Dia, seorang Gadis yang tanpa sengaja harus rela menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai. Ayah nya membuat sebuah surat wasiat agar anak gadis nya itu mau menikah dengan Arzan.
Mau tidak mau, Jovata harus mengabulkan permintaan terakhir ayah nya itu. Kehidupan rumah tangga Arzan dan Jovata sangat tidak harmonis, gadis yang terkenal tengil dan suka membantah itu membuat Arzan pusing sendiri menghadapi nya.
Jangan lupa Like, Rate, Vote and Coment 😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nii R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.Belum Jujur
Hari telah berganti, hubungan Arzan dan Jova semakin membaik. Pasangan suami istri itu lebih sering menghabiskan waktu bersama. Jova sendiri sedang menunggu masa wisuda nya, gadis itu sangat jarang pergi ke kampus membuat Melvin tidak bisa melihat keadaan Jova.
Untung saja hari ini Jova pergi ke kampus karena ada sesuatu penting yang harus di urus. Ketika Jova keluar dari mobil suami nya, Melvin langsung menghampiri gadis itu hingga membuat Arzan langsung cemburu.
"Jangan terlalu dekat dengan nya. Aku tidak suka!" bisik Arzan.
"Aku tahu itu bee...!" balas Jova.
Gadis itu kemudian berjalan masuk tanpa menghiraukan Melvin, Mika yang melihat Jova dari jarak jauh kembali mengepalkan tangan nya kesal. Melvin terus membuntut di belakang Jova membuat Jova merasa sangat risih.
"Kenapa mengikuti ku?" tanya Jova kesal.
"Aku merindukan mu Jova." jawab Melvin dengan polos nya. "Aku mencari alamat rumah mu tapi tidak ku temukan. Jova, apa aku boleh tahu alamat rumah mu?" tanya Melvin membuat Mika yang sejak tadi mengikuti mereka langsung melebarkan telinga nya untuk menguping.
Jova membuang nafas kasar, lalu memutar bola mata nya dengan malas, "Aku tidak punya rumah. Lagian, kakak ku tidak akan mengizinkan siapa pun untuk main ke rumah kami." ujar Jova.
Di kantor, Arzan sedang berdiskusi dengan Aarav tentang rencana ulang tahun Jova yang bertepatan dengan hari wisuda nya. Arzan ingin membuat hari spesial istri nya itu penuh kejutan.
"Aku mau kau menyiapkan semua nya dengan sangat rapi.Jangan lupa perketat penjagaan." kata Arzan.
"Aku tahu itu, perasaan sudah berapa kali kau meminta hal yang sama pada ku. Apa gaji ku akan naik?" tanya Aarav.
"Emmm,...aku akan memberi mu bonus setelah aku pulang liburan nanti.Aku ingin menikmati waktu bersama istri ku." kata Azran membuat Aarav ingin muntah rasa nya.
"Terserah kau saja. Jangan lupa malam ini, Alex kembali melakukan penyelundupan senjata lagi." ujar Aarav memberitahu.
"Menyelundupkan atau......?"
"Dari negara tetangga kita. Sudah lama kita berolahraga, apa kau akan ikut?" tanya Aarav membuat Arzan bingung. Bagaimana meninggalkan Jova malam ini karena istri nya pasti akan banyak tanya.
"Akan ku pikirkan nanti. Jova pasti banyak bertanya jika aku pergi tengah malam ini." kata Arzan bingung.
"Kau belum jujur juga?" tanya Aarav.
Arzan menggelengkan kepala nya, "Aku takut kebahagiaan yang baru saja tercipta di antara kami musnah begitu saja. Aku takut jika Jova tidak bisa menerima jika suami nya seorang mafia."
"Lebih baik kau jujur sekarang dari pada suatu saat dia membenci mu lebih dalam. Jika kau bicara baik-baik pada nya, aku yakin jika Jova akan mengerti." tutur Aarav.
Arzan membuang nafas kasar, ini adalah masalah besar dalam diri Arzan karena pria itu tidak bisa berkata jujur sekarang.
Sudah waktu nya Arzan menjemput istri nya, pria itu sekali lagi memandang wajah ceria Jova dari dalam mobil. Gadis polos yang tidak pernah tahu rahasia apa yang selama ini ia simpan.
"Aku lapar bee...!" kata Jova yang baru saja masuk ke dalam mobil.
"Kau ingin makan apa istri ku?" tanya Arzan sambil mencubit pipi istri nya.
"Aku ingin makan pizza," jawab Jova langsung di iyakan dengan suami nya.
Mereka kemudian langsung pergi, dan tanpa sengaja Arzan dan Jova masuk secara bersamaan dengan Arvana ke dalam cafe.
"Kalian makan disini juga? tanya Anna.
"Jika kau ingin makan, makanlah dan jangan mengganggu kami." ujar Arzan dengan wajah dingin nya.
Anna tersenyum getir, melirik angkuh ke arah Jova, "Kau berubah Arzan. Kau dulu sangat hangat pada ku." kata nya.
"Jangan membawa masa lalu di kehidupan sekarang. Itu akan membuat hidup mu kacau!" seru Arzan langsung menarik tangan Jova kemudian mengajak istri nya pergi. Anna berusaha mengejar namun mobil Arzan sudah berjalan meninggalkan diri nya. Anna mengumpat kesal karena di acuhkan oleh pria itu. "Tidak apa-apa kan jika kita mencari tempat lain?" tanya Arzan pada istri nya.
"Tidak masalah. Aku juga tidak suka jika makan ada yang mengangu." ujar Jova.
Mereka kemudian mencari tempat lain, Jova merasa senang karena suami nya ini sangat baik karena mau menuruti semua yang di inginkan nya. Setiba nya di mansion, Arzan langsung meminta izin untuk malam ini.
"Kenapa harus malam?" tanya Jova mengerucutkan bibir nya.
Arzan menarik istri nya ke dalam pelukan, "Hanya sebentar bee, aku akan pergi dengan Aarav."
"Jangan macam-macam bee. Aku akan memotong anu mu nanti." ancam Jova membuat Arzan langsung tertawa geli.
"Aku tidak akan macam-macam bee. Kau istri kecil ku yang paling aku sayang." ujar Arzan membuat Jova kembali memeluk erat suami nya. "Mandilah, kita akan malam." perintah Arzan.
"Dasar Tarzan.Kau makan pizza sebanyak itu apa tidak kenyang bee?" tanya Jova.
"Makan tepung? aku ingin kau makan nasi biar kau cepat besar." kata Arzan.
"Aku tahu aku pendek, jangan menghina ciptaan Tuhan ini." balas Jova.
"Kau juga sering menghina ku bee..!" sahut Arzan tidak mau mau kalah.
Jova pergi mandi, jika menghiraukan suami nya maka gadis itu tidak akan pergi mandi. Benar saja, setelah makan malam Arzan langsung pergi untuk menjalankan misi nya.
Arzan menjemput Aarav ke apartemennya, malam ini mereka menggunakan pakaian serba hitam juga penutup wajah.
Menggunakan motor, Arzan dan Aarav langsung pergi ke pelabuhan yang berada di muara sungai. Alex dan anak buah nya akan menipu semua orang dengan berkedok transaksi pakaian bekas.
"Mereka ini bisa saja, pakaian bekas di jadikan tempat untuk menyembunyikan senjata." kata Arzan lucu.
"Nama nya juga bisnis, lalu mau kau apakan tumpukan senjata di mansion itu?" tanya Aarav.
"Aku akan memusnahkan nya nanti." kata Arzan.
Tanpa mereka sadari, bersembunyi mereka di ketahui oleh anjing penjaga milik Alex. Arzan dan Aarav langsung panik, mereka berlari menghindari dua anjing tersebut. Anak buah Alex langsung ikut mengejar Arzan dan Aarav yang berlari berpencar itu.
Arzan langsung menembak Anjing tersebut, namun tanpa sadar anak buah Alex langsung menikam Arzan dan untung saja hanya lengan yang terkena. Arzan yang masih memiliki tenaga langsung menghajar pria itu, kemudian Arzan mengambil pistol yang sempat terjatuh lalu menembak nya tanpa ampun. Anak buah Alex mulai datang menyerang, dengan cepat Aarav langsung membantu Arzan. Sial nya mereka malam ini hanya melakukan semua nya berdua saja. Adu tembak tidak bisa di hindari lagi, untung saja pelabuhan ini jauh dari rumah penduduk atau pusat kota.
Alex yang sudah ketahuan langsung kabur, meninggalkan anak buah nya yang sibuk menyerang Arzan. Untung saja, Arzan dan Aarav yang terlatih bisa mengacaukan transaksi tersebut meski tangan Arzan terluka.
nyesek pasti itu Arzan dikatai tua 😂😂😂😂