NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:131.1k
Nilai: 5
Nama Author: sangrainily

Zeline, Anakku! kalian tidak berhak mengambil nya! Jangan ambil Zeline ku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendapatkan Pujian

Stella dan Laras pergi ke pasar untuk membeli segala keperluan di cafe, Stella memberi bahan-bahan yang paling segar. Harga di pasar, jauh lebih murah daripada di supermarket.

"Sebaiknya, Ibu menghubungi pak Zidan dahulu. Saya takut, jika pak Zidan tidak menyukai semua ini." ujar Laras dengan lembut, biasanya dia dan Zidan yang selalu berbelanja di pasar. Stella pun menyetujui ucapan Laras, ia mengambil ponsel untuk menghubungi Zidan, namun Stella lupa meminta nomer Zidan.

"Laras, tolong kamu hubungi pak Zidan dan katakan kita akan berbelanja di pasar mulai sekarang. Saya tidak memiliki nomer pak Zidan." Laras pun terkejut mendengar penjelasan Stella, mereka terlihat sangat dekat bagaimana bisa Stella tidak memiliki nomer ponsel Zidan. Tak ingin membuat atasan nya marah, Laras langsung mengambil ponsel nya dan segera menghubungi Zidan.

Panggilan tersambung.

Laras memberikan ponsel nya kepada Stella. Stella awal nya menolak namun Laras menjelaskan akan lebih baik Stella yang menjelaskan nya secara langsung. Melalui perantara itu tidak akan baik, Stella pun mengerti. Ia mengambil ponsel genggam milik Laras dan berbicara kepada teman nya Zidan.

*Hallo? Ada apa? Apakah ada masalah di sana? ~ Zidan

Tidak, Zidan! Ini aku Stella. ~ Stella

Stella? Ada apa? Mengapa kau memakai ponsel Laras? Di mana ponsel mu? ~ Zidan

Ada, aku tidak memiliki nomer mu karena aku lupa meminta nya tadi. Aku ingin memberitahu jika aku dan Laras berbelanja di pasar agar kami lebih puas memilih bahan-bahan yang segar. Lagipula, harga pasar jauh lebih terjangkau. Apa kau keberatan? ~ Stella.

Tidak, itu ide yang sangat bagus. Aku sangat berterimakasih kepada mu, lakukan apa saja yang menurut mu bagus untuk kemajuan cafe. ~Zidan

Baik lah, aku tutup dulu telepon nya ~ Stella

Berikan saja ponsel nya kepada Laras, ada yang ingin aku sampai kan ~ Zidan*

Stella pun memberikan ponsel Laras kepada pemilik nya, Laras berbicara kepada Zidan. Entah apa yang mereka bicarakan, Stella juga tidak ingin mendengar. Stella memutuskan kembali untuk mengecek sayur-sayuran yang masih sangat segar.

Zidan memerintahkan kepada Laras untuk memberikan nomer nya kepada Stella. Bukan hanya nomer khusus pekerjaan, namun juga nomer pribadi Zidan. Laras pun mengerti ucapan bos nya itu, walau hati nya sedikit sakit namun apa yang bisa ia lakukan. Ia hanya sadar diri dengan posisi nya. Namun, satu hal yang Laras bingung. Ke dua atasan nya itu terlihat sangat dekat, namun mengapa kedua nya tidak menyimpan nomer satu sama lain.

Laras pun tak mau mengambil pusing dengan itu semua, ia juga percaya jika jodoh tidak akan kemana.

Laras memutuskan pembicaraan nya dengan Zidan, ia memasukan ponsel milik nya ke dalam tas lalu mengikuti Stella. Walau Stella lebih muda dari nya, namun Stella begitu sangat telaten dalam urusan seperti ini. Pantas saja jika Zidan mengangumi Stella. Laras juga berfikir, jika diri nya yang berada di posisi Stella sebagai manager mungkin ia tidak akan bisa mengatur segala nya dengan sebaik ini. Laras mulai mengagumi kebaikan dan ketulusan Stella. Dia sangat lembut dan sopan walau jabatan nya lebih tinggi.

"Ayo, kita udah selesai." ujar Stella. Stella pun membawa barang belanjaan yang begitu banyak.

"Tidak usah! Kita akan menyuruh supir saja." ujar Laras, namun Stella menolak. Karena ia kasihan jika supir harus menemui mereka, parkir juga tidak terlalu dekat.

"Tidak usah, saya bisa kok. Kasihan bapak itu jika harus ke sini dulu."

"Baik lah, sini saya bantu Bu."

"Jika di luar cafe, sebaiknya panggil saja Stella. Jangan ibu, lagipula Stella masih muda." canda Stella, Laras tersenyum, ia mengatakan jika ini masih jam kerja. Jadi Laras akan memanggil nya dengan sebutan ibu.

"Terserah kamu saja." mereka pun berjalan ke luar pasar menuju mobil, supir yang melihat mereka dari kejauhan Langsung berlari mendekati Laras dan Stella.

"Non kenapa tidak menghubungi saya, saya bisa menjemput barang-barang ini ke dalam,"

"Tadi nya saya mau mengubungi bapak, tapi ibu Stella tidak mau. Katanya, kasihan bapak jika harus berjalan terlalu jauh dan membawa barang terlalu banyak ini. Makanya, kita yang membawa barang ini."

"Oh begitu, lain kali tidak apa-apa, Non."

"Pak, boleh kah saya meminta tolong?" ujar Stella dengan lembut, supir itu pun bertanya apa yang bisa ia bantu.

"Tolong jangan panggil saya non, panggil saja Stella atau nak. Bagaimana?"

"Baik lah nak Stella, kamu memang wanita yang baik hati." Stella dan Laras pun tersenyum, Laras menoleh ke arah Stella. Ia semakin mengagumi sifat Stella. Yang bukan hanya baik padanya saja, namun juga kepada supir kantor.

"Baik lah, Pak. Ayo kita kembali ke cafe." Supir itu membantu Laras dan Stella memasukan belanjaan ke bagasi mobil. Setelah selesai memasukan barang belanjaan. Stella, Laras dan supir masuk kedalam mobil. Supir itu melajukan mobil menuju cafe.

Sesampai di cafe, mereka memberikan belanjaan kepada para karyawan. Mereka bingung, mengapa Stella belanja sangat sedikit.

"Pasti kalian bertanya, kenapa saya belanja sangat sedikit. Iya, saya membeli stok untuk dua hari sekali saja, bukan sebulan sekali seperti biasa nya. Agar bahan-bahan kita tetap enak dan fresh." para karyawan pun mengangguk mengerti, Setelah memberikan penjelasan kepada karyawan. Stella berpamitan untuk menuju ruangan nya.

Ia ingin menuju dapur, membuat teh untuk diri nya. Namun, Laras dan beberapa karyawan mencegah.

"Maaf, Bu. Untuk apa ibu ke belakang?"

"Saya ingin membuat teh, apakah tidak boleh?"

"Bukan tidak boleh Bu, tapi sebaik nya ibu menunggu saja di ruangan. Jika memerlukan sesuatu, ibu bisa meminta nya kepada kami." ujar salah satu waiters tersebut yang tak enak jika atasan mereka membuat teh sendiri. Apa yang akan Zidan katakan nanti, Pemilik cafe ini pasti akan marah atau bahkan memecat mereka. Stella memahami ketakutan para karyawan nya, ia pun mengalah. Meminta tolong kepada karyawan untuk membuatkan teh hangat untuk nya. Ia segera berlalu meninggalkan mereka menuju ruangan.

Para karyawan yang melihat kepergian manager mereka pun langsung memuji nya.

"Bos kita ini sangat baik hati ya, pak Zidan memang baik. Tapi, ibu Stella begitu rendah hati. Bahkan, mau ke ruangan saja ia meminta izin dulu pada kita. Semoga dengan adanya Bu Stella. Cafe ini akan semakin maju, dan para karyawan akan semakin terjamin kehidupan nya." ujar salah satu waiters tersebut. Semua pun menyetujui nya termaksud Laras, namun ada satu karyawan yang seakan tidak senang dengan itu semua. Ia sudah lama bekerja di sini, bahkan begitu dekat dengan Zidan. Namun, mengapa Stella yang mendapatkan jabatan itu bukan diri nya.

1
Chauli Maulidiah
lha, katanya tdk sebudaya.. tp msh membudayakan tukang urut.. gmn sih nyonya... yg total donk jd orkay.. knp gak sekalian ke tukang saraf atau tukang ortopedi.. 😒
kinoy
ni novel tuh gmn nasib y.. lanjut ato engga yak
Marchel
aku mampir kak
Srimurni Nurjanah Sitorus
sabarlah mamanya Zidan baru menikah sebulan udah dituntut harus hamil anak itu rezeki dari Allah
Iraa
kapan kebusukan Lee terbongkar thor
Agustia Anggraini Sinaga
kapan Lee ketahuan KK,n Stella am aska nikah
Miss Jee
Udah diri sendiri yg egois dan gengsi mau nyalahin org lain lagi… Helow sadar kau yg ngerusak semua tu kau sendiri bukan Stella… tnggl tunggu kebusukan lee terbongkar masih bs mengagung2kan lee ngk ntar kalo ketahuan busuknya 😏
Agustia Anggraini Sinaga
kpn y Lee ketahuan
kinoy
nah gt donk.. bongkar busuknya xiu,. lee jg klo anaknya bkn anak aska biar tmbh nyesel tuh c xiu mantu yg dibanggakan ternyata bobrok..
kinoy
kpn kebongkar nya sih.. dah episode 100 lbh msh aj berkutat disitu
Miss Jee
Aku jd penasaran kalo kebusukan si lee tu trbongkar bs malu ngk tu nenek lampir.. menjelekan orang yg kau anggap mesin cetak anak waktu pertama dngr hamil cucu mu pura2 baik spya nanti bs kau pisah kan, kau hina perempuan yg lahirkan cucu mu hnya karena kau ngk suka dan krn dy beda kasta ma kau xiu.. nggk sabar tunggu sampe semua tau kenapa stella kabur dari aska masih bs berbangga hati ngk kau xiu kalo kebusukan mu dr awal ketahuan ma anak mu sndr.. kaya stngh2 ja bangga bngt mpe ngk bs mnghargai org lain
Iraa
kpn kebusukan Lee terbongkar thoor
Miss Jee
Setidak sukanya kamu xiu ma stella, kamu tidak patut memisahkan anak dari ibunya.. kamu pikir Stella itu pa mesin cetak anak? Begitu anaknya lahir lngsng mau kamu singkirin ibunya, kamu mau ngk d pisahin ma anak mu abis tu suami mu tu nikah lagi? Ingat karma xiu harta tu ilang bukan hanya krn human error tp ad campur Tuhan dalam human error tu yg menyebabkan kamu bs kehilangan harta yg slalu kamu agungkan hingga bs injek2 harga diri seorang wanita yang melahirkan cucu mu.. Dasar cewek ngk tau diri, yg wanita murahan tu menantu yang selalu kau agung2kan tu.. Apa yg keluar dari mulut mu tu mencerminkan siapa diri mu.. orang kaya tapi kelakuan buat malu ckckckck
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga tau Xiu kelakuan Lee
Iraa
thoor Kon Aska tau kebusukan Lee
kasihan Stella
Margaretha Sukmawati
stella nek luat lo. lo harusnya tenang jgn keras kepala dan egois. dgn sikap lo begini yg ada ank lo makin menjauh
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga Zeline sadar klau Xiu itu pura"baik apalagi Lee jahat udah dinikahi Aska masih tetep sama pacarnya selingkuh
Miss Jee
Kapan ya zeline dngr sendiri kalo dr dulu neneknya yg d sayang tu mau pisahkan dy dr mamanya sejak dy ad d dalam perut mamanya.. terkadang sebuah keluarga bs jadi bodoh hanya karena mementingkan kasta dan reputasi.. selalu ingin di hormati tp lupa caranya menghormati orang lain, miris bngt keluarga kaya tp mental org miskin 🤣
kinoy
bnr2 klrg yg dungu ah
Srimurni Nurjanah Sitorus
Lee seharusnya menunjukkan pada Zeline perkataan omanya Xiu klau mau cepat pergi dari rumah Aska
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!