NovelToon NovelToon
Amazing Doctor In The City

Amazing Doctor In The City

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:734
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24.Gerbang Batu

Guntur kembali menggelegar membelah pekatnya langit malam di atas Lembah Kematian Naga Hitam. Kilatan petir yang menyambar dari balik awan hitam tebal sempat menerangi seluruh pemandangan ngarai curam itu selama sepersekian detik, memperlihatkan betapa mengerikannya gerbang batu raksasa setinggi sepuluh meter yang kini telah hancur berkeping-keping. Puing-puing batu seberat ratusan kilogram berserakan di atas lantai halaman depan benteng, menciptakan kawah-kawah kecil yang mengepulkan asap tipis.

Dari balik tirai debu batu yang beterbangan dan guyuran hujan yang semakin deras, sosok Lin Xiu melangkah masuk dengan sangat tenang. Kemeja hitamnya yang basah kuyup sama sekali tidak mengurangi aura intimidasi yang memancar dari dalam tubuhnya. Tas kain usang di punggungnya berayun pelan seiring dengan detak langkah kakinya yang konstan dan berirama. Sepasang mata emas murninya menatap lurus ke depan, menembus kabut ungu beracun yang memenuhi seluruh halaman benteng.

Di hadapan Lin Xiu, atmosfer terasa begitu mencekam hingga ke tingkat yang mampu membuat seorang ahli bela diri biasa mati lemas karena tekanan mental. Seratus lebih praktisi faksi dalam Klan Alkemis Naga Hitam telah berdiri dalam posisi tempur yang sangat rapi dan terorganisir. Mereka semua mengenakan jubah hitam legam dengan sulaman naga perak di bagian dada, wajah mereka ditutupi oleh topeng besi hitam tanpa ekspresi.

Orang-orang ini bukanlah penjaga luar atau prajurit bayaran biasa; mereka adalah elit inti klan—para Tetua tingkat rendah, instruktur bela diri, dan murid-murid jenius yang seluruh hidupnya dihabiskan untuk berlatih teknik membunuh dan alkemi sesat. Di tangan mereka, tergenggam berbagai macam senjata mistis, mulai dari pedang pendek berlubang, belati melengkung, hingga rantai besi yang berdenting pelan ditiup angin malam.

Di tengah-tengah barisan seratus praktisi tersebut, berdiri sebuah kuali perunggu raksasa setinggi rumah dua tingkat. Kuali itu dipenuhi oleh ukiran-ukiran kuno berbentuk iblis dan naga yang tampak hidup. Dari dalam mulut kuali, menyembur keluar uap racun pemakan daging berwarna keunguan yang sangat pekat. Uap ini mengalir ke udara, berputar-putar membentuk kubah raksasa yang mengunci seluruh area halaman depan benteng dari dunia luar. Ini adalah **Formasi Pengunci Jiwa Naga Hitam**, salah satu warisan pertahanan terdahsyat milik klan yang belum pernah diaktifkan selama ratusan tahun.

"Dia sudah datang! Semuanya, tahan posisi kalian! Jangan biarkan bocah keparat ini melangkah satu senti pun menuju aula utama!" teriakan parau menggelegar dari barisan terdepan.

Sosok yang berteriak itu adalah **Penatua Guai**, seorang pria tua bertubuh bungkuk dengan satu mata yang ditutupi penutup kulit hitam. Kulit wajahnya yang terbuka tampak dipenuhi oleh bekas luka bakar akibat ledakan tungku alkemi, dan tangan kanannya yang memegang tongkat berkepala tengkorak tampak bergetar—bukan karena takut, melainkan karena amarah yang telah mencapai ubun-ubun setelah mendengar kabar bahwa seluruh faksi luar mereka telah dimusnahkan oleh seorang pemuda yang bahkan belum genap berusia dua puluh lima tahun.

"Bocah sombong dari Jiangnan! Kau pikir kau ini siapa, berani melangkah sendirian ke tanah suci Klan Naga Hitam?!" Penatua Guai meraung, mata kirinya yang sehat berkilat kejam di balik kegelapan hujan. "Kau telah membunuh Penatua Huo dan meruntuhkan fondasi finansial kami di Ibukota! Hari ini, bahkan jika kau memiliki sayap, kau tidak akan pernah bisa terbang keluar dari formasi ini hidup-hidup!"

Lin Xiu menghentikan langkah kakinya tepat sepuluh meter di depan barisan luar formasi. Dia berdiri di tengah kepungan uap racun ungu yang mulai mengikis pakaiannya, namun anehnya, setiap kali uap beracun itu mendekati permukaan kulit Lin Xiu, energi tersebut langsung terbakar lenyap membentuk percikan cahaya keemasan yang redup. *Zhenqi* Sembilan Matahari di dalam tubuhnya secara otomatis membentuk lapisan perlindungan absolut yang tidak kasat mata.

Lin Xiu menatap Penatua Guai, lalu pandangannya menyapu seratus praktisi di belakangnya. Tidak ada rasa takut, tidak ada keraguan; hanya ada rasa dingin yang teramat dalam di dalam sepasang mata emasnya.

"Di mana adikku, Xiao Mei?" suara Lin Xiu terdengar sangat rendah dan jernih, mengalahkan gemuruh badai hujan dan petir di atas langit. Setiap suku kata yang diucapkannya membawa getaran frekuensi spiritual yang langsung menusuk ke dalam indra pendengaran setiap orang yang berada di halaman tersebut, membuat beberapa murid tingkat rendah mendadak merasakan dada mereka sesak bagai dihantam batu besar.

"Hahaha! Kau mengkhawatirkan gadis kecil itu?!" Penatua Guai tertawa getir, suaranya terdengar seperti gesekan dua bilah besi berkarat. "Ketua Klan kami sedang menunggunya di aula utama! Konstitusi Jiwa Es Murni milik adikmu adalah bahan pelengkap terbaik untuk menyempurnakan Pil Dewa Keabadian! Dan begitu kami mengekstrak esensi Sembilan Matahari dari tubuhmu, Klan Naga Hitam akan bangkit menjadi penguasa mutlak yang bahkan tidak perlu tunduk pada kekaisaran!"

Penatua Guai mengangkat tongkat tengkoraknya tinggi-tinggi ke udara, lalu mengentakkannya ke atas lantai marmer dengan kekuatan penuh.

*BANG!!!*

"Aktifkan formasi! Saring energinya, hancurkan dantiannya, dan seret jiwanya ke dalam kuali!" raung Penatua Guai dengan mata memerah.

"HAAAH!!!"

Seratus praktisi elite klan serempak berteriak, suara mereka bergaung membelah malam. Mereka mengentakkan kaki kanan mereka ke tanah, mengalirkan seluruh energi spiritual dan *Zhenqi* hitam mereka melalui pembuluh darah di lantai yang sengaja dirancang untuk mengalirkan energi menuju kuali perunggu di tengah halaman.

*RUMBLE!!!*

Kuali perunggu raksasa itu mendadak berguncang hebat. Ukiran-ukiran iblis di permukaannya menyala merah darah, dan uap racun ungu yang menutupi langit-langit halaman mendadak memadat dengan sangat cepat. Dalam hitungan detik, kabut beracun itu bermutasi menjadi ratusan tangan-tangan iblis raksasa dan kepala naga tanpa mata yang meliuk-liuk mengerikan di udara, mengeluarkan suara jeritan jiwa-jiwa mati yang memekakkan telinga.

*WUSH! WUSH! WUSH!*

Ratusan tangan iblis dan kepala naga hitam beracun itu menukik turun dari langit dengan kecepatan yang luar biasa, membelah tetesan air hujan hingga menguap menjadi asap belerang, mengincar Lin Xiu dari segala arah mata angin tanpa menyisakan ruang sedikit pun untuk menghindar. Tekanan dari formasi ini begitu kuat hingga tanah marmer di sekeliling Lin Xiu mulai ambles ke bawah sedalam beberapa sentimeter.

Melihat serangan masif yang mampu melenyapkan sebuah pasukan militer dalam sekejap tersebut, Lin Xiu sama sekali tidak bergeming dari posisinya. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk seulas senyum tipis yang penuh dengan penghinaan mutlak.

"Teknik murahan yang dibangun di atas tumpukan mayat dan penderitaan jiwa-jiwa tak bersalah," bisik Lin Xiu dengan nada yang sangat dingin, seolah-olah dia sedang berbicara pada dirinya sendiri. "Klan yang membusuk seperti ini... tidak memiliki hak untuk tetap berdiri di bawah kolong langit ini."

Lin Xiu menarik tangan kanannya keluar dari saku celana jinsnya. Dia tidak meraba tas kain usangnya untuk mengambil jarum medis khusus miliknya. Kali ini, amarah di dalam dadanya telah melampaui batas untuk sekadar menggunakan teknik jarum. Dia ingin menghancurkan tempat ini dengan kekuatan yang paling murni dan paling destruktif yang dia miliki.

Lin Xiu merentangkan lima jari tangan kanannya, mengarahkannya lurus ke atas langit yang bergolak oleh awan hitam, lalu mengepalkannya dengan satu gerakan yang sangat kuat dan tegas.

"Hancur," kata Lin Xiu datar.

*BZZZZTTT!!!*

Seketika itu juga, seolah-olah menerima perintah dari penciptanya, energi *Zhenqi* Sembilan Matahari murni yang selama ini terkunci rapat di dalam pusat dantian Lin Xiu meledak keluar tanpa ada penahanan sedikit pun. Cahaya emas murni yang teramat menyilaukan memancar dari dalam pori-pori tubuh Lin Xiu, menembus kabut ungu dan kegelapan malam seperti sebuah bintang bermanifestasi di permukaan bumi.

Energi emas itu beresonansi langsung dengan medan elektromagnetik alam di sekitar Lembah Kematian. Di atas langit, awan hitam berputar membentuk pusaran raksasa, dan kilatan petir yang tadinya berwarna biru keputihan mendadak berubah menjadi emas murni yang membara.

*DUAARRR!!!*

Sebuah tiang petir emas raksasa berdiameter lima meter menyambar turun dari puncak langit, menghantam tepat di atas telapak tangan kanan Lin Xiu yang terkepal. Alih-alih melukai tubuhnya, petir dewa tersebut justru menyatu dengan energinya, membentuk badai api emas setinggi tiga puluh meter yang berputar mengelilingi Lin Xiu seperti naga api suci—**Api Suci Pembersih Dunia**.

Gelombang panas yang dihasilkan begitu ekstrem hingga seluruh air hujan yang turun dalam radius seratus meter di sekitar halaman langsung menguap sebelum sempat menyentuh tanah, menciptakan ruang vakum kering di tengah badai.

"A-Apa itu?! Kekuatan macam apa ini?!" Penatua Guai terbelalak horor, satu matanya melebar hingga batas maksimal saat melihat ratusan tangan iblis dan kepala naga dari uap racun ungu milik formasinya langsung hancur menguap menjadi abu bahkan sebelum sempat menyentuh radius lima meter di sekitar badai api emas Lin Xiu.

Lin Xiu menggerakkan tangan kanannya yang diselimuti petir dan api emas, lalu mengibaskannya ke depan, ke arah kuali perunggu raksasa di tengah halaman.

"Pergi," perintah Lin Xiu.

*ROAARRR!!!*

Badai api emas Sembilan Matahari itu melesat maju seperti ombak tsunami yang murka, menggulung dan menghancurkan semua yang dilewatinya. Lantai marmer benteng terangkat dan mencair seketika menjadi magma cair yang membara akibat suhu api yang melampaui batas nalar manusia.

*BOOOM!!!*

Hantaman pertama badai api emas itu mendarat tepat pada struktur kuali perunggu raksasa milik klan. Logam perunggu setebal setengah meter yang telah diperkuat oleh ribuan mantra mistis itu tidak mampu bertahan bahkan untuk satu detik pun; kuali tersebut langsung meledak hancur berkeping-keping menjadi jutaan serpihan logam cair yang berterbangan ke segala arah seperti kembang api kematian.

"AAAKKKHHH!!!"

Hancurnya kuali perunggu yang menjadi inti dari **Formasi Pengunci Jiwa Naga Hitam** memicu serangan balik energi (*backlash*) yang teramat dahsyat bagi seratus praktisi yang terhubung dengannya. Serempak, seratus praktisi berbaju hitam itu memuntahkan darah segar dari mulut mereka, topeng besi mereka terlepas akibat tekanan udara, dan mereka semua jatuh berlutut di atas lantai yang mulai meleleh. Meridian di dalam tubuh mereka terputus total, dan dantian mereka hancur berantakan akibat luapan energi hitam mereka sendiri yang berbalik arah.

Namun, Lin Xiu tidak memberikan mereka kesempatan untuk meratap atau merasakan sakitnya kehilangan kekuatan.

Badai api emas sisa ledakan kuali tadi tidak berhenti; energi tersebut terus meluas, menyapu seluruh halaman depan benteng dengan kecepatan yang melampaui kecepatan suara. Sinar keemasan itu menelan tubuh seratus praktisi elite klan dalam satu kedipan mata yang sunyi.

*CRASH! CRASH! CRASH!*

Tidak ada darah yang menyembur, tidak ada potongan tubuh yang berantakan; setiap tubuh praktisi yang bersentuhan dengan Api Suci Sembilan Matahari langsung meleleh, menguap, dan berubah menjadi tumpukan abu hitam halus dalam hitungan milidetik. Pakaian mereka, senjata mistis mereka, hingga tulang belulang mereka semuanya dimurnikan habis oleh kesucian api milik sang Dokter Surgawi.

Penatua Guai, yang berdiri sedikit lebih jauh di belakang menggunakan tongkat tengkoraknya untuk menahan sisa gelombang kejut, menyaksikan pemandangan tersebut dengan jiwa yang sepenuhnya lumpuh oleh ketakutan mutlak. Dalam waktu kurang dari satu menit, seratus master bela diri pilihan yang menjadi kebanggaan klannya, formasi legendaris yang mampu membunuh seorang *Grandmaster* sekalipun, semuanya lenyap dari muka bumi seperti debu yang ditiup angin.

"M-Monster... kau bukan manusia... kau adalah iblis berbaju manusia!" Penatua Guai berteriak histeris, seluruh tubuh bungkuknya gemetar hebat hingga tongkat tengkoraknya terlepas dari genggamannya dan jatuh ke dalam aliran magma marmer di bawah kakinya.

Lin Xiu berjalan perlahan melewati aliran marmer cair yang membara, langkah kakinya seolah mengambang beberapa milimeter di atas panasnya lantai. Wajahnya tetap datar, tanpa ada setitik pun rasa bangga atau puas setelah membantai seratus orang. Baginya, melenyapkan sampah-sampah ini tidak berbeda dengan membersihkan debu di atas meja medisnya.

Dia berhenti tepat di depan Penatua Guai yang sudah terduduk lemas dengan wajah pucat pasi bagai mayat.

"Iblis?" Lin Xiu menatap pria tua bermata satu itu dari atas dengan pandangan dingin. "Ketika kalian membakar panti asuhan kami tiga belas tahun lalu, ketika kalian menculik adikku yang tidak berdosa untuk dijadikan bahan obat... apakah kalian pernah berpikir tentang apa sebutan yang pantas untuk diri kalian sendiri?"

"T-Tuan Lin... ampuni... Ketua Klan yang memerintahkannya! Saya hanya pelaksana—"

Sebelum Penatua Guai sempat menyelesaikan kalimat ratapannya, Lin Xiu menggerakkan jari telunjuk kanannya dengan sangat cepat, mengetuk dahi pria tua itu secara perlahan. Sebuah percikan api emas kecil masuk menembus kulit dahinya.

*BOOM.*

Tanpa suara teriakan, tubuh Penatua Guai langsung hancur menjadi abu halus yang tersapu oleh derasnya angin malam dan air hujan, menyusul seratus anak buahnya ke alam baka.

Halaman depan benteng agung Klan Alkemis Naga Hitam kini telah sepenuhnya sunyi, hanya menyisakan suara gemercik air hujan yang menyentuh sisa-sisa marmer yang panas dan tumpukan abu yang perlahan hanyut dibawa air. Lin Xiu mendongak, menatap pintu kayu jati raksasa yang menjadi sekat terakhir menuju aula utama benteng.

Niat membunuh di dalam dirinya tidak berkurang sedikit pun, justru semakin memadat dan mengeras. Ketua Klan yang sesungguhnya, Huo Tianba, sedang menunggu di dalam sana bersama dengan adiknya. Lin Xiu mengentakkan kaki kanannya, melesat maju menghancurkan pintu kayu tersebut, siap untuk menyelesaikan babak terakhir pembantaian di Lembah Kematian.

1
Abady Ehm
kurang mantap, kenapa gak diambil hartanya ya? apa karena karena lupa? atau bodoh othornya?...
EAGLE EZ: hallo bree bisa katakan pada saya bagian mana yang kurang mantap untuk di baca agar sebagai media evaluasi diri saya dalam membuat novel bree🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!