NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Luka Tersembunyi di Balik Jas Mahal

Berbahaya dan sangat mematikan, itulah kesan yang tertangkap saat Xavier melepas jas mahalnya dengan gerakan yang sangat kasar di dalam mobil. Gwenola menahan napas ketika melihat kemeja putih suaminya itu mulai berubah warna menjadi merah pekat di bagian bahu kiri. Bau besi yang sangat tajam dari darah segar seketika memenuhi kabin mobil yang tadinya beraroma kayu cendana.

Xavier meringis sedikit, sebuah ekspresi kesakitan yang sangat jarang ia tunjukkan di hadapan siapa pun termasuk orang kepercayaannya. Ternyata peristiwa sabotase di gudang logistik tadi bukan sekadar perusakan barang, melainkan sebuah serangan terencana yang melukai sang pimpinan perusahaan. Gwenola merasa seluruh tubuhnya gemetar melihat luka yang nampak sangat dalam di balik sobekan kain kemeja yang mahal itu.

"Tuan, kita harus segera menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis," ucap sang sopir dengan nada yang sangat panik.

Xavier menggelengkan kepala dengan sangat tegas sambil terus menekan luka di bahunya menggunakan tangan kanan yang mulai berlumuran darah. Ia tahu bahwa jika pimpinan perusahaan sepertinya terlihat masuk ke rumah sakit dalam kondisi terluka, maka saham perusahaan akan langsung merosot tajam. Musuh bisnisnya pasti sedang menunggu saat-saat lemah seperti ini untuk menghancurkan seluruh kekuasaan yang ia miliki.

"Pulang ke kediaman mewah sekarang juga dan jangan katakan apa-apa kepada pelayan yang lain," perintah Xavier dengan suara yang mulai melemah.

Gwenola tidak bisa lagi tinggal diam melihat pria yang baru saja membelanya di sekolah itu kini sedang bertarung melawan rasa sakit yang luar biasa. Ia memberanikan diri mendekat, mencoba membantu Xavier untuk tetap sadar di tengah perjalanan yang terasa sangat lambat dan sangat menyiksa. Tangannya yang kecil menyentuh lengan Xavier yang terasa sangat panas akibat suhu tubuh yang mulai meningkat secara drastis.

"Biarkan aku membantu menekan luka itu agar darahnya tidak terus mengalir keluar," bisik Gwenola dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Xavier menatap Gwenola dengan pandangan yang sulit diartikan, namun ia tidak menolak saat gadis itu mengambil sapu tangan dari saku seragam sekolah menengah atas. Gwenola menekan luka tersebut dengan sangat hati-hati, berusaha mengabaikan rasa takutnya terhadap darah yang terus merembes keluar. Di bawah cahaya lampu mobil yang remang, ia melihat wajah Xavier yang nampak sangat pucat namun tetap mempertahankan keangkuhannya.

"Kenapa kau peduli pada lukaku, bukankah kau menganggapku sebagai monster yang sangat kejam?" tanya Xavier dengan sebuah senyuman getir di bibirnya.

Gwenola terdiam sejenak, tidak mampu menjawab pertanyaan yang menusuk tepat ke dalam relung hatinya yang paling dalam. Baginya, Xavier adalah sosok yang sangat rumit karena pria itu bisa menjadi pelindung yang sangat kokoh sekaligus penindas yang sangat dingin. Ia hanya terus fokus memberikan pertolongan pertama sederhana sampai mobil akhirnya berhenti di depan pintu masuk rahasia kediaman mewah tersebut.

Para pengawal pribadi segera membantu Xavier turun dan membawanya masuk ke dalam ruang perawatan rahasia yang terletak di lantai paling bawah. Gwenola dilarang masuk oleh tim medis pribadi, namun ia tetap menunggu di depan pintu baja yang tertutup sangat rapat itu. Ia berjalan mondar-mordir dengan perasaan yang sangat tidak tenang, membayangkan betapa banyak luka tersembunyi yang disimpan Xavier di balik kekuasaannya.

"Nona Gwenola, Tuan Xavier memanggil Anda untuk masuk ke dalam sekarang juga," ucap seorang dokter setelah satu jam berlalu.

Gwenola masuk dengan langkah yang sangat ragu, mendapati Xavier sedang duduk bersandar di atas tempat tidur medis dengan perban melingkar di bahunya. Jas mahal yang tadi ia kenakan sudah tergeletak di lantai seperti kain lap yang tidak berharga, menunjukkan sisi rapuh sang penguasa bisnis. Xavier mengisyaratkan Gwenola untuk duduk di kursi yang terletak tepat di samping tempat tidur tersebut.

"Ambilkan kotak kecil yang ada di dalam laci meja kerja itu, di sana ada kunci yang harus kau simpan," perintah Xavier dengan nada yang sangat serius.

Gwenola mengikuti instruksi tersebut dan menemukan sebuah kotak hitam kecil yang nampak sangat kuno namun terlihat sangat mahal. Saat ia menyerahkannya, Xavier justru menggenggam tangan Gwenola dengan sangat kuat seolah-olah ia sedang membagikan sebuah beban yang sangat berat. Tatapan matanya tidak lagi menunjukkan kedinginan, melainkan sebuah permohonan yang sangat tersembunyi di balik ketegaran yang palsu.

"Jika terjadi sesuatu yang buruk padaku, kunci ini adalah satu-satunya jalan bagimu untuk mendapatkan kebebasan dan harta ayahmu kembali," bisik Xavier dengan suara yang sangat rendah.

Gwenola tertegun mendengar kata kebebasan yang keluar dari mulut pria yang selama ini sangat gila akan kendali atas dirinya. Ia merasa ada sebuah rahasia besar yang sedang mengancam nyawa Xavier dan kunci ini adalah kunci dari segala badai yang akan segera datang. Tiba-tiba pintu ruang perawatan didobrak dengan sangat keras dari luar oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!