Delima Maharani Pradipta, gadis cantik primadona sekolah selain wajahnya yang cantik dan tubuh bak model, sehingga siapapun terpesona juga dengan tingkahnya yang sangat gesrek, yang membuat semua orang ingin dekat dengan dia
Namun kemalangan menimpa nasibnya, dia harus dijodohkan dengan seorang casanova.
Akankah Delima bahagia dengan pernikahannya? Atau kah seorang casanova bertekuk lutut dihadapan Delima?
Ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cafe 2
" Maaf mas Rey ada sedikit masalah" kata Manager cafe itu.
"Duduk sini aja bang gak apa apa" jawab Rey
Manager cafe itu menceritakan kepada Rey kalau saat ini salah satu anggota band pengisi acara di cafe Rey datangnya agak sedikit telat, padahal ini sudah menunjukkan waktunya mereka manggung.
Delima yang mendengar itupun mempunyai sebuah ide, "lumayan buat hiburan, sudah lama juga gak manggung" gumam Delima lirih.
"Bang Yoga boleh gak kalau Delima yang ngisi?"
"Serius elu" ucap Jeje
"Iya ma elu, duet lah.....biasa dari pada bete"
"Boleh bang?" tanya Delima lagi, tetapi Yoga malahan melirik ke Rey seakan akan memberikan isyarat. Dan Rey pun mengangguk.
Delima yang melihat itu langsung senang "Iyess, akhirny gue pegang mik lagi"
"Awas kalau gak bagus" ancam Rey
"This Okey Kak.....kalian pastinya akan tersepona dengan penampilan gue".
Mereka hanya mengangguk karena memang kualitas Delima bernyanyi sudah tidak bisa diragukan lagi.
Delima dan Jeje berada diatas panggung yang suda disiapkan cafe itu.
Delima membisikkan sesuatu ke personil band. Delima memegang mik sedangkan Jeje bermain gitar.
Mereka menyanyika lagu dengan genre Pop Rock
Teman Tapi Mesra milinya Ratu.
*Aku punya teman, teman sepermainan
Kemana aja dia selalu ada aku
Dia amat manis, dan juga baik hati
Dia slalu ada waktu untuk membantuku
Namun aku bingung, ketika dia bilang cinta
dan dia juga katakan tuk ingin jadi kekasihku
Cukuplah saja berteman denganku
Jangan lah kau meminta lebih
Ku tai mungkin mencintaimu
Kita berteman saja teman tapi mesra
Aku memang suka pada dirimu
namun aku ada yang punya
Labih baik kita berteman
Kita berteman saja, teman tapi mesra
Penampilan Delima saat ini yang memakai rok sepan selutut dan juga kaos santainya, dan gaya Delima ya uwu...mirip seperti mbak MJ di video klip nya ratu...nggemesin pokoknya.
Tiba tiba Angga berada dicafe itu dan duduk bersama dengan yang lainnya. Angga melihat penampilan Delima yang wow menjadi tidak berkedip.
" Wow...kedip, biasa aja kali lihatnya" tangan Satria memukul pundak Angga.
"Tersepona gue....keren...keren....seksi banget" jawab Angga yang masih tidak berkedip.
"Elu kenapa?tiba tiba kesini?" tanya Satria
"Gak tau pengen aja, dan kebetulan dapat vitamin....melek deh mata gue, jadi seger lagi" jawab Angga enteng, tetapi ada sesuatu di wajahnya yang kembali menatap Delima
"Elu putus ma Delima?" tanya Satria yang mengira kalau Angga dan Delima pacaran.
"Enggak"
"Elu tau kan kalau Delima itu....."
Angga menjeda ucapan Satria "Kita gak pacaran, udah gue tembak berulang ulang nyamoe gak kehitung, tapi tetep ditolak"
Satria dan yang lainnya yang mendengar ucapan Angga seketika diam, mereka gak mengerti dengan hubungan yang Angga dan delima jalani saat ini, kelihatan mesra tapi gak pacaran.
"Tapi gue sayang banget ma dia" lanjut Angga lagi
Satria menepuk pundak Angga "Bukan jodoh elu"
Dan dianggukin Angga dengan tersenyum.
Suasana menjadi hening padahal lagu yang dibawakan Delima sangat nge Rock enak buat goyang.
"Jadi hubungan kalian?" tanya Jeje hati hati karena kali ini dalam mode serius
"Seperti lagu yang kalian denger Teman Tapi Mesra" Ucap Angga dengan memberikan kiss bay ke arah delima yang pas saat itu melihat ke arah Angga.
Mereka mengangguk dan paham. Bukan kesalahan karena gak jadian, hanya sebatas teman walau itu mesra.
Dilain meja, ada dua orang laki laki yang dari tadi memperhatikan gerak gerik Delima dan juga sahabat sahabat Delima, termasuk Angga yang baru datang.
"Elu lihat Ken, calon bini elu, wuh...seksi men" ucap Dimas yang memang sudah dari tadi berada di cafe itu tanpa Delima dan yang lainnya sadari.
Kenzo masih memperhatikan setiap gerakan Delima, tubuhnya mulai memanas, dan juga Si Ono yang mulai beraksi. Termasuk juga saat Angga melakukan kiss bay dengan Delima dan dibalas dengan kedipan mata dari Delima.
Kenzo cemburu, tetapo gengsi untuk mengakuinya.
"Lihat juga noh disono, ada Angga yang dari tadi gak kedip melihat Delima"
"Apa elu gak cemburu?Apa elu rela calon bini elu dilihatin orang lain yanh jelas jelas suka ma dia?" Dimas mulai memancing mancing Kenzo, supaya sahabatnya itu sadar akan begitu berartinya Delima.
Tapi Kenzo tetaplah Kenzo, gengsinya gede, ego nya tinggi.
"Ciehhh....masih gak bisa ngalahin gengsi, keburu dibawa kabur orang baru tau rasa" ucap Dimas lagi.
Kenzo hanya diam, memikirkan apa yang dikatakan Dimas, mencoba mencerna.
Dan pandangan mata Kenzo beralih ke meja lain, dimana Delima sudah duduk disebelah Angga.
"Elu cantik dan seksi Del" bisik Angga ditelinga Delima, tetapi bagi orang lain yang melihat dari kejauhan seperti adegan ciuman, ya yang mengira itu ciuman hanyalah Kenzo saja.
Dimas yang melihat itu hanya tersenyum "Cemburu cemburu elu, panas panas deh"
Setelah membisikkan kata itu, Angga kemudian memberikan sebatang coklat kepada Delima
"Buat elu, manis, tapi masih manis elu nya" ucap Angga dengan menyerahkan coklat ke tangan Delima
"Gombal...thanks"
Kenzo melihat itu semakin geram "Gak ada yang bisa merebut milik gue, Delima punya gue dan akan selamanya milik gue" gumam Kenzo pelan tapi masih bisa didengar oleh Dimas
"Lihat itu Ken"
"Waw romantis banget jadi ngiri gue" ucap Dimas dengan sengaja menyindir Kenzo yang dari tadi melihat adegan romantis itu.
Kenzo yang merasa tersindir semakin mengepalkan tangannya, jika tidak ingat tempat umum, sudah pasti Angga habis ditangan Kenzo malam ini.
Sementara Delima belum menyadari jika ada Kenzo dan sedang memperhatikannya. Berbeda dengan yang lainnya, mereka sudah tau kalau Kenzo ada disini, dan sedang dalam mode kepanasan. Gimana gak kepanasan kalau dari tadi Angga menatap Delima tanpa berkedip dan penuh cinta.
Angga melirik sekilas ke belakang, dimana Kenzo berada, tatapan mata mereka bertemu seakan mengisyaratkan peperangan yang tak akan ada habisnya "Awas elu".
Satria yang melihat interaksi itu malahan tersenyum "Terus Ngga biar bang Kenzo kepanasan, salah sendiri main main ma Delima" ucap Angga dalam hati
Merasa sudah tidak tahan dengan situasi saat ini, Kenzo berdiri, Dimas yang merasa khawatir juga ikut berdiri, takut kalau Kenzo ngamuk
"Mau kemana elu?" tanya Dimas
"Beli Coklat se pabrik" jawab Kenzo
Dimas yang mendengar itu hanya geleng geleng kepala "Dasar bucin akut, gak mau kalah...tapi gak mau ngakuin"