ia hanya tahu bekerja dan makan, tak tahu apapun soal kehidupan Dunia hiburan ini membuat ia dikucilkan, hanya kulit putih, bentuk tubuh mungil namun begitu Sexsi hanya perlu dipermak menjadi berlian murni.
Apakah cinta itu akan menyatu? atau malah menghilang didalam sebuah kebencian dari sekilap kisah yang membuat cinta yang begitu rumit.
Brakkk..
Mobil hitam itu lansung tergiling Kereta yang meremukan baja keras yang lansung mengepulkan asap tebal hingga api itu melahap habis badan mobil, kejadian ini tepat dihadapan seorang wanita yang lansung histeris memberontak dari cengkalan tangan pria yang memegganginya,
"Ti..Tidak!! Tidak hiks!!"
Pria itu menyeringai licik seraya menguatkan pegagangannya kelengan mungil itu, ia menyeretnya pergi dari tempat pembantaian panas ini.
Bagaimana kisahnya? apakah ini sekilas Cinta atau hanya luka yang menggores nyata.
Dimohon tinggalin jejaknya say.. jempol nya mana😂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ledakan di Galery!
Deretan Lukisan penuh dengan Estetika itu lansung memukau dipameran ternama Galery Show khusus bagi para Maestro yang bergerak dibidang seni lukis, berbagai Aliran Seni ditampilkan bahkan tampak mempunyai nilai tersendiri.
Pengunjung di Pameran luar ini semangkin membeludak, Para Turis Asing dan dalam Negeri pun berkumpul hanya untuk memuaskan mata dengan melihat berbagai Seni yang ditampilan.
Contohnya Lukisan Abudabi yang dibuat oleh Maestro Crusel Magestres yang sudah ada sejak Tahun 90 an, lukisan ini masih exsis dengan unsur Nilai budaya dan kehidupan ditahun 90 an itu.
"Mr Bord! apa semua seni ini bisa di Lelang?"
Tanya seorang wanita tua dengan rambut hampir memutih memakai kaca mata berlensa tajam itu, Mr Bord yang merupakan Asisten bagi Tuan Muda Kedua Alfoenzo itu hanya tersenyum menggeleng membuat rasa hampa bagi pendengarnya.
"Ini semua khusus untuk di Pamerkan, kalau untuk di Beli itu ada di Galery masing-masing Pelukis!"
"Tapi saya berminat pada Karya Realisme dari Maestro Damian itu, Mr!"
Ucap wanita itu menunjuk ke dinding Pameran dimana ada lemari kaca mewah yang membingkai sebuah Lukisan khas 3 Dimensi menampakan seorang wanita berhijab sedang mengadahkan kepala dan kedua tangannya untuk berdo'a, wajahnya sangat mirip dengan seseorang dan begitu mereka kagumi selama ini.
"Itu lukisan dari Maestro Damian, Judulnya My Love to Allah, dan lukisan disebelahnya..!"
Mr Bord menuntun wanita itu ke sebuah tempat dibalik Lukisan yang pertama, Wanita tua itu tampak kagum dengan goresan Cat minyak diatas Kanvas dengan lukisan seorang wanita yang menggendong 1 Putri kecil berusia 3 Tahun dengan satu bocah laki-laki tampan yang ada di lengan Pria kekar dan sempurna, sedangkan yang satunya lagi ada di bahu Sang Ayah yang tampak datar menatap tajam namun tersimpan kebahagia'an didalamnya, Senyum wanita cantik itu begitu mekar dengan dipadukan wajah ceria Putra dan Putrinya kecuali Putra yang digendong Sang ayah.
Siapa yang tak tahu dengan siapa yang menjadi Objek lukisan itu, Keluarga kecil Alfoenzo? yah, mereka berlomba-lomba ingin membelinya dalam harga fantastis tapi sang Maestro tak pernah ingin menjualnya karna hanya ingin menggambarkan Abdi Cinta keluarganya.
"Mr! saya akan membayar berapapun agar lukisan itu saya miliki!"
"Iya, Saya juga! Mister President pertama dan Mrs Shena itu Pion penting, apalagi sekarang Putranya juga sudah memecah rekor Pengusaha tersukses sepanjang masa ini!"
Tawar menawar itu terdengar jelas dengan kumpulan Manusia berambut pirang berkulit putih yang memenuhi daerah sekitar Pameran didekat Museum terbesar di Meksiko ini, namun apalah dayanya yang tak bisa merayu sang Pemilik yang kekeh akan keputusannya.
"Kami mohon berikan Lukisan itu!!"
"Yah!! kami akan membayar berapapun!!"
Suara riuh itu mulai bergaduh membuat Damian yang ada didalam Museum sana menjadi aggak risih, inilah yang akan terjadi jika ia mempertontonkan Karya seni sempurna itu.
"Kenapa jadi rusuh?"
"Tuan! mereka menginginkan Lukisan Alfoenzo Family yang anda buat, saya tak bisa menghentikan Masyarakat yang sedari dulu menginginkannya!"
Damian menghela nafas halus lalu memakai Masker dan Topinya, ia melangkah keluar dari Museum dengan penjaga'an ketat dari semua orang disana. namun entah apa yang terjadi Damian merasa ada bau aneh sisekitar tempat yang ia lewati.
"Bau apa ini?"
"Tuan Muda! lebih baik anda pulang!"
Anggota Denzo yang tiba-tiba datang membuat Damian terkejut, namun ia menggeleng menatap semua orang yang masih mengelilingi Pamerannya.
"Kenapa begitu? mereka masih belum selesai!"
"Sebaiknya anda Pulang, Tuan! ini perintah dari King!"
"Tapi.."
Duarrrr...
Ledakan besar taerjadi dengan Damian yang ditarik lengan kekar seseorang yang lansung menjauhkan Sang Adik dari Kobaran api yang menyala berasal dari Karpet merah yang dipijaki tepat ratusan orang sana.
Para Manusia tadi tampak terlempar dengan tempat Pameran Damian yang sudah hancur tanpa sisa, teriakan itu meruak saat korban jiwa dari peristiwa ini lansung menelan nyawa, kabut tebal itu masih menyeluruh dengan Ambulans dan Aparat kepolisian yang mulai berdatangan.
"Momy hiks!!"
"To..Tolong!!"
Damian mematung melihat para korban yang berjatuhan tepat dihadapannya, mata itu kosong menatap Lukisan yang ia buat sudah tertimbun lusuhan bangunan.
"Ti..Tidak, itu..!"
"Ayo kita pergi!"
"Zo..Zo Lukisannya!"
"Ayo pergi, Mian!"
Damian menggeleng tetap kekeh melangkah kegumpalan asap sana, Denzo mengumpat menarik Damian kembali menjauhi kerumunan yang mulai membeludak, mereka tak tahu kalau Asap itu Asap beracun yang bisa saja mengambil nyawa.
"Denzo!!! Itu Lukisan Umi!!"
"Sudahlah, nyawamu lebih penting!"
"Itu lebih penting!"
Damian meloloskan diri dan berlari menuju kabut sana, Lukisan itu sangat penting baginya karna ia membuatnya dengan hati, bahkan saat ia membuatnya Umi dan Abinya selalu bersama dengannya.
"Ma..Mana Lukisannya?"
Damian terus melangkah masuk tanpa berfikir panjang, padahal Aparat kepolisian sana sudah memasang jalur polisi dengan penjaga'an yang mengetat, para Media juga mulai menyorot dengan tajam.
"Mian! Mian ayo pergi!"
"Zo! Uhukk..Lu..Lukisannya!"
Damian memeggangi dadanya yang sakit, melihat itu Denzo semangkin dikuasai kekelaman, ia menarik tubuh Damian secara paksa untuk keluar dari kabut tebal ini.
"Lu..Lukisannya!"
Denzo hanya diam, ia tahu benda itu adalah hal yang berharga bagi Adiknya tapi menurut Denzo Damian-lah yang paling ia sayangi dari pada Lukisan itu.
"Bawa Wanita tua yang disini tadi!"
"Baik!"
Anggota Denzo lansung berpencar, dengan Mobil yang dikendarai Leo terparkir menjemput Kingnya tadi cepat menemui Damian yang keras kepala.
"Lu..Lukisannya!"
"Masuk!!"
Denzo menekan ucapannya mendorong Damian masuk, pria itu terlihat menatap kosong Pameran dan semua kerja kerasnya hancur didalam sana, padahl ia tak pernah mengalami ini sebelumnya.
"Kenapa kau tak menghubungi aku sebelum datang kesini, ha? banyak yang ingin mengincar nyawa kita Damian!"
"Lu..Lukisannya!"
Lirih Damian seraya membiarkan Dokter Zalwa yang semobil dengan mereka memberikan penanganan pada Damian yang mulai kesulitan bernafas, penyakit jantung Pria ini kembali kambuh apalagi Zat beracun itu mulai menyerang.
"Zo! Lu..lukisanku!"
"Tenanglah, aku akan mendapatkannya kembali!"
"Ma..Maksudmu?"
Denzo hanya diam seraya menggenggam tangan Damian yang tak akan sekuat ini kalau tak bersamanya, si cengeng Milik keluarga Alfoenzo ini bagai anak gadis yang berlain Gender.
"Kenapa kau selalu bertindak sendirian? aku sudah bilang aggar kau tetap Waspada, Mian!"
"A..Apa yang terjadi?"
Denzo terdiam sesaat, ini adalah rencana dari Rusell yang ingin menyakiti Damian yang paling lemah diantara saudaranya, Rea? Cihh. wanita itu sangat sulit didekati berbeda dengan Damian yang Humble dan Ramah.
"Itu hanya lukisan, Umi tak akan marah jika itu hancur!"
"Ta..Tapi aku membuatnya dengan Cinta!"
Suara bergetar itu muncul membuat amarah Denzo lansung tersulut, kali ini ia tak akan mendiami Rusell yang sudah melewati batas, sudah cukup baginya diam menunggu giliran.
"Tenanglah! Pulang dan peluk Umi! kau akan tenang!"
"Kau mau kemana?"
"Mencari Buruan!"
Damian tersenyum kecil meninju lengan Denzo yang hanya menepuk bahu Adiknya, setidaknya ia bisa mengalihkan pikiran Pria ini.
"Aku titip Istriku!"
"Kau akan pulang kan?"
"Entahlah! aku harus mengurus hal yang penting!"
Ucap Denzo lalu turun dipersimpangan dimana Mobil khusus untuknya sendiri sudah menunggu, ia menatap Leo yang mengangguk melajukan Mobilnya pergi meninggalkan Denzo yang memakai Masker dan Jaketnya menghindari banyak orang.
"Habisi dia tapi tinggalkan Pria itu!"
"Baik!"
.....
Vote and Like Sayang..