NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Hira Arinta

Cinta Untuk Hira Arinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Duda / Militer / Tamat
Popularitas:241k
Nilai: 5
Nama Author: NatiaGeni

Hira Arinta perempuan memiliki banyak talenta yang diwarisi oleh ayahnya. Hidup Hira selalu di bawah kendali orang tuanya, keinginan terbesar orang tuanya yaitu menjadi dokter bedah. Namun, Hira mematahkan harapan keduanya dengan mengambil jurusan desain komunikasi visual.


Tidak ada cinta dan kasih sayang yang Hira dapatkan sejak kedua orang tuanya mengusir dari rumah dimana tempat selalu mendapatkan cinta.


"Aku membenci kata cinta yang meruntuhkan cita-cita ku."


Bintang Aditya Prawira pria berprofesi sebagai tentara berpangkat Kolonel, berstatus duda. Memiliki putri cantik bernama Kihana, Adit harus menjadi sosok ayah sekaligus ibu untuk Kihana. Cintanya tidak bisa terukur untuk sang putri, kehilangan sosok ibu tidak akan kehilangan juga sosok ayah, baginya Kihana prioritas utama.


Tuhan berkehendak lain, Adit dipertemukan dengan sosok Hira Arinta yang penuh misterius.


"Aku akan menumbuhkan dan memberikan cinta yang pernah hilang dalam hidupmu." Bintang Aditya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NatiaGeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pillow talk

Aditya terus berjalan mendekati Hira, tatapan pria itu tepat pada tubuh polos Hira yang terbungkus handuk putih. Aditya tadinya berniat ingin memberikan sesuatu kepada sang istri, Namun melihat Hira yang sedang memakai CD dan Bra, Aditya mengurungkan niatnya.

"Abang mau ngapain?" Hira mundur selangkah karena Aditya sudah mengikis jarak.

"Saya ga tahan lagi Arin...ayo lah." Suara Aditya sudah berubah parau.

Hira merinding mendengar ajakan yang diutarakan Aditya bukan tidak tahu maksud ajakkan suaminya, Apalagi tatapan lapar Aditya terhadap tubuhnya.

"Aku....Aduh gimana ya....Bukan ga mau Abang...kita juga udah menikah satu Minggu pasti tersiksa bagi Abang."

"Itu kamu tahu sugar...Aku ga sekuat yang kamu pikirkan...empat tahun menunggu sarang yang tepat." Aditya menyentuh adiknya agar Hira tahu bagaimana tersiksa menahan has-rat seminggu ini.

Hira mendengar panggilan yang beda diucapkan Aditya, Hati perempuan itu seperti dipenuhi bunga yang sedang bermekaran.

"Sugar saya ga tahan dari tadi.... Menolak suami itu dosa...Saya ga tahan mau buang air." Tawa Aditya lepas karena dia berhasil mengerjai Hira, wajah perempuan itu pucat pasi ketika ia meminta persetujuan Hira.

"Abang ngerjain aku ya....ih kesal." Hira melemparkan handuk kecil tadi ke pintu toilet yang tertutup sempurna.

Aditya masih tertawa, beberapa tahun ini dia belum pernah meluapkan tawanya, hiburan tersendiri bagi pria itu.

Aditya keluar kamar mandi, Hira sudah berpakaian santai, memakai hot pan dan tank top putih. Hira menaikkan level permainan, dia sepertinya akan membalas perbuatan Aditya.

"Sugar....saya mau memberikan sesuatu...tertunda karena melihat istri saya sedang bu-gil slow motion otak saya."

Aditya mengambil barang yang akan diberikan kepada Hira, ada dua kantong paper bag besar merek toko terkenal.

"Abang ah kok mesum sih...kaku...kaku tapi mesum." Hira mempelintir pinggang Aditya.

"Saya suka mesum kepada istri saya bukan orang lain...emang kamu mau saya mes-um ke yang lain." Aditya dalam mode menggoda Hira, dia ingin tahu bagaimana reaksi Hira.

"Awas kalau berani...belum tahu kalau Inang Batak beraksi...kalau sudah menjadi milik aku tidak ada kata untuk semua ya...emangnya slogan satu untuk semua."

Aditya merangkul pinggang Hira dengan posesif, mendengar kalimat yang keluar dari bibir Hira menyatakan Aditya akan selamanya menjadi miliknya, walaupun ungkapan cinta belum pernah Aditya dengar.

"Abang beli apa...jadi ini maksud Abang menghilang tadi ya." Hira penasaran hadiah yang diberikan Aditya.

"Buka aja....semoga sesuai dengan selera kamu Sugar."

Hira membuka satu persatu barang yang dibelikan Aditya, dia terharu Aditya membelikan satu set makeup dan berbagai merek lipstik, parfum salah satu merek terkenal VS juga terdapat dalam paper bag itu.

"Abang terima kasih...udah lama aku pengen punya ini...uang tabungan aku belum cukup." Hira menyemprotkan aroma parfum yang dipilihkan Aditya.

"Wangi." Komentar Aditya melihat Hira begitu antusias dengan hadiah pemberiannya.

"Ini.....ini... Alhamdulillah rezeki anak Sholeh... Keberkahan nikah dengan Om tajir." Senyuman Hira mengembangkan melihat ponsel berlogo apel di gigit setengah.

"Ada satu lagi yang belum kamu buka....Ini warna yang sangat saya sukai...hari pertama tidur bersama kamu." Aditya menyerahkan hadiah terakhir untuk istrinya.

"Apaan sih....baju jaring ya....Aku kalau tidur ga pake baju apapun... langsung pemanasan." Hira mengambil salah satu baju kurang bahan pilihan Aditya, warna hitam dengan tali spaghetti berbahan satin.

"Pakai untuk saya....Malam ini ya...kita kan belum melaksanakan malam pertama." Bisik Aditya di telinga Hira.

"Abang Aditya...Aku akan memberikan hak Abang...tapi ada satu yang masih terjanggal di hati aku.... Orang tua Abang tidak merestui hubungan kita dan juga hubungan aku dengan bapak Johan semakin memburuk." Hira duduk di tepi tempat tidur sambil memegang baju yang dipilihkan Aditya.

"Arinta yang menjalankan hubungan ini kita berdua sayang....Saya tahu sifat Mama...awal saja tidak menyetujui hubungan ini..Namun pada akhirnya akan luluh juga....berikan mereka Cucu...Dulu Andro dan Dina juga seperti saya.... Bapak kamu akan sadar jika kamu sudah berhasil Arinta."

"Apa yang bisa aku bangga Abang...Orang selalu menghina aku....semua orang memandang aku rendah."

"Sugar soal hina manusia nomor satu...Hanya hati bersih pasti akan terpancar ke permukaan dengan sendirinya....Ini sangat sulit bagi kita berdua menjalani...Kamu yang selalu minder dan saya yang suka memaksa merupakan sifat yang saling melengkapi....Apalagi ucapan Mama tadi yang merendahkan kamu...Saatnya membuktikan kepada mereka bahwa kamu bisa...Saya sudah berjanji akan selalu mewujudkan impian kamu." Aditya merasa bersalah atas ucapan Hesty yang merendahkan Hira.

"Ikut saya...ada lagi yang mau saya tunjukkan kepada kamu." Aditya berjalan menuju pintu kamar diikuti Hira.

"Ini adalah cara saya untuk bisa kamu bangkit dari rasa minder...Wujudkan impian kamu lewat media ini...Saya akan selalu mensupport apapun cita-cita kamu." Aditya memberikan peralatan melukis beserta media untuk menuangkan imajinasi Hira.

Hira menutup mulutnya, air matanya tumpah, peralatan lukis yang diberikan Aditya sangat lengkap, berbagai kuas dan cat air serta pensil lukis sudah tertata rapi. Beberapa kanvas juga Aditya berikan sebagai pelengkap, tidak hanya itu, Aditya membelikan sebuah komputer canggih agar Hira bisa membuat karikatur dengan nilai jual tinggi.

"Kamar di sini ada tiga..dua kita pakai...satu untuk ruangan kerja kamu....saya bersyukur kamu bisa bekerja dari rumah sehingga kegiatan Persit tidak terganggu nantinya." Aditya membuka kamar yang telah terisi berbagai perlengkapan teknologi agar Hira bisa bekerja dari rumah.

Hira terpana dengan hadiah yang sudah disiapkan Aditya, tiga komputer canggih dan alat cetak gambar, ruangan ini sudah tertata sedemikian rupa sehingga Hira bisa langsung bekerja. Matanya menangkap benda yang sudah lama tidak dijumpainya, Aditya tahu apa saja keinginan yang belum terpenuhi, apalagi dengan alat ini sebagai penghibur di kala moodnya kurang baik. Gitar akustik terpampang jelas di sudut ruang ini.

"Oh iya...itu gitar punya saya dulu waktu masih SMA.... gapapa kan jika diletakkan di sini."

"Abang bisa main alat musik?" Hira mengambil gitar yang tertata rapi di sudut ruangan.

"Itu untuk kamu saja....saya ingin dengar suara merdu kamu....kalau sekarang saya ingin mendengar suara de-sa-han kamu di bawah saya." Aditya memikul berat tubuh Hira seperti karung beras.

"Saya ingin punya anak sama kamu Sugar.... Numpung Kihana tidur siang....kita cicil dari sekarang." Aditya meletakan tubuh Hira di tempat tidur.

"Papa Adit mau ajak aku kawin ya....ah.....ah...ah....ah." Hira menarik tengkuk Aditya memulai pemanasan olahraga siang.

1
Muliati Muliati
Kecewa
Muliati Muliati
Buruk
Ersa
novelnya keren
Nirwana Wulandari
Kecewa
Maya Puspita
Alhamdulillah,bangus banget Thor ceritanya,ditunggu karya selanjutnya
Maya Puspita
suka Thor ceritanya
🍀 chichi illa 🍒
amiin semoga cpt unboxing ya papa Adit sama bunda hira
🍀 chichi illa 🍒
bang Adit selalu jaga Hira nya
🍀 chichi illa 🍒
kejam nya
BPK nya
🍀 chichi illa 🍒
wah wah wah ... jeng jeng jeng
🍀 chichi illa 🍒
Andro sama Avin satu server ...🤣🤣🤣
🍀 chichi illa 🍒
kado dari sakura out of the box ... 🤣🤣
🍀 chichi illa 🍒
bang Adit mental nya harus sekuat baja
🍀 chichi illa 🍒
bapak nya keterlaluan ...😔😔😔
🍀 chichi illa 🍒
aku Lo malah seneng panggilan Abang ....🥰🥰
🍀 chichi illa 🍒
netes air mata ku ... tertekan banget si hira
🍀 chichi illa 🍒
semangat kihana ...dekatkan papa mu dan arinta
🍀 chichi illa 🍒
ayo kakak2 di komen karya ini ... bagus Lo karya nya ... semangat berkarya kkak
🍀 chichi illa 🍒
bagus karya kakak ... seneng sama karakter Hira mandiri
🍀 chichi illa 🍒
semangat kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!