Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terlanjur cinta
Bara turun dari kamar nya melihat Raina sedang menangis di pelukan mama nya membuat Bara semakin benci pada Raina,dulu setelah menikah berulang kali Bara meminta pada Raina untuk menjadi istri yang baik baginya tapi tak sedikit pun Raina gubris dan saat ini di mana hatinya sudah berlabuh pada Tiwi Raina ingin Bara setia padanya..
" mas...." panggil Raina pada Bara yang baru saja turun
" Bar...Raina mencari mu kesini,jika ada masalah selesai kan baik-baik Bar,kamu sudah dewasa, jangan membiarkan emosi mempengaruhi dirimu" ujar Mama Bara
" ma...mama tidak mengerti dengan semua ini,mama hanya melihat dari sisi luar saja kehidupan rumah tangga ku ma,aku tak bisa menjelaskan secara Detail" tekan Bara, bagaimana pun juga Bara masih menyembunyikan kenyataan kalau Raina lah yang sudah menyia-nyiakan pernikahan mereka,Raina lah yang berselingkuh bahkan sampai saat ini Bara tak pernah menyentuh Raina..meskipun saat ini Raina sudah mau untuk di sentuh Bara tapi Bara yang tak menginginkan nya..
" Bar...semua bisa di bicarakan dengan kepala dingin,tinggalkan wanita itu... pertahanan istri Sah mu" tegas mama Bara
" tidak bisa ma, aku sudah terlanjur mencintai nya" tekan Bara lalu pergi dari rumah mama nya
Raina menangis memeluk mama Bara,hatinya sakit mendengar Bara tak mau menerima dirinya, meskipun ini semua bermula dari dirinya tapi Raina benar-benar tak bisa melepaskan Bara,cukup Michael yang menyelingkuhi nya, tidak dengan Bara
"sabar sayang....!!! pasti Bara akan segera melepaskan wanita itu,nanti mama akan bantu bicara dengan papa Bara,Bara sangat takut pada Papa nya" bujuk Mama Bara
****
dengan langkah kesal Bara pulang kerumah mertua nya,dia melihat Tiwi yang hendak keluar dari kamar
" sayang...kamu sudah pulang?" tanya Bara tersenyum
" mas...ini di rumah mama" ucap Tiwi berbisik
" aku terlalu merindukan mu,jadi tak bisa mengontrol diri ku lagi,kapan Raihan akan pergi?" tanya Bara
" tidak tau mas, dia ada di dalam sedang mandi,," jawab Tiwi
" kapan kita bisa tidur bersama yank,aku sudah merindukan mu,kenapa Raihan tidak pernah pergi lagi yank?" tanya Bara curiga
" aku juga tidak tau mas,aku baru pulang,kami belum bicara banyak" elak Tiwi
" wi....Tiwi...." panggil Raihan dari dalam kamar
" mas,,Raihan memanggil ku,aku masuk dulu,mas segera masuk,aku takut Raihan melihat kita" ucap Tiwi lagi
Bara segera mencium bibir Tiwi sekilas, untuk melepaskan rasa rindu nya beberapa pekan ini...
" mas...." ucap Tiwi kaget
Bara tersenyum senang lalu berjalan kearah kamar nya dan mengedipkan matanya genit
Tiwi menggelengkan kepalanya lalu masuk kedalam kamar
" kenapa mas??" tanya Tiwi
" mana pakaian ku wi?" tanya Raihan yang tak melihat pakaian gantinya
" oh iya aku lupa mas,sudah beberapa minggu di rumah ibu membuatku lupa tugas" ucap Tiwi terkekeh
Tiwi segera berjalan kearah lemari pakaian dan mengambil kaos serta celana pendek joger dan tak lupa pakaian dalam Raihan
" wi....untuk saat ini aku belum bisa menyentuh mu lebih,aku belum mengerti cara memperlakukan mu,aku minta tolong bersabar" ujar Raihan sambil memeluk Tiwi dari belakang
" mas.....lepas mas,,aku belum mandi,bau..!!!" elak Tiwi
" kamu malu wi??" tanya Raihan,yang Raihan tau Tiwi masih perawan dan tak pernah di perlakukan lebih oleh nya,hanya sekedar mencium kening Tiwi selama ini...
" iya..." jawab Tiwi tertunduk lalu segera pergi ke kamar mandi,sikap Tiwi seperti itu malah membuat Raihan gemas
sebenarnya Tiwi bukan malu,tapi dia malah risih di perlakukan Raihan intim,,dia yang selama ini hanya mendapatkan sentuhan dari Bara menjadi jijik pada Raihan,apa lagi saat ini dia hamil anak Bara...