follow IG aku ya zayang di : harumini_12
Kecewa, sedih, patah hati, itulah yang dirasakan oleh seorang istri jika di khianati oleh suami yang sangat dicintainya.
Begitupun dengan Sela Maharani, yang di khianati sang suami tapi di kagumi pria lain.
Bagaimana kisah ini akan berlanjut?
Apakah Sela akan memaafkan sang suami dan kembali padanya?
Atau lebih memilih pergi bersama pria yang mengaguminya selama ini dan melupakan sang suami?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28 Manis Dan Pahit
“Aku bukan menolak Mas, hari ini aku sangat lelah dan aku sedang datang bulan,” bohong Sela kemudian berlalu meninggalkan Harza dan masuk kembali ke dalam kamar mandi.
Drettt dreettt
Ponsel milik Harza yang beranda di kantong celananya berdering. Dan dengan segera Harza mengangkat ponselnya saat tahu yang menghubunginya adalah Rani.
“Mas Harza, aku sangat kesepian malam ini, apa mas Harza tidak ingin menemuiku?” tanya Rani dari balik sambungan telepon.
Lalu Harza keluar dari dalam kamar sebelum mengatakan sesuatu.
Sela yang kebetulan baru saja keluar dari dalam kamar mandi, hanya bisa tersenyum sinis.
“Aku tidak peduli lagi padamu Harza, pergilah,” ucap Sela kemudian berjalan menuju tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya, dan Sela beranjak dari tempatnya saat mendengar ada beberapa pesan masuk di ponselnya.
[Selamat malam, pasti kamu belum tidur bukan?]
[Aku hanya ingin mengingatkan jangan tidur terlalu larut]
[Karena itu akan membuat kamu lebih cepat tua, dan nanti kecantikan kamu akan memudar]
[Tapi tenang saja meskipun begitu, ada seseorang yang akan selalu mencintaimu, tanpa memandang fisik dan juga status]
Pesan yang dikirim Kai, membuat Sela tersenyum.
[Aku baru tahu pemilik perusahaan Maraja, bisa menggombal juga]
Balas Sela dan senyum terus terukir dari ke dua sudut bibirnya tanpa menyadari jika Harza sudah masuk ke dalam kamar kembali, sambil mengerutkan keningnya menatap sang istri.
“Siapa?”
Sela tidak menjawab pertanyaan sang suami, meskipun dirinya tahu jika Harza sedang bertanya padanya.
“Sela, apa kamu tidak mendengar, aku sedang bertanya padamu,”
Sela menoleh ke arah Harza yang terlihat kesal karena hari ini Harza merasa ada yang berbeda dengan istrinya tersebut.
“Oh maaf Mas, tadi Mas Harza bertanya padaku apa?”
“Tidak jadi,” jawab Harza lalu naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Sela.
“Kenapa tidak pergi Mas, temui Rani sana, dan habiskan malammu dengannya, sebelum aku membuat kalian tidak bisa merasakan manis dan pahit,” batin Sela sambil menatap layar ponsel miliknya.
“Sela,” panggil Harza lalu meraih tangan sang istri.
“Ada apa Mas Harza sayang, apa Mas Harza minta di pijit?”
“Tentu pijit seperti biasa ya?”
“Tapi maaf Mas, tanganku ini begitu lemas dan butuh beristirahat karena tadi di toko, aku harus turun tangan ke dapur,” bohong Sela, kemudian meletakkan ponselnya di atas meja lalu merebahkan tubuhnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Dan lagi-lagi Harza melihat istrinya yang berbeda, pasalnya selama ini, selelah apa pun Sela pasti tidak akan menolak jika Harza menyuruhnya untuk memijat.
Harza membuka matanya tepat jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul tujuh pagi, tapi entah mengapa dirinya tidak mencium aroma kopi, yang aromanya selalu memenuhi ruangan jika dirinya baru terbangun, yang selalu Sela sediakan untuknya.
Lalu Harza menatap samping tempat tidurnya, dan mengerutkan keningnya saat mengetahui Sela masih terlelap, karena selama dua tahun berumah tangga dengan Sela, Harza tidak pernah mendapati istrinya bangun terlambat.
“Sela,” panggil Harza untuk kesekian kalinya.
“Jangan ganggu aku Mas, aku masih mengantuk,” suara parau dari balik selimut membuat Harza kali ini tidak bisa mengendalikan dirinya mengetahui istrinya dalam satu hari bisa berubah drastis, lalu menarik kasar selimut yang masih menutupi tubuh Sela.
“Bangun!” Sela tahu suara yang keluar dari mulut suaminya, suara kekesalan, tapi Sela tidak menghiraukannya karena sekarang dirinya beralih menutupi wajahnya dengan bantal. “Sela!”
Mendengar teriakan suaminya, Sela dengan enggang membuka bantal yang menutupi wajahnya, lalu beranjak dari tidurnya.
“Kenapa Mas Harza sayang?” dengan mesra Sela memanggil Harza lalu menunjukkan senyum termanis nya, meskipun di dalam hati sedang memaki pria yang ada di hadapannya.
“Kamu lihat ini jam berapa?”
“Kenapa mamangnya Mas?”
“Apa kamu lupa tugasmu sebagai istri,”
“Tentu saja tidak, tapi aku akan terus melupakan tugasku sebagai istrimu mulai sekarang,” batin Sela.
“Maksud Mas Harza, menyiapkan pakaian kerja Mas Harza, membuat sarapan dan juga kopi kesukaan Mas Harza begitu?”
“Iya, kenapa kamu belum menyiapkan semuanya malah enak enakan tidur,”
“Ya ampun Mas, aku ini bukan asisten rumah tangga, sekarang ada mbok Ijah yang akan menyiapkan semua keperluan mas Harza, oke sayang,” dengan beraninya Sela mengatakan hal seperti itu, entah dari mana dirinya bisa seberani itu, lalu Sela turun dari tempat tidur menuju kamar mandi, meninggalkan Harza yang masih belum mengerti dengan perubahan sang istri dan terus menatap punggungnya.
Sela menyantap sarapan tanpa menghiraukan Harza yang sedang menatapnya heran, karena tidak pernah sekali pun Sela makan terlebih dahulu sebelum sang suami.
“Sela,”
“Mas, jangan bicara, Mas Harza tidak suka bukan jika mas Harza sedang menyantap makanan ada yang berbicara,” sambung Sela tahu apa yang tidak suaminya sukai.
Harza mengepalkan tangannya sebisa mungkin mengontrol emosinya, entah mengapa semua ucapan yang keluar dari mulut sang istri membuatnya begitu emosi.
“Kalau bukan demi harta, sudah aku lempar kamu dengan piring ini Sela,” batin Harza sambil melirik ke arah sang istri.
“Kalau bukan demi balas dendam dan membuatmu menderita, sudah aku taruh sianida di minumanmu itu mas Harza,” gumam Sela dan tersenyum ke arah suaminya yang sedang melirik ke arahnya.
Dan tidak berselang lama terdengar bel rumah yang di tekan oleh seseorang.
Bersambung....................
Ceritanya tak terduga dgn konflik yg menguras emosi drama rmh tangga 😆 tp saya suka karna memotivasi IRT utk kluar dr hubungan toxic & move on dgn membangun mental yg kuat.
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Semangat utk karya2 barunya 💪🏻🥰
mendingan cari suami baru