apa yang harus kau lakukan jika cintamu akhirnya pergi meninggalkanmu karena kebodohanmu yang tak mau menerima hadirku sebagai istrimu?
biarkan aku menggapai kebahagiaanku dengan pergi darimu jika itu bisa membuatmu bahagia suamiku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergok
Pagi yang indah, ketika aku menyirami tanaman-tanaman ku yang sudah menjadi rutinitas ku tiap pagi.
kring...kring...kring bunyi suara hp ku..
"Assalamu'alaikum bu." Jawabku yang ternyata Ibu yang menelpon.
Ibu:" Waalaikum salam nak..apa kabarmu? udah lama ibu gak ketemu anak ibu ini.."
"Kabar Hana baik bu, iya,,Hana juga rindu sama ibu udah lama gak liat ibu, gak peluk-peluk manjah sama ibu.."
Ibu:"kamu ini, masih aja kaya anak kecil, padahal udah nikah juga..."
"Hehehe...ibu ada apa nelpon bu?"
Ibu:"kalian ada acara akhir minggu ini nak?"
"Hana kayanya gak ada bu, tapi mas Surya Hana gak tau, emangnya kenapa bu?"
Ibu:"Ibu pengen kalian nginep disini..udah lama juga gak ketemu menantu ibu.."
"Oh,,iya nanti Hana bilang sama mas Surya ya bu.."
Ibu:"ya udah,kamu lanjut kegiatanmu ya, ibu mau masak dulu, ayahmu kepengen makan rendang jengkol.."
"Nanti pas Hana kesana ibu masakin Hana rendang jengkol lagi ya,,jangan cuma ayah sama Lida aja yg ibu masakin.."
Ibu:"kamu kan pandai masak Hana, ya masak sendiri kan bisa,,"
"Tak ada yang bisa mengalahkan masakan Ibu di hati Hana..hahaha" senyumku bangga.
Ibu:"ah kamu bisa aja, bilang aja kamu males masak.."
"Iya deh,,,ketahuan,,"
Ibu:"Ya udah nanti ibu masakin,, Assalamualaikum"
"Waalaikum salam.."
Hari ini setelah mereka berdua pergi bekerja, aku melanjutkan membersihkan pekarangan yang lain, memang aku tak dapat diam saja, aku lebih senang menggerakkan badan dengan cara membersihkan rumah, berkebun, dan sebagainya yang menurutku bsrmanfaat.
Aku mencabuti rumput yang sudah tumbuh lumayan panjang di area sekitar bunga-bunga mawarku. Sekeliling halaman rumah ku banyak ditumbuhi bunga-bunga warna warni. Aku suka menanam Mawar, ada juga bunga Matahari, ada beberapa bunga krisan, bahkan aku juga menanam beberapa tanaman obat-obatan keluarga seperti serai, sirih, kumis kucing, delima, mahkota dewa, benglai, jahe, kunyit dan masih banyak lagi. walaupun hanya sedikit-sedikit asal ada....
Selesai dengan pekerjaan ku aku masuk dan berniat membuatkan makan siang untuk suamiku, ah...tak apalah, sekali-sekali, batinku. Selesai memasak aku bersiap-siap menuju kantornya. Aku membawa rantang kesana. Sesampainya di kantor mas Surya, aku memarkirkan mobil ku di parkiran dan langsung berjalan menuju keruangannya.
Sekretaris yang biasa menyapaku kali ini tak terlihat, oh..mungkin sedang istirahat. Akupun langsung saja membuka gagang pintu,ku dorong pintu dan ternyata...
Astaghfirullah.....pekik ku..
Mereka yang terkejut melihatku, segera merapikan pakaian masing-masing. Kenapa aku harus melihat adegan seperti ini? Tak ada lagikah tempat untuk mereka bermesraan? pikirku..Sungguh kali ini hatiku benar-benar sakit. Aku tau mereka sudah sah menjadi suami istri, tapi di kantor ini para karyawan hanya tau aku lah istri mas Surya.
"Maaf Hana ganggu waktu kalian bermesraan. Tapi sebaiknya kalian melakukan hal-hal seperti itu di rumah saja. Di kantor ini para karyawan hanya tau bahwa akulah istri bos mereka, jadi kalau kamu gak mau di anggap sebagai wanita murahan jangan coba-coba melakukan hal tak senonoh di kantor mbak.!" aku sengaja menekan semua perkataanku agar mereka sadar.
Kulihat muka mereka memerah, entah karena malu atau karena marah.
"Untuk apa kamu kemari?"
"Hana hanya ingin mengantarkan makan siang seperti biasa.., tapi rupanya hari ini Hana dapat bonus tontonan gratis." ucapku ketus sambil melihat Iren.
semangat berkarya yahhh 💪💪