Dilarang plagiat ⚠️
SEASON 1 END SEASONS 2 Hiatus
Sebuah kejadian dalam satu malam membuat tapi ia tidak mengingat apapun. Namun, saat ia terbangun menemukan dirinya yang telanjang dan mendapatkan pesan dari seorang yang paling berharga dalam hidupnya pergi bersama orang lain.
Hal ini membuat perasaanya semakin hancur bahkan ia merasa separuh hidupnya hilang. Dia adalah putra tunggal di keluarga Zixte dan menjadi pewaris tunggal atas kekayaan keluarganya.
Sampai Enam tahun kemudian, tepatnya Rania kembali ke tanah air dan membawa seorang anak laki-laki yang sangat menggemaskan bahkan anak itu memiliki IQ tinggi.
Tak heran jika ia mendapatkan julukan anak yang Genius. Anak itu memiliki rencana sejak datang ketanah air, untuk menculik seorang pemuda tampan yang merupakan seorang CEO di perusahaan Zixte Group. Bahkan anak itu berhasil meretas sistem di perusahaan Zixte.
Apakah anak ini akan berhasil menculik seorang CEO? Siapakah anak ini? Kenapa dia ingin menculikn
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimikazhura512, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 28~
Happy Readers 😍
.
.
.
.
Setelah keluar dari dalam restoran, Rania pun berjalan menelusur trotoar, karena ia tidak membawa mobil.
Setetes demi setetes, air matanya kini mengalir membasahi pipinya. Dadanya yang sesak, hatinya yang rapuh, semuanya jadi satu. Ingin sekali ia menyalahkan takdir yang tidak adil padanya. Namun, ia sadar bahwa takdir tidak akan pernah salah.
Rania yang terus berjalan tanpa memerhatikan sekitarnya, ia pun kelelahan dan duduk di kursi halte. Ia menundukkan kepalanya,dan menutup matanya dengan kedua tangannya. Kini ia pun kembali menangis dan tersedu-sedu. Dan untungnya tidak ada orang yang duduk di sana. Sampai pada akhirnya seseorang mengulurkan sapu tangan dan duduk di sampingnya.
“Ini untukmu.” Ujarnya.
Mendengar suara yang sangat familiar, bahkan suara yang sangat ia kenali. Lalu ia pun mendongakkan kepalanya dan menatap pada orang tersebut.
“Kakak huaaaa ...” Bukannya Rania berhenti menangis, melainkan semakin menjadi dan memeluk tubuh pemuda yang ada di hadapannya.
“Sudahlah. Jangan menangis.” Ujarnya, sambil mengelus rambut Rania dengan lembut.
“Kenapa rasanya sakit sekali ...” Ujar Rania dalam isakannya.
“Apa kau bertengkar dengan Raka?” tanya pemuda itu.
“Tidak. Meskipun aku bertengkar dengan dia bahkan ratusan kali ... Aku tidak akan menangis hiks ... hiks...” Ucapnya, dan belum berhenti menangis.
“Lalu kenapa kau menangis?”
“Di ... Dia ... Mau menikah.”Ujarnya lirih.
“Zheihan maksudmu?” Tebak pemuda itu. Dan Rania pun menganggukkan kepalanya.
“Berhentilah menangis! Aku tidak ingin orang lain mengira aku yang membuatmu menangis.” Ujarnya seraya menangkup wajah Rania dan mengusap sisa air matanya. “Apa kau masih mencintainya?” Tanya pemuda itu.
Rania pun mengangguk.
“Sekarang kakak yang bertanya, Lalu kenapa kamu menyembunyikan semuanya? Apa kau tidak lelah berbohong?” Tuturnya, berusaha agar Rania bisa menerima kenyataan.
“A ... Aku ...”
“Rania ... Dengarkan kakak, kamu harus jujur ... Apa kamu tidak memikirkan kehidupan Mexty yang sudah bertahun-tahun tanpa kasih sayang Papanya?” Tuturnya lembut. “Kamu tahu tidak? Dulu ... Saat Mexty berusia 2 tahun, setiap hari ia selalu bertanya padaku, Apakah aku anak Ayah? Aku membohonginya ... bahwa semua itu benar, karena aku tidak ingin mental Mexty jadi lemah, kamu paham itu kan? Tapi kamu lihat Mexty sekarang ... Ia berusaha untuk terlihat bahagia, itu semua demi kamu! Sadar Rania ... Sadar, Mexty bukan anak kecil yang tidak tahu apa-apa, tapi dia akan mulai menyadari semuanya, Jadi aku mohon berhentilah membohongi dirimu sendiri.” Jelas pemuda itu panjang lebar.
“Ma ... Maaf...” Ujar Rania lirih.
“Sudahlah. Ayo kita pulang.” Ajak pemuda itu pada Rania. “Untung tadi siang Raka menelpon ku, kalo tidak akan ku makan habis tuh bocah!!” Umpat pemuda itu, menyimpan amarah pada Raka.
“ Jadi kakak pulang dari Korsel hanya demi menemuiku?" Tanya Rania lirih.
“Sudahlah jangan bahas itu lagi, dan hapus air matamu, kita akan menjemput Mexty di rumah Raka." Tuturnya lembut.
“Kak Zhaif tahu kalo Mexty di rumah kak Raka?" Tanya Rania dengan suara lirih.
“Iya, dia bilang sudah pusing mengurusi dua orang." Tutur masih ada perasaan aneh. “Apa ada orang lain tinggal bersama bocah itu?" Tanya Zhaif pada Rania, sambil berpikir.
“Iya." Ujar Rania singkat.
“Owh ..." Serunya sambil menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia mengerti. “Ayo kita pulang.” Ajak pemuda itu yang bernama Zhaif, dan merangkul pundak Rania menuju mobil.
“Kak Zhaif tidak ingin menikah?" Tanya Rania tiba-tiba. Membuat sang empu tersenyum garing.
“Entahlah, Aku rasa tidak ingin menikah." Ujarnya santai.
“Dasar Mafia!!" Seru Rania.
“Tapi ganteng kan?" Ujarnya sambil Keep Smile.
“Iya ... Ganteng!” Ucap Rania sambil tersenyum.
“Nah gitu dong senyum, jangan nangis nanti jelek.” Ucap Zhaif sambil mengelus rambut Rania.
“Makasih kakak.” Seru Rania.
“Sama-sama Rania Sayangku ... Cup ...” Zhaif pun mengecup kening Rania dengan lembut.
Baginya Rania adalah mutiara yang sangat berharga dalam hidupnya. Karena ia hanya ingin melihat Rania kembali seperti dulu. Kemudian ia menarik tubuh Rania dalam pelukannya.
Aku akan menjagamu ... Batin Zhaif
TBC
sok benci tapi cinta,....mmg gk kasihan apa sama Mexti🙏🙏🙏
sakitnya di mana coba🤔🤔
tinggal setuju nikah udah.. kaya agak aneh aja gitu..kecuali terjadi kesalah fahaman soal zei yang selingkuh misalnya nah wajar .. tp ini aneh..menurutku loooooohh
makasih udah up othor